BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
2. Nilai Rata-Rata Keterampilan Menulis Teks Persuasi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan di atas terhadap hasil karangan siswa berupa teks persuasi, berikut tabel rekapitulasi skor keterampilan menulis teks persuasi siswa menggunakan media video YouTube yang berjudul Laut Indonesia Darurat Sampah Plastik. Kemudian dari tabel berikut dideskripsikan nilai rata-rata berdasarkan aspek penilaian dan nilai rata-rata keseluruhan teks persuasi siswa.
Tabel 4. 36 Rekapitulasi Skor Keterampilan Menulis Teks Persuasi No. Nama Siswa Penilaian
34. Wanda Salsabila Sihotang 5 5 4 3 1 18 72 C
35. Zahra Rahma Fitria 5 3 4 4 4 20 80 B
36. Zaqki Priwicak Nur R. 4 3 4 4 2 17 68 C
Jumlah 160 149 139 132 113 694 2692
Keterangan tabel:
1 : Kesesuaian isi teks A : Baik Sekali 2 : Kelengkapan struktur teks B : Baik
3 : Ketepatan kata C : Cukup
4 : Ketepatan kalimat D : Kurang 5 : Ejaan dan tata tulis
Data yang terdapat pada tabel di atas merupakan hasil penilaian siswa dalam menulis teks prosedur menggunakan media video berita dari kanal YouTube Surya Citra Televisi (SCTV) dalam program Liputan 6 Siang. Data tersebut menunjukkan penilaian berdasarkan lima aspek penilaian yang telah ditentukan. Kemudian, dari data di atas sebanyak 12 siswa memperoleh nilai dengan interpretasi A, 13 siswa memperoleh nilai dengan interpretasi B, dan 9 siswa memperoleh nilai dengan interpretasi C.
a. Nilai Rata-Rata Aspek Penilaian Menulis Teks Persuasi
Berdasarkan tabel rekapitulasi skor kemamapuan menulis teks persuasi siswa di atas, selanjutnya dihitung nilai rata-rata teks persuasi berdasarkan aspek penilaian menulis teks persuasi.
Nilai rata-rata menggunakan rumus:
MX= ∑ Ket:
MX :Nilairata-rata
∑ : Jumlah skor yang diperoleh N : Jumlah siswa
Tabel 4. 37 Nilai Rata-Rata Aspek Penilaian Menulis Teks Persuasi No Aspek Penilaian Rata-rata
skor
Rata-rata
nilai Keterangan
1 Kesesuaian Isi Teks 4,70 94,11 A
2 Kelengkapan Struktur Teks 4,38 87,64 A
3 Ketepatan kata 4,08 81,76 B
4 Ketepatan kalimat 3,88 77,64 B
5 Ejaan dan Tata Tulis 3,32 66,47 C
Penjelasan nilai rata-rata dari setiap aspek penilaian, sebagai berikut.
1) Kesesuaian isi teks
Skor tertinggi yang diperoleh siswa untuk aspek penilaian kesesuaian isi adalah 5 dan skor terkecil adalah 2. Siswa yang memperoleh skor 5 sebanyak 27 orang, skor 4 sebanyak 6 orang dan skor 2 sebanyak 1 orang. Nilai rata-rata kemampuan siswa dalam aspek kesesuaian isi teks persuasi dengan menggunakan media video dari media sosial YouTube berupa video berita dari kanal YouTube Surya Citra Televisi (SCTV) pada program Liputan 6 Siang menghasilkan nilai yang baik sekali. Hasil yang diperoleh adalah 160, jika diklasifikasikan berdasarkan nilai, maka nilai rata-rata (4,70) akan dikalikan dengan 100 dan dibagi dengan skor maksimal (5), sehingga menghasilkan nilai rata-rata sebesar 94,11 dan jika dibulatkan menjadi 94.
Nilai 94,11 dalam klasifikasi kriteria perhitungan persentase skala empat tergolong ke dalam kategori baik sekali.
Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam membuat isi teks persuasi sudah bagus, karena mampu menuliskan isi teks persuasi yaitu argumen atau pendapat, fakta, dan ajakan dengan rinci serta mampu mengembangkan paragrafnya.
2) Kelengkapan struktur teks
Skor tertinggi yang diperoleh siswa untuk aspek penilaian kelengkapan struktur teks adalah 5 dan skor terkecil adalah 2.
