• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA:

PERDAGANGAN LUAR NEGERI GARAM Aziza Rahmaniar Salam

2. NPWP, API-P

3. Rencana kebutuhan dalam 1 tahun dan 4. Rekomendasi dari Kementerian Perindustrian

Setiap importasi yang dimaksud harus melalui verifikasi yang dilakukan oleh surveyor yang telah ditunjuk oleh pemerintah, dimana yang diverifikasi meliputi jenis, volume, pos tarif atau nomor HS, uraian, negara dan pelabuhan muat, waktu pengapalan dan pelabuhan tujuan. Importasi dapat dilakukan oleh industri yang memiliki IP garam konsumsi.

Pada tahun 2015, pemerintah melakukan berbagai perubahan sebagai amanah dari debirokratisasi dan deregulasi, dimana salah satu peraturan yang direvisi adalah Permendag No. 58 Tentang Ketentuan Impor Garam.

Hasil dari revisi atas Permendag tersebut adalah Permendag No. 125 Tahun 2015 Tentang Ketentuan Impor Garam, Permendag No. 125 Tahun 2015 ini berlaku sejak 1 April 2016, namun ditunda sampai 1 Juni 2016 melalui Permendag No. 23 Tahun 2016. Adapun pokok perubahan dalam Permendag No. 125 Tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Tabel 5.10 Pokok Perubahan Permendag No. 58/2012 Menjadi Permendag No. 125/2015

No. Pokok Perubahan Permendag No. 58/2012 Permendag No 125/2015 1 Definisi Garam konsumsi: Kadar NaCl paling

sedikit 94,7%

Garam industri: kadar NaCl paling sedikit 97%

Garam konsumsi: Kadar NaCl paling sedikit 94,7% sampai dengan <97%

Garam industri: kadar NaCl paling sedikit 97%

2 Instrumen

Perizinan IP Garam Konsumsi dan IP Garam IndustriDiajukan kepada Dirjen Daglu

Persetujuan Impor (PI) Garam Industri diajukan secara online kepada Koordinator Pelaksana UPTP I

3 Persyaratan dokumen Perizinan

Fotocopy Surat Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri/Izin usaha lain yang setara

NPWP, API-P

Rencana kebutuhan dalam 1 tahun Rekomendasi Kementerian Perindustrian

IUI, API-P

Surat pernyataan yang memuat keterangan mengenai rencana impor sesuai kebutuhan riil industri dan penyerapan garam produksi petambak garam dan tidak untuk

diperjualbelikan/dipindahtangankan 4 Rekomendasi Kementerian Perindustrian Tidak ada rekomendasi

5 Impor Garam

Konsumsi IP Garam Konsumsi Dilakukan oleh BUMN yang bergerak dibidang pergaraman dan hanya dapat diimpor saat gagal panen raya yang menyebabkan stok Garam Konsumsi tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan Garam Konsumsi melebihi ketersediaan Garam Konsumsi di dalam negeri serta berdasarkan rekomendasi dari KKP.

6 Verifikasi oleh

Surveyor Jenis, Volume, Pos TArif atau No HS, Uraian, Negara dan Pelabuhan Muat, Waktu Pengapalan dan Pelabuhan Tujuan

Penambahan data atau keterangan mengenai spesifikasi

7 Kuota Impor Diatur untuk impor garam

konsumsi Tidak diatur

8 Waktu Impor IP Garam Konsumsi tidak dapat mengimpor pada masa sebelum panen, panen raya dan setelah panen raya

Tidak diatur

9 Penyerapan

Garam rakyat penyerapan garam petani oleh importir sedikitnya 50% dari kapasitas total produksi perusahaan

Tidak diatur

Sumber: Pusat Humas Kemendag (2016), diolah

Permendag yang baru tersebut, tidak mengatur tentang pengaturan masa impor garam dan juga pengaturan harga garam seperti yang ada dalam permendag sebelum. Kedua hal tersebut yang menjadi keberatan pelaku garam khususnya petani karena dikhawatirkan akan merugikan petani khususnya ketika masa panen garam yang umumnya ketersediaan garam yang berlimpah menyebabkan harga rendah. Namun demikian, ketentuan mengenai tidak adanya pengaturan masa impor garam pada Permendag No. 125/2015 bukan berarti pada waktu menjelang panen raya, saat panen raya dan sesudah panen raya, garam konsumsi dapat diimpor. Pasal 11 Permendag 125 menyebutkan bahwa jika terjadi gagal panen garam sehinga stok garam konsumsi tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumsi garam di dalam negeri, pemerintah dapat menugaskan BUMN yang bergerak dibidang penggaraman untuk melakukan impor garam konsumsi. Hal ini menyiratkan bahwa kebutuhan garam konsumsi dapat dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri, dan impor yang dapat dilakukan oleh BUMN hanya dapat dilakukan jika gagal panen raya garam. Disini menunjukkan bahwa Permendag 125 melindungi garam yang dihasilkan petambak garam yang ditujukan untuk konsumsi dalam negeri.

Selain melalui peraturan, terdapat juga wacana pemerintah untuk memisahkan kode HS garam dalam sistem perdagangan internasional antara garam konsumsi dan garam industri. Namun hal ini masih menjadi diskusi karena perubahan HS dilakukan setiap lima tahun sekali, dan apabila terlaksana, pemisahan ini baru akan terjadi di tahun 2017. Jika terjadi pemisahan HS garam konsumsi industri dan konsumsi yang dibedakan karena kandungan NaCl maka diperlukan uji laboratorium untuk dapat membedakannya karena secara kasat mata tidak dapat dilakukan sehingga ini mempengaruhi waktu penyerahan barang impor.

