BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 PASIEN DAN DOKTER/DOKTER GIGI
Pasien merupakan konsumen pengguna jasa layanan kesehatan. Pasien di rumah sakit terbagi menjadi pasien rawat jalan, pasien rawat inap dan pasien gawat darurat. Pasien atau klien merupakan individu terpenting di rumah sakit sebagai konsumen sekaligus sasaran produk rumah sakit. Menurut Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi.
Dalam mengambil keputusan, konsumen yaitu pasien, tidak akan berhenti hanya sampai pada proses penerimaan pelayanan. Pasien akan mengevaluasi pelayanan yang diterimanya tersebut. Hasil dari proses evaluasi itu akan menghasilkan perasaan puas atau tidak puas. Pasien memiliki beberapa hak sebagai konsumen layanan kesehatan. Hak-hak pasien antara lain:
(1). Hak untuk mendapatkan informasi.
Pasien berhak mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya dari seorang dokter atau ahli kesehatan lainnya, Informasi dapat berupa: sakit yang diderita pasien, penyebab sakit, cara pengobatan yang akan dilakukan, perawatan yang harus dijalani, efek samping dalam pengobatan, biaya yang harus dikeluarkan, sistem pemeliharaan kesehatan.
(2). Hak untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan.
Pasien berhak untuk dirawat dan dilayani dengan baik dan dimuliakan.
(3). Hak mendapat ganti rugi.
Pasien berhak mendapatkan bantuan hukum, sehubungan perkara yang mungkin timbul akibat perawatan yang dilakukan.
(4). Hak untuk memilih.
Hak untuk memilih pada pasien meliputi:
a. Membatalkan persetujuan.
b. Menolak pengobatan atau tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien.
c. Meninggalkan rumah sakit sewaktu-waktu. Jika pasien ingin meninggalkan rumah sakit tanpa persetujuan rumah sakit maka pasien harus bertanggung jawab penuh terhadap semua akibat lebih lanjut. (Marius Widjayarta, dkk, 1995: 3-4)
Hak-hak dari pasien tersebut diinformasikan kepada pasien agar pasien mengetahui haknya sehingga tidak terjadi ketidakpuasan pasien. Pasien dalam layanan kesehatan tidak hanya melihat haknya saja tetapi juga harus memperhatikan kewajibannya sebagai pasien. Berikut ini kewajiban dari pasien yaitu:
(1). Kewajiban untuk bersikap kritis. Bersikap kritis pasien meliputi:
a. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatan mereka sendiri.
b. Menepati janji dengan petugas kesehatan, sehubungan dengan perawatan sakitnya.
c. Mematuhi perawatan yang diberikan dan kooperatif.
d. Memberi tahu dokter yang bersangkutan jika menerima perawatan dari ahli kesehatan lainnya.
e. Mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi, jika pasien menggunakan jaminan kesehatan.
(2). Kewajiban untuk memiliki kepedulian sosial. Menjaga diri sendiri dan sekitarnya sehingga tidak melakukan halhal yang mengganggu ketertiban atau mengganggu hak pasien lain atau petugas. (Marius Widjayarta, dkk, 1995: 5-6)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 52 dan 53, hak dan kewajiban pasien adalah sebagai berikut:
(1). Hak
a. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan dokter atau dokter gigi.
b. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain.
c. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis.
d. Menolak tindakan medis.
e. Mendapatkan isi rekam medis.
(2). Kewajiban
a. Memberikan informasi yang lengkap, jujur dan dipahami tentang masalah kesehatannya.
b. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi.
c. Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan.
d. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.
Dokter dan dokter gigi adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 1 angka 2)
Dokter dan dokter gigi sebagai salah satu komponen utama pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting karena terkait langsung dengan pemberian pelayanan kesehatan dan mutu pelayanan yang diberikan. Landasan utama bagi dokter dan dokter gigi untuk dapat melakukan tindakan medis terhadap orang lain adalah ilmu pengetahuan, teknologi, dan kompetensi yang dimiliki, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.
Pengetahuan yang dimilikinya harus terus menerus dipertahankan dan ditingkatkan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
Dokter dan dokter gigi dengan perangkat keilmuan yang dimilikinya mempunyai karakteristik yang khas. Kekhasannya ini terlihat dari pembenaran yang diberikan oleh hukum yaitu diperkenankannya melakukan tindakan medis terhadap tubuh
manusia dalam upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Tindakan medis terhadap tubuh manusia yang dilakukan bukan oleh dokter atau dokter gigi dapat digolongkan sebagai tindak pidana.
Dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 50 dan 51 dijelaskan bahwa dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai hak :
(1). Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional.
(2). Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional.
