Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif didukung metode kualitatif. Metode kualitatif dilakukan untuk menelusuri lebih jauh tentang alur sejarah desa, proses industrialisasi yang terjadi, perilaku ekonomi nelayan, dan persepsi masyarakat dalam memandang industrialisasi perikanan tuna. Selain itu, metode kualitatif ini juga digunakan untuk mengetahui lebih jauh kehidupan ekonomi nelayan tuna yang sudah banyak dipengaruhi oleh industrialisasi perikanan tuna, baik secara nasional maupun secara global.
Metode kualitatif digunakan untuk mendukung data kuantitatif yang diperoleh dari hasil wawancara melalui instrumen kuesioner. Variabel yang diteliti terdiri karakteristik nelayan (usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, pengalaman sebagai nelayan, tingkat pendapatan, dan tingkat pengetahuan), intervensi pihak luar (bantuan modal), karakteristik usaha nelayan (ukuran kapal, modal melaut, dan jumlah hasil tangkapan), dan perilaku ekonomi nelayan (orientasi mutu, adaptasi teknologi, hubungan sosial, ketenagakerjaan, dan perilaku konsumsi).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif berguna untuk membuat penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah suatu strategi penelitian multi-metode, lazimnya memadukan teknik pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen (Sitorus 1998). Menurut Stake (2009) studi kasus dapat berciri kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya.
Lokasi dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di RW 04, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan secara sengaja (purposive) dengan beberapa alasan, yakni: a. Desa Tambakrejo merupakan salah satu penghasil ikan tuna terbesar di
Malang dengan produksi mencapai lebih dari 600 000 000 kg pada tahun 2012.
b. Sebagian besar penduduk Desa Tambakrejo bermatapencaharian sebagai nelayan, terutama nelayan tradisional tuna.
c. RW 04 merupakan RW yang terdekat dengan pelabuhan dan merupakan salah satu RW dengan jumlah nelayan tuna terbanyak.
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2013. Selama pengambilan data berlangsung, peneliti tinggal bersama objek penelitian di lapangan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui lokasi penelitian dengan baik, menciptakan hubungan sosial yang dekat dengan objek penelitian, dan mendapat data yang lebih dalam dan valid.
30
Teknik Pemilihan Responden dan Informan
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh nelayan yang ada di RW 04, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur yang berjumlah 190 orang. Jumlah populasi didapatkan dari hasil penelusuran lapangan, yaitu menanyakan kepada setiap ketua RT dan beberapa warga di RW 04. Kerangka sampling yang diambil adalah seluruh nelayan tuna yang ada di RW 04, Desa Tambakrejo yang berjumlah 162 orang. Unit penelitian yang diteliti adalah individu yang berprofesi sebagai nelayan tuna. Penentuan responden dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang.
Jumlah informan dalam penelitian ini tidak dibatasi dengan tujuan untuk memperkaya informasi mengenai perilaku ekonomi apa saja yang dilakukan nelayan tuna di sana dalam kerangka industrialisasi perikanan. Penelusuran dilakukan pada pihak-pihak terkait dengan menggunakan teknik bola salju (snowball sampling) yang memungkinkan perolehan data dari satu informan ke informan lainnya. Pencarian informan ini berhenti saat tambahan informan tidak lagi menghasilkan pengetahuan baru atau sudah berada pada titik jenuh.
Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang pengumpulannya dilakukan sendiri oleh peneliti. Artinya, data tersebut diperoleh dari pengamatan langsung peneliti sendiri, yakni hasil wawancara dengan responden/informan dan hasil pengukuran peneliti sendiri.
Data primer yang diperoleh dari responden dilakukan melalui teknik wawancara terstruktur dengan alat bantu kuesioner yang telah dipersiapkan. Sedangkan pengumpulan data dari informan dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Data primer yang akan dikumpulkan adalah:
1) Karakteristik nelayan tuna, yang meliputi umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, pengalaman sebagai nelayan, tingkat pendapatan nelayan, dan tingkat pengetahuan nelayan.
2) Intervensi pihak luar, yang meliputi bantuan modal.
3) Karakteristik usaha nelayan, yang meliputi ukuran kapal, modal melaut, dan jumlah hasil tangkapan.
4) Perilaku ekonomi apa saja yang dilakukan para nelayan tuna, meliputi orientasi mutu, adaptasi teknologi, hubungan sosial, ketenagakerjaan, dan perilaku konsumsi.
