HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Keunikan Pemilihan atau Pemakaian Kosakata dan Idiom Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy
4. Pemilihan dan Pemakaian Kosakata Bahasa Jawa
Pemanfaatan kosakata bahasa Jawa dalam novel Bumi Cinta ditampilkan secara spontan oleh pengarang dan hal tersebut juga tidak terlepas dari faktor sosial budaya dari pengarang yang bersangkutan.
Keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Jawa dalam kalimat dapat dilihat pada kutipan-kutipan berikut ini.
(1) “Yas, kamu membuat aku pangkling. Sudah sembilan tahun kita tidak bertemu. Kamu sekarang jauh lebih gagah dan lebih ganteng dari Ayyas saat SMP dulu.” Kata pemuda berkaca mata. (BC: 11)
(2) “Ah Devid…Devid, caramu bicara kok tidak berubah, segar dan masih suka guyon. Lha kamu sendiri ini tambah gemuk dan putih. Apa karena suka makan daging beruang putih selama kuliah di sini?”
(BC: 11)
(3) “Sungguh. Dulu kamu itu paling kecil dan paling krempeng di kelas.
Sekarang jadi tinggi dan lumayan gagah. Tidak menyangka. Apa karena kamu sering makan daging unta waktu kuliah di Arab sana?”
(BC: 11)
Data di atas memperlihatkan bahwa pemanfaatan kosakata bahasa Jawa membuat penggambaran deskripsi cerita menjadi menarik dan lebih jelas. Kata pangkling pada data (1) berarti tidak ingat lagi atau lupa akan
wajahnya, data (2) guyon yang artinya suka bercanda, dan data (3) krempeng artinya adalah badan yang sangat kurus. Pemakaian kosakata
bahasa Jawa juga dapat dilihat pada data-data berikut ini.
(4) “Orang ini memang edan Dev!” Sengit Ayyas. (BC: 27)
(5) “Apa Dev? Kau jangan main-main denganku! Aku masih waras Dev!
Aku tidak mungkin bisa hidup bebas seperti kamu!” (BC: 31)
(6) Ratusan dolar gampang didapat hanya dengan kerja beberapa jam saja. Ada banyak perempuan Rusia yang sedang antri untuk sukses bekerja seperti dirinya dan teman-temannya. (BC: 45)
Pemanfaatan kosakata bahasa Jawa pada data (4) edan di atas artinya gila atau terganggu pikirannya, data (5) waras yang berarti tidak gila atau masih punya akal sehat, dan data (6) gampang yang artinya mudah. Jika pemakaian kosakata bahasa Jawa tersebut diganti ke dalam bahasa
commit to user
Indonesia tentunya pelukisan cerita akan terasa hambar dan kurang menarik perhatian pembacanya.
(7) Sekilas melihat senyum Yelena hati Ayyas kembali berdesir. Kali ini desirannya lebih keras ketimbang tadi saat bertatap muka dengan Yelena kala membuka pintu. (BC: 52)
(8) Bangunan tua di sana yang telah menjadi cagar budaya hampir setiap hari digenangi air rob yang hitam dengan bau menyengat. Gentengnya banyak yang ambrol, catnya sudah mengelupas di sana sini. Apa menariknya? (BC: 64)
(9) Perempuan tua itu memiliki dedeg dan gestur tubuh yang mirip dengan Mbok Jum. Pendek dan gemuk. Sifatnya hampir sama, ramah dan murah hati. Ia bahkan merasa banyak belajar keikhlasan dan ketulusan dengan Mbok Jum. Saking ikhlasnya Mbok Jum lebih rela rugi daripada membuat orang lain tidak nyaman hatinya. (BC: 74-75)
Pada data (7-9) di atas terdapat kata bahasa Jawa yang penggunaannya masuk ke dalam kalimat bahasa Indonesia. Kata ketimbang pada data (7) di atas artinya dibandingkan, data (8) ambrol yang berarti runtuh atau roboh, data (9) dedeg yang artinya tinggi badan, Mbok yang berarti panggilan untuk ibu, dan saking yang berarti terlalu.
