• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANKAN SYARIAH Gambaran umum

GAMBARAN UMUM

6. PERSAINGAN USAHA

Perseroan menghadapi persaingan dalam seluruh lini bisnis yang dijalani. Pesaing utama Perseroan adalah bank-bank domestik, dan dalam cakupan yang lebih kecil, bank asing yang beroperasi di Indonesia. Untuk KPR, pesaing-pesaing Perseroan adalah bank-bank domestik dan beberapa tambahan bank-bank-bank-bank asing. Sebagai akibat dari krisis keuangan global, persaingan untuk mendapatkan pendanaan khususnya pendanaan ritel yang menawarkan biaya pendanaan yang lebih murah menjadi semakin intensif. Perseroan bersaing dengan bank-bank lain terutama dalam hal pricing/bunga. Beberapa pesaing Perseroan yang lebih besar dibandingkan Perseroan, memiliki sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya yang lebih besar dan memiliki cabang dan jaringan ATM yang lebih luas. Per 31 Agustus 2012, jumlah tabungan dan giro Perseroan dibandingkan dengan rasio total dana pihak ketiga Perseroan adalah sebesar 42,4%.

Di sektor KPR bersubsidi, Perseroan menghadapi persaingan dari bank domestik lainnya yang juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah untuk penyaluran KPR bersubsidi, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Namun, per tanggal 30 Juni 2012, Jumlah KPR bersubsidi yang disalurkan Perseroan mewakili sekitar 97% dari semua KPR bersubsidi pemerintah. Oleh karena itu, pangsa pasar bank-bank lainnya di sektor KPR bersubsidi sangat kecil.

Sebagai tambahan, Perseroan secara tidak langsung menghadapi persaingan dari berbagai jenis institusi/lembaga jasa keuangan. Pada tahun 1999, pemerintah Republik Indonesia telah menghapus batas kepemilikan bank asing dan mengizinkan bank-bank asing membuka kantor cabang di Indonesia. Persaingan dari bank-bank domestik dan asing yang telah dan baru beroperasi, yang mana banyak dari bank asing tersebut menerapkan kerjasama joint venture atau investasi di bank-bank domestik, mengakibatkan dampak negatif bagi kondisi operasional dan keuangan Perseroan.

Karena pembangunan dan reformasi sektor keuangan Indonesia masih terus berlanjut, Perseroan kemungkinan akan menghadapi persaingan dari sejumlah lembaga keuangan yang menawarkan produk dan jasa perbankan yang lebih luas atau kredit dengan limit yang lebih besar atau memiliki sumber daya finansial dan lainnya yang lebih besar daripada Perseroan. Banyak lembaga keuangan ini akan bersaing untuk mendapat target nasabah yang sama dengan Perseroan, dan banyak lembaga keuangan ini juga yang memiliki ikatan kepada pemerintah atau grup bisnis besar dengan sumber daya finansial yang lebih besar. Sebagai tambahan Beberapa pesaing Perseroan telah dan diprediksi akan membentuk aliansi strategis dengan beberapa bank asing yang memiliki sumber daya manajemen keuangan, dan teknis yang signifikan.

Tabel berikut ini menjelaskan total simpanan yang terkait dengan informasi pangsa pasar yang dimiliki oleh Perseroan beserta para pesaing pada tanggal 31 Agustus 2012:

31 Agustus 2012

No Bank Giro Pangsa Pasar Tabungan Pangsa Pasar Berjangka Deposito Pangsa Pasar Pihak Ketiga Total Dana Pangsa Pasar

