Produk Perkreditan Bank Saudara terbagi menjadi 3 kategori, yaitu : 1. Produk kredit Konsumer
2. Produk kredit UMKM
3. Produk kredit Wholesale Banking
Selama tahun 2012, total kredit yang disalurkan sebesar Rp5,261 Milyar Atau meningkat sebesar 57.43% dibandingkan dengan tahun 2011. Kredit Lainnya Wholesale UMKM Komersil KUPEN KUPEG Komposisi Kredit 2012 Kredit Lainnya Wholesale UMKM Komersil KUPEN KUPEG 28% 41% 3% 12% 16% 4% 2% 17% 46% 31% Komposisi Kredit 2011
73
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Pertumbuhan Kredit 2011 - 2012 KUPEN KUPEG 1,045 1,470 1,528 2,146 Kredit Lainnya Wholesale UMKM Komersil 556 843 66 629 148 173 Realisasi Desember 2012 Realisasi Desember 2011
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Kredit Konsumer
P
eningkatan daya beli masyarakat akibat meningkatnya kesejahteraan masyarakat telah mendorong permintaan produk-produk kredit konsumer yang ramah dengan nasabah. Proses yang mudah dan cepat, serta suku bunga yang relatif terjangkau menjadi itur utama untuk menarik nasabah baru dan memasarkan produk-produk kredit dari perbankan. Dalam bidang kredit konsumer, Bank Saudara juga memiliki produk-produk kredit konsumer yang telah dirancang agar sesuai dengan target pasar yang dituju. Produk-produk tersebut adalah:• Kredit Pensiun (KUPEN) • Kredit Pegawai (KUPEG) • Konsumer Lainnya
Pada akhir Desember 2012, jumlah kredit konsumer yang disalurkan adalah sebesar Rp3.71 Triliun atau meningkat 40.02% dibandingkan tahun 2011 yang mencatat sebesar Rp2.65 Triliun.
Komposisi kredit konsumer Bank Saudara masih didominasi oleh dua produk unggulannya yaitu Kredit Pensiun (KUPEN) sebesar 57.73% dan Kredit Pegawai (KUPEG) 39.57% dari total kredit konsumer. Dominasi KUPEN dan KUPEG disebabkan oleh fokus untuk terus mengembangkan kedua produk andalan tersebut melalui program dan promosi pemberian kredit. Sedangkan, produk - produk konsumer lainnya, Kredit Kepemilikan Hunian (KPH), Kredit Pemilikan Motor/Mobil (KPM) dan Kredit Pekerja (KUJA) belum memberikan kontribusi signiikan. Pertumbuhan Kredit Konsumer Lainnya sumbuh sebesar 22.21% sebesar Rp81.5 Milyar di Desember 2011 menjadi 98.5 Milyar pada Desember 2012 dimana didominasi dari Kredit Pemilikan Hunian (KPH).