(3). Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya.
(4). Menerima imbalan jasa.
Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran juga mempunyai kewajiban :
(1). Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien.
(2). Merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan.
(3). Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.
(4). Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya.
(5). Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.
Berikut adalah beberapa hak dan kewajiban pasien dan dokter/dokter gigi yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan:
Tabel 2. Hak Dan Kewajiban Pasien dan Dokter/Dokter Gigi Menurut Peraturan Perundang-Undangan
No. PERATURAN ISI PERATURAN
HAK PASIEN TERHADAP DOKTER/DOKTER GIGI 1. UU 29/2004
Tentang Praktik Kedokteran
Hak Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi
Pasal 52 a. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis;
b. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain;
c. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;
d. Menolak tindakan medis; dan e. Mendapatkan isi rekam medis.
2. UU 44/2009 Tentang Rumah Sakit
Hak Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi Pasal 28 huruf d,
e, dan f
a. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien;
b. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi;
c. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;
d. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi;
e. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan;
f. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit;
g. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit;
h. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya;
i. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
j. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya;
k. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis;
No. PERATURAN ISI PERATURAN 3. UU 36/2009
Tentang Kesehatan
Hak Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi Pasal 58 ayat
(1)
Setiap orang berhak menuntut ganti rugi terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya.
KEWAJIBAN PASIEN TERHADAP DOKTER/DOKTER GIGI 1. UU 29/2004
Tentang Praktik Kedokteran
Kewajiban Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi
Pasal 53 a. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya;
b. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi;
c. Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan; dan
d. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.
2. Permenkes No.
Kewajiban Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi
Pasal 28 huruf d, e, dan f
a. Memberikan informasi yang jujur, lengkap dan akurat sesuai kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya;
b. Memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan jaminan kesehatan yang dimilikinya;
c. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.
HAK DOKTER/DOKTER GIGI TERHADAP PASIEN 1. UU 29/2004
Tentang Praktik Kedokteran
Hak Dokter/Dokter Gigi terhadap Pasien
Pasal 50 a. Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;
b. Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional;
c. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya; dan
No. PERATURAN ISI PERATURAN d. Menerima imbalan jasa.
2. UU 44/2009 Tentang Rumah Sakit
Tafsir terhadap Hak Rumah Sakit untuk menentukan Hak Dokter/Dokter Gigi
Pasal 30 ayat (1) huruf b
Menerima imbalan jasa pelayanan serta menentukan remunerasi, insentif, dan penghargaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
Pasal 30 ayat (1) huruf f
Mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan pelayanan kesehatan;
3. UU 36/2009 Tentang Kesehatan
Hak Dokter/Dokter Gigi terhadap Pasien Pasal 27 ayat
(1)
Tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan pelindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
KEWAJIBAN DOKTER/DOKTER GIGI TERHADAP PASIEN 1. UU 29/2004
Tentang Praktik Kedokteran
Kewajiban Dokter/Dokter Gigi terhadap Pasien
Pasal 51 a. Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien;
b. Merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan;
c. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia;
d. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya; dan
e. Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.
2. UU 44/2009 Tentang Rumah Sakit
Tafsir terhadap Kewajiban Rumah Sakit untuk menentukan Kewajiban Dokter/Dokter Gigi memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-No. PERATURAN ISI PERATURAN undangan.
c. Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional yang berlaku, etika profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien.