(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp miliar) 1 BTN 10.807 1,7% 17.529 1,8% 38.548 2,9% 66.883 2,2% 2 Mandiri 83.399 12,0% 160.844 16,6% 136.122 10,3% 380.365 12,7% 3 BRI 70.479 10,1% 157.839 16,3% 140.807 10,7% 369.125 12,4% 4 BCA 87.160 12,5% 195.192 20,1% 74.875 5,7% 357.228 12,0% 5 BNI 61.840 8,9% 83.796 8,6% 82.042 6,2% 227.679 7,6% 6 CIMB Niaga 34.862 5,0% 27.875 2,9% 79.215 6,0% 141.953 4,8% 7 Danamon 12.292 1,8% 24.758 2,6% 52.547 4,0% 89.597 3,0% 8 Panin 15.967 2,3% 42.611 4,4% 38.823 2,9% 97.401 3,4% 9 Permata 20.190 2,9% 18.990 2,0% 46.617 3,5% 85.797 2,9% 10 BII 13.182 1,9% 16.169 1,7% 47.409 3,6% 76.760 2,6% 11 Citibank 20.169 2,9% 8.130 0,8% 12.127 0,9% 40.427 1,4% 12 Mega 7.417 1,1% 13.944 1,4% 23.597 1,8% 44.958 1,5% 13 Bukopin 7.851 1,1% 10.530 1,1% 27.956 2,1% 46.337 1,6% 14 HSBC 18.467 2,7% 9.166 0,9% 16.014 1,2% 43.648 1,5% 15 OCBC NISP 9.875 1,4% 17.431 1,8% 24.302 1,8% 51.607 1,7% 16 Standchart 9.516 1,4% 4.876 0,5% 11.227 0,9% 25.620 0,9% 17 Bank umum 696.388 100,0% 970.550 100,0% 1.317.113 100,0% 2.984.050 100,0% 18 Bank Syariah 12.815 71.757 39.102 123.673

Sumber: Diterbitkan laporan keuangan bank individu untuk tujuan pengungkapan Bank Indonesia.

Tabel berikut menyajikan kredit bruto (tidak termasuk pembiayaan/piutang syariah) dan total aset, serta informasi pangsa pasar Perseroan dan beberapa pesaing pada tanggal 31 Agustus 2012:

(dalam miliar Rupiah)

No Bank Kredit Bruto Pangsa Pasar Total Aset Pangsa Pasar

(Rp) (%) (Rp) (%) 1 BTN 69.825 3,2% 95.083 2,6% 2 Mandiri 311.948 12,3% 513.072 13,1% 3 BRI 300.785 11,9% 468.774 11,9% 4 BCA 233.302 9,2% 420.326 10,7% 5 BNI 170.051 6,7% 296.149 7,5% 6 CIMB Niaga 134.502 5,3% 187.054 4,8% 7 Danamon 91.959 3,6% 129.116 3,3% 8 Panin 86.428 3,4% 129.131 3,3% 9 Permata 82.735 3,3% 113.211 2,9% 10 BII 71.312 2,8% 97.869 2,5% 11 Citibank 29.308 1,2% 60.280 1,5% 12 Mega 30.234 1,2% 54.482 1,4% 13 Bukopin 43.731 1,7% 54.902 1,4% 14 HSBC 37.941 1,5% 65.352 1,7% 15 NISP 49.610 2,0% 66.726 1,7% 16 Standchart 30.577 1,2% 49.675 1,3% Bank umum 2.527.989 100,0% 3.923.764 100,0%

Tabel berikut menyajikan Capital Adequacy ratio ("CAR") dan rasio dari total NPL dari Perseroan dan beberapa pesaing pada tanggal 31 Juli 2012:

31 Juli 2012

No Bank CAR(1) NPL Ratio(2)

1 BTN 15,4% 3,6% 2 Mandiri 16,2% 2,0% 3 BRI 15,9% 2,4% 4 BCA 14,8% 0,4% 5 BNI 17,4% 3,6% 6 CIMB Niaga 15,0% 2,4% 7 Danamon 18,1% 2,8% 8 Panin 15,8% 3,1% 9 Permata 13,8% 1,7% 10 BII 12,3% 2,2% 11 Citibank 24,3% 0,8% 12 Mega 16,2% 1,8% 13 Bukopin 15,9% 2,8% 14 HSBC 16,7% 0,7% 15 NISP 17,1% 1,0% 16 Standchart 12,0% 0,7%

Sumber: Diterbitkan laporan keuangan bank individu untuk tujuan pengungkapan Bank Indonesia.

(1) Tier 1 modal Tier 2 ditambah modal kurang investasi dalam bentuk saham, dibagi dengan aktiva tertimbang menurut risiko.

