HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Keunikan Pemilihan atau Pemakaian Kosakata dan Idiom Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy
3. Pemilihan dan Pemakaian Kosakata Bahasa Arab
Pemanfaatan kosakata bahasa Arab dalam novel Bumi Cinta membuat deskripsi cerita menjadi lebih indah dan memiliki nilai makna yang lebih berbobot. Keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Arab dalam kalimat dapat dilihat pada kutipan-kutipan berikut ini.
(1) “Sudah Dev, cepetan yuk, jangan bercanda terus. Masya Allah, dingin sekali Dev. Ini aku sudah rangkap empat lho. Plus jaket tebal yang kubeli di New Delhi. Wuih ternyata masih tembus. Dev, ayo cepatlah, mana taksi atau busnya! Bisa mati membeku aku kalau agak lama di sini.” (BC: 11)
(2) Orangtuanya punya pesantren kecil di sana. Lha aku diminta menemani. Alhamdulillah, selama di pesantren kan setiap pakai bahasa Arab, jadi aku cukup lancar berkomunikasi dengan ulama itu. (BC: 20) (3) Innalillah, Ayyas mengucap dalam hati, ia merasa belum sampai ke
Moskwa pun ia sudah terjerat oleh fitnah kecantikan nonik muda Rusia. Ayyas tiba-tiba merasa berdosa pada Ainal Muna, gadis manis dari Kaliwungu Kendal yang sudah dipinangnya dan ia telah berjanji untuk setia padanya. (BC: 23)
Kata masya Allah pada data (1) di atas merupakan kata bahasa Arab yang arti lugasnya adalah atas kehendak Allah, tetapi dalam konteks kalimat tersebut menggambarkan keadaan Ayyas yang kaget atas
perubahan musim dingin yang terjadi di kota Moskwa. Data (2) alhamdulillah berarti segala puji bagi Allah sedangkan pada konteks
kalimat tersebut menyatakan rasa syukur kepada Allah, dan data (3) innalillah berarti segala sesuatu hanya milik Allah, sedangkan dalam
konteks kalimat tersebut menggambarkan perasaan Ayyas yang takut terjerat oleh fitnah kecantikan nonik-nonik muda Rusia. Selanjutnya data-data yang menggunakan kosakata bahasa Arab dalam deskripsi cerita diantaranya adalah sebagai berikut.
(4) Ketika ular-ular itu hendak mematuk dirinya ia berteriak keras,
“Allaahu akbar!” Dan seketika ia terbangun dari tidurnya. Ayyas bangun dengan nafas tersengal-sengal. Mimpi itu seolah-olah nyata.
Sekujur tubuhnya dibasahi keringat dingin. (BC: 93) (5) “Terima kasih Imam, jazakallah khaira.”
“wa iyyakum.” (BC: 110)
commit to user
(6) Dan sebentar kemudian ia masih mendengar suara kemaksiatan dari ruang tamu itu. Ayyas langsung menyalakan laptopnya dan membunyikan murattal sekeras-kerasnya sampai ia merasa aman.
(BC: 114)
Pemakaian kosakata bahasa Arab pada data-data di atas membuat deskripsi cerita semakin menarik dan menimbulkan kesan yang estetis.
Pada data (4) di atas terdapat kata Allaahu akbar yang berarti Allah Maha Besar, data (5) jazakallah khaira yang artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, wa iyyakum yang berarti semoga kamu juga mendapatkan hal serupa. Data (6) murattal yang artinya adalah bacaan ayat-ayat suci Al-Quran.
(7) “Dengan menguasai Thifan, kita insya Allah aman, memiliki ilmu beladiri yang dahsyat, dan aqidah tetap terjaga. Yang paling penting jangan sampai kita takabbur dan berbuat zalim pada orang lain.” Kata Ahmad Wong berpesan. (BC: 122)
(8) Maka setelah membersihkan ruang tamu itu, Ayyas masuk kamar dan kembali sujud memohon pertolongan Allah. Ia meminta kepada Allah agar diselamatkan dari orang-orang yang zalim. Ia berdoa,
“Allahumma ahlikizh zhaalimina bizh zhaalimin.” (BC: 125)
(9) “Insya Allah tulang yang lepas dari engselnya sudah kembali seperti sedia kala. Hanya beberapa otot perlu sedikit saya sentuh lagi.”
Gumam Pak Joko sambil masih mengurut bagian-bagian tertentu di pundak kiri Ayyas. (BC: 140)
Pada data (7) di atas terdapat kata takabbur yang artinya sombong atau terlalu berlebihan, data (8) Allahumma ahlikizh zhaalimina bizh zhaalimin artinya ya Allah hancurkanlah orang zalim dengan orang-orang yang zalim, dan data (9) insya Allah yang berarti jika Allah menghendaki. Apabila pemakaian kosakata bahasa Arab tersebut diganti ke dalam bahasa Indonesia maka akan membuat diskripsi cerita terasa membosankan dan tidak menarik.
(10) “Bismillaahirrahmaanirrahiim.” Kata Ayyas mengambil satu cangkir dan menyeruputnya pelan. (BC: 245)
(11) “Indakum mandi?”
