• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

3.2 Pelanggaran Maksim Kearifan

Maksim kearifan adalah penutur meminimalkan kerugian orang lain dan memaksimalkan keuntungan orang lain. Maksim kearifan terjadi ketika penutur menawarkan bantuan kepada mitra tuturnya tanpa harus mitra tutur yang meminta terlebih dahulu kepada penutur. Pelanggaran maksim kearifan adalah pelanggaran yang dilakukan oleh penutur dengan memaksimalkan kerugian orang lain dan meminimalkan keuntungan orang lain. Oleh karena itu, pelanggaran maksim kearifan adalah ketika penutur memaksimalkan merugikan orang lain. Berikut beberapa contoh dari pelanggaran maksim kearifan.

(94) Maling maling malingsial

(95) Anthem nya Malaysia dapet nyuri ndan dari lagu terang bulan

(96) KAMI MENUNGGU MALAYSIALAN DI GBK!!!!

(97) Persija Senior aja kalah sama Junior, fix kalo pindah ke Senior

penurunan karir

(98) PEMAIN TIDAK NASIONALIS, PERCUMA DI NATURALISASI TERNYATA HANYA UNTUK KEPENTINGAN UANG DAN CLUB! JANGAN PANGGIL GREG KE TIMNAS!

(Unggahan garudarevolution, 1 September 2019) (99) ITU COBA TOLONG FANS2 MU YG BELA2IN KELUAR JUTAAN BUAT NONTON MU KEMAREN DI SINGAPURA SAMPE BANGGA CHANT NYA INDONESIA BERGEMA DI STD NASIONAL SINGAPORE KATANYA . MASIH PUNYA JIWA NASIONALISME

GAK ? MASA NONTON MU BISA JAUH2 KE SINGAPORE SEDANG TIMNAS NEGARA SENDIRI GAK MAMPU BELI TIKET ?

(Unggahan garudarevolution, 2 September2019) (100) ��😄 maly ampas gk ada apa2 nya noob semua di badminton

(Unggahan garudarevolution, 4 September 2019) (101) INDONESIA LEMAH INDONESIA OUT

(Unggahan garudarevolution, 5 September 2019) Tuturan pada data (94) merupakan pelanggaran maksim kearifan karena dalam tuturan (94) terdapat kekerasan verbal tidak langsung menstigmatisasi. Kalimat

100

tersebut terdapat dalam unggahan video seorang supir taksi asal Malaysia yang mengatakan bahwa negara Indonesia merupakan negara miskin karena masih banyak masyarakatnya yang bekerja sebagai ojek online. Unggahan (94), terdapat takarir yang mendoakan supir taksi tersebut namun tidak dilanjutkan oleh pemilik akun. Tuturan (94) yang termasuk dalam stigmatisasi terdapat dalam kalimat Maling maling

malingsial, komentar tersebut memberikan cap negatif terhadap Malaysia dengan

mengatakan Malaysia sebagai maling.

Tuturan (95) melanggar maksim kearifan. Selain terdapat sebuah kalimat yang menstigma, tuturan tersebut juga lebih memaksimalkan kerugian bagi orang lain. Kerugian orang lain dalam tuturan (95) mengacu pada negara Malaysia yang distigmatisasi sebagai negara maling atau negara yang sering mencuri kebudayaan atau sesuatu milik negara lain. Dengan menggunakan stigmatisasi tersebut penutur mendapatkan kesenangan untuk dirinya sendiri karena negara tersebut mendapatkan stigmatisasi buruk dari orang lain. Oleh sebab itu, tuturan (95) merupakan tuturan yang melanggar maksim kearifan.

Komentar (95) merupakan sebuah komentar yang melanggar maksim kearifan karena dalam komentar tersebut terdapat sebuah kekerasan verbal tidak langsung dengan memfitnah orang lain sehingga komentar (95) merupakan kalimat yang memaksimalkan kerugian orang lain dengan memfitnah. Kalimat komentar (95) terdapat dalam unggahan yang menjelaskan tentang kerinduannya untuk menyanyikan lagu kebangsaan. Oleh sebab itu, komentar (95) mengatakan Anthem nya Malaysia

