• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Data mengenai implementasi peran kepala sekolah sebagai pemimpin, manajer, dan supervisor di SLB Negeri 1 Bantul yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumen. Berikut akan disajikan pembahasan hasil penelitian yang akan menjawab rumusan masalah seperti yang dikemukan pada bab I. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 38 ayat (4) bahwa terdapatkriteria untuk menjadi kepala sekolah SDLB/SMPLB/SMALB meliputi: (a) berstatus sebagai guru pada satuan pendidikan khusus; (b) memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku; (c) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya lima tahun

di satuan pendidikan khusus; dan (d) memiliki kemampuan kepemimpinan, pengelolaan, dan kewirausahaan di bidang pendidikan khusus. Kepala sekolah SLB Negeri 1 Bantul jika pada akhirnya dapat menjadi kepala sekolah seperti sekarang ini maka sudah memenuhi empat kriteria tersebut, akan tetapi pada point empat perlu dilihat lebih dalam bagaimana kepala sekolah melaksanakan kemampuan yang perlu dimilikinya yaitu kemampuan kepemimpinan, pengelolaan, maupun kewirausahaan di bidang pendidikan khusus. Penelitian ini akan membahas mengenai kepala sekolah dalam kemampuan kepemimpinan dan kemampuan mengelola pendidikan khusus di sekolah luar biasa yaitu dalam implementasi peran kepala sekolah sebagai pemimpin, manajer, dan supervisor di SLB Negeri 1 Bantul.

1. Implementasi Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin

Seorang pemimpin lebih menekankan pada perubahan dan penentuan arah, serta upaya-upaya yang inovatif visioner dalam membuat organisasi mampu berperan lebih produktif, lebih maju, dan lebih bermutu, sehingga mereka lebih menekankan pada pembelajaran dan pemberdayaan seluruh sumberdaya organisasi, akibatnya kinerja seorang pemimpin lebih berdampak dinamis bagi organisasi. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah berperan dalam mempengaruhi orang-orang untuk dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Dalam hal ini kepala sekolah mempengaruhi bawahannya dengan memberikan keteladanan. Keteladanan yang diberikan kepala sekolah sangat mempengaruhi budaya sekolah. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus menjadi contoh yang bisa ditiru oleh bawahan, seperti dalam hal

kehadiran, berpakaian, dan berbicara. Dengan perilaku yang menunjukkan keteladanan dalam berbagai hal tidak terlalu sulit bagi kepala sekolah untuk menegur bawahannya. Keteladanan kepala sekolah akan membuat guru dan karyawan menjadi segan, dan pada gilirannya mereka akan meniru apa yang dilakukan oleh kepala sekolah. Akan tetapi lebih baik apabila keteladanan baik dari kepala sekolah yang dicontoh oleh para personil sekolah menjadi kesadaran bersama demi mewujudkan tercapainya tujuan sekolah.

Keteladanan yang dimiliki oleh kepala sekolah di SLB Negeri 1 Bantul adalah memiliki etos kerja yaitu kedisplinan dalam hal waktu dan menjalankan tugas. Hal tersebut ditunjukkan oleh kepala sekolah dalam menjalankan tugas sehari-hari di sekolah dengan datang tepat waktu, selain itu SLB Negeri 1 Bantul sudah menjalankan Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 pasal 3 ayat (11) tentang displin PNS bahwa setiap PNS wajib masuk jam kerja dan menaati ketentuan jam kerja dengan menggunakan presensi elektronik finger print yang laporan akan dihitung secara kumulatif dan akan dikirimkan ke BKD Kabupaten Bantul. Maka semua guru dan karyawan SLB Negeri 1 Bantul sudah mengetahui jam datang dan jam pulang sesuai jam kerja sehingga guru dan karyawan dituntut untuk displin dan bijaksana dalam memanfaatkan waktu di sekolah guna menyelesaikan tugas di sekolah.