5.7 Penutup

Indonesia yang semula eksportir garam, saat ini merupakan negara pengimpor walaupun masih ada sebagian kecil garam yang diekspor. Hal ini menunjukkan adanya peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri garam nasional dan meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan.

Rendahnya daya saing garam Indonesia memerlukan perhatian yang serius baik dari pemerintah maupun produsen garam. Peningkatan penguasaan teknologi produksi menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan kualitas yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing garam Indonesia sehingga dapat bersaing di pasar internasional. Diperlukan berbagai kebijakan pemerintah yang dapat mendukung peningkatan daya saing dan perlindungan terhadap produsen lokal.

Program pemerintah untuk dapat menyediakan lahan tambak garam dengan luas dan lokasi yang tidak terpecah-pecah yang direncanakan di Nusa Tenggara Timur, sebaiknya dapat segera direalisasikan, ditunjang dengan penyediaan teknologi produksi yang modern diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing maupun jumlah garam Indonesia sehingga ke depan Indonesia mampu menjadi negara pengekspor garam.

DAFTAR PUSTAKA

Akzonobel. (2016). Company Profile. Diunduh pada 11 Maret 2016 melalui https://www.akzonobel.com/ic/products/salt/.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2016). Data Ekspor dan Impor Garam Indonesia.

Jakarta.

Boenarco. I.S. (2012) Kebijakan Impor Garam Indonesia (2004-2010):

Implikasi Liberalisasi Perdagangan Terhadap Sektor Pergaraman Nasional (Tesis). Jakarta Univeritas Indonesia. Diunduh pada tanggal 26 Mei 2016 melalui ib.ui.ac.id/file?file=digital/20300588-T30500.

pdf.

Esco Salt. Company Profile. Diunduh pada 11 Maret 2016 melalui http://www.

esco-salt.com/water_softening.html?&L=1.

Kementerian Perdagangan. (2004). Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan No360/MPP/Kep/5/2004. Diunduh pada 11 Mei 2016 melalui http://www.kemendag.go.id/files/regulasi/2004/05/

MPP_360_04.htm.

Kementerian Perdagangan. (2007). Permendag No. 44/MDAG/

PER/10/2007. Diunduh pada 11 Mei 2016 melalui https:

//www.google.co.id/ search?q=Permendag+No.+

4 4 % 2 F M D A G % 2 F P E R % 2 F 1 0 % 2 F 2 0 0 7 & o q =

Permendag+No.+44%2 FMDAG%2FPER%2F10%2F2007

&aqs=chrome..69i57.299j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8.

Kementerian Perdagangan. (2012). Permendag No. 58/M-DAG/PER/9/2012.

Diunduh pada 11 Mei 2016 melalui https://www.google.co.id/

search?q= Permendag +No.+44%2FMDAG%2FPER%2 F10%2F2007&oq=Permendag+No.+ 44%2FMDAG%2FPER%

2F10%2F2007&aqs=chrome..69i57.299j0j4&sourceid=

chrome&ie=UTF-8#q=Permendag+No. +58%2FM-DAG%2FPER%2F9%2F2012.

Khayam. M. (2015). Pemerintah Dorong Pembukaan Lahan Garam Industri.

Gatra.com. Diunduh pada 9 Mei 2016 melalui http://redaksi.gatra.

com/ekonomi/industri/152455-pemerintah-dorong-pembukaan-lahan-garam-industri.

Rochwulaningsih. Y. (2012). Pendekatan Sosiologi Sejarah pada Komoditas Garam Rakyat: dari Ekspor Menjadi Impor, diunduh pada 26 April 2016 dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita/article/

view/1840/1989.

Rochwulaningsih. Y. (2013). Tata Niaga Garam Rakyat Dalam Kajian Struktural. Jurnal Sejarah CITRA LEKHA, Volume XVII No 1 Februari 2013 : 59-66.

Salt Partners. (2016) Company Profile. Diunduh pada 11 Maret 2016 melalui http://www.salt-partners.com/salt_producers.htm.

Suhana. (2016). Soal Garam, Indonesia Bisa Belajar Dari India. Diunduh pada 11 Mei 2016 melalui http://bisniskeuangan. kompas.com/read/

2016/01/12/124600926/Soal.Garam.Indonesia.Bisa.Belajar.dari.

India

Suhendra. (2011). Berkualitas Buruk, Garam India Tetap Laris di Indonesia.

Diunduh pada 11 Mei 2016 melalui http://finance.detik.com/

read/2011/08/08/085512/ 1698550/4/berkualitas-buruk-garam-india-tetap-laris-di-indonesia.

Sutianto., F.D. (2015a). RI Impor Garam Industri dari Australia Hingga China.

Detik Finance. Diunduh pada 27 April 2016 melalui http://finance.

detik.com/read/2015/09/22/092142/3025127/4/ri-impor-garam-industri-dari-australia-hingga-china.

Sutianto., F.D. (2015b). Kenapa Sih Indonesia Masih Impor Garam?. Detik Finance. Diunduh pada 13 Januari 2016 melalui http://finance.detik.

com/read/2015/09/22/081257/3025068/4/ kenapa-sih-indonesia-masih-impor-garam.

Trade Map. (2015). Data Ekspor dan Impor Data Dunia.

Trade Map. (2016). Data Ekspor dan Impor Data Dunia.

BAB VI

PELUANG DAN TANTANGAN KOMODITAS GARAM