• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN 1.3. LATAR BELAKANG

Dalam dokumen KURIKULUM S1 PROGRAM STUDI TEKNIK NUKLIR (Halaman 57-84)

1.1.1. Latar belakang historis

Menyadari bahwa tersedianya tenaga kerja yang cukup lagi trampil merupakan salah satu persyaratan pokok bagi terwujudnya program nuklir nasional, maka antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) – yang kini berubah nama menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) – telah terjalin Kerjasama Induk pada tanggal 5 Desember 1974 yang kemudian diperpanjang pada tanggal 22 Februari 1978. Pendidikan Teknik Nuklir merupakan salah satu perwujudan dari Kerjasama Induk tersebut. Pendidikan Teknik Nuklir di Indonesia untuk tingkat Sarjana hanya dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, sehingga peran Universitas Gadjah Mada dalam rangka kepentingan nasional untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang iptek nuklir sangat besar. 1.1.2. Prospek pengembangan teknologi nuklir di Indonesia

Salah satu isu penting yang terkait dengan penyusunan kurikulum adalah adanya Blue print pengelolaan energi tahun 2005-2025, di mana PLTN akan dikomersialisasi pada tahun 2016. Pada saat ini, aplikasi iptek nuklir di luar bidang energi juga berkembang, diantaranya di bidang kedokteran nuklir, sistem ukur berbasis teknologi nuklir, dan bidang pengawasan pemakaian teknologi nuklir. Melihat prospek ke depan di bidang energi nuklir ini, bisa disimpulkan bahwa program studi Teknik Nuklir ini masih sangat prospektif dan penting bagi keberlanjutan bangsa dan negara. Apalagi dalam rangka program diversifikasi energi dan menerapkan harga energi sesuai dengan keekonomiannya.

Teknologi nuklir di Indonesia dikembangkan dalam enam pilar pengembangan sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 1. Keenam pilar tersebut adalah : (1) teknologi aplikasi radioisotop dan radiasi, (2) produksi

isotop dan senyawa bertanda, (3) pengelolaan limbah radioaktif, (4) pengembangan dan produksi instrumentasi dan peralatan ionik, (5) bahan bakar nuklir, dan (6) teknologi reaktor nuklir. Hal tersebut mendasari

ener dan demi khus Ke 1.1.3 dunia sumb upay mend seca pemb kepa kese aspe gi nuklir, d sistem ikian dihar usnya di in eterangan : AIRT PILC RWM NDIDP Nuc. Fuel NR Tech Gambar 1 3. Prospek Dengan a, serta s ber daya e ya untuk desak untu Teknolog ra teknolo bangkit lis ada penyem lamatan se Mengacu k keselama diubah bero nuklir non rapkan lulu nstitusi pen :Applic :Produc :Radioa :Nucleo :Nuclea 1. Enam Pil k pengemba semakin m semakin te energi fosi pengemban k dilakukan gi nuklir me ogi maupu strik atau mpurnaan. erta kehand u pada pen atan menj orientasi p n pembang usan lebih ngguna zat cation of Isoto ction of Isoto active Waste onic Device & ar Fuel : Nuclear Re lar Kebijaka angan ener menipisnya erasanya d l yaitu da ngan siste n. erupakan t un secara PLTN tel Dalam perk dalan merup ngalaman adi hal ya ada sistem gkitan pad bisa bera radioaktif.

ope and Radi opes and Labe

Management & Instrumenta eactor Techn an Perkemb rgi nuklir s cadangan dampak lin mpak pem m energi teknologi en a ekonomi lah menga kembangan pakan hal m operasi re ang sangat m pembangk da kurikul adaptasi d ation Techno el Compounds t ation Develop ology bangan Tek secara umu sumberda ngkungan a manasan glo alternatif nergi yang . Teknolo alami perk n teknologi menjadi pe aktor nukl penting u kitan ener um 2006. engan dun ology s pment and Pr knologi Nuk um di dunia aya energi akibat pen obal, maka menjadi telah terb ogi reakto kembangan daya nukl erhatian pen lir di duni untuk diper 80 rgi nuklir Dengan nia kerja roduction klir a fosil di nggunaan a upaya-semakin ukti baik or nuklir menuju ir, aspek nting. a, maka rhatikan.