Kepala sekolah mengutamakan proses kegiatan belajar mengajar bagi anak berkebutuhan khusus yang sangat membutuhkan perhatian lebih dan kinerja yang baik dari guru. Hal tersebut terbukti dari kepala sekolah yang selalu rutin memonitoring kegiatan di sekolah dengancara berkeliling sekolah untuk

mengamati langsung proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Sehingga kepala sekolah menciptakan budaya sekolah dengan cara menegakkan kediplinan dalam menjalankan tugas. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudarman Danim dan Suparno (2009: 92) Baik tidaknya kepala sekolah juga diukur dari kemampuannya untuk bertindak atau berfungsi sebagai agen perubahan, sekaligus tingkat keahliannya untuk memastikan bahwa proses perubahan itu akan dapat berlangsung secara sistematis melalui suatu kerangka perencanaan jangka panjang. Dari hasil wawancara dengan guru dan karyawan memunculkan pendapat bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SLB Negeri 1 Bantul yang sekarang ini sekolah mengalami banyak perubahan kearah yang lebih baik terutama dalam hal kedisplinan, dalam hal pengelolaan sumber daya sekolah, serta penataan lingkungan sekolah. Hal tersebut semakin menguatkan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin mampu mempengaruhi kondisi organisasi yang dipimpinnya, salah satunya melalui keteladanan maupun kebijakan yang dimiliki seorang kepala sekolah.

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi misi sekolah dengan program yang bertahap untuk meningkatkan mutu sekolah. Menurut Mulyasa (2011: 24) visi sekolah juga harus secara utuh dipahami oleh seluruh warga sekolah agar mereka menyadari, memahami, memiliki kepedulian, dan komitmen yang tinggi pada tujuan sekolah, tujuan pembelajaran, prosedur penilaian, dan akuntabilitas. Kepala sekolah dalam merumuskan dan menjalankan visi dan misi melibatkan seluruh warga sekolah. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah, diharapkan

perwujudan visi tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari warga sekolah. Pelaksanaan visi dan misi sekolah melalui pelaksanaan program dan kegiatan sekolah yang sesuai dengan visi dan misi yang akan dicapai oleh sekolah.

Menurut Mulyasa (2011: 26) visi sekolah harus dinyatakan dalam kata kerja dengan jelas dan tidak muluk-muluk, tetapi bisa dimengerti dan dilaksanakan oleh semua pihak. Visi yang baik bagi sekolah adalah yang wajar, nyata, dan tidak terlalu sulit untuk dicapai, serta bermakna bagi semua orang. SLB Negeri 1 Bantul

memiliki visi asi, Pandai,

. Sehingga akan lebih baik jika visi sekolah bukan hanya rumusan yang hampa tak bermakna namun bisa menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah. Program sekolah sudah disusun melalui program yang dimiliki oleh setiap tim kerja yaitu wakil kepala sekolah urusan pengajaran, kesiswaan, sarana prasarana, dan humas serta setiap unit kerja di sekolah yang menjadi sarana penunjang sekolah yaitu pusat sumber, klinik rehabilitasi, bengkel kerja, asrama, SIM/ICT, dan perpustakaan. Visi misi yang berjalan dengan baik ditunjukkan dengan berjalannya program kegiatan yang telah diagendakan oleh sekolah secara bersama-sama.

Selain itu kepala sekolah juga memiliki harapan kedepan untuk SLB Negeri 1 Bantul menjadi SLB terbaik se-Asia Tenggara. Akan tetapi dalam mewujudkan harapan tersebut kepala sekolah masih berupaya untuk meningkatkan dalam hal pelayanan, penanganan, dan dalam manajemen pengelolaan sekolah. Kepala sekolah menyatakan bahwa harapan tersebut diupayakam menjadi komitmen bersama dengan seluruh personil sekolah yang disosialisasikan melalui rapat.