Penggunaan kosakata bahasa Jawa pada deskripsi kalimat tersebut akan menimbulkan daya pikat dan menimbulkan kesan yang estetis.
(10) Saat itu ia diminta Pak Kiai Lukman membeli empat bungkus nasi sambal tumpang lengkap dengan tempe gembus gorengnya. Katanya untuk suguhan istimewa seorang teman lama Pak Kiai dari Surabaya, yang kalau ke Pesantren Kajoran pasti nasi sambal tumpang yang ditanya. (BC: 75)
(11) “Lho pripun tho Pak, uang Sampeyan kan lima ribu. Harga dua bungkus nasi sambal tumpang empat ribu. Ya kembaliannya seribu.”
Mbok Jum menjelaskan dengan tenang. (BC: 75)
(12) Ia langsung menyarangkan pukulan ke rahang Ayyas. Ia ingin menghajar Ayyas sejadi-jadinya. Tapi ia terlalu menganggap enteng Ayyas. (BC: 116)
Pemakaian kosakata bahasa Jawa pada data di atas digunakan secara spontan oleh pengarang dalam mendeskripsikan cerita. Kata suguhan pada data (10) artinya adalah hidangan untuk tamu, data (11) lho pripun tho artinya adalah bagaimana, dan data (12) enteng yang artinya ringan.
commit to user
Pemanfaatan kosakata bahasa Jawa tersebut memperlihatkan kelihaian pengarang mengkombinasikan bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia dalam deskripsi cerita tanpa mengurangi maknanya.
(13) O masya Allah, dunia ini memang benar-benar sempit. Istri Kiai Yunan itu keponakan saya. Jadi kita ini sedulur ya, meskipun jauh.”
(BC: 141)
(14) “Ya. Ada hal lain yang perlu bantuan saya lagi?” Tanya Anastasia separo basa-basi, separo mengulur-ulur pembicaraan. (BC: 150) (15) Ia bisa rukuk dan sujud tanpa diancam dan diintimidasi. Ia bisa
mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dengan nyaman, dan di luar salju turun kembali ke bumi menjalankan titah Tuhan (BC: 161)
Pada data (13-15) di atas terdapat kata bahasa Jawa sedulur, separo, dan titah yang penggunaannya masuk ke dalam kalimat bahasa Indonesia.
Kata sedulur pada data (13) di atas artinya saudara, data (14) separo yang berarti setengah atau sebagian, dan data (15) titah yang artinya sebuah perintah. Penggunaan kosakata bahasa Jawa tersebut menjadikan deskripsi cerita lebih indah dan memiliki nilai makna yang lebih berbobot.
(16) Lelaki itu tidak memedulikannya samasekali, kedua matanya terpaku pada koran Pravda yang ia jembreng. Metro berjalan dengan kecepatan sedang. (BC: 168)
(17) Ia kembali teringat nasihat Kiai Lukman saat masih di pesantren dulu,
“Eling-elingo yo Ngger, endahe wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan satrio agung!” (BC: 280)
(18) Agar sungai tidak mengamuk dan tetap memberikan berkah lalu disucikannya. Dianggap mempunyai kekuatan raksasa yang gaib. Lalu diberi sesaji, dihormati, dituhankan. (BC: 313)
Pemilihan kosakata bahasa Jawa di dalam uraian cerita tersebut selain memikat pembaca tentunya juga berfungsi untuk memperindah kalimat. Kata jembreng pada data (16) di atas artinya adalah dibentangkan atau dibuka dengan lebar, data (17) eling-elingo yo Ngger, endahe wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan satrio agung artinya adalah ingatlah Nak, kecantikan wanita itu yang menjadi sebab para santri dan satria agung batal bertapanya. Sedangkan data (18) sesaji artinya
commit to user
adalah benda yang digunakan untuk pemujaan. Pemakaian kosakata bahasa Jawa juga dapat dilihat pada data-data berikut ini.
