• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I : PENDAHULUAN

1.5 Orisinalitas penelitian

Penelitian merupakan suatu karya ilmiah yang bila diartikan adalah pengetahuan yang rasional, hasil berfikir kritis secara sistematis, teratur dengan menggunakan metode-metode tertentu melalui penalaran tertentu (induktif atau deduktif), dalam upaya menguak misteri-misteri di seputar kehidupan duniawi sebagaimana adanya, demi pemecahan berbagai masalah kemanusiaan atau demi pembangunan ilmu itu sendiri.59 Hukum sebagai suatu ilmu maka penelitian hukum menuntut sifat-sifat keilmiahan. Terkait hal ini, Bruggink menegaskan bahwa

59H. Moh. Tadjuddin, 2000, Orisinalitas Gagasan Dalam Penulisan Tesis dan Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung, h.2.

108

tuntutan keilmuan suatu penelitian ilmiah dalam ilmu hukum setidaknya memuat tiga hal sebagai berikut:60

1. ilmuwan hukum harus mengemukakan dengan cara kerja ajeg dan mengetahui mana yang hendak digunakan untuk membentuk teorinya; 2. ilmuwan hukum mempresentasikan cara kerjanya sedemikian rupa

sehingga orang lain dapat mengkaji hasil-hasil dari teorinya 'dengan bantuan cara kerja itu; dan

3. ilmuwan hukum harus mempertanggungjawabkan (memberikan penjelasan rasional) mengapa memilih cara kerja itu.

Guna memenuhi tuntutan keilmuan di atas, seorang peneliti harus memberikan pertanggungjawaban ilmiah terhadap hasil karyanya, salah satunya dengan menjamin keaslian (orisinalitas) dari penelitian yang dilakukan. Terkait dengan orisinalitas, penelitian ini pada dasarnya terfokus pada kajian mengenai kewenangan pengaturan pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi daerah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Kajian tentang kewenangan dalam kaitan dengan otonomi daerah bukanlah sesuatu yang baru sama sekali. Bila ditelusuri, ada beberapa penelitian tentang kewenangan dan otonomi daerah yang dapat ditemukan sebagaimana uraian berikut.

Pertama, disertasi dari Suko Wiyono yang berjudul: "Pengujian Keabsahan Peraturan Daerah Dalam Rangka Penyelenggaraan Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah", pada

60J.J.H.Bruggink, 1996, Rechtsreflecties Grondbegrippen uit de Rechtstheorie, Alih Bahasa: Arief Sidharta, ''Refleksi Tentang Hukum Pengertian-pengertian Dasar Dalam Teori Hukum", Cetakan ke I, Citra Aditya Bakti, Bandung, h. 217-218.

109

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang, yang dipertahankan untuk memperoleh Gelar Doktor dalam Program Studi Ilmu Hukum Kekhususan Hukum Tata Negara, pada tanggal 4 Nopember 2004. Permasalahan yang diangkat dalam disertasi tersebut adalah:61 (1) Apakah sinkronisasi hukum secara vertikal dan horisontal merupakan landasan dalam melakukan pengujian terhadap keabsahan peraturan daerah; (2) Apa tolok ukur kepentingan umum, asas-asas, dan materi muatan yang menjadi dasar pertimbangan pengujian terhadap keabsahan peraturan daerah; dan (3) Apa alasan-alasan hukum yang dapat dijadikan argumentasi pengajuan keberatan terhadap pembatalan peraturan daerah kepada Pemerintah dan Mahkamah Agung.

Kedua, penelitian dalam bentuk disertasi yang dilakukan oleh Yuliandri pada Tahun 2007 dari Program Doktor Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang berjudul: "Asas-asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Yang Baik Dalam Rangka Pembuatan undang-undang Berkelanjutan. Masalah yang dikemukakan adalah:62 1) Mengapa pembentukan undang-undang dewasa ini tidak menghasilkan undang-undang yang berkualitas sesuai dengan tujuan pembentukannya? 2) Apakah asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik dalam pembuatan undang-undang? 3) Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar pembentukan undang-undang memiliki karakteristik berkelanjutan?

61Suko Wiyono, 2004, Pengujian Keabsahan Peraturan Daerah Dalam Rangka Penyelenggaraan Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-UndangNomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, "Disertasi", Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang, h. 14.

62Yuliandri, 2007, Asas-asas Pembentukan Peraturan PerUndang-undangan Yang Baik Dalam Rangka Pembuatan Undang-UndangBerkelanjutan, "Disertasi", Program Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya, h.16.

110

Ketiga, disertasi yang ditulis pada Tahun 2007 oleh Ibnu Tricahyo pada Program Doktor Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang berjudul: "Pengaturan Pemisahan Pemilu Nasional Dan Lokal Dalam Rangka Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Demokratis". Dalam disertasi tersebut dikemukakan permasalahan yaitu:63 1) Mengapa pengaturan Pemilu nasional dan lokal dikonsepsikan harus dipisah? 2) Bagaimana mengatur masa transisi untuk memisahkan penyelenggaraan Pemilu nasional dan lokal? 3) Bagaimana sinkronisasi undang-undang dibidang politik untuk pengaturan pemisahan Pemilu nasional dan lokal demi mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah yang demokratis?

Keempat, penelitian disertasi yang dilakukan pada Tahun 2011 oleh I Nyoman Suyatna pada Program Doktor Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang berjudul: "Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik Dalam Pembentukan Peraturan Daerah". Permasalahan dari disertasi tersebut yaitu:64 1) Mengapa asas-asas umum pemerintahan yang baik harus dijadikan landasan dalam pembentukan Perda? 2) Apakah asas-asas umum pemerintahan yang baik sudah diperhatikan dalam pembentukan Perda? 3) Bagaimanakah pengaturan asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam pembentukan Perda?

Kelima, disertasi berjudul: "Konsep Kepastian Hukum Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan" yang ditulis oleh Jimmy Zeravianus Usfunan,

63 Ibnu Tricahyo, 2007, Pengaturan Pemisahan Pemilu Nasional Dan Lokal Dalam Rangka Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Demokratis, Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang, h. 10.

64 I Nyoman Suyatna, 2011, Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Dalam Pembentukan Peraturan Daerah, Disertasi, Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, h.25.

111

Tahun 2015 pada Program Doktor Ilmu Hukum, Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar. Rumusan masalah dari disertasi tersebut yaitu:65 1) Tinjauan umum dan filosofis tentang kepastian hukum; 2) kepastian hukum dalam pembentukan peraturan perundang-undangan; 3) kepastian norma hukum menjamin penerapan hukum oleh penyelenggara pemerintahan.

Bertolak dari judul dan permasalahan dalam 5 (lima) tulisan penelitian di atas, terlihat dengan jelas tidak ada persamaan materi kajian bila dibandingkan dengan penelitian ini. Walaupun ada bahasan seperti kewenangan, otonomi daerah, atau pembentukan peraturan perundang-undangan yang juga menjadi materi pendukung pembahasan, tetapi dengan fokus kajian mengenai kewenangan pengaturan retribusi daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Provinsi Bali, mencerminkan ciri tersendiri keaslian dari penelitian yang berjudul "Kewenangan Pengaturan Retribusi Daerah Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah Di Provinsi Bali".

65Jimmy Zeravianus Usfunan, 2015, Konsep Kepastian Hukum Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan, "Disertasi", Program Doktor, Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, h. 23.

112