Pasal 29 ayat (1) huruf b
Memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit;
Pasal 29 ayat (1) huruf c
Memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya;
Pasal 29 ayat (1) huruf j
Melaksanakan sistem rujukan;
Pasal 29 ayat (1) huruf k
Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta peraturan perundang-undangan;
Pasal 29 ayat (1) huruf l
Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien;
Pasal 29 ayat (1) huruf m
Menghormati dan melindungi hak-hak pasien;
3. Keputusan KKI
Tafsir terhadap Kewenangan dan Kewajiban Dokter/Dokter Gigi untuk menentukan kewajiban Dokter/Dokter Gigi
BAB III
Kewenangan dan Kewajiban Dokter ayat (7) huruf a-q
a. Mengutamakan kepentingan pasien;
b. Memperlakukan pasien secara sopan dan penuh perhatian;
c. Menghormati martabat dan privasi pasien;
d. Mendengarkan pasien dan menghormati pandangan serta pendapatnya;
e. Memberikan informasi kepada pasien secara jelas;
f. Memberikan edukasi untuk meningkatkan kesehatan;
g. Menghormati hak pasien dalam pengambilan keputusan tentang pelayanan yang akan diberikan;
h. Mempertahankan dan memperbaharui pengetahuan serta keterampilan profesi;
i. Menyadari keterbatasan kompetensi profesi;
No. PERATURAN ISI PERATURAN j. Dapat dipercaya dan jujur;
k. Menghormati dan menyimpan informasi rahasia pasien;
l. Menghormati agama dan kepercayaan pasien;
m. Senantiasa berusaha mengurangi risiko yang akan menimpa pasien;
n. Menghindari penyalahgunaan wewenang sebagai dokter;
o. Bekerja sama antarsejawat untuk memberi pelayanan kedokteran terbaik;
p. Melaksanakan praktik kedokteran sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan
q. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali jika ada orang lain yang bertugas dan mampu
a. Mendengarkan keluhan, menggali informasi, dan menghormati pandangan serta kepercayaan pasien yang berkaitan dengan keluhannya;
b. Memberikan informasi yang diminta atau yang diperlukan tentang kondisi, diagnosis, terapi dan prognosis pasien, serta rencana perawatannya dengan menggunakan cara yang bijak dan bahasa yang dimengerti pasien. Termasuk informasi tentang tujuan pengobatan, pilihan obat yang diberikan, cara pemberian serta pengaturan dosis obat, dan kemungkinan efek samping obat yang mungkin terjadi; dan
c. Memberikan informasi tentang pasien serta tindakan kedokteran yang dilakukan kepada keluarganya, setelah mendapat persetujuan pasien.
BAB VIII
Dalam setiap tindakan kedokteran yang akan dilakukan, dokter harus mendapat persetujuan pasien karena pada prinsipnya yang berhak memberikan persetujuan atau penolakan tindakan medis adalah pasien yang bersangkutan. Untuk itu, dokter harus melakukan pemeriksaan secara teliti, serta menyampaikan rencana pemeriksaan lebih lanjut termasuk risiko yang mungkin terjadi secara jujur, transparan, dan komunikatif. Dokter harus yakin bahwa pasien mengerti tentang apa yang disampaikan sehingga pasien dalam memberikan persetujuan tanpa adanya paksaan atau tekanan.
BAB VIII
Hubungan Dokter – Pasien
8.3 Menghormati
Dokter dalam melaksanakan praktik kedokteran wajib menyimpan catatan medis pasien maupun segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien tersebut sebagai rahasia kedokteran. Rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan
No. PERATURAN ISI PERATURAN Rahasia
Kedokteran ayat (31)
pasien, permintaan pasien sendiri maupun dalam penegakan etik, disiplin, dan hukum berdasarkan ketentuan yang berlaku.
BAB VIII
Hubungan yang baik antara dokter dengan pasien berdasarkan saling percaya dan saling menghormati. Untuk mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan ini, dokter harus :
a. Bertindak sopan, hati-hati dan jujur;
b. Menghormati privasi dan harga diri pasien;
c. Menghormati hak para pasien untuk menolak berperan serta dalam proses pendidikan atau penelitian dan memastikan bahwa penolakan mereka tidak memberikan pengaruh yang buruk terhadap hubungan dokter dengan pasien;
d. Menghormati hak pasien untuk mendapatkan opini kedua; dan e. Selalu siap dihubungi para pasien dan/atau sejawat berkaitan
dengan penyakit pasiennya sesuai perjanjian.
BAB VIII
Dokter tidak boleh mengakhiri hubungan dengan pasien apabila pasien mengeluh tentang pelayanan kedokteran yang diberikan.
Termasuk apabila pasien mengeluh tentang tagihan pembiayaan jasa layanan atau terapi yang diberikan. Hubungan profesional dokter pasien dapat berakhir apabila pasien melakukan kekerasan.
BAB VIII
Hubungan Dokter – Pasien
8.7 Keluhan Pasien ayat (39)
Keluhan pasien tentang pelayanan kedokteran harus segera ditanggapi secara terbuka, jujur, dan empati. Jelaskan kepada pasien apa yang sebenarnya terjadi. Permintaan informasi formal dari pihak yang berkepentingan tentang keluhan pasien harus ditanggapi secara konstruktif.
4. Surat Keputusan Pengurus Besar
Tafsir terhadap Penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia untuk menentukan Kewajiban Dokter/Dokter Gigi
Kewajiban Dokter Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan
No. PERATURAN ISI PERATURAN Terhadap Pasien
Pasal 10
segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan pasien. Dalam hal ini ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka atas persetujuan pasien ia wajib merujuk pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.
Kewajiban Dokter Terhadap Pasien Pasal 11
Setiap dokter yang harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya Kewajiban Dokter
Terhadap Pasien Pasal 12
Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya terhadap seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.
Kewajiban Dokter Terhadap Pasien Pasal 13
Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya.