Bagian-bagian pernyataan pendapatan utama Perseroan antara lain: Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil
Pendapatan bunga dan bagi hasil terdiri dari bunga, biaya dan komisi, dan pendapatan dari produk perbankan konvensional dan syariah Perseroan. Pendapatan bunga umumnya dihasilkan dari kredit Perseroan. Perseroan juga menerima pendapatan bunga dari obligasi Pemerintah dan efek, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lainnya, giro di Bank Indonesia dan bank lainnya, dan efek berdasarkan perjanjian membeli kembali. Biaya dan komisi mencakup biaya penyisihan, biaya komitmen, dan biaya dan komisi lainnya yang dibebankan kepada nasabah Perseroan pada saat penyaluran fasilitas kredit baru atau perpanjangan. Pendapatan dari syariah mewakili pendapatan dari istishna, marjin dari murabahah, bonus dan bagi hasil pada mudharabah dan pembiayaan musyarakah dan distribusi laba bersih atas aset produktif kepada nasabah.
Biaya dan Pendapatan Komisi (Sebagai Komponen Total Pendapatan Bunga)
Sejak penerapan PSAK No.55 pada tanggal 1 Januari 2010, seluruh biaya dan pendapatan komisi yang langsung berkaitan dengan kegiatan pembiayaan pada saat ini diakui sebagai kontribusi atau pengurangan biaya peminjaman dan akan secara langsung diakui sebagai pendapatan bunga atas kredit (dan tidak akan terlihat sebagai kontribusi terpisah terhadap pendapatan bunga) melalui amortisasi atas nilai tercatat suatu kredit melalui metode suku bunga efektif. Sebelum penerapan PSAK No.55, biaya dan pendapatan komisi dari transaksi yang bernilai kurang dari Rp50 juta diakui langsung apabila transaksi terjadi dalam komponen terpisah dengan pendapatan bunga. Komisi dan biaya lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan peminjaman tetap diakui terpisah sebagai pendapatan bunga pada tanggal transaksi.
Beban Bunga dan Bonus
Beban bunga dan bonus terdiri dari beban bunga, beban pembiayaan lainnya dan beban bonus.
Beban bunga terdiri dari beban bunga dibayarkan dan beban bunga diakui pada produk dana deposito berjangka, tabungan, deposito berjangka atau deposito dari bank lainnya dan juga beban bunga terhadap efek-efek yang dijual berdasarkan perjanjian membeli kembali, surat-surat berharga yang diterbitkan, pinjaman yang diterima, dan pinjaman subordinasi.
Beban pembiayaan lainnya mencakup biaya komitmen dan biaya lainnya dan komisi yang berkaitan dengan kegiatan pembiayaan Perseroan.
Beban bonus merupakan pembagian bonus terhadap giro dan tabungan wadiah. Pendapatan Operasional Lainnya
Pendapatan operasional lainnya terutama terdiri dari biaya administrasi dan denda deposito dan kredit yang diberikan, keuntungan dari penjualan obligasi Pemerintah bersih, keuntungan dari penjualan efek-efek bersih, keuntungan dari perubahan nilai wajar efek-efek melalui laporan laba rugi-bersih, keuntungan dari perubahan nilai wajar obligasi Pemerintah melalui laporan laba rugi bersih, pendapatan dari penerimaan hapus buku, dan hal-hal lainnya.
Biaya administrasi dan denda terhadap deposito dan kredit yang terkait dengan biaya administrasi untuk pengelolaan rekening nasabah (biaya jasa bulanan dan biaya atas saldo dibawah minimum), biaya transfer dana dan biaya-biaya lainnya dan denda untuk keterlambatan pembayaran kredit yang secara umum sama dengan persentase nilai dari total kredit.
Keuntungan dari penjualan obligasi Pemerintah bersih mencakup keuntungan (rugi bersih) dari transaksi perdagangan obligasi Pemerintah Perseroan. Keuntungan atas efek-efek bersih mencakup keuntungan (rugi bersih) dari transaksi perdagangan efek Perseroan.