Kesulitan yang dihadapi utama untuk menjadi yang terbaik adalah dalam hal pendanaan yang membutuhkan dana cukup besar, tidak semua SDM bisa menerima ide-ide kepala sekolah, sarana prasarana masih menggunakan bekas SGPLB sehingga belum mampu menciptakan standar sekolah yang diinginkan dan kurangnya dukungan orang tua sehingga orang tua tidak hanya menyerahkan pendidikan anaknya kepada sekolah. Harapan besar yang dimiliki oleh kepala sekolah perlu dimiliki dan dihayati oleh seluruh personil sekolah. Seorang kepala sekolah sebagai seorang pemimpin perlu memiliki visi kedepan untuk sekolahnya supaya semakin termotivasi untuk meningkatkan kemajuan sekolah. Akan tetapi dalam perwujudan visi besar atau harapan tersebut perlu dijabarkan secara detail terhadap langkah-langkah praktik melalui kegiatan yang mungkin dapat dilaksanakan dalam waktu sekarang dan berikutnya. Sehingga kepala sekolah SLB Negeri 1 Bantul membutuhkan rencana strategis, waktu, dana, dan kerja sama dengan seluruh personil sekolah dan para pemangku kebijakan dalam usaha pencapaian visi besar dan harapan tersebut.

Dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin, kepala sekolah juga perlu mendorong kemauan kuat dan semangat terhadap personil sekolah. Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Bantul memiliki dan menunjukkan kemauan dan semangat kerja yang tinggi terhadap personil sekolah melalui perilaku atau kepribadaian yang dominan yaitu sikap displin terhadap waktu dan dalam menjalankan tugas. Selain itu kepala sekolah memiliki komitmen dalam menjalankan menjadi guru yang loyal pada negara dan sekolah serta memiliki dedikasi diri pada anak berkebutuhan khusus. Akan tetapi komitmen yang dimiliki oleh kepala sekolah

juga perlu ditularkan kepada guru dan karyawan sekolah yang lain. Kepala Sekolah membangkitkan kemauan dan semangat personil sekolah dengan cara selalu memberikan monitoring proses belajar mengajar sekaligus tidak segan-segan langsung memberikan masukan bagi guru dalam mengajar dan hal tersebut diharapkan mampu semakin memotivasi guru dalam mengajar. Namun semua kembali kepada diri pribadi guru dan karyawan masing-masing. Sehingga dalam hal ini menjadi peran kepala sekolah bagaimana cara agar guru dan karyawan dapat semakin termotivasi dan bersemangat menjalankan tugas.

Sebagai seorang pemimpin kepala sekolah di SLB Negeri 1 Bantul juga memberikan pengarahan dan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengarahan dilakukan terutama pada saat ada peraturan baru yang memerlukan petunjuk teknis atau sosialisasi dari kepala sekolah. Kemampuan ini dimaksudkan adanya kemampuan kepala sekolah dalam mempengaruhi orang lain agar bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan bersama terutama sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap personil sekolah. Pengarahan yang sudah dilakukan pada saat awal dalam melaksanakan suatu pekerjaan akan diikuti dengan kegiatan monitoring saat proses pekerjaan dari kepala sekolah bilamana terdapat kendala. Pengarahan secara langsung pada saat rapat dan pada saat kegiatan monitoring yang dilakukan oleh kepala sekolah maupun secara tidak langsung melalui sistem yang berlapis yaitu arahan dan bimbingan lewat kelompok seperti setiap tim wakasek atau tim unit kerja di sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Koontz dalam Wahjosumidjo (2007: 105) bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu: a. mendorong timbulnya kemauan yang kuat

dengan penuh semangat dan percaya diri pada guru, staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing; b. memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan.

Komunikasi yang aktif dan membangun dengan bawahan akan membawa kondisi kerja yang kondusif dan bawahan akan merasa dihargai oleh atasan. Kepala sekolah menjalin komunikasi yang membangun dengan personil sekolah ketika berada di sekolah, komunikasi yang membangun dengan guru dan karyawan dilakukan setiap hari saat kepala sekolah berinteraksi secara langsung bertemu dengan guru dan karyawan. Kepala sekolah menjalin komunikasi dengan siswa ketika kegiatan-kegiatan kesiswaan disetiap Hari Jumat dan saat upacara setiap Hari Senin. Selain itu, kepala sekolah berinteraksi dengan siswa saat berkeliling di sekolah sekaligus kepala sekolah berkesempatan menyanyakan langsung kepada siswa mengenai kinerja guru.