(2) Jumlah kredit bermasalah dan pembiayaan/piutang syariah dibagi dengan total kredit dan pembiayaan/piutang syariah (dalam setiap kasus sebelum dikurangi penyisihan kerugian pinjaman). (3) Berdasarkan laba setelah pajak untuk delapan bulan yang berakhir pada 31 Juli 2012 tahunan dengan mengalikan dengan faktor dua, dibagi dengan modal akhir bulan rata Tier 1 untuk periode tersebut.

7.

NASABAH DAN PEMASARAN

Strategi pemasaran yang ditetapkan Perseroan terutama dalam menghadapi persaingan di industri perbankan saat ini adalah menjamin bahwa Perseroan tetap sebagai pemimpin pasar di sektor KPR. Sejalan dengan bisnis intinya, Perseroan terus memfokuskan bisnis KPR untuk melayani nasabah segmen pasar berpenghasilan menengah kebawah, disamping itu Perseroan juga juga memperluas bisnis untuk menyediakan jenis KPR non-subsidi dan kredit konsumtif lainnya.

Kedepannya, Perseroan akan berusaha menambah produk baru ke dalam segmen produk dan kredit lainnya. Dengan pengembangan produk baru, Perseroan melibatkan lembaga survei pihak ketiga dengan cara mengirimkan survei kepada nasabah existing Perseroan terkait program baru Perseroan.

Upaya pemasaran Perseroan diklasifikasikan berdasarkan tiga segmen pemasaran sebagai berikut:

Consumer Banking

Perseroan berusaha untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui penyediaan layanan berkualitas tinggi melalui saluran distribusi / outlet yang nyaman dan mudah untuk dijangkau. Perseroan terus berupaya untuk mempercepat proses persetujuan kredit dengan mengambil langkah-langkah seperti meningkatkan kewenangan persetujuan kredit pada kantor cabang dan kantor cabang pembantu Perseroan dan memperbaiki /credit scoring model serta standar layanan 1-5-1.

Aktivitas pemasaran yang berorientasi pada nasabah yang sedang dilaksanakan meliputi program penarikan undian, pemasangan iklan pada media cetak maupun elektronik, sponsorship bagi pameran dan eksibisi pengembang perumahan, penambahan cabang dan cabang pembantu di mall-mall, program promosi dengan pengembang-pengembang tertentu di mana Perseroan memberikan kredit sampai dengan 90,0% dari harga beli serta tingkat suku bunga kredit tertentu untuk nasabah, promosi khusus untuk KPR dengan tingkat suku bunga khusus untuk karyawan badan usaha milik negara, serta program promosi khusus seperti pemberian hadiah untuk nasabah lama dan karyawan yang membawa nasabah baru bagi Perseroan.Upaya Perseroan juga termasuk dengan memperluas cakupan distribusi kredit untuk meningkatkan portofolio kredit non perumahan melalui kerjasama dengan institusi pemerintah, institusi pendidikan dan perusahaan besar.

Perseroan memfokuskan usaha pemasaran dan ekspansi untuk consumer banking padakota-kota terbesar di Indonesia yang memiliki potensi tinggi dalam pertumbuhan pendanaan dan kredit. Perseroan juga melakukan ekspansi bisnis consumer banking pada kota-kota dan propinsi di seluruh Indonesia dengan meningkatkan efisiensi operasional dari kantorwilayah dan mengerahkan sumber daya tambahan untuk mengembangkan produk yang secara spesifik menjangkau nasabah berpendapatan menengah ke bawah serta keluarga-keluarga di daerah yang kurang berkembang di seluruh Indonesia.

Perseroan menawarkan jaringan akses perbankan dengan jangkauan yang luas melalui kantor cabang dan jaringan ATM, layanan telepon/call center dan SMS Banking serta jaringan elektronik yang dimiliki Perseroan dengan lebih dari 2,922 outlet Kantor Pos di seluruh Indonesia. Perseroan sedang berusaha untuk meningkatkan jaringan layanan Perseroan dengan meningkatkan layanan jasa perbankan melalui layanan iMobile BTN Perseroan, menambah jaringan ATM, serta menambah jumlah outlet Kantor Pos yang terhubung jaringan elektronik dengan Perseroan.