Selain data primer, pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh pihak lain dan sudah diolah oleh pihak lain tersebut. Sumber data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Tambakrejo, Dinas Perikanan dan Kelautan Malang, Biro Pusat Statistik Kabupaten Malang, LSM terkait, serta buku, internet, jurnal-jurnal penelitian, skripsi, tesis, dan laporan penelitian yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
31
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Data kuantitatif adalah data mengenai hal-hal yang dapat diukur dan dapat dikuantifikasikan. Data kuantitatif ini digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, intervensi pihak luar, karakteristik usaha nelayan dalam industrialisasi perikanan, serta mencari hubungan antara masing-masing aspek dengan perilaku ekonomi nelayan tuna. Pengolahan data kuantitatif dalam penelitian ini mengacu pada langkah-langkah pengolahan data dari Effendi et al. (1989). Pertama, memasukkan data ke dalam kartu atau berkas (file) data. Kedua, membuat tabel frekuensi atau tabel silang. Ketiga, mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ditemui setelah membaca tabel frekuensi atau tabel silang.
Setelah itu, data kuantitatif yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan program komputer SPSS 16 for Windows untuk menguji hubungan antar variabel yang kemudian dianalisis dan diinterpretasikan untuk melihat fakta yang terjadi dengan menggunakan analisis rank-spearman, serta dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perbandingan antara perilaku ekonomi nelayan ideal dengan perilaku ekonomi di lapangan.
Uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk melihat hubungan antar variabel dengan data ordinal dan data interval yang diubah menjadi data ordinal. Uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menentukan hubungan antara kedua variabel (variabel independen dan variabel dependen). Korelasi positif menunjukkan hubungan yang searah antara dua variabel yang diuji, yang berarti semakin besar variabel bebas (variabel independen) maka semakin besar pula variabel terikat (variabel dependen). Sementara itu, korelasi negatif menunjukkan hubungan yang tidak searah, yang berarti jika variabel bebas besar maka variabel terikat menjadi kecil (Rakhmat 1997). Rumus korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut:
Dimana:
ρ atau rs : koefisien korelasi rank spearman di : determinan
n : jumlah data atau sampel
Klasifikasi keeratan hubungan dijelaskan oleh Guilford (1956:145) dalam Rakhmat (1997) sebagai berikut:
Kurang dari 0.20 hubungan rendah sekali; lemas sekali 0.20–0.40 hubungan rendah tetapi pasti
0.40–0.70 hubungan yang cukup berarti 0.70–0.90 hubungan yang sangat tinggi; kuat
Lebih dari 0.90 hubungan sangat tinggi; kuat sekali, dapat diandalkan Tingkat kesalahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5 persen atau pada taraf nyata α = 0.05, yang berarti memiliki tingkat
32
kepercayaan 95 persen. Nilai probabilitas (P) yang diperoleh dari hasil pengujian dibandingkan dengan taraf nyata untuk menentukan apakah hubungan antara variabel nyata atau tidak. Bila nilai P lebih kecil dari taraf nyata α = 0.05 maka hipotesis diterima, terdapat hubungan nyata, dan nilai koefisien korelasi γs digunakan untuk melihat keeratan hubungan antara dua variabel. Sebaliknya bila nilai P lebih besar dari taraf nyata α 0.05 maka hipotesis tidak diterima, yang berarti tidak terdapat hubungan nyata dan nilai koefisien korelasi γs diabaikan.
Teknik analisis data kualitatif dilakukan sejak awal pengumpulan data. Hasil wawancara mendalam dan pengamatan disajikan dalam bentuk catatan harian yang dianalisis sejak pertama kali datang ke lapangan dan berlangsung terus menerus. Analisis data kualitatif dilakukan secara terus menerus yang terdiri atas pengumpulan data, analisis data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data primer dan sekunder mengacu pada pendapat Miles dan Huberman (1992) dalam Sitorus (1998), data diolah dengan melakukan tiga tahapan kegiatan dan dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi data. Pertama, reduksi data dilakukan dengan tujuan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data-data yang tidak diperlukan dan mengorganisir data sedemikian sehingga didapatkan kesimpulan akhir.
Kedua, data yang telah disajikan dalam bentuk teks naratif hasil catatan lapang disusun dalam bentuk matriks yang menggambarkan proses apa saja faktor yang memengaruhi usaha nelayan, kemudian proses bagaimana faktor tersebut memengaruhi pola perilaku ekonomi nelayan tuna di sana. Hal ini akan memudahkan melihat apa yang sedang terjadi dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melakukan analisis. Tahap ketiga, penarikan kesimpulan yaitu melalui verifikasi yang dilakukan peneliti sebelum peneliti menarik kesimpulan akhir. Verifikasi tersebut dilakukan dengan cara: memikirkan ulang selama penulisan, tinjauan ulang pada catatan lapang, serta bertukar pikiran dengan teman sejawat dan dosen pembimbing. Artinya, terdapat satu tahapan dimana proses menyimpulkan penelitian ini dilakukan bersama dengan para informan yang merupakan subjek dalam penelitian ini dan yang telah menyumbangkan data dan informasi terhadap penelitian ini. Analisis data kualitatif dipadukan dengan hasil interpretasi data kuantitatif.
33