81 Pengembangan reaktor nuklir pada masa mendatang akan sangat menekankan aspek keselamatan ini selain aspek teknoekonominya. Untuk itu masalah keselamatan menjadi nilai penting dalam pendidikan teknik nuklir. Nilai keselamatan diberikan dalam berbagai mata kuliah. Pada kurikulum tahun 2011, ditunjukkan mata kuliah yang mengandung nilai keselamatan.

Untuk mengatasi problema limbah nuklir dan keterbatasan ketersediaan bahan bakar nuklir, maka dewasa ini terdapat trend untuk mengembangkan konsep-konsep reaktor nuklir generasi maju. Reaktor generasi maju tersebut dapat mempergunakan limbah bahan bakar bekas reaktor nuklir sekarang serta torium dengan menggunakan konsep pembiakan. Untuk itu, kurikulum Program Studi Teknik Nuklir dilengkapi dengan mata kuliah yang memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan konsep-konsep reaktor nuklir generasi baru.

Di samping untuk aplikasi energi, teknologi nuklir juga diaplikasikan untuk berbagai penggunaan non energi misalnya untuk bidang pertanian, kesehatan, industri, hidrologi, lingkungan, pertambangan dan sebagainya. Sebagian besar aplikasi ini berdasarkan pada penggunaan radioisotop. Perkembangan teknologi nuklir dalam bidang ini cukup pesat sehingga kebutuhan penggunaan radioisotop juga akan meningkat pesat.

Penggunaan radioisitop yang semakin meningkat akan meningkatkan kebutuhan untuk mengembangkan reaktor nuklir riset non daya untuk produksi isotop. Aplikasi reaktor riset lainnya adalah radiografi neutron untuk berbagai jenis aplikasi. Dengan demikian, inovasi-inovasi baru untuk reaktor nuklir riset memiliki prospek yang cukup bagus. Di Indonesia pada saat ini, kebutuhan sarjana di bidang teknologi nuklir di bidang ini masih berkembang sesuai dengan perkembangan aplikasi teknologi nuklir di industri.

Pada kurikulum tahun 2006, terdapat dua peminatan yaitu Teknologi Reaktor Nuklir dan Teknologi Proses Nuklir. Pada kurikulum tahun 2011, peminatannya menjadi Teknologi Energi Nuklir dan Fisika Medik.

Peminatan Teknologi Energi Nuklir merupakan gabungan dari Peminatan Teknologi Reaktor Nuklir dan Teknologi Proses Nuklir yang terdapat pada kurikulum 2006. Penggabungan ini didasarkan pertimbangan

82 bahwa Teknologi Nuklir meliputi proses-proses depan (front end), aplikasi reaktor nuklir dan proses belakang (back end).

Proses front end meliputi penambangan material bahan bakar nuklir

(uranium dan torium), pengolahannya serta fabrikasi hingga menjadi bahan bakar siap pakai. Proses back end meliputi proses pengelolaan dan pengolahan bahan bakar bekas dan limbah radioaktit termasuk pemrosesan ulang dan penyimpanannya. Kedua proses ini pada kurikulum tahun 2006 dipelajari lebih dalam pada penekanan minat Teknologi Proses Nuklir.

Sementara itu aplikasi reaktor nuklir berkaitan dengan perancangan dan pengoperasian reaktor nuklir dan fenomena-fenomena yang berkaitan. Pada kurikulum 2006, hal ini dipelajari secara lebih mendalam pada peminatan Teknologi Reaktor Nuklir.

Untuk tingkat S-1, kemampuan pemahaman secara menyeluruh dengan kedalaman yang cukup berdasarkan dasar-dasar pengetahuan keteknikan yang kuat merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, mahasiswa yang mendalami tentang teknologi energi nuklir diharapkan mampu memahami keseluruhan proses dari front end, aplikasi reaktor nuklir dan back end. Hal ini yang menjadikan pertimbangan pengabungan peminatan Teknologi Proses Nuklir dan Teknologi Reaktor Nuklir.

Pertimbangan lain adalah dalam inovasi teknologi energi nuklir pada masa depan yaitu berupa pengembangan reaktor maju baik untuk pembangkitan energi maupun produksi radioisotop, pengetahuan tentang fenomena reaktor nuklir serta proses penyiapan bahan bakar dan penanganan limbah nuklir harus dipahami secara integral.