Perseroan juga telah memulai layanan Perbankan Prioritas untuk nasabah dengan jumlah simpanan pada Perseroan melebihi Rp250 juta. Silahkan lihat “Consumer Banking-Layanan-BTN Layanan Perbankan Prioritas”, untuk informasi lebih detail terkait Layanan Perbankan Prioritas Perusahaan.

Commercial Banking

Perseroan melayani nasabah Commercial Banking melalui relationship manager dan account manager Perseroan yang berada di kantor pusat dan kantor cabang Perseroan. Relationship manager memiliki spesialisasi pada produk pembiayaan dan berfokus untuk membangun hubungan dan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan harapan nasabah Perseroan. Account manager Perseroan memiliki kemampuan pada produk pendanaan, memberikan solusi atas pilihan investasi dan memberikan arahan mengenai portofolio investasi dana dana kepada nasabah commercial banking. Saat ini Perseroan memiliki target nasabah commercial banking yang beroperasi dalam sektor industry telekomunikasi, infrastuktur, kesehatan, pendidikan dan industri yang terkait dengan perumahan. Untuk memantau pinjaman komersial, Perseroan melakukan program pemantauan cabang di mana relationship manager mengunjungi nasabah kredit komersial untuk mendiskusikan dan menemukan solusi atas kendala kredit nasabah. Tujuan dari program pemantauan cabang adalah untuk memastikan bahwa kualitas kredit Perseroan tetap terjaga.

Perbankan Syariah

Perseroan melakukan kegiatan pemasaran produk syariah melalui Unit Usaha Syariah. Melalui Unit Usaha Syariah, Perseroan melakukan kegiatan promosi penjualan melalui iklan di media cetak dan elektronik, menyediakan sponsorship, melakukan kegiatan sosial dan berpartisipasi dalam pameran berbagai perumahan.

Badan Pengawas Syariah Perseroan telah menyatakan untuk menekankan kembali prinsip-prinsip hukum Islam, terutama berkaitan dengan pelarangan pembayaran bunga, yang dipercaya telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah nasabah syariah Perseroan.

Perlindungan Konsumen

Perseroan memiliki Contact Center di kantor pusat dan unit Customer Service dan Unit Loan Service di setiap kantor cabang dan kantor cabang syariah untuk menangani keluhan Nasabah yang diterima oleh Perseroan.

Untuk memastikan bahwa keluhan yang diterima akan diselesaikan dengan baik, Perseroan telah mengembangkan suatu sistem terpadu untuk memantau keluhan nasabah yang disebut Customer Complaint Service ("CCS"). CCS adalah sistem berbasis web yang memungkinkan kantor cabang tempat nasabah menyampaikan keluhan dan cabang lainnya untuk memantau status penyelesaian setiap keluhan nasabah. Selain itu, CCS memungkinkan nasabah untuk memiliki kepastian lamanya waktu bagi Perseroan untuk menyelesaikan keluhan mereka. Setiap kategori keluhan diklasifikasikan berdasarkan periode waktu yang akan dibutuhkan untuk penyelesaian, yang sebagian besar tergantung pada kompleksitas/kerumitan masalah.

Para nasabah juga dapat mengajukan keluhan dan memeriksa status keluhan di setiap kantor cabang. Keluhan yang Perseroan terima biasanya mencakup transaksi ATM antar bank dan proses kredit

8.

AUDIT INTERNAL

Dalam rangka memenuhi Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tanggal 28 November 2008, tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal dan Peraturan Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 13/2/PBI/2011 tanggal 12 Januari 2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum, sebagai dasar minimal yang diperhatikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka dan untuk memastikan pelaksanaan internal audit Perseroan yang efektif melalui pemahaman umum dan mendukung kepada visi, misi, struktur dan kedudukan, fungsi, tugas, tanggung jawab, kemandirian, dan ruang lingkup internal audit Perseroan, Direksi dan Dewan Komisaris telah mengeluarkan Piagam Internal Audit.