Komunikasi dengan wali murid atau orang tua anak didik melalui Komite Sekolah dengan mengadakan rapat tiap semester untuk membahas mengenai program, masalah siswa, masalah kenyaman dan kepuasan sebagai pengguna jasa di sekolah. Adapun secara langsung kepala sekolah membuka komunikasi apabila terdapat wali murid yang datang untuk menanyakan atau menyampakan sesuatu. Komunikasi dengan masyarakat dilakukan kepala sekolah melalui kegiatan dari humas sekolah melalui plamflet, website sekolah dan facebook sekolah. Akan tetapi dari hasil pengamatan peneliti pemanfaatan website sekolah dan facebook

sekolah belum berjalan baik, informasi mengenai sekolah masih terbatas dan belum up to date.

Selain itu kepala sekolah menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar dibantu oleh Kepala Sub.Bag. Tata Usaha sebagai penanggungjawab kerumahtanggan di SLB Negeri 1 Bantul seperti SMP Negeri 1 Kasihan atau masyarakat sekitar sekolah yang ingin meminjam salah satu gedung atau lapangan sekolah SLB Negeri 1 Bantul. Tujuan utama kepala sekolah menjalin komunikasi yang aktif dan membangun dengan seluruh personil sekolah dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah supaya dalam pelaksanaan program yang diagendakan sekolah dapat berjalan dengan dukungan dari seluruh personil sekolah dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

Dalam hal pengambilan keputusan kepala sekolah akan membutuhkan pertimbangan dari personil sekolah yang lain walaupun tetap ada keputusan yang sudah menjadi kewenangan dan kebijaksanaan dari diri seorang kepala sekolah seperti perekrutan personil sekolah. Perekrutan personil sekolah yang dimaksudkan adalah perekrutan bagi pegawai sekolah yang tidak tetap. Keputusan yang berhubungan untuk kepentingan internal sekolah seperti mengenai kebijakan yang akan diberlakukan di sekolah seperti tata tertib sekolah dan pelaksanaan program dan kegiatan sekolah. Sedangkan untuk keputusan eksternal yaitu keputusan yang berkaitan dengan pihak luar yang kaitannya dengan surat-surat dari luar yang bersifat kedinasan. Keputusan yang diambil demi kepetingan bersama menunjukkan bahwa kepala sekolah mementingkan kerja sama dari

semua guru dan karyawan agar tujuan dari lembaga pendidikan yang dipimpinnya dapat tercapai.

2. Implementasi Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer

Seorang manajer lebih mengacu pada apa yang sudah biasa dilakukan serta mempertahankannya untuk mencapai proses organisasi yang efektif dan efesien, sehingga dalam bekerjanya seorang manajer lebih bersifat rutin dari waktu ke waktu, yang penting organisasi dapat berjalan dengan stabil dalam menjalankan perannya. Dalam rangka melakukan peran sebagai manajer yaitu mengelola sekolah, kepala sekolah SLB Negeri 1 Bantul harus memiliki program dan target yang harus dicapai selama kepemimpinannya dengan menggunakan strategi. Strategi kepala sekolah untuk memberdayakan seluruh potensi sekolah melalui pendekatan yang dilakukan bersama personil sekolah baik secara individu maupun kelompok. Pendekatan yang dilakukan dengan komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kegiatan pengelolaan dilakukan dengan manajemen berlapis dengan adanya pendelegasian tugas secara jelas sesuai struktur organisasi yang dibentuk. Menurut Child (1972: 10) dalam Tatang M. Amirin terdapat komponen dasar yang merupakan kerangka dalam mendefinisikan struktur organisasi bahwa: 1. Struktur organisasi memberikan gambaran mengenai pembagian tugas serta tanggung jawab kepada individu maupun bagian-bagian dalam organisasi. 2. Memberikan gambaran mengenai hubungan pelaporan yang ditetapkan secara resmi dalam organisasi, dengan banyaknya tingkatan hirarki dan besarnya rentang kendali dari semua pimpinan di seluruh tingkatan dalam organisasi. 3. Menetapkan pengelompokan individu menjadi bagian dari organisasi, dan