Mata kuliah jenjang S-1 yang bermuatan sangat spesifik yang mengarah kepada aplikasi tertentu dari reaktor nuklir atau proses tertentu dalam pengolahan bahan bakar dan limbah nuklir akan diakomodasi sebagai mata kuliah pilihan. Mata kuliah pilihan ini akan dianjurkan untuk diambil oleh mahasiswa sesuai dengan rencana Tugas Akhir yang akan diambil.

Peningkatan tingkat kedalaman serta pengetahuan lebih spesifik dan mendetail yang berkaitan aspek-aspek tertentu dalam pengembangan teknologi nuklir akan dilaksanakan pada jenjang S-2.

83 I.1.4. Pertimbangan prospek lulusan

Hal penting lainnya yang menjadi pertimbangan penting adalah berkaitan dengan perkembangan teknologi nuklir di Indonesia dan dunia yang berkaitan dengan prospek lapangan kerja bagi lulusan.

Dalam aspek aplikasi nuklir untuk energi atau pembangkitan listrik (reaktor daya nuklir), kondisi Indonesia dan dunia menjadi salah satu pertimbangan. Untuk Indonesia, teknologi energi nuklir menjadi pertimbangan untuk dikembangkan. Sementara itu, secara internasional terjadi perkembangan terutama di negara-negara Asia (terutama untuk kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah). Sekalipun demikian kasus Fukushima di Jepang berimbas pada perlambatan perkembangan reaktor daya nuklir.

Sementara itu, negara-negara Asia yang sedang memulai pengembangan teknologi nuklir (terutama untuk kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah) pada umumnya belum memiliki sumber daya manusia di bidang nuklir yang cukup. Dengan demikian, untuk aspek aplikasi energi, pangsa pasar lulusan sekarang ini akan lebih banyak bersifat internasional.

Pengembangan reaktor daya nuklir untuk masa mendatang menekankan pada peningkatan penggunaan bahan bakar, pengurangan produksi limbah, peningkatan aspek keselamatan serta pengurangan biaya pembangkitan daya. Hal ini merupakan peluang bagi lulusan yang ingin melakukan studi lanjut.

Dalam bidang produksi radioisotop, permintaan radioisotop untuk berbagai bidang meningkat sangat cepat baik di Indonesia maupun secara internasional. Produksi radioisotop dapat dilakukan secara paling efisien dengan menggunakan reaktor nuklir yang dirancang khusus untuk produksi isotop (yang selanjutnya disebut sebagai reaktor produksi isotop). Kebanyakan reaktor produksi isotop di dunia ini sudah tua sehingga kemampuan produksinya menjadi kurang mencukupi.

Hal ini berarti dalam waktu dekat, akan terjadi peningkatan permintaan pengembangan dan pembangunan reaktor produksi isotop secara significan baik di Indonesia maupun dunia. Hal ini merupakan peluang besar bagi lulusan Program Studi Teknik Nuklir. Terlebih lagi aplikasi teknologi

84 nuklir dalam bidang lainnya seperti kesehatan, pertanian, geologi dan sebagainya diperkirakan meningkat pada masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan hasil tracer studi, tidak dipungkiri bahwa lulusan Program Studi Teknik Nuklir banyak yang berhasil bekerja pada bidang yang tidak berhubungan langsung dengan teknik nuklir. Sebagai contoh, Pertamina, PLN, Aqua Danone, Alstom. Hal ini karena ilmu-ilmu teknik nuklir dapat diaplikasikan dalam bidang lain. Nilai lebih dari keilmuan teknik nuklir yang berpotensi untuk diaplikasikan pada bidang lain adalah konsep-konsep pemahaman sistemik dan aspek-aspek keselamatan serta kemampuan komputasi dan simulasi numerik.

Untuk itu, kurikulum dirancang bersifat adaptif. Dalam hal ini, muatan-muatan ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu dasar keteknikan diperkuat. Dengan penguatan ini, lulusan akan memperoleh kemudahan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu tersebut untuk bidang-bidang aplikasi lain yang tidak secara langsung berkaitan dengan keilmuan teknik nuklir.

