• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Bersih Kredit

Dalam dokumen ANNUAL REPORT SDRA (Halaman 94-98)

Selama tahun 2012, total kredit yang disalurkan sebesar Rp5,261 Milyar atau meningkat sebesar 57,42% dibandingkan dengan tahun 2011.

Tabel Pertumbuhan Kredit 2011 - 2012 Berdasarkan Struktur Kredit

Struktur PYD Realisasi

Des’12 Realisasi Des’11 (%) Growth KUPEG 1,470 1,045 40.68% KUPEN 2,146 1,528 40.50% UMKM KOMERSIL 843 556 51.61% WHOLESALE 629 66 855.29% Kredit Lainnya 75 67 10.37% TOTAL NASIONAL 5,261 3,342 57.42%

Dalam Milyar Rupiah Berikut kami sampaikan peningkatan dari portofolio seluruh departemen

Departemen Kredit konsumer 1. KUPEG

Pertumbuhan KUPEG selama tahun 2012 mencapai 40.68% atau sebesar Rp425 Milyar. Kontribusi paling besar dari pertumbuhan KUPEG adalah dari KUPEG instansi pemerintahan. Selama tahun 2012 KUPEG instansi pemerintahan baik Dinas Pendidikan maupun instansi lainnya merupakan potensi yang mulai dilirik oleh unit bisnis. Kondisi tersebut disebabkan oleh potensi yang besar dari Pegawai Negeri Sipil serta mekanisme penyaluran kredit yang sudah terstandard secara nasional sehingga memperlancar proses penyaluran kredit. Portofolio KUPEG dari instansi pemerintahan sebesar 33% dari total KUPEG secara keseluruhan.

2. KUPEN

Pertumbuhan KUPEN selama tahun 2012 mencapai 40.50% atau sebesar Rp619 Milyar. KUPEN yang merupakan produk unggulan merupakan fokus dalam penyaluran kredit bagi masing-masing unit bisnis. Produk yang sudah menjadi produk massa lini merupakan produk yang sudah bisa diterapkan secara baku di seluruh unit bisnis sehingga dalam proses penyaluran kredit sangatlah mudah.

Selain itu, turunan dari produk KUPEN yaitu KUPEN Hybrid dan THT memberikan kontribusi yang cukup signiikan.Total outstanding dari kedua produk ini adalah sebesar Rp205,1 Milyar.

3. Kredit Konsumer Lainnya

Pertumbuhan Kredit Konsumer Lainnya pada tahun 2012 mencapai 22.21% dengan didominasi oleh pertumbuhan Kredit Kepemilikan Hunian (KPH) dengan pertumbuhan pada Desember 2012 lebih dari 30% dari posisi Desember 2011.

95

Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk

Analisa dan Pembahasan Manajemen

Atas Kinerja Perusahaan

Kredit UMKM dan Komersial

Pada tahun 2012 pertumbuhan kredit UMKM dan Komersial mencapai 51,61 % atau sebesar Rp287 Milyar, dimana pertumbuhan kredit per sektor ekonomi dapat disampaikan sebagai berikut : Tabel Perkembangan UMKM Komersil 2011-2012

Berdasarkan Sektor Usaha

Sektor Ekonomi Tahun Growth

(%)

2012 2011

PERDAGANGAN / PENYEDIAAN

BARANG DAN JASA 164 31 426.50%

BIDANG PROPERTY 11 3 352.00%

INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU /

PERSAPIAN 107 46 134.57%

KOPERASI 371 263 41.05%

LAINNYA 177 196 -9.66%

INDUSTRI MIGAS 12 17 -28.91%

Total UMKM Komersil 843 556 51.61%

Dalam Milyar Rupiah Dari pertumbuhan kredit UMKM dan komersial pertumbuhan terbesar didominasi oleh kredit di sektor perdagangan/penyediaan barang dan jasa sebesar 426,50 % atau sebesar Rp132 Milyar, kemudian disusul oleh kredit bidang properti sebesar 352 % atau sebesar Rp8,8 milyar, untuk sektor industri pengolahan susu/ persapian sebesar 134 % atau sebesar Rp61 Milyar, serta sektor Koperasi sebesar 41,05 % atau sebesar Rp108 Milyar.