pengelompokan bagian-bagian tersebut menjadi bagian suatu organisasi yang utuh. Dan 4. Menetapkan sistem hubungan dalam organisasi yang memungkinkan tercapainya komunikasi, koordinasi, dan pengintegrasian segenap kegiatan organisasi baik kearah vertikal maupun horizontal, yang merupakan elemen yang dinamis bukan statis. Kepemimpinan kepala sekolah di SLB Negeri 1 Bantul dibantu dengan kelompok-kelompok kerja dalam struktur organisasi yang memiliki tugas atau fungsi masing-masing. Kemudian dimasing-masing tim kerja akan memiliki kegiatan dan program kerja yang selanjutnya akan dijalankan. Kepala sekolah akan secara langsung melakukan koordinasi maupun monitoring melalui rapat.

Merencanakan program dan kegiatan kepala sekolah bersama perwakilan guru yaitu yang memangku jabatan sebagai wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, kurikulum, sarana prasarana, dan humas publikasi yang memiliki wakil disetiap jurusan dan kemudian nanti akan dibahas bersama dengan personil sekolah lainnya seluruh guru dan karyawan sekolah melalui rapat pada awal tahun pelajaran. Dalam rapat bersama seluruh personil sekolah akan dilakukan sosialisasi terhadap program sekolah. Program sekolah yang telah disusun akan dipaparkan ke forum rapat resmi tersebut dan dimintai pendapat atau persetujuan dari seluruh opersonil sekolah. Dalam rapat dapat terjadi kemungkinan perubahan program kegiatan sekolah sesuai dengan kesepakatan bersama.

Sebagai seorang manajer kepala sekolah harus mampu mengorganisasikan dan mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada di sekolah. Cara yang dilakukan kepala sekolah dalam menghimpun dan mengorganisasi seluruh sumber daya

sekolah adalah dengan mendelegasikan tugas menggunakan struktur organisasi yang sudah dibentuk di sekolah sehingga seluruh sumber daya sekolah dapat dikembangkan oleh masing-masing unit kerja yang sudah diberikan kewenangan. Kemudian cara kepala sekolah dalam hal mengatur dan mendayagunakan segala sumber sekolah dalam pencapaian tujuan sekolah melalui tahapan pengelolaan yang maksimal, yaitu sosialisasi pada warga sekolah, membentuk tim kerja, melakukan monitoring, dan dari kegiatan tersebut mendapatkan masukan untuk kegiatan pengembangan sumberdaya yang ada di sekolah.

Kepala sekolah dalam menyusun organisasi personil dengan menempatkan masing-masing individu sesuai dengan kemampuan (the right man and the rightplace) dengan melibatkan masukan atau pendapat dari personil lainnya seperti wakil kepala sekolah yang sudah lama berada di sekolah dan lebih mengetahui karakteristik dan kemampuan dari setiap personil di sekolah. Kepala sekolah hendaknya cermat dalam menempatkan dan memberi tugas kepada para stafnya. Kepala sekolah harus tahu betul kemampuan dan kesanggupan masing-masing stafnya, baik tenaga tata usaha maupun untuk guru agar pekerjaan yang diberikan dapat dikerjakan dengan sesuai dan baik.

Personil sekolah merupakan unsur pokok dalam pelaksanaan sistem organisasi sekolah. Seorang kepala sekolah harus mampu memberikan pengarahan, mendelegasikan wewenang, mengadakan pembinaan dan memonitoring tugas dari personil sekolah. Dalam menggerakkan keterlibatan personil sekolah dengan pembagian tugas bagi seluruh personil secara merata kepada setiap guru agar juga mendapatkan tugas tambahan selain mengajar. Kepala sekolah menggerakkan