(19) Pagi harinya Moskwa geger oleh berita yang terjadi karena konferensi pers yang diadakan oleh KBRI. Banyak koran dan media cetak yang mengutuk pemberitaan tidak benar yang dilakukan oleh stasiun televisi yang menuduh Ayyas melakukan pemboman. (BC: 455) (20) Yang lebih membuat Ayyas semakin krasan tinggal di Moskwa, kini
Ayyas merasa menemukan sesuatu yang membahagiakan hatinya.
(BC: 475)
(21) Devid menceritakan apa yang dialaminya dengan airmata berderai.
Ayyas sangat mendukung jika Devid menikahi Aminet Sadulayena.
Imam Hasan pasti tidak sembrono menawarkan adiknya kepada Devid. (BC: 487)
Pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Jawa pada data-data tersebut mencerminkan suasana akrab dan penggambaran situasi menjadi lebih jelas. Pemanfaatan kosakata bahasa Jawa pada data (19) geger di atas artinya adalah kekacauan atau huru-hara, data (20) krasan yang berarti betah atau senang, dan data (21) sembrono yang artinya ceroboh.
Kepandaian pengarang menempatkan kosakata bahasa Jawa dalam deskripsi cerita membuat pelukisan tokoh maupun cerita menjadi lebih indah dan memiliki makna yang lebih berbobot.
Keunikan dan kekhasan pemanfaatan kosakata pada novel Bumi Cinta di atas menggambarkan kelihaian Habiburrahman El Shirazy dalam mengkombinasikan antara bahasa Indonesia dengan kosakata bahasa Rusia, bahasa Inggris, bahasa Arab, maupun bahasa Jawa sehingga
membuat pelukisan deskripsi cerita menjadi semakin indah dan lebih menarik. Keunikan pemilihan kosakata tersebut dilatarbelakangi
oleh faktor sosiokultural dan juga faktor pendidikan penulis yang bersangkutan dalam mewujudkan berbagai macam kosakata unik yang menjadi ciri khas gaya kepenulisannya. Keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata tersebut membuat deskripsi cerita dalam novel Bumi Cinta menjadi tidak monoton dan mampu menimbulkan daya pikat tersendiri pada diri pembaca.
commit to user 5. Pemanfaatan Idiom
Idiom merupakan kelompok kata yang mempunyai makna khas dan tidak sama dengan makna kata per katanya. Jadi idiom mempunyai kekhasan atau keunikan dalam bentuk dan makna di dalam kebahasaan yang tidak dapat diterjemahkan secara harfiah. Adapun penggunaan idiom dalam novel Bumi Cinta dapat dilihat pada data-data berikut ini.
1) Seorang lelaki setengah baya, yang punggungnya sedikit bongkok berwajah khas Rusia, dengan hidung mancung sedikit bengkok ke kiri memandangi orang-orang yang keluar bandara dengan wajah dingin (BC: 10).
Kalimat di atas menggunakan idiom “wajah dingin” yang berarti terkesan tidak ramah. Jika dalam deskripsi cerita ditulis apa adanya oleh pengarang sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan menimbulkan kesan estetis.
2) “Bahagiakah kau dengan cara hidup seperti ini? Bahagiakah kau dengan banyaknya ribuan dolar yang kau dapat dari para hidung belang itu?” (BC: 44).
Kalimat di atas menggunakan idiom “hidung belang” yang artinya seorang lelaki yang gemar mempermainkan perempuan, dan jika langsung dituangkan apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka akan membuat deskripsi cerita tidak menarik.
3) Dan sejarah menulis keagungan Umar bin Khattab saat memasuki Yerusalem dengan tinta emas yang terus berkilauan (BC: 73).
Kalimat di atas menggunakan idiom “tinta emas” yang artinya suatu prestasi atau kemuliaan yang luar biasa. Apabila dalam deskripsi cerita di atas langsung dituangkan apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan menimbulkan kesan yang estetis.
4) Seketika Ayyas naik pitam, ia tidak terima nama kiainya dibawa-bawa dan dituding yang bukan-bukan (BC: 76).