I.1.5. Latar Belakang Konsentrasi/peminatan Fisika Medik

Peraturan Pemerintah no. 33 tahun 2007 mengatur tentang Keselamatan dan Kesehatan terhadap Pemanfaatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif. Dalam peraturan tersebut pada Bab I pasal 1 ayat 14 diatur tentang paparan medik. Paparan Medik adalah paparan yang diterima oleh pasien sebagai bagian dari diagnosis atau pengobatan medik, dan orang lain sebagai sukarelawan yang membantu pasien. Kegiatan medik harus memperhatikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan pasien. Optimisasi pengobatan medik dengan radiasi dicapai dengan ketepatan pemberian dosis pada target, dan melindungi sebaik mungkin jaringan yang sehat. Keselamatan radiasi pada pasien memerlukan peralatan dan prosedur yang standar, kendali mutu, dan personil yang berkualifikasi dan memiliki kompetensi. Untuk itu diperlukan tenaga fisika medis. Setiap rumah sakit yang memanfaatkan radiasi nuklir wajib memiliki tenaga fisika medis.

Profesi Fisika Medik telah ditetapkan sebagai salah satu tenaga kesehatan sesuai dengan SK Menkes No. 048/Menkes/SK/I/2007 tentang Penetapan Tenaga Fisika Medik sebagai Tenaga Kesehatan. Tenaga Fisika

85 Medik bertanggung jawab terutama pada hal yang berkaitan dengan Fisika Radiasi untuk Medik.

Keputusan Kepala badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) No. 21/ka-BAPETEN/XII-02 tentang Program Jaminan Kualitas Instalasi Radiologi BAB V. ORGANISASI, pasal 10 ayat 1 disebutkan untuk menjamin kualitas, setiap pekerjaan di bidang radioterapi harus dilakukan oleh tenaga-tenaga yang cakap, sekurang-kurangnya terdiri atas:

m. dokter spesialis onkologi radiasi. n. Ahli fisika medis

o. Ahli radiografi terapi. p. Petugas dosimetri

q. PPR bidang kesehatan, dan r. Perawat kesehatan.

Kompetensi fisika medis yang terutama berkaitan dengan fisika radiasi berkaitan erat dengan kompetensi sarjana teknik nuklir. Keterkaitan antara fisika medis dan teknik nuklir lebih lanjut diuraikan usulan kurikulum konsentrasi/peminatan fisika medis dalam Program Studi Teknik Nuklir yang ada pada lampiran.

Jurusan Teknik Fisika yang di dalamnya terdapat Program Studi Teknik Nuklir telah bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI melaksanakan program alih jalur D3 Ahli Penata Roentgen – S1 Teknik Nuklir dengan penekanan minat Teknologi Fisika Medis mulai tahun akademik 1998/1999.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga fisika medis yang mempunyai dasar fisika radiasi yang kuat, Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UGM dan Unit Radiologi RSUP Dr. Sardjito (MoU FT – FK dan MoU FT – RSUP Dr. Sardjito sedang dalam proses) menyelenggarakan pendidikan S1 Fisika Medik sebagai konsentrasi/peminatan dari Program Studi Teknik Nuklir. Konsentrasi Fisika Medik dalam Program Studi Teknik Nuklir telah dipresentasikan pada rapat pleno Senat Fakultas Teknik UGM pada tanggal 12 Desember 2010.

86 1.1.5. Dasar pemikiran dalam menyusun kurikulum

Penyelenggaraan kegiatan belajar – mengajar di Program Studi Teknik Nuklir berpedoman pada kurikulum pendidikan tinggi yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya. Kurikulum juga merupakan rambu-rambu untuk menjamin mutu dan kemampuan lulusan sesuai program studi yg ditempuh.

Sejalan dengan Kepmendiknas Nomor 045/U/2002, lulusan Program Studi Teknik Nuklir diharapkan mempunyai kompetensi yang berwawasan luas. Lulusan dituntut memiliki landasan kepribadian, penguasaan ilmu dan ketrampilan, kemampuan berkarya dan mempunyai sikap dan perilaku dalam berkarya yang kuat. Didukung pula dengan Kebijakan Mutu Jurusan Teknik Fisika yang mencirikan lulusannya (1) mandiri, (2) berjiwa wirausaha

berbasis teknologi, (3) mampu bekerjasama dalam tim, dan (4) berbudi pekerti maka perlu memasukkan aspek soft skill selain hard skill pada

kurikulum.