Siswa yang memperoleh skor 5 sebanyak 24 orang, skor 4 sebanyak 1 orang, skor 3 sebanyak 7 orang, dan skor 2 sebanyak 2 orang. Nilai rata-rata kemampuan siswa dalam penyusunan struktur teks persuasi sudah sangat baik, walaupun terdapat beberapa siswa yang kurang lengkap memasukkan salah satu struktur teks persuasi. Hasil yang diperoleh siswa pada aspek ini adalah 149.
Jika diklasifikasikan berdasarkan nilai, maka nilai rata-rata (4,38) akan dikalikan dengan 100 dan dibagi dengan skor maksimal (5), sehingga menghasilkan nilai rata-rata sebesar 87,64 dan jika dibulatkan menjadi 88.
Nilai 88 jika diklasifikasi berdasarkan kriteria perhitungan persentase skala empat tergolong ke dalam kategori baik sekali.
Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menyusun kelengkapan struktur teks persuasi sudah bagus, karena mampu mencantumkan struktur teks persuasi secara lengkap dan urut, walaupun terdapat beberapa siswa yang kurang lengkap dalam mencantumkan struktur teks persuasi. Teks persuasi terdiri dari empat struktur yang membangunnya, yaitu pengenalan isu, rangkaian argumen, pernyataan ajakan, dan penegasan ulang. Rata-rata siswa tidak mencantumkan bagian akhir struktur teks persuasi, yaitu penegasan ulang.
3) Ketepatan kata
Skor tertinggi yang diperoleh siswa untuk aspek penilaian ketepatan kata adalah 5 dan skor terkecil adalah 3. Siswa yang memperoleh skor 5 sebanyak 7 orang, skor 4 sebanyak 23 orang, dan skor 3 sebanyak 4 orang. Nilai rata-rata kemampuan siswa pada aspek ketepatan kata dapat diketahui, yaitu dengan membagi jumlah skor yang diperoleh dengan jumlah siswa yang hadir.
Nilai rata-rata kemampuan siswa pada aspek ketepatan kata menghasilkan kategori baik, yaitu 139 dari skor maksimal 5. Jika diklasifikasikan berdasarkan nilai, maka nilai rata-rata (4,08)
dikalikan dengan 100 dan dibagi dengan skor maksimal (5), sehingga menghasilkan nilai rata-rata 81,76 dan jika dibulatkan menjadi 82.
Nilai 82 jika diklasifikasi berdasarkan kriteria perhitungan persentase skala empat tergolong ke dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menggunakan dan memilih kata sudah bagus yaitu sesuai dengan KBBI dan aturan yang berlaku.
4) Ketepatan kalimat
Skor tertinggi yang diperoleh siswa untuk aspek penilaian ketepatan kalimat adalah 4 dan skor terkecil adalah 3. Siswa yang memperoleh skor 4 sebanyak 30 orang dan skor 3 sebanyak 4 orang. Nilai rata-rata kemampuan siswa pada aspek ketepatan kata dapat diketahui, yaitu dengan membagi jumlah skor yang diperoleh dengan jumpah siswa yang hadir.
Nilai rata-rata kemampuan siswa pada aspek ketepatan kata menghasilkan kategori baik, yaitu 132 dari skor maksimal 5. Jika diklasifikasikan berdasarkan nilai, maka nilai rata-rata (3,88) dikalikan dengan 100 dan dibagi dengan skor maksimal (5), sehingga menghasilkan nilai rata-rata sbesar 77,64 dan jika dibulatkan maka menjadi 78.
Nilai 78 jika diklasifikasi berdasarkan kriteria perhitungan persentase skala empat tergolong ke dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menerapkan ketepatan kalimat sudah baik, walaupun masih terdapat sedikit kalimat yang tidak efektif dan tidak padu pada tiap paragraf teks persuasi yang ditulis.
5) Ejaan dan Tata Tulis
Skor tertinggi yang diperoleh siswa untuk aspek penilaian ejaan dan tata tulis adalah 5 dan skor terkecil adalah 1. Siswa yang memperoleh skor 5 sebanyak 3 orang, skor 4 sebanyak 13 orang,
skor 3 sebanyak 13 orang, skor 2 sebanyak 2 orang, dan skor 1 sebanyak 3 orang. Nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan dan tata tulis sudah cukup baik, yaitu memperoleh nilai 113 dengan skor maksimal 5. Nilai rata-rata kemampuan siswa pada aspek ejaan dan tata tulis tersebut dapat diketahui, yaitu dengan membagi jumlah skor yang diperoleh dengan jumlah siswa yang hadir.
