IDENTIFIKASI SUMBERDAYA ALAM KAMOJANG
7.4. Nilai Warisan
Nilai Warisan (bequest value) adalah nilai sumberdaya alam yang tidak dapat dipasarkan (non-market valuation) sehingga untuk mendapatkan nilai warisan diperlukan survei dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung dengan responden. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal dan menetap di kawasan panas bumi Kamojang. Kesediaan responden membayar (willingness to pay) untuk nilai warisan (existence value) diperoleh dengan melalui sebuah skenario “pelestarian kawasan di masa yang akan datang” sehingga responden yang diwawancari bersedia untuk membayar sesuai kemampuan responden tanpa ada unsur paksaan, terkait dengan pelestarian kawasan sumberdaya alam yang ada di kawasan Kamojang untuk generasi di masa yang akan datang. Untuk nilai WTP warisan kawasan panas bumi Kamojang dapat dilihat pada uraian Tabel 24 berikut ini :
Tabel 24 Nilai WTP Warisan Kawasan Panas Bumi Kamojang WTP Responden Jumlah Responden Nilai WTP (Rp) 2.500* 7 17.500 5.000 17 85.000 7.500 12 90.000 10.000 11 110.000 12.500 13 162.500 Total 60 465.000
Nilai Median WTP/Bulan 7.500
Nilai Median WTP/Tahun 90.000
Total Nilai WTP/Tahun 1.139.490.000
Sumber : Data Primer (diolah), 2011
Dari hasil wawancara yang dilakukan dilapangan dengan jumlah responden yang bersedia membayar yaitu sebanyak 60 responden dan seluruhnya memiliki pendapatan tetap. Semua responden yang diwawancarai bersedia membayar sesuai dengan kemampuan mereka tanpa ada unsur paksaan, sedangkan nilai WTP warisan yang muncul merupakan penawaran langsung dari responden dengan pilahan nilai yang ditawarakan oleh peneliti berdasarkan harga bibit kayu suren yang berlaku di Jawa Barat.
78
Total nilai WTP warisan per tahun yaitu sebesar Rp 90.000 diperoleh dari perkalian antara nilai median WTP per bulan yang diperoleh dengan jumlah bulan dalam setahun. Kemudian nilai median WTP per tahun dikalikan dengan jumlah masyarakat yang berada di wilayah tersebut sebanyak (12.661 jiwa) yang berada di kawasan panas bumi Kamojang yaitu sebesar Rp.1.139.490.000.
Analisis yang digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi nilai WTP warisan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunkan analisis regresi linier berganda. Variabel yang mempengaruhi nilai WTP warisan telah ditetapkan sebanyak 7 variabel yaitu usia, pendapatan, jumlah keluaraga, pekerjaan, pendidikan, asal daerah dan pengetahuan lingkungan.
Variabel pekerjaan, asal daerah dan pengetahuan lingkungan adalah variabel yang menggunakan peubah dummy sebagai peubah indikator untuk variabel independen yang skala pengukurnya interval, ordinal dan nominal. Seluruh variabel tersebut merupakan variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen yaitu nilai warisan.
