• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. KEHIDUPAN DOA MAHASISWA-MAHASISWI AWAM

F. Hasil Penelitian

1. Pelaporan Hasil Penelitian

Dari 30 kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK, seluruh kuesioner yang disebarkan berhasil dikumpulkan semua. Peneliti memperoleh data-data lewat kuesioner yang disebarkan. Berikut ini adalah pelaporan hasil penelitian yang dilakukan lewat kuesioner yang dibagikan kepada 30 responden.

Tabel 3. Doa dalam hidup sehari-hari (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden Persentase (%) (1) (2) (3) Rutinitas 20 67 Kebutuhan 2 7

Tidak pernah berdoa 1 3

Selingan 7 23

Saat ada masalah 6 20

Saat ada permohonan 3 10

Dilaksanakan dengan sepenuh hati 2 7 Pada saat Perayaan Ekaristi 2 7

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa jumlah responden (mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK) terbanyak yaitu mahasiswa-(mahasiswa-mahasiswi awam yang melaksanakan doa sebagai rutinitas dalam kehidupannya sehari-hari (67%). Tabel tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK sudah melaksanakan doa dalam kehidupannya sehari-hari sedangkan untuk jumlah responden terendah adalah yang tidak pernah berdoa (3%).

Tabel 4. Makna Doa (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Relasi antara manusia dengan Allah 22 73 Ungkapan perasaan hati kepada Tuhan 3 10

Kebutuhan rohani 3 10

Nafas hidup 5 17

Ungkapan syukur 4 13

Perlindungan bagi kita 1 3

Pernyataan iman kepada Allah 1 3

Dari tabel di atas, terlihat bahwa pemahaman akan makna doa yang paling tertinggi mengatakan bahwa doa merupakan relasi yang dibangun antara manusia dengan Tuhan (73%). Sedangkan responden terendah adalah mereka (mahasiswa-mahasiswi awam) yang menjawab doa yang mereka laksanakan sebagai perlindungan bagi kita (3%). Selain itu doa juga sebagai pernyataan iman kepada Allah (3%).

Tabel 5. Bentuk Doa yang dikenal (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden Persentase (%) (1) (2) (3) Doa-doa hafalan 25 83 Meditasi, Kontemplasi 2 7 Doa spontan 22 73

Ziarah ke Gua Maria 1 3

Dari tabel tersebut dapat diketahui jumlah responden terbanyak adalah doa-doa hafalan atau rumusan yang sudah baku yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari (83%). Dari tabel tersebut dapat diketahui juga jumlah responden terendah adalah melakukan ziarah ke Gua Maria (3%). Walaupun secara umum, mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK mengenal doa-doa hafalan, mereka juga mengenal doa spontan yang tidak ada rumusan bakunya.

Tabel 6. Doa yang diakrabi (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden Persentase (%) (1) (2) (3) Doa-doa hafalan 18 60 Meditasi, Kontemplasi 1 3 Doa spontan 19 63

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat jelas bahwa jumlah responden terbanyak menjawab doa yang diakrabi dalam kehidupannya sehari-hari adalah doa-doa spontan (63%). Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa responden juga mengakrabi doa-doa hafalan dalam kehidupannya sehari-hari. Dari tabel ini juga

dapat dikatakan bahwa mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK masih kurang mengakrabi doa-doa meditasi dan kontemplasi (3%).

Tabel 7. Menghadapi Pengalaman Hidup (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Dibimbing, disemangati 5 17

Aman, nyaman, tenang 8 27

Tuhan hadir dalam hidup 5 17

Hidup lebih bermakna 6 20

Tabah dan bijaksana 4 13

Bersyukur atas pengalaman hidup 3 10 Kekuatan dan sumber inspirasi 4 13 Hadapi apa adanya dan percaya padaNya 3 10

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat jumlah responden yang mengisi lembar kuesioner terbanyak adalah mereka menghadapi pengalaman hidup sehari-hari dengan aman, nyaman dan tenang (27%). Dari tabel tersebut juga dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menghadapi pengalaman hidup dengan apa adanya dan percaya padaNya (10%). Dari pengalaman hidupnya mereka memperoleh kekuatan dan pengalaman hidupnya menjadi sumber inspirasi. Selain itu juga dari pengalaman yang dihadapi dalam hidupnya sehari-hari, membuat mereka mampu bersyukur atas pengalaman hidup yang dialaminya (10%). Mereka tabah dan bijaksana dalam menghadapi pengalaman hidupnya. Sehingga pengalaman-pengalaman hidup yang mereka alami membuat hidup lebih bermakna. Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa

dalam menghadapi pengalaman hidup mereka menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Dalam hidup sehari-hari, mereka selalu dibimbing dan disemangati olehNya.

Tabel 8. Pelaksanaan Doa sebagai calon katekis (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Rutin setiap hari 11 37

Ikut Perayaan Ekaristi 1 3

Kewajiban 1 3

Nafas kehidupan dan inspirasi hidup 3 10

Saat-saat tertentu 12 40

Biasa-biasa saja 3 10

Tidak pernah berdoa 1 3

Dari tabel di atas dapat diketahui jumlah responden (mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK) terbanyak adalah mereka melaksanakan doa pada saat-saat tertentu saja (40%). Dari tabel ini juga dapat dilihat bahwa mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK melaksanakan doa sebagai suatu rutinitas setiap hari. Sedangkan dari tabel di atas juga dapat diketahui jumlah responden terendah adalah melaksanakan doa sebagai suatu kewajiban. Ada juga yang tidak pernah berdoa (3%). Dari tabel ini juga dapat dilihat bahwa doa yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-harinya sebagai nafas kehidupan dan sebagai inspirasi hidup.

