• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organizing (Pengorganisasian)

BAB IV PEMBAHASAN

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.2 Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang tidak lepas dari sebuah organisasi. Dimana dalam setiap kejadian, pengorganisasian melahirkan peranan kerja dalam struktur formal dan dirancang untuk memungkinkan manusia bekerja sama secara efektif guna mencapai tujuan organisasi mencakup kegiatan :

a) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ke dalam kelompok-kelompok.

b) membagi tugas kepada seorang manajer untuk mengadakan pengelompokkan tersebut.

c) menetapkan wewenang diantara kelompok atau unit-unit organisasi.

Pengorganisasian yang dilakukan dimana membuat jadwal untuk melakukan rapat atau pertemuan 1 atau 2 minggu sekali yang membahas mengenai apa saja yang akan dilakukan Pihak yang melaksakan pengorganisasian tersebut ialah mulai dari kepala stasiun, wakil kepala stasiun, kepala sub urusan sampai pada pegawai

outsorching . Hal tersebut dilakukan agar setiap pegawai yang sudah diberikan tugas

atau wewenang dapat melaksanakan dengan baik sehingga rencana-rencana yang telah dibuat dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.

Pertama pengorganisasian di stasiun Rangkasbitung dari segi membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ke dalalam kelompok-kelompok. Dimana di stasiun Rangkasbitung kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan salah satunya dengan melakukan kegiatan perubahan dan perbaikan sistem keamanan di stasiun Rangkasbitung. Kegiatan yang dilakukan yaitu pengamanan saat hari raya diperketat, adanya penyuluhan untuk masyarakat yang sering berada dekat

rel walaupun bukan didaerah Rangkasbitung tetapi dilakukan oleh bagian keamanan Rangkasbitung. Hal tersebut disampaikan oleh junior sub urusan keamanan bahwa :

“Kalau hari raya, pertama dari PT.KA dibantu oleh kepolisian untuk kegiatan patroli, kemudian pengamanan jalur, untuk patroli ada yang malam harinya karena ada kereta cadangan yang disimpan dan dapat digunakan jika mendadak dibutuhkan. Kami dari pihak keamanan sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak berada dekat rel agar meminimalisir terjadinya kecelakaan, selain itu banyak masyarakat yang sering melempar besi ke rel kan itu membahayakan untuk penumpang juga yang kadang membuat kereta anjlok. Dan biasanya banyak dilakukan di stasiun lain seperti stasiun walantaka.” (wawancara dengan bapak Dulfatah Kepala Sub urusan Keamanan Stasiun KA Rangkasbitung tanggal 26 September 2016 pukul 13.15 WIB di Stasiun KA Rangkasbitung).

Kegiatan lain yaitu mencatat dan mengajukan beberapa rencana ke pusat untuk penambahan fasilitas yang belum ada tetapi masih belum terealisasi dan tidak adanya kegiatan untuk melakukan renovasi ruangan-ruangan, hanya baru ada ruang

boarding, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk fasilitas umum hanya dilihat dari

segi kebersihannya dan membagi tugas untuk memelihara atau merawat fasilitas yang ada. Seperti yang disampaikan oleh bagian pelayanan bahwa :

“Sudah ada perubahan, seperti ada ruang boarding untuk pengecekan tiket, adanya fasilitas tiket online dan keamanan dimana yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk area stasiun seperti pedagang dan pengamen. Ada 10 orang untuk anggota dan 1 orang mandor, jadi jumlahnya 11 orang, yang dibersihkan mulai dari kantor,toilet,hole,taman,emplasemen atau peron, dan wesel mengenai sampah.” (wawancara dengan bapak Supriyatin Kepala Sub urusan Pelayanan Stasiun KA Rangkasbitung tanggal 19 September 2016 pukul 11.50 WIB di Stasiun Kereta Api Rangkasbitung).

Namun ada perbedaan pendapat dari jumlah anggota kebersihan seperti yang dipaparkan oleh ketua kebersihan bahwa : “jumlah anggota kebersihan ada 12 berikut

leader 1.” (wawancara dengan bapak Ulung ketua kebersihan stasiun tanggal 19 September 2016 pukul 13.10 WIB di stasiun Rangkasbitung). Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah besar karena berapapun jumlah anggota kebersihan yang ada, yang terpenting kewajibannya dijalankan dengan baik.

Komponen kedua dari pengorganisasian di stasiun Rangkasbitung yaitu membagi tugas kepada seorang manajer untuk mengadakan pengelompokkan tersebut. Dimana stasiun Rangkasbitung memiliki beberapa bagian untuk mengatur tugasnya masing-masing dan untuk tupoksi setiap kepala sub urusan di stasiun Rangkasbitung adalah sebagai berikut :

a) Kepala Sub Urusan Perka dan Administrasi

Kepala sub urusan perjalanan kereta api dan administasi berkewajiban dan mempunyai tanggung jawab melaksanakan administasi perjalanan kereta api (perka), administrasi stasiun, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan standar operasi prosedur di stasiun, melaksanakan pembinaan terhadap petugas PPKA Pap, PJL, JLR, JRS, petugas pengawas emplasemen stasiun serta petugas yang melaksanakan administasi perjalanan kereta api di bawah tanggung jawabnya.

b) Kepala Sub Urusan Pelayanan Stasiun

Kepala sub urusan pelayanan di stasiun dan di kereta api berkewajiban dan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan dan pengendalian terhadap kebersihan stasiun dan kebersihan rangkaian kereta api di stasiun yang menjadi tanggung jawabnya.

c) Kepala Sub Urusan Keamanan dan Ketertiban

Kepala sub urusan keamanan dan ketertiban stasiun berkewajiban dan mempunyai tanggung jawab melaksanakan kegiatan dan pengendalian terhadap keamanan dan ketertiban penumpang, barang dan aset perusahaan di lingkungan stasiun di bawah tanggung jawabnya.

d) Kepala Sub Urusan Komersil

Kepala sub urusan pelayanan komersil stasiun berkewajiban dan mempunyai tanggung jawab melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pelayanan terhadap announcemen porter, pergudangan, angkutan hantaran, customer

service dan loket dibawah tanggung jawabnya.