Tabel Pertumbuhan Kredit Konsumer 2011 - 2012 Berdasarkan Produk Konsumer
PRODUK Realisasi Desember’12 Realisasi Desember’11 (%) Growth KUPEG 1,470 1,045 40.68% KUPEN 2,146 1,528 40.50% Konsumer Lainnya 98 81 22.21% TOTAL 3,714 2,653 40.02%
Dalam Milyar Rupiah
Konsumer Lainnya Konsumer Lainnya KUPEN KUPEN KUPEG KUPEG 58% 58% 3% 3% 39% 39% Konsumer Lainnya KUPEN KUPEG 1,045 1,470 1,528 2,146 81 98
Komposisi Kredit Konsumer 2012
Pertumbuhan Kredit Konsumer 2011 - 2011
Komposisi Kredit Konsumer 2011
(Dalam Milyar)
Realisasi Desember 2011 Realisasi Desember 2012
75
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Kinerja Produk Perkreditan Konsumer Kredit untuk Pegawai (KUPEG)
P
roduk ini merupakan produk kredit konsumer unggulan Bank Saudara. KUPEG tumbuh sebesar 40.68% dalam kurun waktu satu tahun, naik dari Rp1,045 Triliun pada tahun 2011 menjadi Rp1,470 Triliun pada 31 Desember 2012. Tingkat rasio NPL KUPEG mengalami penurunan yang signiikan dari 1.61% untuk posisi Desember 2011 menjadi 1.53% di posisi Desember 2012. Hal ini tidak lepas dari proses monitoring yang lebih baikTabel Perkembangan Kredit Konsumer 2011 - 2012
Produk Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
KUPEG 1,045 1,128 1,266 1,358 1,470 KUPEN 1,528 1,642 1,844 1,981 2,146 Konsumer Lainnya 81 79 73 75 98 Total 2,653 2,848 3,183 3,414 3,714
Dalam Milyar Rupiah
Kredit untuk Pensiun (KUPEN)
U
sia senja bukanlah menjadi akhir seorang manusia untuk berhenti melakukan aktivitas ekonomi. Keinginan para pensiunan untuk terus produktif ini ditangkap sebagai sebuah peluang emas oleh Bank Saudara dan yang melandasi lahirnya Kredit Pensiun (KUPEN). Kredit ini dirancang secara khusus dengan skim kredit yang sangat ramah bagi para pensiunan untuk tetap produktif di dalam perekonomian atau memenuhi kebutuhan para pensiunan lainnya.Sampai 31 Desember 2012, KUPEN masih menjadi fokus dan unggulan bagi unit bisnis Bank Saudara dalam menyalurkan kredit. Selain memiliki tingkat risiko yang rendah, KUPEN juga memiliki potensi yang besar dengan tingkat persaingan yang masih relatif sedang. Per 31 Desember 2012 pertumbuhan KUPEN sebesar 40.50% dari Rp1,528 Triliun pada 31 Desember 2011 naik menjadi Rp 2,146 Triliun. (Dalam Milyar)
KUPEG KUPEN Kredit Konsumer Lainnya
Dec-12 Sep-12 Jun-12 Mar-12 Dec-11 1.045 1.528 81 1.128 1.642 79 1.266 1.844 73 1.358 1.981 75 1.470 2.142 78
Perkembangan Kredit Konsumer 2011 - 2012
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Kredit Tunjangan Hari Tua (THT)
S
ampai Desember 2012 Kredit Tunjangan Hari Tua (THT) yang berhasil disalurkan mencapai Rp12,43 Milyar dengan pertumbuhan sebesar Rp270 Juta dibandingkan dengan posisi Desember 2011. Produk ini merupakan potensi bisnis yang cukup menguntungkan. Namun peluang bisnis ini masih belum bisa diterapkan oleh seluruh unit bisnis. Berikut graik yang menggambarkan perkembangan produk THT:Tabel Perkembangan THT Konsumtif 2011 - 2012
Produk
Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-
12
THT Konsumtif 10 11 12 11 11
Dalam Milyar Rupiah
Kredit Konsumer Lainnya
S
elain produk unggulan di atas, Bank Saudara memiliki produk kredit konsumer lainnya yaitu Kredit Pemilikan Mobil/Motor (KPM), Kredit Untuk Pekerja (KUJA) dan Kredit Pemilikan Hunian (KPH) . Untuk saat ini Kredit Konsumer Lainnya didominasi oleh Kredit Pemilikan Hunian (KPH) dengan pertumbuhan pada Desember 2012 lebih dari 30% dari posisi Desember 2011.Tabel Perkembangan Konsumer Lainnya 2011 - 2012
Produk Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
Konsumer Lainnya
81 79 73 75 98
Dalam Milyar Rupiah
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
10
11
12
11
11
Dalam Milyar Rupiah
Perkembangan THT Konsumtif 2011 - 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
81
79
73 75
98
Dalam Milyar Rupiah
Perkembangan Konsumer Lainnya 2011 - 2012 KUPEN Hybrid
B
ank Saudara juga meluncurkan turunan produk KUPEN yang bernama KUPEN Hybrid dan Kredit Tunjangan Hari Tua (THT) untuk meningkatkan portofolio KUPEN. Kedua produk ini diluncurkan untuk menangkap peluang bisnis dari para calon pensiunan.Tabel Perkembangan KUPEN Hybrid 2011 - 2012
Produk Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
KUPEN Hybrid 17 47 80 136 164
Dalam Milyar Rupiah Sampai Desember 2012, KUPEN Hybrid yang berhasil disalurkan mencapai Rp163,85 Milyar atau tumbuh sebesar Rp141,05 Milyar dibandingkan dengan posisi Desember 2011.