I.1.6. Muatan Beban Studi Universitas

Sesuai dengan SK Rektor No. 581/P/SK/HT/2010 maka kurikulum program studi harus mengakomodasi muatan beban studi Universitas senilai 12 SKS yang meliputi : Ketrampilan Sukses Bekerja (Succes Skill), Pendidikan Agama, Pendidikan Nilai-nilai Pancasila, Pendidikan Kewaarganegaraan, Filsafat dan Penciptaan Ilmu, Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Bahasa Indonesia, Enterpreneurship, Nilai-nilai KeGadjahMadaan, Nilai-nilai KeIndonesiaan dan Keberlanjutan Lingkungan.

Pada kurikulum ini, hal ini telah diakomodasi dalam mata kuliah pengembangan kepribadian. Mata kuliah tersebut adalah Pendidikan Agama (2 SKS), Pendidikan Pancasila (2 SKS), Pendidikan Kewarganegaraan (2 SKS), Filsafat dan Penciptaan IPTEK (2 SKS), KKN-PPM (3 SKS).

Sementara itu nilai Keberlanjutan Lingkungan dimasukkan dalam kuliah Pendidikan Pancasila dan KKN-PPM, Nilai KeIndonesiaan telah

87 dimasukkan dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, bajasa Indonesia telah dimasukkan dalam kuliah Metodologi Penelitian, Nilai Sukses Bekerja dan Enterpreneursip dimasukkan dalam mata kuliah Kewirausahaan Berbasis Teknologi (2 SKS).

I.2. VISI & MISI PROGRAM STUDI TEKNIK NUKLIR

Visi dan Misi Program Studi Teknik Nuklir dirumuskan sesuai dengan Visi dan Misi UGM serta Fakultas yang selanjutnya disesuaikan dengan keilmuan Teknik Nuklir.

1.2.1. Visi Program Studi Teknik Nuklir

Menjadikan Program Studi Teknik Nuklir sebagai lembaga unggul yang memenuhi kebutuhan masyarakat akan teknologi nuklir.

1.2.2. Misi Program Studi Teknik Nuklir

9. Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang mampu hidup dan bersaing di dunia kerja internasional, mempunyai kemampuan

Safety Engineering dan Engineering Design dan berwawasan Lingkungan.

10. Menyelenggarakan penelitian dan pemberdayaan untuk masyarakat sehingga menghasilkan temuan atau inovasi teknologi dan layanan produk atau jasa yang berkualitas.

11. Menumbuhkan suasana akademik yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

12. Menjalin kerjasama yang erat dengan masyarakat pengguna (stakeholder) baik di bidang pendidikan, penelitian maupun alih teknologi.

1.4. 3. Tujuan atau Misi Pendidikan Dan Kompetensi Program Studi 1.2.3.1. Tujuan atau Misi Pendidikan Program Studi

Tujuan atau misi pendidikan Program Studi Teknik Nuklir jenjang S-1 adalah menghasilkan lulusan yang diharapkan mempunyai:

88 R. Kemampuan untuk mengembangkan analisis/pengetahuannya sampai ke

taraf desain dasar sistem teknologi nuklir,

S. Kemampuan untuk mengembangkan ilmunya dan adaptif dengan dunia kerja.

T. Kemampuan untuk mengembangkan ilmunya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir tingkat lanjut.

U. Mandiri

V. Berjiwa wirausaha berbasis teknologi. W. Mampu bekerjasama dalam tim, dan X. Berbudi pekerti

1.2.3.2. Kompetensi pendidikan teknik nuklir jenjang S-1

Kompetensi lulusan Program Studi Teknik Nuklir jenjang S-1 diturunkan dari ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology ) dan IEAust (EEDP Curiculum Development for S1 Programs in Indonesia), sebagai berikut :

Kompetensi utama :

ö. (U1) Menguasai pengetahuan dasar matematika, sains dan keteknikan aa. (U2) Menguasai pengetahuan fundamental teknik nuklir

bb. (U3) Meningkatkan integrasi teknik nuklir dengan berbagai disiplin teknik

yang lain

cc. (U4) Berkomunikasi teknis dengan baik gg. (U5) Bekerjasama dalam tim

Kompetensi pendukung :

hh. (P1) Mendesain sistem energi nuklir, dan atau (P2) Menguasai Aplikasi Teknik Nuklir dalam Bidang Fisika Medis.