Namun untuk sektor di industri migas dan lainnya kita mengalami penurunan, disebabkan kredit di sektor ini memiliki kualitas yang kurang baik, sehingga Bank Saudara membatasi penyaluran kredit di sektor ini.

Wholesale Banking

Pada Posisi Tahun 2012 terjadi peningkatan yang sangat signiikan pada nasabah LKM yang dikelola oleh Departemen Wholesale Banking bila dibandingkan dengan periode Tahun 2011. Pada akhir Tahun 2011 nasabah yang dikelola oleh Departemen Wholesale Banking tercatat sebesar Rp63.05 Milyar, sedangkan pada Posisi Desember Tahun 2012 tercatat sebesar Rp629.27 Milyar atau terjadi peningkatan sebesar 898%.

Peningkatan yang sangat signiikan pada nasabah LKM kelolaan Departemen Wholesale Banking ini didominasi oleh peningkatan portofolio dari perusahaan pembiayaan. Selama Tahun 2012 tercatat penambahan nasabah dengan entitas perusahaan pembiayaan sebanyak 17 sehingga total sampai dengan Tahun 2012 adalah 18 nasabah, bandingkan dengan posisi akhir Tahun 2011 yang hanya 1 nasabah. Pada Akhir Tahun 2012 total outstanding kredit kepada perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp468.47 Milyar. Nasabah kelolaan Departemen Wholesale Banking berupa BPR dan Koperasi pun mengalami peningkatan akan tetapi nilainya tidak terlalu signiikan bila dibandingkan dengan peningkatan pada perusahaan pembiayaan, pada akhir Tahun 2012 tercatat terjadi peningkatan sebesar 174% untuk BPR dan 86% untuk Koperasi bila dibandingkan dengan posisi Akhir Tahun 2011.

Peningkatan yang relatif besar pada nasabah kelolaan Departemen Wholesale Banking khususnya perusahaan pembiayaan dikarenakan pada Tahun 2012 Bank Saudara dengan Unit Bisnisnya yang berada di Jakarta mulai fokus dalam menyalurkan kredit kepada perusahaan pembiayaan, mengingat selama beberapa tahun terakhir ini industri otomotif di Indonesia terus menunjukan pertumbuhan yang baik. Selain fokus kepada perusahaan pembiayaan, pemasaran kepada BPR selama Tahun 2012 pun terus dilakukan oleh seluruh unit bisnis Bank Saudara mengingat penyebaran yang cukup merata dari BPR ini. Akan tetapi peningkatan yang terjadi selama Tahun 2012 tidak sebesar peningkatan pada perusahaan pembiayaan.

Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk

Analisa dan Pembahasan Manajemen

Atas Kinerja Perusahaan

Pendanaan

Peningkatan yang material dari Dana Pihak Ketiga selama tahun 2012 Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2012 mencapai Rp6,23 triliun (102.15%) dari target sebesar Rp6,10 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 yang besarnya Rp4,09 triliun maka terjadi peningkatan yang cukup signiikan sebesar Rp2,14 triliun (52,32%). Pertumbuhan DPK sebesar ini dilakukan sesuai dengan rencana strategis Bank Saudara dimana pada tahun 2013 ditargetkan untuk memiliki asset melampaui angka Rp10,00 triliun. Program ini diluncurkan sejak tahun 2011 dan dikenal dengan sebutan “program 123” yang bermakna “satu tujuan bersama untuk mengejar pertumbuhan asset menjadi dua digit (Rp10,00 triliun), yang dilakukan selama tiga tahun (2011 – 2013)”.

Untuk merealisasikan program 123 ini berbagai langkah telah ditempuh antara lain promosi program kilau bintang Bank Saudara, bundling deposito giro, repackaging TASKA dan penyempurnaan program penilaian kinerja Funding Oicer yang dikenal dengan sebutan PUSHME. Dibeberapa kantor juga dilakukan penambahan jumlah tenaga Funding Oicer disesuaikan dengan target dana yang ingin dicapai.

Giro Tabungan Deposito DPK

306 581 367 483 3415 5165 4088 6229 2011 2012

97

Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk

Analisa dan Pembahasan Manajemen

Atas Kinerja Perusahaan

Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk

Analisa dan Pembahasan Manajemen

Atas Kinerja Perusahaan

Informasi dan Fakta

Dalam dokumen ANNUAL REPORT SDRA (Halaman 94-98)