Piagam Internal Audit, sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan No. IX.I.7, telah dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. SKB 03/DEKOM-DIR/IAD/VI/2011 tanggal 30 Juni 2011 tentang Piagam Audit Internal PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Piagam Internal Audit dimaksudkan untuk menjadi dasar pedoman yang menetapkan persyaratan-persyaratan minimum mengenai kinerja internal audit Perseroan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kinerja internal audit. Piagam Internal Audit juga bertujuan untuk menciptakan suatu pemahaman umum dan sebagai platform untuk kepentingan dan komitmen dari seluruh pihak yang berhubungan dengan Perseroan.

Hal-hal yang diatur dalam Piagam Internal Audit adalah visi dan misi Divisi Audit Internal (“DAI”), struktur dan kedudukan dalam DAI di dalam organisasi Perseroan, ruang lingkup pekerjaaan DAI, kewenangan, fungsi, tugas dan tanggung jawab DAI, pernyataan dukungan dan kemandirian DAI, tanggung jawab DAI, kode etik and kualifikasi audit internal, tanggung jawab dan laporan atas hasil audit dan melakukan tindakan-tindakan selanjutnya sehubungan dengan laporan atas hasil audit.

DAI Perseroan dikepalai oleh Mas Guntur Dwi S dan terdiri dari 3 unit kerja sebagai pendukung oleh Audit Pengawas, 3 Auditor Senior Associates, 14 Auditor Associates, 11 Auditor Senior dan 33 Auditor.

Tujuan dari dibentuknya DAI adalah untuk menciptakan suatu rekan kerja yang mandiri, objektif, professional, terpercaya, dan tanggap untuk membantu Direksi dan manajemen Perseroan dalam rangka upaya mereka mencapai suatu tujuan Perseroan, sebagai berikut: a. Berperan sebagai rekan dalam strategi manajemen dalam memberikan tambahan penilaian terhadap proses bisnis Perseroan

melalui kegiatan audit yang dilakukan dengan konsultasi dan pendekatan yang proaktif;

b. Membantu manajemen dalam memberikan penetapan yang objektif dan berkualitas pada kegiatan Perseroan; c. Mendorong Perseroan untuk meningkatkan pelaksanaan Good Corporate Governance;

d. Mendorong efektivitas manajemen risiko dan pengendalian internal Perseroan dalam rangka meningkatkan penilaian dan meningkatkan kualitas manajemen Perseroan untuk tujuan mewujudkan suatu bank yang sehat dan berkembang, yang dimana memajukan kepentingan pemegang saham dan pemilik saham lainnya.

DAI menyampaikan laporan kepada Direktur Utama dan setiap hasil laporan audit yang disampaikan kepada Direktur Utama disampaikan juga salinan laporannya kepada Direktur Kepatuhan.

9.

TEKNOLOGI INFORMASI

Dalam industri Perbankan, sangat penting agar produk dan jasa dapat disampaikan dengan mudah, terjamin dan efektif. Perseroan percaya bahwa peningkatan dan perbaikan teknologi informasi Perseroan sangat penting dalam menentukan posisi persaingan Perseroan dalam industri perbankan di Indonesia, meningkatkan layanan nasabah, internal kontrol/control internal dan sistem manajemen risiko. Untuk mengembangkan infrastruktur TI yang handal, Perseroan dengan konsisten mengalokasikan sebagian dari pendapatan untuk pengembangan TI. Pada tahun yang berakhir 31 Desember 2011 dan delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2012, belanja modal pada teknologi informasi masing-masing sebesar Rp75 miliar dan Rp70 miliar. Perseroan telah mengembangkan rencana strategis untuk meningkatkan sistem teknologi informasi.

