BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
4.8 PERSIAPAN PENGUMPULAN DATA
A. Hasil Uji Coba Kuesioner di Puskesmas Cinere
Pada pelaksanaan uji coba ini yang pertama dilakukan adalah meminta izin dan persetujuan dari Kepala Puskesmas Cinere. Awalnya saat meminta izin mewawancarai pasien dan dokter/dokter gigi sempat terkendala perizinan berjenjang di puskesmas yakni perizinan ke Dinas Kesehatan, BPTSP, dan Suku Dinas Kesehatan. Proses perizinan berjenjang ini terjadi karena puskesmas memang masih berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan. Namun setelah peneliti bertemu dengan Kepala puskesmas dan menjelaskan bahwa yang dilakukan saat ini hanya uji coba kuesioner yang datanya tidak dipublikasikan/digunakan untuk dianalisa dalam laporan, maka Kepala Puskesmas mengizinkan.
Proses pengumpulan data pasien tidak mengalami kesulitan, namun dalam pengumpulan data dokter/dokter gigi, peneliti mengalami kendala, disebabkan dokter/dokter gigi di Puskesmas memiliki waktu kerja terbatas yaitu dari pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB dalam melayani pasien, kemudian istirahat pukul 12 s.d. 13.00 WIB, dan melanjutkan kegiatan lainnya seperti rapat menyiapkan akreditasi, kunjungan ke lapangan, dan lain-lain.
Pelayanan pengobatan dilanjutkan oleh dokter yang lain, sedangkan pelayanan pengobatan gigi sudah tutup. Metode pengumpulan data untuk dokter dengan ada pengawasan surveyor menjadi tidak memungkinkan dari hasil uji coba ini karena untuk menunggu waktu luang dokter di puskesmas saja sudah sangat lama.
(1). Kuesioner Dokter Umum dan Dokter Gigi a. Indentitas Responden
STR dan masa akhir berlaku dapat diisi bulan dan tahunnya, namun tanggalnya tidak ingat.
SIP dan masa akhir berlaku dapat diisi bulan dan tahunnya, namun tanggalnya tidak ingat.
b. Hak Dokter
Dapat diisi.
Pertanyaan nomor 4a dan 4b, ada responden yang menjawab tidak tahu untuk menerima imbalan karena bekerja di instansi Pemerintah.
c. Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
d. Persepsi Hak Dokter
Dapat diisi.
e. Persepsi Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
f. Pengetahuan Dokter tentang KKI
Dapat diisi.
g. Persepsi Dokter tentang Layanan MKDKI
Dapat diisi.
(2). Kuesioner Pasien
a. Identitas Responden
Dapat diisi.
Pasien berpendidikan SMU.
Cara pembayaran sendiri atau pasien umum.
b. Hak Pasien
Dapat diisi.
Pertanyaan 1b tentang informasi yang diberikan dokter/dokter gigi terkait penyakit yang diderita. Menurut pasien, informasi tersebut adalah hal-hal yang dinasehatkan oleh dokter seperti anjuran minum obat dan larangan-larangan tertentu.
Pertanyaan 5b tentang prognosis dan prediksi harus ditanyakan dengan kalimat yang dapat dimengerti oleh pasien, seperti dengan menjelaskan bahwa prognosis adalah ramalan kelanjutan suatu penyakit terkait dengan kesembuhannya.
Pertanyaan 5a tentang rekam medis, pasien tidak mengerti/tidak tahu apa yang dimaksud dengan rekam medis sehingga perlu disebutkan contoh seperti buku catatan penyakit pasien, dan lain-lain.
c. Kewajiban Pasien
Dapat diisi lengkap.
d. Persepsi Pasien terkait Hak Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi
Dapat diisi lengkap.
e. Persepsi Pasien terkait Kewajiban Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi
Diisi sendiri oleh pasien.
Dapat diisi lengkap.
Pertanyaan nomor 4 tentang memberikan imbalan jasa kepada dokter/dokter gigi. Pasien ada yang merasa tidak setuju dengan alasan dokter sudah diberi gaji oleh pemerintah.
f. Pengetahuan Umum Pasien tentang KKI
Hampir semua pertanyaan tidak terjawab karena tidak tahu.
g. Pengetahuan Umum Pasien tentang MKDKI
Hampir semua tidak terjawab karena tidak tahu.
h. Persepsi Pasien tentang layanan KKI
Hampir semua tidak terjawab karena tidak tahu.
(3). Kesimpulan Kuesioner Pasien
a. Informed consent diberikan sebelum wawancara, jika pasien setuju akan ditandatangani.
b. Pertanyaan tentang tingkat pengetahuan pasien terkait hak dan kewajiban pasien, berupa tanya jawab.
c. Hak pasien belum seluruhnya diketahui oleh pasien.
d. Pasien tidak mengerti tentang rekam medis.
e. Kewajiban pasien diketahui dan dimengerti oleh pasien, kecuali kewajiban memberikan imbalan kepada dokter/dokter gigi atas jasa pelayanan yang diberikan.
f. Pasien belum banyak mengetahui layanan KKI dan MKDKI.
g. Persepsi dapat diisi.