Keuntungan dari perubahan nilai wajar efek-efek melalui laporan laba rugi bersih dan keuntungan dari perubahan nilai wajar obligasi Pemerintah melalui laporan laba rugi bersih merefleksikan mark to market obligasi dan obligasi Pemerintah dalam portofolio transaksi perdagangan Perseroan.
Pendapatan dari penerimaan hapus buku mencakup pendapatan dari penyelesaian kredit yang sebelumnya telah dihapusbukukan. Hal-hal lainnya mencakup jasa perbankan, jasa penagihan-payment points dan lainnya. Jasa perbankan mencakup pendapatan dari penyewaan penyimpanan barang (safety deposit box), beban jasa ATM dan pemindahanbukuan. Jasa penagihan-payment points termasuk biaya tetap yang dibayar oleh nasabah untuk penggunaan jasa di kantor cabang. Hal-hal lainnya mencakup biaya jasa dari transaksi sekuritisasi, biaya penerbitan agunan bank, biaya transfer dana antar rekening, biaya penerbitan kartu kredit, dan sejumlah uang yang diterima dari perusahaan asuransi melalui komisi atas penjualan produk asuransi kepada nasabah yang memiliki KPR. (Penyisihan) Pembalikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dan Aset Non-keuangan
Perseroan menyediakan cadangan untuk kerugian atas aset produktif dan aset non-produktif yang mencakup kredit dan pembiayaan/piutang syariah, giro pada bank-bank lain, penempatan di bank-bank lain, efek-efek, properti terbengkalai, dan tagihan swap suku bunga.
(Beban) Pembalikan Estimasi Kerugian terhadap Komitmen dan Kontinjensi
Perseroan mencatat untuk estimasi kerugian terhadap komitmen dan kontinjensi antara lain fasilitas kredit yang belum ditarik dan penerbitan agunan. Sesuai dengan perubahan dalam peraturan Bank Indonesia yang berlaku sejak tanggal 23 Desember 2011, Perseroan tidak lagi diwajibkan untuk menyediakan cadangan untuk transaksi rekening administrasi seperti fasilitas kredit yang belum ditarik untuk kredit konvensional dan penerbitan penjaminan. Walaupun demikian, Perseroan masih harus melakukan perhitungan cadangan atas estimasi kerugian berdasarkan standar umum yang digunakan pada industri perbankan.
Beban Operasional Lainnya
Beban operasional lainnya terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan karyawan, umum dan administrasi, dan premi atas Program Penjaminan Pemerintah.
Gaji dan tunjangan karyawan mencakup beban untuk gaji dan upah (rutin dan tidak rutin), pelatihan dan pengembangan dan hal-hal tertentu lainnya.
Umum dan administrasi mencakup beban untuk perbaikan dan pemeliharaan, sewa, penyusutan, promosi, listrik, air dan komunikasi, beban kantor, transportasi, biaya profesional, dan hal-hal tertentu lainnya.
Premi atas program penjaminan Pemerintah dibebankan sebesar 0,1% per tahun dari perhitungan saldo deposito rata-rata tiap akhir bulan yang dibayarkan melalui program penjaminan deposito oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
Beban operasional lainnya juga mencakup kerugian dari perubahan nilai dari nilai wajar melalui laporan laba rugi obligasi Pemerintah-neto. Kerugian tersebut menunjukkan penandaan (marking to market) obligasi Pemerintah-neto dan efek di dalam portofolio perdagangan Perseroan.
Beban operasional lainnya mencakup juga biaya atas jasa penagihan, kerugian atas penyelesaian kredit bermasalah dan lainnya. Biaya atas jasa penagihan mencakup biaya yang dibayarkan kepada kantor pos atas cicilan kredit yang dibayarkan oleh nasabah melalui kantor pos, biaya yang dibayarkan kepada penagih luar untuk menagih cicilan kredit atau tabungan dari perusahaan tertentu.