Berikut ini merupakan deskripsi atas sistem Perseroan saat ini dan rencana pengembangan aplikasi pada sistem tersebut:

ƒ Perseroan telah memiliki Sistem Proses Kredit (iLoan), yang memudahkan proses persetujuan kredit. Sistem tersebut menggunakan alur teknologi untuk mengontrol dan memonitor berbagai tahapan proses kredit dan menggunakan teknologi gambar digital untuk mengurangi penundaan dan ketidakefensian yang muncul dalam pengelolaan dokumen yang menggunakan kertas. Sistem iLoan Perseroan telah diimplementasikan di seluruh cabang dan memungkinkan semua cabang memiliki sistem yang standar dalam proses pemberian kredit. Kedepan, Perseroan berencana untuk mengembangkan sistem iLoan di telepon genggam untuk memungkinkan akses jarak jauh oleh petugas kredit untuk mengambil data.

ƒ Sistem manajemen penagihan dan penyehatan Collection and Recovery Management (iColl) mengotomatiskan dan memudahkan proses kerja penagihan dan pemulihan hutang. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengurangi tingkat NPL. Dengan menggunakan iColl, divisi Collection and Loan Workout memiliki akses terkini pada setiap nasabah dalam hal pembayaran, perselisihan dan persetujuan untuk membayar. Kedepannya, Perseroan berencana untuk mengembangkan iColl pada perangkat mobile untuk memungkinkan petugas penagihan mengambil dan memeriksa data di saat mengunjungi nasabah. ƒ Saat ini Perseroan mempunyai sebuah Enterprise Data Warehouse (IDSS dan Idas) untuk memfasilitasi pengambilan data,

pelaporan dan analisis laporan harian atau untuk memperoleh data secara real time. Di bawah sistem IDSS dan IDas, beberapa data termasuk pelaporan peraturan perusahaan dan pengukuran kinerja dapat diakses oleh kantor pusat, kantor cabang dan kantor cabang melalui sistem berbasis web.

ƒ Saat ini Perseroan menggunakan sistem yang didasarkan pada Arsitektur Berorientasi Layanan (SOA) untuk mengintegrasikan koneksi dengan pihak ketiga. Sistem SOA memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan dengan berbagai sistem lainnya, memastikan bahwa komunikasi dengan sistem pihak ketiga yang lancar meskipun mereka mungkin menggunakan sistem yang berbeda.

ƒ Saat ini Perseroan menggunakan sistem arus kerja paperless/tanpa kertas yang sepenuhnya elektronik (iFlow) yang digunakan untuk mempersingkat dan mengotomatisasi proses bisnis. Dengan menggunakan iFlow, distribusi dokumen antar unit dapat dilakukan secara elektronik dan efisien. Perseroan juga dapat memantau status aliran dokumen.

ƒ Dengan menggunakan jaringan intranet, semua cabang dapat berkomunikasi melalui teknologi VOIP, yang memungkinkan komunikasi suara berbasis IP menggunakan perangkat. Sistem ini memungkinkan Perseroan untuk menghemat biaya yang dikeluarkan dalam komunikasi dengan menggunakan penyedia telekomunikasi pihak ketiga.

ƒ Untuk mengikuti perkembangan di internet dan teknologi perangkat mobile, Perseroan sedang mengembangkan sebuah sistem Perbankan 2.0, yang terdiri dari internet banking dan mobile banking. Pelaksanaan Perbankan 2.0 akan dilakukan cera bertahap: tahap pertama adalah pengembangan internet banking untuk nasabah commercial banking (B2B), tahap kedua adalah pengembangan internet banking untuk nasabah consumer banking (B2C) dan tahap ketiga adalah pengembangan web portal untuk produk KPR Perseroan.

Perseroan setiap tahun melakukan pengujian dan pengkajian atas rencana pemulihan bencana, yang dimaksudkan untuk memungkinkan Perseroan untuk melanjutkan kegiatan operasional jika terjadi bencana. Perseroan menyatukan sistem back up dan sistem database dengan fault tolerance and redundancy protection features. Perseroan telah membangun Dual Data Center untuk mempertahankan dua set mirrored database server yang terletak di dua tempat terpisah untuk meminimalisir gangguan sistem pada saat terjadi bencana. Perseroan memgoperasikan dan memelihara sistem syariah, termasuk sistem operasional dan perangkat lunak/ software yang terpisah dari sistem utama TI. Pusat pemulihan bencana atas system dan data syariah berada di tempat yang terpisah.