B. Hasil Uji Coba Kuesioner di Rumah Sakit Meilia
Pelaksanaan uji coba kuesioner di RS Meilia dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Direktur Rumah Sakit Meilia. Tim peneliti menjelaskan tujuan dan rencana kegiatan.
Sesuai petunjuk kuesioner untuk dokter dan dokter gigi diisi sendiri oleh responden.
Pasien diwawancarai oleh surveyor.
(1). Kuesioner Dokter Umum a. Indentitas Responden
STR dan masa akhir berlaku dapat diisi.
SIP telah berkhir masa berlakunya dan sedang dalam proses perpanjangan SIP.
b. Hak Dokter
Dapat diisi.
c. Kewajiban Dokter
Dapat diisi kecuali poin 4 tentang pertolongan gawat darurat tidak diisi.
d. Persepsi Hak Dokter
Dapat diisi.
e. Persepsi Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
f. Pengetahuan Dokter tentang KKI
Dapat diisi.
g. Persepsi Dokter tentang Layanan KKI
Dapat diisi.
(2). Kuesioner Dokter Spesialis a. Identitas Responden
STR dapat diisi, tanggal terakhir berlaku tidak diisi.
SIP dapat diperlihatkan, tanggal terakhir berlaku tidak diisi.
b. Hak Dokter
Dapat diisi.
c. Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
d. Persepsi Hak Dokter
Dapat diisi.
e. Persepsi Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
f. Pengetahuan Dokter tentang KKI
Dapat diisi.
g. Persepsi Dokter tentang Layanan KKI
Dapat diisi.
(3). Kuesioner Dokter Gigi Spesialis a. Identitas Responden
STR dapat diisi, namun tanggal terakhir masa berlaku tidak diisi.
SIP dapat diperlihatkan, tanggal terakhir masa berlaku tidak diisi.
b. Hak Dokter
Dapat diisi.
c. Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
d. Persepsi Hak Dokter
Dapat diisi.
e. Persepsi Kewajiban Dokter
Dapat diisi.
f. Pengetahuan Dokter tentang KKI
Dapat diisi.
g. Persepsi Dokter tentang Layanan KKI
Dapat diisi.
(4). Kuesioner Pasien Rawat Inap a. Identitas Responden
Dapat diisi.
Pasien S1.
Cara pembayaran dijamin oleh asuransi lainnya.
b. Hak Pasien
Dapat diisi.
Pertanyaan 5b tentang prognosis dan prediksi kurang dimengerti.
Pertanyaan 3b tentang pelayanan kesehatan yang pernah diterima kelayakannya sulit dimengerti.
Pertanyaan 5a-4 tentang kerahasiaan rekam medis, rekam medis difotokopi oleh BPJS.
c. Kewajiban Pasien
Dapat diisi lengkap.
d. Persepsi Pasien terkait Hak Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi.
Diisi sendiri oleh pasien.
Dapat diisi lengkap.
e. Persepsi Pasien terkait Kewajiban Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi.
Diisi sendiri oleh pasien.
Dapat diisi lengkap.
f. Pengetahuan Umum Pasien tentang KKI.
Hampir semua pertanyaan tidak terjawab karena tidak tahu.
Hanya pertanyaan 2c yang terjawab, yaitu bahwa dokter/dokter gigi harus mempunyai STR untuk melakukan praktik kedokteran.
g. Pengetahuan Umum Pasien tentang MKDKI.
Hampir semua tidak terjawab karena tidak tahu.
Hanya pertanyaan 2c yang terjawab, yaitu tentang hak untuk mengadukan kerugian yang diakibatkan oleh tindakan dokter/dokter gigi ke MKDKI.
h. Persepsi Pasien tentang layanan KKI
Dapat diisi.
(5). Kuesioner Pasien Rawat Jalan a. Identitas Responden
Dapat diisi.
Pasien S1.
Cara pembayaran dijamin oleh asuransi lainnya.
b. Hak Pasien
Dapat diisi.
Pertanyaan 4 tidak terjawab karena tidak ada tindakan sehingga tidak ada risiko atau komplikasi.
Pertanyaan 5a-4 tentang kerahasiaan rekam medis, rekam medis difotokopi oleh BPJS.
c. Kewajiban Pasien
Dapat diisi lengkap.
d. Persepsi Pasien terkait Hak Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi.
Diisi sendiri oleh pasien.
Dapat diisi lengkap.
e. Persepsi Pasien terkait Kewajiban Pasien terhadap Dokter/Dokter Gigi.
Diisi sendiri oleh pasien.
Dapat di isi lengkap.
f. Pengetahuan Umum Pasien tentang KKI.
Semua pertanyaan tidak terjawab karena tidak tahu.
g. Pengetahuan Umum Pasien tentang MKDKI.
Semua tidak terjawab karena tidak tahu.
h. Persepsi Pasien tentang layanan KKI
Dapat diisi.