Kalimat di atas menggunakan idiom “naik pitam” yang berarti marah, jika langsung dituangkan dalam kalimat maka akan membuat
commit to user
deskripsi cerita tidak akan menarik. Jadi dapat dikatakan bahwa penggunaan idiom pada deskripsi cerita tersebut dapat menambah makna dan nilai keindahan cerita.
5) Ia bukan jenis manusia yang tinggi hati untuk belajar kepada yang muda, bahkan kepada yang lebih muda darinya ia pun siap (BC: 97).
Kalimat di atas menggunakan idiom “tinggi hati” yang berarti angkuh, apabila langsung dituangkan dalam kalimat maka akan membuat deskripsi cerita menjadi tidak menarik dan tidak akan menimbulkan kesan yang estetis.
6) “Kalau tidak ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal, para penjahat itu bisa semakin merajalela, mereka bisa semakin besar kepala dan semakin menjadi-jadi kezalimannya” (BC: 243).
Kalimat di atas menggunakan idiom “besar kepala” yang berarti sombong. Jika dalam deskripsi cerita ditulis apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan menimbulkan kesan estetis dan tidak akan membuat pembaca tertarik.
7) Setelah itu anak buah Ben Solomon akan menampakkan diri kepada pihak keamanan di dekat apartemen di mana Ayyas menginap, sehingga pihak keamanan akan dengan sangat mudah menarik benang merah (BC: 263).
Kalimat di atas menggunakan idiom “benang merah” yang artinya sebuah kesimpulan atau pertalian antara suatu peristiwa dengan bagian yang lainnya. Apabila dalam deskripsi cerita langsung ditulis apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan menimbulkan kesan yang estetis.
8) Dia seorang perempuan tangan besi yang jelita. Dia memiliki kekuatan yang tak bisa diremehkan (BC: 284).
Kalimat di atas menggunakan idiom “tangan besi” yang artinya memiliki kekuasaan atau kekuatan yang besar. Jika dalam deskripsi cerita langsung ditulis apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan membuat pembaca merasa tertarik.
commit to user
9) Ia sangat sayang kepada Sergei karena Sergei adalah tangan kanan sekaligus calon adik iparnya (BC: 287).
Kalimat di atas menggunakan idiom “tangan kanan” yang berarti orang kepercayaan, dan apabila langsung dituangkan dalam kalimat sesuai dengan artinya tersebut maka akan membuat deskripsi cerita tidak akan menarik.
10) Pada saat polisi Rusia menggeledah kamar Ayyas dan menemukan tas itu, Ayyas sendiri akan terdiam seribu bahasa, ia tidak akan bisa membantahnya ketika ada bukunya yang juga didapati ada di dalam tas itu (BC: 359).
Kalimat di atas menggunakan idiom “diam seribu bahasa” yang berarti tidak bisa berkata apa-apa. Penggunaan idiom pada deskripsi cerita tersebut semakin menambah nilai makna dan nilai keindahan yang ada dalam cerita.
11) Sebenarnya ia juga tidak ingin menyampaikan kalimat-kalimat itu kepada Doktor Anastasia. Sebab ia yakin Doktor Anastasia yang kutu buku itu pasti sudah banyak membaca tentang ajaran Islam (BC: 449).
Kalimat di atas menggunakan idiom “kutu buku” yang artinya adalah seseorang yang suka membaca buku. Apabila dalam deskripsi cerita langsung ditulis apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan membuat pembaca merasa tertarik.
12) Lewat siaran televisi ia tahu, Metropole hotel telah dibom, dan seperti skenario yang disepakati para agen zionis, Ayyaslah yang akan dijadikan kambing hitam (BC: 460).
Kalimat di atas menggunakan idiom “kambing hitam” yang berarti seseorang yang dipersalahkan dalam suatu peristiwa. Jika dalam deskripsi cerita ditulis apa adanya sesuai dengan artinya tersebut maka tidak akan menimbulkan kesan yang estetis dan tidak akan membuat pembaca merasa tertarik.
commit to user
C. Analisis Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Bumi Cinta Karya