Jika diklasifikasikan berdasarkan nilai, maka nilai rata-rata (3,32) akan dikalikan dengan 100 dan dibagi dengan skor maksimal (5), sehingga menghasilkan nilai rata-rata sebesar 66,47 dan jika dibulatkan menjadi 67.
Nilai 67 jika diklasifikasi berdasarkan kriteria perhitungan persentase skala empat tergolong ke dalam kategori cukup baik.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan dan tata tulis masih sangat kurang, seperti dalam penggunaan huruf kapital, penggunaan tanda baca, penulisan kata masih perlu dipelajari lagi, karena kesalahan pada tiap tulisan siswa rata-rata terjadi pada aspek ejaan dan tata tulis. Siswa banyak yang masih menggunakan huruf kapital di tengah-tengah kalimat atau tidak menggunakan huruf kapital dengan sesuai, kurang tepat dalam menempatkan tanda baca, dan menuliskan kata yang tidak tepat.
b. Nilai Rata-Rata Keseluruhan Teks Persuasi Siswa
Berdasarkan tabel di atas, dapat diperoleh nilai rata-rata kelas VIII-2 SMP Negeri 87 Jakarta dalam menulis teks persuasi menggunakan media sosial YouTube berupa video berita yaitu sebagai berikut.
MX= ∑
=
= 79,17
Berdasarkan perhitungan rumus mencari rata-rata, diperoleh hasil nilai rata-rata siswa dalam kemampuan menulis teks persuasi menggunakan media video dari media sosial YouTube berupa video berita mengenai sampah plastik yaitu 79,17 dan jika dibulatkan maka menjadi 79. Nilai tersebut jika diklasifikasikan berdasarkan kriteria penilaian skala empat adalah B, yang artinya baik. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah mampu dalam menulis teks persuasi.
Tabel di atas juga menunjukkan bahwa terdapat 25 siswa yang sudah mencapai KKM Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 87 Jakarta yaitu 74 dan 9 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM.
Siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM, memang ketika penelitian berlangsung peneliti perhatikan bahwa mereka kurang menyimak video yang ditampilkan sehingga paragraf yang ditulisnya kurang berkembang. Selain itu juga terdapat siswa yang memperoleh skor rendah pada aspek penilaian ejaan dan tata tulis yang mengakibatkan berpengaruh pada nilai teks persuasi yang ditulisnya.
Secara keseluruhan siswa sudah mampu menulis teks persuasi berdasarkan isi, sudah menuliskan argumen atau pendapat, fakta dan ajakan. Begitupun dengan struktur teks persuasi, siswa sudah baik dalam mencantumkan struktur tes persuasi. Siswa sudah mampu menuliskan secara urut atau sistematis dan saling berhubungan antarbagiannya, walaupun masih terdapat beberapa siswa yang tidak mencantumkan bagian akhir struktur, yaitu penegasan ulang. Siswa pun sudah baik dalam aspek penilaian ketepatan kata, sudah mampu menggunakan kata baku yang sesuai dengan KBBI dan memilih kata yang tepat dalam kalimatnya. Begitu pun dengan aspek penilaian ketepatan kalimat mendapatkan nilai rata-rata yang baik. Sehingga dapat dikatakan siswa sudah baik dalam membuat kalimat efektif.
Terdapat satu aspek penilaian yang nilai rata-ratanya cukup baik, yaitu penilaian ejaan dan tata tulis. Terlihat siswa masih kesulitan dalam penulisan ejaan dan tata tulis, hampir dalam setiap tulisan siswa
terdapat kesalahan dalam aspek ejaan dan tata tulis, seperti penggunaan huruf kapital, peletakan tanda baca, dan masih menulis kata dengan disingkat. Kesalahan penulisan ejaan dan tata tulis tersebut karena memang bawaan dari siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan guru, memang siswa masih kesulitan dalam hal ejaan. Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu perbaikan pada aspek penilaian ini.
“Dalam pembelajaran menulis, apa hambatan yang biasa ditemui ketika belajar dan bagaimana cara Bapak mengatasinya” Tanya peneliti. Kemudian guru bahasa Indonesia menjawab, “Kalau soal penulisan itu terkadang mereka banyak salah dalam menggunakan huruf kapital, dan penggunaan tanda baca lainnya. Cara saya mengatasinya saya memberikan contoh-contohnya setiap hari, jadi mereka ingat dan tahu”8