Tabel 25 Hasil Analisis Regresi Nilai WTP Warisan Kawasan Panas Bumi Kamojang
Variable Coef (β) T Sig VIF Keterangan
(Constant) 3.361 3.507 0.001 - -
Usia -0.266 -1.072 0.289 2.753 Tidak Nyata
Pendapatan 0.366 4.361 0.000* 3.004 Nyata
Jml_keluarga 0.046 1.029 0.308 2.190 Tidak Nyata Pekerjaan_Petani(D) 0.208 1.828 0.073** 2.488 Nyata Pendidikan 0.032 1.789 0.079** 3.799 Nyata Asal_Daerah(D) 0.119 1.309 0.196*** 1.453 Nyata Peng_Lingkungan(D) 0.554 5.037 0.000* 1.528 Nyata R Square (R2) 0,756 R Square (R2) Adjusted 0,723 F-Hitung 22.974 (Sig 0,000) Durbin-Watson 1.694
Sumber : Data Primer (Diolah),2011
*Taraf nyata 99%, **Taraf nyata 90%, ***Taraf nyata 80%
Model yang dihasilkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, hal tersebut dapat dijelaskan dimana angka R2 sebesar 75,6 persen, angka ini menjelaskan bahwa angka keragaman WTP warisan dapat diterangkan oleh keragaman variabel yang terdapat di dalam model, sedangkan untuk sisanya 24,4 persen diterangkan
oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model. Nilai F-hitung yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 22.974 dengan nilai sig sebesar 0,000, hal ini menunjukan bahwa variabel-variabel dalam model secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap nilai WTP warisan yang dilakukan pada taraf α. Nilai Durbin-Watson yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 1.694, dan angka ini menunjukan bahwa tidak adanya autokorelasi yang terdapat dalam model tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa asumsi sisaan menyebar bebas dapat dipenuhi.
Model yang dihasilkan dalam analisis regresi pada nilai WTP warisan kawasan panas bumi Kamojang adalah sebagai berikut :
WTPe = 3.361 - 0.266 UL + 0.366 PD + 0.046 KL + 0.208 PP + 0.032 TP + 0.119 AD + 0.554 PL
Pada model tersebut variabel independen yang berpengaruh nyata adalah pendapatan, pekerjaan, tingkat pendidikan, asal daerah dan pengetahuan lingkungan.
Variabel pendapatan berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 99 persen terhadap nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan serta kebutuhan dasar responden sudah terpenuhi maka responden cenderung mengalihkan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya yaitu dengan memberikan penilaian terhadap WTP warisan, dengan demikian nilai WTP warisan akan semakin tinggi. Variabel pengetahuan lingkungan berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 99 persen terhadap nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik tingkat pemahaman lingkungan oleh masyarakat yang tinggal di kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP warisan sebesar 0.554 persen, dengan demikian maka nilai WTP warisan akan semakin tinggi.
Variabel pekerjaan dengan profesi sebagai petani berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 90 persen terhadap nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pekerjaan dengan profesi sebagai petani di kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP warisan sebesar 0.208 persen, dengan demikian nilai WTP warisan akan semakin tinggi. Variabel tingkat pendidikan berpengaruh signifikan dan positif pada pada taraf α 90 persen terhadap nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa apabila
80
responden dengan tingkat pendidikan (minimal SMA) maka responden cenderung untuk menjaga dan melestarikan sumberdaya alam dimasa yang akan datang, sehingga memberikan penilaian terhadap WTP warisan akan semakin tinggi.
Variabel asal daerah berpengaruh signifikan dan positif pada taraf α 80 persen terhadap nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat kunjungan responden yang berasal dari luar kawasan Kamojang, akan menyebabkan kenaikan nilai WTP warisan sebesar 0.119 persen. Responden yang berasal dari luar kawasan Kamojang yang mengetahui tentang pentingnya kawasan tersebut cenderung memperdulikan kelestarian kawasan untuk generasi dimasa yang akan datang, maka responden cenderung untuk memberikan penilaian pada WTP warisan akan semakin tinggi.
Sementara itu ada beberapa variabel independen lain yang berpengaruh tidak nyata (taraf kepercayaan 99%, 95%, 90%, 85% dan 80%) adalah usia dan jumlah keluarga. Variabel usia berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa variabel usia dari responden berpengaruh pada WTP warisan yaitu dengan memberikan penilaian yang tidak signifikan. Variabel jumlah keluarga berpengaruh tidak nyata pada nilai WTP warisan. Hal ini menjelaskan bahwa variabel jumlah keluarga dari responden berpengaruh pada WTP warisan yaitu dengan memberikan penilaian yang tidak signifikan.