Kerugian atas penyelesaian kredit bermasalah mencakup biaya proses penyitaan atas kredit bermasalah. Hal-hal lain yang tercakup antara lain beban atas restrukturisasi internal perusahaan, analisis kemungkinan untuk pembukaan cabang di lokasi-lokasi baru, penyediaan dana untuk beban kasus hukum dan perwakilan. Termasuk juga biaya yang dibayarkan kepada appraisal untuk penilaian agunan.
(Beban) Pendapatan Bukan Operasional - Neto
(Beban) Pendapatan Bukan Operasional - Neto mencakup pendapatan (beban) yang berasal dari penyewaan ruang perkantoran Perseroan atau sub-penyewaan aset lainnya untuk kepentingan acara-acara seperti pameran yang berhubungan dengan properti. Selain itu juga berasal dari perpindahan aset dan kewajiban yang berdenominasi mata uang asing, penjualan aset dan kewajiban tetap untuk tujuan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) atau melalui sumbangan donasi.
Beban Pajak - Neto
Hal ini mencakup pajak atas pendapatan Perseroan dan pajak tangguhan. KINERJA OPERASIONAL PERSEROAN
Perbandingan Periode Delapan bulan yang Berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 dan 31 Agustus 2012
Pendapatan operasional
Tabel berikut menyajikan komponen dari pendapatan operasional Perseroan untuk masing-masing periode :
(dalam Rp miliar kecuali dinyatakan lain) Delapan bulan yang berakhir pada 31 Agustus
2011 (tidak diaudit) 2012
Pendapatan bunga dan pendapatan bagi hasil 4.804 5.715 Beban bunga dan bonus (2.477) (2.631) Pendapatan bunga dan bagi hasil-neto 2.327 3.084
Pendapatan operasional lainnya 327 340 (Penyisihan) Pembalikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai aset keuangan dan
non-keuangan (154) (80)
(Beban) Pembalikan estimasi Kerugian Penurunan Nilai terhadap komitmen dan kontinjensi (1) (5) Beban operasional lainnya (1.686) (2.127)
Laba operasional 813 1.211
Pendapatan bunga dan bagi hasil
Tabel berikut menyajikan komponen dari pendapatan bunga dan bagi hasil Perseroan untuk masing-masing periode:
(dalam Rp miliar kecuali dinyatakan lain) Delapan bulan yang berakhir pada 31 Agustus
2011 (tidak diaudit) 2012
Kredit yang diberikan dan piutang
Kredit yang diberikan 4.251 88,5% 5.140 90,0%
Giro pada Bank Indonesia 18 0,4% 23 0,4% Giro pada Bank Lain 0(1) 0,0%(1) 0(1) 0,0%(1)
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 80 1,7% 127 2,2% Nilai Wajar melalui laporan laba rugi
Obligasi Pemerintah 5 0,1% 1 0,0%(1)
Efek-efek 2 0,0%(1) 1 0,0%(1)
Tersedia untuk dijual
Obligasi Pemerintah 226 4,7% 147 2,6%
Efek-Efek 0(1) 0,0%(1) Ζ Ζ
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi Pemerintah 49 1,0% 31 0,5%
Efek-Efek 31 0,6% 42 0,7%
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - - 3 0,1% Total pendapatan Bunga 4.663 97,1% 5.515 96,5% Pendapatan dari Syariah 141 2,9% 200 3,5%
Jumlah pendapatan bunga dan bagi hasil 4.804 100,0% 5.715 100,0%
Jumlah pendapatan bunga dan bagi hasil Perseroan meningkat sebesar Rp911 miliar, atau 19,0%, dari Rp4.804 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp5.715 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 yang disebabkan terutama oleh peningkatan jumlah pendapatan bunga Perseroan.
Jumlah pendapatan bunga Perseroan meningkat sebesar Rp852 miliar, atau 18,3%, dari Rp4.663 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp5.515 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 yang disebabkan terutama oleh peningkatan jumlah pendapatan bunga dari kredit yang diberikan Perseroan.