Pelayan Arab itu kaget, “ Ei Enta bitakallim ‘arabi?”
commit to user
“Na’ama ana atakallam ‘arabi. Na’am ya akhi, ‘indakum mandi?”
“Na’am indana.” (BC: 278)
(12) “Subhanallah! Tuhan yang kau sebut. Jadi hati kecilmu dan nuranimu yang paling dalam percaya kepada Tuhan, tersambung dengan Tuhan.
Bagaimana mungkin kau tetap keras kepala mengingkarinya. Apa itu tidak berarti hati dan akal pikiranmu telah mati?” (BC: 296)
Pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Arab pada data (10) bismillaahirrahmaanirrahiim di atas artinya adalah menyebut nama
Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, biasanya kalimat tersebut diucapkan ketika hendak memulai sesuatu. Data (11) indakum mandi artinya apakah kalian punya mandi yaitu sejenis masakan daging kambing dari Yaman, Ei Enta bitakallim ‘arabi artinya kamu bisa berbicara bahasa Arab, Na’ama ana atakallam ‘arabi. Na’am ya akhi, ‘indakum mandi
berarti ya saya bisa berbicara dengan bahasa Arab, saudaraku kamu punya mandi (masakan daging kambing dari Yaman), Na’am indana artinya iya kami punya. Data (12) subhanallah artinya Maha Suci Allah.
Pemakaian kosakata bahasa Arab pada data-data di atas semakin memperindah deskripsi cerita.
(13) Ayyas menengok ke arah belakangnya, seketika ia terperanjat kaget bukan kepalang. “Astaghfirullahal’adzim!” Seru Ayyas. (BC: 368) (14) Ia langsung menguatkan azam dan berjanji akan melibas habis nafsu
yang hendak melemahkan jiwanya dan menyeretnya ke jurang kebinasaan. (BC: 325)
(15) Manusia tidak boleh mengisi perutnya kecuali dengan yang halal.
Manusia harus mengerjakan shalat, puasa, membayar zakat, shadaqah dan itu bukan suatu keinginan. Tapi kewajiban dan tuntutan yang diajarkan agama. (BC: 337)
Pemanfaatan kosakata dalam bahasa Arab pada data (13) astaghfirullahal’adzim di atas artinya memohon ampun kepada Allah, data (14) azam yang berarti niat atau tekad yang kuat, dan data (15) shadaqah yang artinya memberikan sedekah dengan tulus ikhlas. Pemakaian kosakata bahasa Arab pada deskripsi kalimat tersebut memiliki nilai estetik tersendiri dan dapat menarik perhatian para pembaca.
commit to user
(16) Beliau juga menjelaskan, harta yang diinfakkan untuk jihad fi sabilillah, harta yang digunakan untuk memerdekakan budak, harta yang diberikan pada fakir miskin dan harta yang dibelanjakan untuk keluarga, di antara semua itu, maka yang paling besar keutamaannya adalah harta yang dibelanjakan untuk keluarga. (BC: 338)
(17) Ini ambillah uang ini. Dan biarkan aku meninggalkan tempat ini sebelum Allah murka dan mencabut nyawaku dalam keadaan syu’ul khatimah. (BC: 497)
(18) “Justru aku akan sangat menyesal kalau tidak memenuhi ajakanmu untuk menikah. Percayalah, Yelena yang jahiliyyah telah binasa, dan kini yang menjadi istrimu adalah Yelena yang lain. Yelena yang siap mati-matian menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.”
(BC: 508)
Pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Arab pada data (16) jihad fi sabilillah di atas artinya adalah berperang di jalan Allah, data (17) syu’ul khatimah yang berarti meninggal dalam keadaan hina atau berdosa, dan data (18) jahiliyyah yang artinya kegelapan atau kebodohan. Penggunaan kosakata bahasa Arab tersebut menjadikan deskripsi cerita semakin indah dan memiliki nilai makna yang lebih berbobot. Pemanfaatan kosakata bahasa Arab yang lainnya juga dapat dilihat pada data-data berikut ini.
(19) Hidup di bumi cinta yang meninggikan panji-panji kalimat tauhid Laa ilaaha illallah! Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan mewakafkan diri ini untuk berjuang di jalan Allah, sebagai tebusan dosa-dosa yang aku lakukan sebelum ini. (BC: 535)
(20) Ayyas langsung terisak-isak. Jika Sofia benar-benar mati, alangkah sedih dirinya. Alangkah menyesal dirinya tidak langsung menjawab tawaran Sofia. Dan alangkah bahagianya Sofia. Ia meninggal dalam keadaan mulia husnul khatimah. (BC: 544)
Pemakaian kosakata bahasa Arab pada data-data di atas menggambarkan keunikan pengarang dalam mendeskripsikan cerita. Kata Laa ilaaha illallah pada data (19) artinya adalah tiada Tuhan selain Allah, dan data (20) husnul khatimah berarti meninggal dalam keadaan yang mulia. Pemanfaatan bahasa Arab tersebut semakin menambah kekhasan dan kekhususan kosakata yang digunakan oleh pengarang dan menjadi ciri khas gaya kepenulisannya.
commit to user