Kompetensi lain :

ii. (L1) Saling percaya mempercayai jj. (L2) Memiliki jiwa kepemimpinan

hh. (L3) Berbudi pekerti dan beretika profesional ll. (L4) Mandiri

89 nn. (L6) Berpikir kreatif dan menghasilkan karya inovatif

oo. (L7) Berjiwa wirausaha pp. (L8) Belajar sepanjang hidup

90

BAB 2 KURIKULUM 2011

2.1. DASAR PENYUSUNAN KURIKULUM 2011

Kurikulum 2011 Program Studi Teknik Nuklir FT UGM berdasarkan pada :

25. UU No.20 th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

26. Kep Mendiknas No 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar.

27. Kep Mendiknas No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi 28. SK Rektor UGM No 22/P/SK/HT/2006 tentang Panduan Penyusunan

Kurikulum 2006 Program Studi Jenjang Sarjana di UGM 29. Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET)

30. EEDP Curriculum Development for S1 Programs in Indonesia

31. Kurikulum 2006 Program Studi Teknik Nuklir, Jurusan Teknik Fisika, FT UGM

32. SK Rektor No. 581/P/SK/HT/2010

33. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No 1427 /Menkes/SK/ XII / 2006 tentang STANDAR PELAYANAN RADIOTERAPI DI RUMAH SAKIT.

34. Keputusan Kepala badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) No. 21/ka-BAPETEN/XII-02 tentang Program Jaminan Kualitas Instalasi Radiologi 35. Masukan dari para staf pengajar di Jurusan T. Fisika, FT, UGM

36. Masukan dari alumni.

2.2. KONSEP KURIKULUM 2011.

Penyusunan kurikulum 2011, diawali dengan merumuskan profil lulusan program studi Teknik Nuklir (Lampiran 1). Lulusan program studi Teknik Nuklir adalah seorang :

9. Integrator sistem nuklir. 10. Dapat bekerjasama dalam tim

11. Mempunyai jiwa kepemimpinan dan dapat dipimpin 12. Kreatif dan inovatif.

Berdasarkan profil lulusan yang diinginkan, disusun kompetensi utama (U1 s/d U5) , kompetensi pendukung (P1 dan P2), dan kompetensi lain (L1 s/d L8). Kompetensi utama dan kompetensi pendukung dijabarkan

91 dalam matakuliah (content) dan semester, karena sebagian besar berupa

hard skill. Adapun kemampuan soft skill mahasiswa dibangun dalam proses

pembelajaran dan interaksi sivitas akademika dan masyarakat.

Kemampuan hard skill dengan mengacu pada perkembangan teknologi nuklir di Indonesia yang terdiri dari bidang-bidang (sesuai dengan Gambar 1) : (1) teknologi aplikasi radioisotop dan radiasi, (2) produksi

isotop dan senyawa bertanda, (3) pengelolaan limbah radioaktif, (4) pengembangan dan produksi instrumentasi dan peralatan ionik, (5) bahan bakar nuklir, dan (6) teknologi reaktor nuklir.

Di samping itu, kurikulum 2011 juga disesuaikan dengan arah perkembangan teknologi nuklir internasional yaitu inovasi reaktor daya nuklir maju untuk pembangkitan daya listrik dan aplikasi industri secara berkelanjutan serta inovasi reaktor riset nuklir maju.

Dengan demikian diharapkan lulusan lebih bisa beradaptasi dengan dunia kerja khususnya di institusi pengguna zat radioaktif, serta mampu untuk berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi nuklir secara internasional.

Kurikulum 2011 didesain memberikan kejelasan arah minat mahasiswa dengan menyediakan matakuliah pilihan kompetensi untuk

Teknologi Energi Nuklir, dan Fisika Medik. Output minat mahasiswa

direpresentasikan dalam tema tugas akhir. Tema tugas akhir didukung oleh matakuliah pilihan pendukung yang bisa juga diambil di program studi lain.