(6). Kesimpulan Kuesioner Dokter.
a. Informed consent, jika dokter setuju maka akan ditandatangani.
b. Petunjuk pengisian sangat membantu.
c. Pengisian STR akan menjadi masalah.
d. Pengisian SIP dapat diisi.
e. Pertanyaan terbuka akan sangat melebar dan meluas.
(7). Kesimpulan Kuesioner Pasien
a. Informed consent, jika pasien setuju maka akan ditandatangani.
b. Pertanyaan tentang tingkat pengetahuan pasien terkait hak dan kewajiban pasien berupa tanya jawab. Pertanyaan terbuka akan melebar dan meluas.
c. Terkait hak pasien belum, seluruhnya diketahui oleh pasien.
d. Rekam medis, muncul pertanyaan dari pasien, apakah rekam medis dirahasiakan karena secara utuh harus difotokopi dan diserahkan kepada pihak asuransi. Pihak rumah sakit memberi penjelasan bahwa pasien harus menantangani janji untuk merahasiakan rekam medis pasien.
e. Kewajiban pasien diketahui dan dimengerti oleh pasien.
f. Ada perbedaan pengetahuan dan persepsi tentang risiko dan komplikasi, prognosis dan alternatif tindakan medis antara pasien rawat inap dan rawat jalan.
g. Persepsi pasien terkait hak dan kewajiban pasien terhadap dokter dan dokter gigi dapat terisi dengan baik.
h. Pasien belum banyak mengetahui layanan KKI.
i. Persepsi dapat diisi oleh pasien.
Setelah dilakukan uji coba, maka dilakukan perbaikan terhadap instrumen penelitian yang akan digunakan untuk pengambilan data. Dengan demikian, diharapkan tingkat kesukaran dan perbedaan dalam memaknai soal yang merupakan unsur penting dalam mempertahankan validitas dan reliabilitas penelitian, diharapkan dapat terjaga.
4.8.2 PERSIAPAN PENGUMPULAN DATA DI FASILITAS KESEHATAN
Proses pengumpulan data di fasilitas kesehatan didahului dengan pengurusan perizinan di fasilitas kesehatan yang dituju. Berikut adalah prosedur yang disiapkan untuk proses perizinan dan pengumpulan data.
(1). Posedur Perizinan Pengumpulan Data di Fasilitas Kesehatan
a. Pengambilan data pada 5 (lima) kota administrasi DKI Jakarta dilakukan di Puskesmas, Klinik, dan Rumah Sakit (Swasta dan Pemerintah), yang mewakili keberadaan dokter dan pasien sebagai responden.
b. Proses perizinan di klinik, rumah sakit swasta, dan rumah sakit pemerintah dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan izin, proposal, dan instrumen penelitian melalui fax, email, maupun secara langsung ke fasilitas kesehatan tersebut. Proses perizinan di puskesmas memerlukan sistem perizinan berjenjang karena masih berada dalam lingkup dinas kesehatan.
Surat yang ditujukan untuk puskesmas berupa surat dari dinas kesehatan, yang dilanjutkan pembuatan surat di BPTSP (Badan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu) DKI Jakarta untuk kemudian diserahkan pada dinas kesehatan di masing-masing kota dan baru bisa ambil data ke puskesmas. Apabila akan ambil data di puskesmas kelurahan, harus ada surat rekomendasi juga dari puskesmas kecamatan.
c. Setelah perizinan disampaikan, diproses, dan mendapatkan otorisasi untuk pengambilan data, baru kegiatan pengambilan data dapat dilakukan.
(2). Prosedur Pengumpulan Data di Fasilitas Kesehatan
a. Surveyor berkumpul di kantor Konsultan Martabat pada pukul 06.30 WIB.
b. Surveyor diberi arahan dan informasi singkat terkait tempat tujuan survei.
c. Surveyor membawa logistik penelitian dari kantor Konsultan Martabat berupa:
Surat Keterangan Surveyor
Surat Izin Penelitian dari KKI dan BPTSP
Informed Consent Responden
Kuesioner Responden
d. Surveyor berangkat dari kantor Konsultan Martabat menuju lokasi pada pukul 07.00 WIB.
e. Pada fasilitas kesehatan tujuan, surveyor bertemu dengan kontak person atau Person In Charge (PIC) yang sudah ada, baik bagian humas/
litbang/kesekretariatan/ dan lain-lain. Kontak person ini akan menjadi pendamping saat melakukan pengambilan data kepada responden.
f. Surveyor memulai pengambilan data pada pukul 8.30 WIB sampai dengan selesai.
g. Surveyor memberikan souvenir penelitian kepada dokter/dokter gigi dan pasien usai pengambilan data dan wawancara.
h. Surveyor menyerahkan 2 (dua) buah buku dari Konsultan Martabat kepada pendamping wawancara sebagai tanda terima kasih.
i. Surveyor kembali ke kantor Konsultan Martabat untuk menyerahkan kuesioner hasil pengambilan data.