Pendapatan bunga Perseroan dari kredit meningkat sebesar Rp889 miliar, atau 20,9%, dari Rp4.251 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp5.140 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 yang disebabkan terutama oleh peningkatan realisasi dan penyaluran kredit yang mengimbangi penurunan rata-rata imbal hasil atas portofolio kredit Perseroan.
Pendapatan Perseroan dari syariah meningkat sebesar Rp59 miliar, atau 41,8%, dari Rp141 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp200 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 yang disebabkan terutama oleh peningkatan realisasi dan pembayaran produk pembiayaan syariah dan juga disebabkan oleh peningkatan kualitas aset.
x Saldo rata-rata kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah-bersih Perseroan meningkat sebesar Rp14.118 miliar, atau 26,1%, dari Rp54.028 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp68.146 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan portofolio KPR non bersubsidi dan juga disebabkan oleh peningkatan portofolio kredit komersial non perumahan dan kredit konstruksi.
x Rata-rata imbal hasil untuk kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah Perseroan turun dari 11,8% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar 11,3% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Penurunan ini disebabkan terutama oleh turunnya suku bunga Bank Indonesia yang memiliki dampak signifikan terhadap produk pembiayaan dan penyaluran kredit Perseroan.
Beban bunga dan bonus
Tabel berikut menyajikan komponen dari total beban bunga dan bonus Perseroan untuk masing-masing periode:
(dalam Rp miliar kecuali dinyatakan lain) Delapan bulan yang berakhir pada 31 Agustus
2011 (tidak diaudit) 2012
Beban bunga
Deposito berjangka 1.526 61,6% 1.391 52,9% Surat-surat berharga yang diterbitkan 342 13,8% 431 16,4%
Tabungan 203 8,2% 310 11,8%
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 193 7,8% 112 4,3% Pinjaman yang diterima 102 4,1% 241 9,1%
Giro 81 3,3% 130 4,9%
Simpanan dari bank lain 22 0,9% 7 0,2% Total beban bunga 2.469 99,7% 2.623 99,6% Beban keuangan Lainnya 5 0,2% 4 0,2%
Beban bonus 3 0,1% 4 0,2%
Total beban bunga dan bonus 2.477 100,0% 2.631 100,0%
Jumlah beban bunga dan bonus Perseroan meningkat sebesar Rp154 miliar, atau 6,2%, dari Rp2.477 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp2.631 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 yang disebabkan terutama oleh peningkatan total beban bunga Perseroan.
Jumlah beban bunga Perseroan meningkat sebesar Rp154 miliar, atau 6,2%, dari Rp2.469 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp2.623 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan saldo rata-rata dana pihak ketiga nasabah yang mengimbangi turunnya biaya rata-rata untuk dana pihak ketiga nasabah.
Dana pihak ketiga nasabah terdiri dari deposito berjangka, tabungan dan giro dan memiliki proporsi 73,1% dan 69,6% dari seluruh beban bunga dan bonus Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 dan 31 Agustus 2012.
x Saldo rata-rata dana pihak ketiga nasabah meningkat sebesar Rp15.118 miliar, atau 30,4%, dari Rp49.782 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp64.900 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan saldo rata-rata seluruh produk dana pihak ketiga Perseroan dan peningkatan khusus atas pertumbuhan saldo rata-rata giro. Peningkatan dana pihak ketiga merupakan hasil dari usaha pemasaran Perseroan untuk produk-produk tersebut termasuk juga usaha untuk mengembangkan jaringan di Indonesia dan strategi Perseroan dalam menawarkan fasilitas-fasilitas tambahan kepada nasabah. Peningkatan dana pihak ketiga secara keseluruhan berasal dari pertumbuhan perekonomian Indonesia yang berkesinambungan dalam ekonomi Indonesia dan tingkat inflasi yang rendah yang mengimbangi kecenderungan penurunan suku bunga untuk produk-produk dana pihak ketiga di Indonesia.