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
17
47
80
136
164
Dalam Milyar Rupiah
77
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Komersial
U
saha Mikro, kecil, dan menengah merupakan salah satu sektor yang dapat bertahan di tengah luktuasi perekonomian di Indonesia. Karakteristik sektor ini adalah memiliki pangsa pasar domestik sehingga memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif perekonomian global.Walaupun tahan terhadap pengaruh negatif global, UMKM kerap memiliki masalah dalam pengembangan usaha dan keterbatasan akses permodalan. Kondisi ini membuat UMKM sangat bergantung pada modal sendiri yang relatif terbatas atau pada sumber modal non-formal lainnya yang memiliki biaya modal tinggi.
Dengan demikian perbankan dituntut untuk dapat membantu kebutuhan modal dan melindungi sektor UMKM dari sumber-sumber modal non formal.
Bagi Bank Saudara, kesulitan kebutuhan permodalan UMKM merupakan sebuah peluang yang sangat baik untuk mengembangkan usaha perkreditannya. Selain itu, pasar UMKM juga sebenarnya merupakan tujuan awal Himpoenan Soedara berdiri pada tahun 1906.
Kebijakan Manajemen Bank Saudara menetapkan bahwa mulai tahun 2012 Bank Saudara akan fokus dalam penyaluran kredit di sektor UMKM dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Peningkatan portofolio umkm sebesar Rp340 Milyar dari akhir tahun 2011 sebesar Rp556 milyar menjadi Rp842 Milyar atau pertumbuhan portofolio UMKM sebesar 51.6 %.
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Pembahasan Manajemen dan Analisis
U
ntuk memaksimalkan kinerja produk kredit UMKM, Bank Saudara telah memiliki Departemen UMKM yang bertugas untuk melayani kebutuhan permodalan UMKM di wilayah- wilayah kerja Bank Saudara. Selain itu, Bank Saudara juga telah mengeluarkan Kebijakan dan Pedoman Kredit UMKM untuk lebih menfokuskan kepada sektor-sektor usaha UMKM yang relatif lebih dikuasai oleh Bank Saudara.Kebijakan dan Pedoman tersebut memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Fokus pembiayaan menurut sektor ekonomi target pasar kredit
UMKM Bank Saudara adalah para pengusaha yang memiliki prospek usaha yang baik. Secara umum, sektor ekonomi yang menjadi prioritas pembiayaan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut :
• Peternakan Sapi Perah • Petani Tebu
• Petani Kelapa Sawit • Minyak dan Gas • Distribution Outlet • Distributor Sembako • Rumah Makan • Koperasi pasar • Koperasi Karyawan
• Diluar sektor ekonomi sebagaimana dimaksud diatas, sektor ekonomi lain yang dapat diproses lebih lanjut adalah sektor ekonomi yang mana dikuasai secara baik dari hulu sampai hilir.
2. Kondisi dan Persyaratan untuk Kredit UMKM 3. Kebijakan Pinjaman Rekening Koran 4. Kebijakan Proses Analisis Kredit Kinerja Kredit UMKM dan Komersial
Pada periode akhir Desember 2012 Kredit UMKM dan komersil mencapai portofolio sebesar Rp843 Milyar dari portfolio tahun 2011 sebesar Rp556 Milyar atau tumbuh sebesar Rp340 Milyar .