101

Tuduhan yang diberikan kepada Malaysia dalam komentar (96) adalah tuduhan mencuri lagu tradisional permainan anak yang dimiliki oleh Indonesia untuk dijadikan lagu kebangsaan negara Malaysia. Dalam pelanggaran maksim yang terjadi pada data (96) tersebut membuat negara rugi karena tuduhan yang diberikan penutur kepada negara Malaysia tersebut. Dengan menuduh, penutur mengharapkan orang lain yang membaca komentar tersebut terhasut dan ikut menuduh negara Malaysia sebagai pencuri. Jadi, tuturan dalam komentar (96) termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan karena komentar tersebut lebih memaksimalkan kerugian bagi negara Malaysia yang dituduh mencuri dalam komentar (96) tersebut.

Komentar (96) termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan karena pada komentar (96) terdapat kalimat yang merugikan orang lain yaitu kekerasan verbal langsung menantang, kalimat tantangan tersebut ditujukan untuk seorang warga Malaysia yang berprofesi sebagai supir taksi untuk datang dan menyaksikan pertandingan sepak bola di Gelora Bung Karno (GBK) Indonesia. Kalimat tantangan tersebut adalah KAMI MENUNGGU MALAYSIALAN DI GBK!!!! Tidak hanya dengan menantang saja, namun dalam kalimat tersebut juga terdapat sebuah kata yang merupakan kata stigma untuk Malayasia. Kata tersebut adalah kata MALAYSIALAN. Kata MALAYSIALAN merupakan sebuah stigma yang mengatakan bahwa Malaysia adalah negara yang mendatangkan sial.

Kata MALAYSIALAN merupakan kata yang berasal dari kata Malaysia dan

sialan. Oleh sebab itu, kalimat MALAYSIALAN juga termasuk dalam kalimat

102

taksi Malaysia yang meremehkan masyarakat Indonesia dengan mengatakan masyarakat Indonesia miskin. Unggahan tersebut diperkuat dengan adanya takarir yang menggambarkan sifat masyarakat Malaysia sesuai dengan yang diketahui oleh pemilik akun. Dalam takarir tersebut pemilik akun garudarevolution juga mendoakan supir taksi tersebut, namun tidak dilanjutkan oleh pemilik akun. Kalimat tantangan yang terdapat dalam komentar (96) diungkapkan penutur untuk meluapkan emosinya karena melihat unggahan pemilik akun hingga penutur merasakan kelegaan setelah menuliskan kalimat tantangan tersebut kepada sopir taksi asal Malaysia.

Komentar (97) terdapat kalimat Persija Senior aja kalah sama Junior. Kalimat tersebut merupakan sebuah kalimat kekerasan verbal langsung menyanggah. Kekerasan verbal langsung menyanggah tersebut termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan pula, karena dalam kekerasan tersebut penutur lebih memaksimalkan kerugian yang menimpa orang lain daripada kerugian yang menimpanya. Kalimat sanggahan yang terdapat dalam komentar (97) terdapat dalam unggahan salah seorang pemain muda yang bernama Zico yang akan bergabung dalam klub Persija. Unggahan tersebut memiliki takarir yang menanyakan kebenaran informasi yang didapatkan oleh pemilik akun.

Komentar (97) memuat pelanggaran maksim kearifan dengan menyanggah. Sanggahan yang digunakan komentar (97) adalah meremehkan klub Persija dengan mengatakan Persija Senior aja kalah sama Junior. Kalimat sanggahan (97) menambahkan argumentasinya untuk menguatkan sanggahannya dengan memberikan stigma akan membuat Zico mengalami penurunan karir. Oleh karena itu, komentar

103

(97) merupakan sebuah pelanggaran maksim kearifan karena terdapat sebuah kalimat sanggahan dengan meremehkan klub Persija. Penutur meremehkan klub tersebut dan berharap Zico membaca sanggahannya dan penutur akan merasakan kemenangan karena sanggahannya disetujui oleh Zico.