Tabel 9. Perasaan saat berdoa (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Perasaan aneh,”apakah Tuhan itu benar ada?” 1 3

Dekat dengan Tuhan 7 23

Kehadiran Tuhan & sesama lewat pengalaman 3 10 Kepuasan & dikuatkan 9 30

Tenang, aman, damai 22 73

Mensyukuri anugerah Tuhan 1 3

Dari tabel di atas dapat diketahui jumlah responden terbanyak adalah saat berdoa merasakan tenang, aman dan damai (73%). Dari tabel ini juga dapat diketahui bahwa jumlah responden yang terendah adalah muncul perasaan aneh saat berdoa “apakah Tuhan itu benar ada?’’ (3%). Dari tabel ini dapat dilihat bahwa doa membuat mereka mampu untuk mensyukuri anugerah Tuhan (3%).

Tabel 10. Manfaat hidup doa (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Memperoleh kekuatan untuk menjalani hidup 13 43

Hidup lebih berarti 3 10

Aman, damai, karena “ada” yang menemani 5 17 Peneguhan & penyegaran rohani 8 27 Belum merasakan manfaat hidup doa 1 3

Tempat curhat 3 10

Mendekatkan diri dengan Tuhan dan sesama 3 10

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa jumlah responden terbanyak yang mengisi lembar kuesioner adalah mereka memperoleh kekuatan untuk menjalani

hidup (43%). Sedangkan untuk jumlah responden terendah yang mengisi lembar kuesioner adalah mereka belum merasakan manfaat hidup doanya (3%).

Tabel 11. Relasi dengan Tuhan dan sesama (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Relasi dengan Tuhan baik 22 73 Relasi dengan sesama baik 21 70 Proses ke arah kehidupan yang baik 2 7 Relasi dengan Tuhan masih kurang 7 23 Relasi dengan sesama masih kurang 6 20

Dari tabel di atas diketahui bahwa jumlah responden terbanyak adalah relasi dengan Tuhan baik (73%). Dari tabel ini juga dapat terlihat bahwa relasi mereka dengan sesama sudah baik. Sedangkan jumlah responden yang mengisi lembar kuesioner terendah adalah mereka yang sedang menjalani proses ke arah kehidupan yang lebih baik (7%). Di mana mereka merasa bahwa relasi mereka dengan Tuhan dan sesama kurang mendalam.

Tabel 12. Katekis (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Seorang Pewarta Kerajaan Allah 19 63 Fasilitator/pengantara umat untuk semakin

dekat dengan Tuhan

5 17

Guru Agama 7 23

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pemahaman responden (mahasiswa-mahasiswi awam Prodi IPPAK) tentang katekis yang terbanyak adalah yang menjawab katekis sebagai seorang Pewarta Kerajaan Allah (63%). Dari tabel ini juga dapat diketahui jumlah responden terendah yang mengisi lembar kuesioner adalah katekis sebagai fasilitator/pengantara umat untuk semakin dekat dengan Tuhan (17%). Katekis membantu memperkembangkan iman jemaat (17%).

Tabel 13. Usaha dalam mempersiapkan panggilan sebagai calon katekis (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Terlibat di lingkungan & Gereja 19 63 Berdoa & berusaha 21 70 Menjadi manusia yang lebih baik 1 3 Mendekatkan diri pada Tuhan 2 7 Menjalin relasi dengan sesama lebih baik 3 10

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah responden terbanyak yang mengisi lembar kuesioner adalah dalam mempersiapkan panggilan sebagai calon katekis mereka selalu berdoa dan selalu berusaha (70%). Selain itu, mereka menyadari bahwa mereka perlu terlibat di lingkungan dan Gereja salah satu wujud nyata dalam menanggapi panggilan sebagai calon katekis. Sedangkan jumlah responden terendah yang mengisi lembar kuesioner adalah mereka yang dalam hidupnya sehari-hari berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik (3%).

Tabel 14. Dampak Kehidupan Doa (N=30)

Jawaban Responden Jumlah

Responden

Persentase (%)

(1) (2) (3)

Doa menjadi Roh dan kekuatan 6 20 Semakin mantap & diteguhkan 20 67 Lebih dekat dengan Tuhan & sesama 1 3 Tidak yakin akan panggilan 2 7 Biasa saja, yang penting jalani 1 3

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat dampak kehidupan doa yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai calon katekis dalam menanggapi panggilannya, jumlah responden terbanyak mengisi lembar kuesioner adalah mereka semakin mantap dan diteguhkan dalam menghayati panggilan sebagai calon katekis (67%). Sedangkan jumlah responden yang menjawab kuesioner terendah adalah mereka lebih dekat dengan Tuhan dan sesama (3%). Dari tabel ini juga dapat dilihat bahwa dampak kehidupan doanya yang mereka laksanakan biasa saja yang penting jalani (3%).

2. Pembahasan Hasil Penelitian

Dokumen terkait