Tabel Kinerja Kredit Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Komersil
Kategori Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
Mikro 16 15 16 19 18
Kecil 54 83 70 69 69
Menengah 430 488 502 559 633
Komersil 56 72 83 81 123
Total UMKM &
Komersil 556 657 670 728 843
Dalam Milyar Rupiah
Tabel Komposisi Kredit UMKM 2011-2012
Kategori
Tahun 2011 Tahun 2012
Dec-12 Komposisi (%) Dec-11 Komposisi
(%) Mikro 18 2.12% 16 2.92% Kecil 69 8.13% 54 9.79% Menengah 633 75.13% 430 77.29% Komersil 123 14.62% 56 10.01% Total 843 100.00% 556 100.00%
Dalam Milyar Rupiah
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
81 69 83 70 72 83 56 54 123 69 633 18 559 19 502 16 488 15 430 16 Menengah Menengah 75% 77% 2% 3% 15% 10% 8% 10% Komersil Komersil Mikro Mikro Kecil Kecil
Kinerja Kredit Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Komersil 2011-2012 (Dalam Milyar)
79
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Perkembangan kredit UMKM dan Komersial di Bank saudara cukup menggembirakan dimana pertumbuhan mencapai 51,61%, hal ini tidak luput karena beberapa faktor sebagai berikut :
1. Adanya Relationship Oicer UMKM yang ditempatkan disetiap Kantor Cabang Bank Saudara yang bertugas khusus untuk melakukan pemasaran serta analisa kredit di Lapangan, 2. Adanya Marketing Development Program, dimana Bank Saudara
khusus melakukan proses recruitment, dimana peserta yang lulus diberikan pendidikan khusus mengenai ilmu strategi pemasaran, serta analisa kredit UMKM selama beberapa bulan, yang kemudian semua lulusan pendidikan tersebut ditempatkan di kantor Cabang maupun Kantor Pusat dengan bidang pekerjaannya berkaitan dengan penyaluran kredit UMKM. Hal ini bertujuan agar Bank Saudara dapat lebih fokus untuk mengambil target pasar di sektor UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, sehingga kredit UMKM yang disalurkan dapat memiliki kualitas yang baik.
Secara umum pada tahun 2012 kredit UMKM dan Komersil di Bank Saudara tumbuh signiikan yaitu sebesar Rp340 Milyar atau mengalami pertumbuhan sebesar 51,61% dari tahun 2011, dimana pada akhir tahun 2012 kontribusi portofolio UMKM dan Komersial sebesar Rp843 Milyar atau sebesar 16 % dari total portofolio kredit di Bank Saudara.
Tabel Pertumbuhan UMKM Komersil 2011-2012
Keterangan Dec-12 Dec-11 (%)
Total Kredit Bank Saudara 5,261 3,342 57.42%
Kredit Mikro 18 16 9.88%
Kredit Kecil 69 54 25.99%
Kredit Menengah 633 430 47.39%
Kredit Komersil 123 56 121.47%
Total Kredit UMKM Komersil 843 556 51.61%
Rasio Dec-12 Dec-11
Mikro Terhadap Total Kredit 0.34% 0.49% Kecil Terhadap Total Kredit 1.30% 1.63% Menengah Terhadap Total Kredit 12.03% 12.85% Komersil Terhadap Total Kredit 2.34% 1.66% UMKM Komersil Terhadap Total
Kredit 16.02% 16.63%
Dalam Milyar Rupiah
Wholesale Banking
P
erkembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) seperti Badan Perkreditan Rakyat (BPR), Koperasi, dan perusahaan pembiayaan (Multiinance) saat ini tumbuh dengan pesat. Rendahnya penetrasi/penyebaran bank umum ke daerah-daerah menjadi salah satu pendorong terus berkembangnya bisnis yang dilakukan LKM ini. Disisi lain keterbatasan modal menjadi kendala tersendiri bagi LKM. Hal ini merupakan suatu peluang penyaluran kredit yang sangat baik, oleh karena itu selama Tahun 2012 pertumbuhan penyaluran kepada LKM ini terus meningkat. Sampai dengan akhir Periode Tahun 2012, penyaluran kredit yang dilakukan kepada perusahaan pembiayaan mendominasi dari keseluruhan portofolio kredit kepada LKM yang dikelola oleh Departemen Wholesale Banking.Selama Tahun 2012 pembiayaan yang dilakukan kepada LKM dilakukan oleh Departemen Wholesale Banking masih didominasi oleh skema kredit Executing. Sampai pada akhir Tahun 2012 skim fasilitas Chanelling kepada perusahaan pembiayaan masih berada dalam tahap persiapan baik ketentuan dan sistem Bank Saudara, diharapkan pada awal Tahun 2013 fasilitas Chanelling ini dapat segera berjalan.