Rata-rata saldo giro meningkat sebesar Rp4.633 miliar, atau 85,5%, dari Rp5.416 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp10.049 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Saldo rata-rata tabungan meningkat sebesar Rp5.681 miliar, atau 55,7%, dari Rp10.201 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp15.882 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Saldo rata-rata deposito berjangka Perseroan meningkat sebesar Rp4.804 miliar, atau 14,1%, dari Rp34.165 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp38.969 miliar (untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012.
x Rata-rata biaya pendanaan pihak ketiga nasabah turun dari 5,5% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar 4,2% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya suku bunga Bank Indonesia yang memiliki dampak paling signifikan atas deposito berjangka Perseroan. (Perseroan juga berhasil meningkatkan proporsi dana murah dalam bentuk giro).
x Rata-rata biaya pendanaan giro menurun dari 2,2% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar 1,9% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Rata-rata biaya tabungan turun dari 3% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar 2,9% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Rata-rata biaya deposito berjangka turun dari 6,7% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar 5,4% untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012.
Pendapatan operasional lainnya
Tabel berikut menyajikan komponen dari total pendapatan operasional lainnya Perseroan untuk masing-masing periode:
(dalam Rp miliar kecuali dinyatakan lain) Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada 31 Agustus
2011 (tidak diaudit) 2012
(Dalam Rp miliar) (%) (Dalam Rp miliar) (%)
Pungutan administrasi dan denda simpanan dan kredit yang
diberikan 200 61,2% 225 66,2%
Keuntungan dari penjulan obligasi pemerintah – neto 13 4,0% 1 0,3%
Keuntungan dari penjualan efek-efek – neto 10 3,1% 2 0,6%
Keuntungan dari perubahan nilai efek-efek untuk nilai wajar
melalui laporan laba rugi –neto 12 3,8% 6 1,9%
Pendapatan dari penerimaan hapus buku 45 13,9% 55 16,2%
Jasa perbankan 20 6,1% 29 8,5%
Jasa penagihan - payment point 2 0,6% 2 0,6%
Lain-lain 24 7,3% 19 5,7%
Jumlah pendapatan operasional lainnya 327 100,0% 340 100,0%
Jumlah pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar Rp13 miliar, atau 4,0%, dari Rp327 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp340 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan pungutan biaya administrasi dan denda simpanan dan kredit yang diberikan dan sebagian kecil juga diperoleh dari pendapatan dari penerimaan kredit yang telah dihapusbukukan dimana sebagian dari pendapatan tersebut mengimbangi penurunan pendapatan lainnya.
Pungutan administrasi dan denda simpanan dan kredit yang diberikan meningkat sebesar Rp25 miliar, atau 12,5%, dari Rp200 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp225 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan tersebut disebabkan terutama oleh peningkatan biaya administrasi atas dana pihak ketiga dan kredit yang berasal dari pertumbuhan kredit/pembiayaan dan portofolio dana pihak ketiga Perseroan. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan jumlah pendapatan yang diperoleh dari biaya pengucuran kredit/pembiayaan dari nasabah dan peningkatan jumlah yang diperoleh dari biaya bulanan dana pihak ketiga dari nasabah.
Pendapatan dari penerimaan hapus buku meningkat sebesar Rp10 miliar, atau 22,2%, dari Rp45 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp55 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Hal ini terutama disebabkan oleh pelaksanaan berbagai program internal untuk meningkatkan usaha Perseroan dan peningkatan secara umum dalam kondisi ekonomi makro di Indonesia.
(Penyisihan) Pembalikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dan Aset Non-keuangan
Penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan non-keuangan menurun sebesar Rp74 miliar atau sebesar 48,1%, menjadi sebesar Rp80 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 dibandingkan dengan penyisihan sejumlah Rp154 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011. Hal ini disebabkan terutama oleh kebijakan akuntansi Perseroan yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2012 yang membuat Perseroan melakukan penyisihan yang lebih sedikit.