2.3. KURIKULUM 2011 PROGRAM STUDI TEKNIK NUKLIR S-1. 2.3.1. Struktur Matakuliah.

Jumlah SKS matakuliah Prodi Teknik Nuklir adalah 144 SKS terdiri dari:

a. matakuliah wajib untuk semua mahasiswa (konsentrasi Teknologi Energi Nuklir, dan Fisika Medik) 112 SKS (77,78%)

b. mata kuliah konsentrasi 32 SKS (22,22%) untuk Teknologi Energi Nuklir dan Fisika Medik, masing-masing:

Matakuliah

Konsentrasi/Peminatan

Teknologi Energi Nuklir Fisika Medik

92 Matakuliah pilihan bebas 10

Jumlah 32 32

Struktur mata kuliah pada Program Studi Teknik Nuklir dapat digambarkan dalam bentuk Pohon Keilmuan Program Studi Teknik Nuklir sebagai berikut :

MUATAN UGM ILMU-ILMU DASAR ILMU-ILMU DASAR KETEKNIKAN ILMU-ILMU DASAR TEKNIK-NUKLIR PENEKANAN MINAT TEKNOLOGI ENERGI NUKLIR PENEKANAN MINAT FISIKA MEDIK ILMU-ILMU KEDOKTERAN TERKAIT TUGAS AKHIR BERBAGAI APLIKASI FISIKA MEDIK MEDIK TUGAS AKHIR BERBAGAI APLIKASI TEKNOLOGI NUKLIR 112 SKS (77,78 %) MATA KULIAH PILIHAN 32 SKS (22,22 %) 32 SKS (22,22 %)

93 2.3.2. Komposisi Matakuliah

No .

Kelompok Matakuliah Kurikulum 2011 SKS

1 Matakuliah Umum 1. Pendidikan Agama 2

2. Pendidikan Pancasila 2

3. Pend. Kewarganegaraan 2

4. Falsafah IPTEK 2

5. Bahasa Inggris 2

6. Ekonomi Teknik 2

7. Manajemen Teknik dan

Kewirausahaan

2 14

2 Fisika 1. Fisika Dasar I 3

2. Fisika Dasar II 3

3. Prakt. Fisika 1

4. Fisika Atom & Inti 3 10

3 Matematika 1. Statistika Teknik 2

2. Matematika I 3 3. Matematika II 3 4. Matematika Teknik I 3 5. Matematika Teknik II 2 6 Metode Numerik 3 16

4 Kimia 1. Kimia Dasar 3

2 Prakt. Kimia 1

4

5 Dasar Rekayasa 1 Gambar Teknik 2

2 Prakt. Gambar Teknik 1

3 Termodinamika 3

4 Mekanika Fluida 3

5 Perpindahan Panas & Massa 3

6 Ilmu Bahan Teknik 2

7 Teknik Pengukuran 3

17 6 Kemampuan Komputasi 1. Pemrograman Komputer 2

2. Prakt. Pemrograman Komputer 1

3. Komputasi Nuklir 2 5 7 Elektrikal, Instrumentasi dan Kendali 1. Rangkaian Listrik 2 2. Elektronika 3 3. Elektronika Nuklir 2

4 Praktikum Elektronika Nuklir 1

5 Sinyal dan Sistem 2

6 Kontrol Otomatis 2

7 Sistem Digital 2

8 Praktikum Sistem Digital 1 15 8 Analisis Sistem Teknik

Nuklir 1 Pengantar Teknologi Nuklir

(safety) 3

2 Instrumentasi Nuklir 3 3 Radiokimia (safety) 2

4 Deteksi & Peng. Radiasi (safety) 2

5 Prakt. Deteksi dan Pengukuran

Radiasi (safety) 1

6 Proteksi Radiasi (safety) 3

94 No

. Kelompok Matakuliah Kurikulum 2011 SKS 8 Pengelolaan dan Pengolahan Limbah

Radioaktif (safety) 3 20

9 Kompetensi Teknologi

Energi Nuklir *) 1 2 Dinamika Sistem Analisis Reaktor Nuklir 2 2 3 Dinamika Reaktor Nuklir 2 4 Prakt. Fisika Reaktor 1 5 Prakt. Radiokimia (safety) 1

6 Kimia Radiasi (safety) 2

7 Operasi Unit 3

8 Termohidrolika Pembangkit Daya 2 9 Keselamatan Reaktor Nuklir (safety) 2

10 Pengelolaan dan Pengolahan Bahan Bakar Nuklir (safety) 3

20 10 Kompetensi Fisika Medik *) 1 Anatomi Fisika Medis 2

2 Fisiologi – Histologi Fisika Medis 3

Dalam dokumen KURIKULUM S1 PROGRAM STUDI TEKNIK NUKLIR (Halaman 57-84)