seluruh personil sekolah dalam pelaksanaan tugas masing-masing dengan rapat koordinasi yang rutin dilakukan bersama. Dalam rapat koordinasi dimaksudkan agar pelaksanaan tugas berjalan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah juga sudah mengelola dan memberdayakan seluruh sumber daya yang ada di sekolah dengan baik, termasuk diantaranya pengembangan guru, karyawan, siswa, kurikulum, dan pendayagunaan sarana prasarana, manajemen keuangan dan pembiayaan, memberikan penghargaan, pelaksanaan tata tertib serta pelibatan orangtua dan masyarakat. Hal tersebut merupakan peran kepala sekolah sebgai seorang manajer. Kendala yang sekarang sedang dihadapi sekolah sesuai yang diungkapkan kepala sekolah pada Senin, 6 April 2015 bahwa banyak guru yang akan memasuki masa pensiun, sedangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul tidak memperbolehkan sekolah untuk mengangkat guru tidak tetap. Sehingga kepala sekolah merencanakan mempersiapkan guru yang ada di SLB Negeri 1 Bantul untuk bisa merangkap mengajar menggantikan guru yang akan pensiun diseuaikan dengan beban kerja setiap guru. Langkah yang dilakukan dengan mengirimkan guru dalam pendidikan dan pelatihan. Selain itu sekolah juga perlu melakukan kegiatan perencanaan terhadap kebutuhan guru dan dapat diajukan kepada Dinas Pendidikan terkait yang lebih berwenang dalam melakukan perekrutan guru baru.

Pengembangan bagi anak didik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler di bidang kesenian dan cabang olahraga yang diadakan di sekolah serta pelatihan ketrampilan yang berkualitas sesuai dengan kondisi, potensi, kemampuan, dan

kebutuhan individudari siswa. Peran kepala sekolah disini adalah sebagai fasilitator dalam memfasilitasi siswa yang hendak mengikuti perlombaan dengan pemberian dukungan pendampingan dari guru sebelum mengikuti perlombaan mewakili sekolah. Maka tak heran apabila para siswa di SLB Negeri 1 Bantul memperoleh banyak prestasi di berbagai cabang olahraga.

Kepala sekolah juga melaksanakan program bidang humas melibatkan orang tua siswa melalui pembentukkan komite sekolah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 56 ayat 3 bahwa komite sekolah/madrasah, sebagai lembaga mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Akan tetapi pendirian komite sekolah yang ada di SLB Negeri 1 Bantul masih dalam lingkup kecil di sekolah, pembentukan komite perwakilan dari guru dan dari orang tua siswa. Komite sekolah perwakilan orang tua siswa yang ada di SLB Negeri 1 Bantul terlibat dalam program sekolah PMTAS (program makanan tambahan anak sekolah) yaitu para orang tua siswa berkoordinasi dengan komite sekolah perwakilan orang tua siswa secara bergantian akan menyediakan makanan bagi seluruh siswa setiap Hari Sabtu. Sehingga dapat dikatakan bahwa sekolah belum maksimal dalam pembentukkan dan kepenggurusan organisasi komite sekolah, hal ini menyebabkan kontribusi dari peran dan fungsi komite sekolah masih sangatlah minim. SLB Negeri 1 Bantul belum mengoptimalkan kerja sama dan pemberdayaan dengan masyarakat luas. Namun dalam pelayanan Klinik rehabilitas sekolah sudah bekerjasama

dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi RS Sardjito Yogyakarta, Fakultas Psikologi UGM/UAD, Puskesmas Kecamatan Kasihan Bantul, Akademi Fisioterapi Yogyakarta dan UNY sebagai peningkatan layanan sosiologis, psikologis, medis, dan vokasional bagi semua anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Bantul.

Kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan kepala sekolah dilakukan dengan rapat dan pengamatan secara langsung. Monitoring dilakukan untuk mengetahui hasil kerja sama dari tim kerja yang telah ditetapkan untuk mengindentifikasi seberapa jauh pelaksanaan kegiatan dan menemukan kendala apa yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan sekolah tersebut. Selanjutnya dengan adanya evaluasi yang mampu menilai kekurangan dan kelebihan pelaksanaan program yang sudah berlangsung yang selanjutnya akan dilakukan

Dokumen terkait