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa setiap bagian sudah memiliki tupoksinya masing-masing dan dalam hal manajemen fasilitas umum diatur oleh sub urusan pelayanan yang berkewajiban mengurus fasilitas umum dari segi kebersihannya. Dari situ terlihat bahwa sub urusan pelayanan sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan baik dimana sudah membagi tugas untuk merawat kebersihan stasiun yang dipercayakan kepada pihak ketiga (out sourching) yang sudah mendapat tugasnya

masing-masing untuk menrawat dan membersihkan area sekitar stasiun. Hal tersebut dibenarkan dengan pendapat dari kepala sub urusan pelayanan bahwa :

“Petugas kebersihan mengurus dari kantor,toilet,hole,taman,emplasemen atau peron, dan wesel mengenai sampah. Dan untuk sistem pemeliharannya ada petugas dari pihak ketiga dibagi perhari 5 orang untuk pemeliharaan dan perawatan, dan jika ada kerusakan dan akan dilakukan perbaikan maka langsung diajukan ke kepala stasiun kemudian ke pusat.” (wawancara dengan bapak Supriyatin sub urusan pelayanan stasiun Rangkasbitung tanggal 19 September 2016 pukul 11.50 WIB di stasiun Rangkasbitung).

Hal tersebut senada dengan yang diucapkan oleh ketua kebersihan stasiun bahwa :

“Yang dibersihkan yaitu kantor, lapangan (seperti peron),toilet. Jadi untuk pagi hari itu 6 orang, sore 4 kadang kalau libur ya 2. Untuk pagi -pagi mulai dari jam 6.30-14.00, dan sore dari jam 14.00-22.00.” (wawancara dengan bapak Ulung ketua kebersihan stasiun tanggal 19 September 2016 pukul 13.10 WIB di stasiun Rangkasbitung).

Berdasarkan pernyataan dari beberapa informan tersebut menunjukkan bahwa pembagian tugas dalam mengelola fasilitas umum di stasiun sudah cukup baik. Hal ini peneliti nilai dari adanya pembagian waktu antara petugas yang satu dengan petugas yang lain sehingga semua petugas mempunyai waktu kerjanya masing-masing serta tidak ada penumpukan tugas dan setiap pekerja fokus dengan waktu kerjanya masing- masing.

Selain itu dari segi kebersihannya fasilitas umum di stasiun Rangkasbitung sudah mengalami perbaikan. Seperti tidak adanya sampah di area stasiun, dikarenakan petugas kebersihan rutin membersihkan sampah di area stasiun. Kemudian terawatnya kerapihan musholla, seperti adanya tempat untuk menyimpan mukena dan sarung. Terjaganya kebersihan lingkungan kantor dan taman di depan stasiun serta toilet bagi penumpang.

Ketiga yaitu pengorganisaian dari segi adanya wewenang diantara kelompok atau unit-unit organisasi. Dalam pengorganisasian di stasiun Rangkasbitung dimana sudah adanya pemberian wewenang kepada setiap bagian untuk melaksanakan tugas yang sudah diberikan. Walaupun yang bertanggung jawab penuh dalam mengelola fasilitas umum di stasiun adalah kepala stasiun sendiri tetapi untuk menjala nkan

pengelolaan tersebut sudah dijalankan oleh bagiannya masing-masing. Contohnya untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab bagian pelayanan dan bagian pelayanan pun mempunyai kelompok kebersihan (cleaning service) dari pihak

ketiga (out sourching). Dimana anggota kebersihan sendiri memilki ketua yang

bertanggung jawab memantau kerja anggota-anggotanya juga berkoordinasi dengan kepala sub urusan dan kepala stasiun. Hal tersebut dipaparkan oleh kepala stasiun bahwa :

“ Perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum Dari bagian kebersihan dan adanya koordinasi kepala stasiun dan bagian pelayanan jika ada yg harus direncanakan atau melakukan perubahan.” (wawancara dengan bapak Andri KSB Rangkasbitung tanggal 19 September 2016 pukul 10.35 WIB di stasiun Rangkasbitung).

Hal yang sama dipaparkan juga oleh bagian pelayanan bahwa : “Kepala sub urusan pelayanan memberikan tugas ke bagian cleaning service untuk membersihkan

ruangan dan area stasiun.” (wawancara dengan bapak Supriyatin kepala sub urusan pelayanan stasiun tanggal 19 September 2016 pukul 11.50 WIB di stasiun Rangkasbitung).

Berdasarkan hasil pemaparan dari informan diatas sudah diketahui bahwa Kepala stasiun sudah memberikan wewenang kepada setiap unit-unit organisasi untuk menjalankan pengelolaan fasilitas umum di stasiun Rangkasbitung dan dengan adanya wewenang mempermudah tugas-tugas setiap bagian selama wewenang tersebut digunakan untuk kepentingan organisasi seperti menjaga kebersihan area stasiun bukan untuk kepentingan pribadi.

Dokumen terkait