Selain Fasilitas Executing dan Chanelling, pada Tahun 2012 pun telah dilakukan kerja sama JMS (Jejaring Mitra Saudara) dengan beberapa Koperasi dan BPR di Wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Diharapkan pada Tahun 2013 kerja sama melalui program JMS ini dapat memberikan kontribusi yang signiikan kepada peningkatan portofolio bisnis Bank Saudara khususnya KUPEN.
Kinerja Wholesale Banking
Pertumbuhan positif yang berhasil dilakukan oleh Departemen Wholesale Banking selama Tahun 2012 dapat dilihat dari
pertumbuhan jumlah debitur (NoA) dan juga dari jumlah outstanding atas debitur yang menjadi kelolaan Wholesale Banking secara keseluruhan.
Berikut disajikan beberapa indikator pencapaian Departemen Wholesale Banking sampai dengan Desember Tahun 2012, data Desember Tahun 2011 digunakan sebagai pembanding terhadap pencapaian selama Tahun 2012. Pertumbuhan Outstanding, NoA, Kualitas kredit adalah beberapa data yang akan ditampilkan pada bahasan selanjutnya.
Pertumbuhan Kredit kepada LKM Tahun 2012
Berikut adalah pertumbuhan penyaluran kredit kepada LKM yang khusus dikelola oleh Departemen Wholesale Banking sampai dengan akhir periode Tahun 2012.
Tabel Perkembangan Wholesale Banking 2011 - 2012
Produk
Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-
12
EXECUTING 59 89 243 456 628
ASSET BUY 4 2 1 1 1
Total 63 91 244 457 629
Dalam Milyar Rupiah Ulasan Perekonomian Indonesia | Pembahasan Manajemen dan Analisis | Kinerja Keuangan Perusahaan
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Total Outstanding khususnya untuk Fasilitas Executing terus mengalami pertumbuhan yang positif, bahkan pada tiap bulannya terus mengalami peningkatan. Pertumbuhan yang relatif cepat mulai ditunjukan pada Maret 2012, dan trend positif ini terus ditunjukan sampai dengan Desember 2012.
Bila dibandingkan dengan Posisi Desember Tahun 2011, peningkatan yang terjadi sampai dengan Desember Tahun 2012 sangat signiikan. Secara Total (fasilitas Executing dan Asset Buy) pada Desember 2012 outstanding yang telah berhasil dibukukan mencapai Rp629 Milyar, terjadi peningkatan sebesar 898% bila dibandingkan dengan Posisi Desember Tahun 2011 (Rp63 Milyar) .
Portofolio berupa Fasilitas Asset buy kepada BPR dan Koperasi terus mengalami penurunan pada Tahun 2012. Penurunan yang terjadi pada Asset Buy ini tidak berpengaruh besar pada keseluruhan portofolio LKM yang dikelola oleh Departemen Wholesale Banking karena Total dari Portofolio Asset Buy ini memang relatif kecil bila dibandingkan dengan Fasilitas Executing.
Sebaran Penyaluran Kredit kepada LKM
Berikut adalah sebaran penyaluran kredit kepada LKM yang khusus dikelola oleh Departemen Wholesale Banking sampai dengan akhir periode Tahun 2012.