(Beban) Pembalikan Estimasi Kerugian terhadap Komitmen dan Kontinjensi
Beban estimasi kerugian terhadap komitmen dan kontinjensi meningkat sebesar Rp4 miliar, dari Rp1 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp5 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012, yang disebabkan terutama oleh kenaikan signifikan atas nilai dari fasilitas yang belum ditarik Perseroan untuk pembiayaan syariah.
Beban Operasional Lainnya
Tabel berikut menyajikan komponen dari total beban operasional lainnya Perseroan untuk masing-masing periode:
(dalam Rp miliar kecuali dinyatakan lain) Untuk periode delapan bulan yang berakhir 31 Agustus
2011 (tidak diaudit) 2012
Gaji dan tunjangan karyawan 810 48,1% 1031 48,5%
Umum dan administrasi 735 43,6% 929 43,7%
(1)Nilai kurang dari Rp0,5 miliar dan/atau kurang dari 0,1%
Total beban operasional lainnya Perseroan meningkat sebesar Rp441 miliar, atau 26,2%, dari Rp1.686 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp2.127 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan gaji dan tunjangan karyawan, beban umum dan administrasi serta
peningkatan premi atas program penjaminan pemerintah.
Gaji dan tunjangan karyawan Perseroan meningkat sebesar Rp221 miliar atau 27,3%, dari Rp810 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp1.031 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan jumlah pegawai tetap dari 5.069 pegawai untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar 5.485 pegawai untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012 dan pengangkatan pegawai ke posisi atau jabatan yang lebih tinggi dalam rangkat penerapan struktur organisasi baru, dimana hal ini menimbulkan peningkatan gaji rutin sebesar Rp125 miliar atau 31,4% dari Rp396 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp521 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012.
Beban umum dan administrasi meningkat sebesar Rp194 miliar atau 26,4%, dari Rp735 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp929 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh meningkatnya biaya perbaikan dan perawatan atas penambahan 491 ATM dan 85 kantor kas untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 dan 31 Agustus 2012.
Premi pada program penjaminan pemerintah meningkat sebesar Rp14 miliar atau 19,2% dari Rp73 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp87 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012. Kenaikan ini disebabkan terutama oleh peningkatan rata-rata saldo dana pihak ketiga nasabah Perseroan dan bank-bank lainnya.
Laba Operasional
Laba operasional Perseroan meningkat sebesar Rp398 miliar atau 49,0%, dari sebesar Rp813 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp1.211 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012.
(Beban) Pendapatan Bukan Operasional – Neto
Perseroan membukukan beban bukan operasional – Neto sebesar Rp11 miliar untuk delapan bulan berakhir 31 Agustus 2012 dan membukukan pendapatan bukan operasional – Neto sebesar Rp5 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2011. Kenaikan beban bukan operasional – Neto disebabkan terutama oleh kerugian pada pemindahan aset dan kewajiban yang berdenominasi mata uang asing selama tahun 2012 dan juga karena melemahnya mata uang Rupiah dibandingkan dengan tahun 2011.
Laba sebelum beban pajak
Laba Perseroan sebelum beban pajak meningkat sebesar Rp382 miliar atau 46,6%, dari Rp818 miliar untuk delapan bulan berakhir 31 Agustus 2011 menjadi sebesar Rp1.200 miliar untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012.
Premi program penjaminan pemerintah 73 4,3% 87 4,1%
Kerugian dari perubahan nilai obligasi Pemerintah untuk nilai wajar
melalui laporan laba/rugi – neto - - 0(1) 0,0%(1)
Imbalan atas jasa penagihan 30 1,8% 37 1,7%
Kerugian atas penyelesaian kredit bermasalah 20 1,2% 22 1,0%
Lainnya 18 1,1% 22 1,0%
Beban pajak – Neto