Komentar (98) merupakan kalimat yang melanggar maksim kearifan. Kalimat komentar (98) merugikan orang lain dengan menggunakan kalimat kekerasan verbal langsung dengan membentak. Kalimat kekerasan verbal langsung membentak tersebut ditandai dengan kalimat yang tertulis dengan menggunakan kapitalisasi dan menggunakan tanda seru. Penggunaan kapitalisasi dan tanda seru merupakan sebuah tanda emosional yang diekspresikan oleh penutur. Kalimat bentakan tersebut terdapat dalam unggahan yang membahas tentang pengembalian salah satu pemain timnas yang bernama Greg kepada klubnya dengan alasan cidera. Unggahan tersebut dinilai terlalu mendadak dan tidak masuk akal sehingga terjadi sebuah kalimat bentakan seperti dalam komentar (98). Komentar bentakan (98) merupakan pelanggaran maksim kearifan karena merugikan orang lain, yakni memarahi dengan keras orang tersebut dan membuat penutur yang membentak merasakan kepuasan karena telah membentak Greg.

Kalimat (99) terdapat sebuah kekerasan verbal represif menyuruh. Kalimat kekerasan verbal represif ini merupakan kalimat yang termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan yang banyak merugikan orang lain dengan cara menyuruh. Kalimat menyuruh dalam kalimat (99) terdapat dalam ungkapan ITU COBA TOLONG FANS2

104

SINGAPURA SAMPE BANGGA CHANT NYA INDONESIA BERGEMA DI STD NASIONAL SINGAPORE KATANYA. Meskipun, dalam ungkapan tersebut terdapat

kata yang meminta tolong, namun kalimat tersebut menyuruh pemilik akun dengan keras untuk menyuruh pengikut akunnya membeli tiket pertandingan Indonesia melawan Malaysia yang akan segera dilaksanakan di GBK.

Kalimat menyuruh tersebut terdapat dalam unggahan yang membicarakan tentang harga tiket pertandingan yang mahal dan harapan harga tiket untuk pertandingan tersebut diturunkan agar sesuai dengan kemampuan warga Indonesia. Kalimat suruhan dalam data (99) merupakan kalimat yang merugikan orang lain dengan menyuruh sehingga penutur merasa bahwa penutur dapat mengatur pemilik akun tersebut dengan menyuruhnya dan termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan. Pada data (100) merupakan pelanggaran maksim kearifan karena data (100) merugikan orang lain dengan menggunakan kekerasan verbal alienatif mempermalukan. Kekerasan verbal alienatif mempermalukan ini terwujud dengan mengatakan maly ampas gk ada apa2 nya noob semua di badminton, kalimat tersebut mempermalukan negara Malaysia dengan mengatakan bahwa Malaysia dalam permainan bulu tangkis masih dalam tingkatan pemula.

Pengungkapan tingkatan tersebut dengan menggunakan kata-kata ampas dan kata noob. Kata ampas dalam KBBI V merupakan sisa barang yang telah diambil sarinya atau patinya. Kemudian, kata noob dalam bahasa Inggis memiliki padanan kata dengan kata newbie yang berarti pemula. Oleh karena itu, kalimat (100) tersebut merupakan kalimat yang mempermalukan Malaysia. Komentar (100) terdapat dalam

105

unggahan hasil bulu tangkis yang dimenangkan oleh pemain Indonesia. Pemilik akun menuliskan takarir bahwa pertandingan tersebut merupakan sebuah pemanasan. Data (100) termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan karena terdapat kalimat kekerasan verbal alienatif dengan cara mempermalukan mitra tuturnya dan membuat penutur merasa senang telah membuat malu mitra tuturnya.

Komentar (101) merupakan pelanggaran maksim kearifan karena dalam komentar (101) terdapat kalimat kekerasan verbal alienatif dengan mengusir. Mengusir adalah tindakan yang merugikan orang lain. Kalimat pengusiran dalam komentar (101) tersebut terdapat dalam unggahan setelah pertandingan dan mengetahui hasilnya bahwa Indonesia mengalami kekalahan. Unggahan tersebut memiliki takarir yang juga ditujukan untuk pelatih timnas Indonesia yang dinilai tidak benar dalam melatih timnas hingga mengalami kekalahan. Kalimat pengusiran dalam komentar (101) terdapat dalam kalimat INDONESIA OUT kalimat tersebut merupakan kalimat pengusiran yang ditujukan kepada rakyat Indonesia karena telah mengalami kekalahan. Oleh karena itu, pengusiran dalam komentar (101) merugikan orang lain dan penutur merasa senang karena telah mengusir sehingga komentar (101) termasuk dalam pelanggaran maksim kearifan.