Tabel Perkembangan Wholesale Banking 2011- 2012 Berdasarkan Sebaran Penyaluran
Produk Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
BPR 20 21 40 46 56
Koperasi 43 38 58 75 80
Multiinance - 32 138 309 469
Ventura - - - 27 24
Total 63 91 236 457 629
Dalam Milyar Rupiah Selain BPR, Koperasi dan Perusahaan Pembiayaan, pada Tahun 2012 Perusahaan Ventura menjadi entitas baru yang menjadi objek pemberian kredit. Portofolio dari pemberian kredit kepada Perusahaan Pembiayaan mendominasi dari keseluruhan portofolio penyaluran kredit kepada LKM yang dikelola oleh Departemen Wholesale Banking sampai dengan Desember Tahun 2012, sharenya mencapai 70%. Walaupun pemberian fasilitas kredit kepada Perusahaan Pembiayaan relatif baru, akan tetapi pertumbuhan yang ditunjukan sangat signiikan.
Pertumbuhan pemberian kredit kepada BPR pun mengalami peningkatan, walaupun nilai pertumbuhannya masih jauh dibawah Perusahaan Pembiayaan. Sampai dengan Desember 2012, terjadi peningkatan sebesar 174% menjadi Rp56 Milyar. Walaupun presentasi peningkatan ini relatif besar, akan tetapi secara nominal peningkatan yang terjadi ini relatif kecil.
Pertumbuhan yang relatif kecil terjadi pada entitas Koperasi, peningkatan yang terjadi sampai dengan Desember Tahun 2012 sebesar 82%. Selama Tahun 2012 Departemen Wholesale Banking dalam penyaluran kredit kepada Koperasi hanya mengandalkan penambahan plafond dari nasabah eksisting. Pemberian kepada Koperasi ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kelonggaran regulator terhadap Koperasi ini. Hal yang menarik pada Tahun 2012 ini adalah bertambahnya entitas perusahaan Ventura yang relatif baru bagi Bank Saudara. Sampai dengan Desember 2012, terdapat 3 Perusahaan Ventura yang mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Saudara.
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
4 59 89 243 456 628 2 1 1 1 (Dalam Milyar) Asset Buy Executing
Perkembangan Wholesale Banking 2011 - 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
20 21 38 138 27 306 469 40 46 56 80 75 58 24 32 43
Perkembangan Wholesale Banking 2011 - 2012 Berdasarkan Sebaran Penyaluran
(Dalam Milyar)
81
Laporan Tahunan 2012 | PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Pertumbuhan Jumlah NOA Penyaluran Kredit kepada LKM
Selama Tahun 2012 peningkatan jumlah Nasabah LKM yang menjadi Account terus menunjukan peningkatan. Berikut adalah pertumbuhan jumah Nasabah LKM selama Tahun 2012 dan dibandingkan dengan Desember Tahun 2011.
Tabel Perkembangan Debitur Wholesale Banking 2011- 2012
Produk Tahun 2012
Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12
BPR 16 18 17 22 26
Koperasi 38 41 41 41 42
Multiinance 1 12 12 16 18
Ventura - - - 2 2
Total 55 71 70 81 88
Dalam Milyar Rupiah
Peningkatan dari jumlah nasabah kelolaan Departemen Wholesale Banking pun terus mengalami peningkatan. Pada Desember 2011 tercatat hanya 55 nasabah yang merupakan LKM yang menjadi kelolaan Departemen Wholesale Banking. Bandingkan dengan Posisi Desember 2012 yang mencapai 88 LKM.
Peningkatan terbesar masih terjadi pada entitas Perusahaan Pembiayaan dan BPR. Sedangkan untuk Koperasi jumlahnya relatif sama. Untuk Perusahaan Ventura pun diproyeksikan tidak akan mengalami pertumbuhan yang signiikan karena terbatasnya jumlah dari Perusahaan Ventura itu sendiri.
Walaupun perusahaan pembiayaan mendominasi dari keseluruhan portofolio kredit kelolaan Departemen Wholesale Banking, Koperasi masih menjadi entitas LKM yang terbanyak dari total account kelolaan Departemen Wholesale Banking, atau menempati share sebesar 50%. Akan tetapi jumlah ini relatif tidak berubah bila dibandingkan dengan posisi pada akhir Tahun 2011, sehingga diproyeksikan pada tahun- tahun yang akan datang Koperasi tidak akan menjadi entitas yang dominan di account kelolaan Departemen Wholesale Banking.