c. Kualifikasi peserta didik kelas bilingual/ Internasional
5. Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta (PLKJ)
1 1 1
69
Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 7. Ketrampilan Elektronika 2 2 2 8. Bahasa Mandarin 2 2 2 C. Pengembangan Diri (BP/BK) 3*) 3*) 3*) Jumlah 49 49 49 Keterangan: X
) Bermuatan Silabus Cambridge untuk kelas program Cambridge
Demikian pula dari tabel di atas, dapat dipahami bahwa program
bilingual di SMP Bakti Mulya 400 menggunakan kurikulum plus, yaitu adopsi dan adaptasi antara kurikulum Cambridge dengan kurikulum nasional. Penerapan kurikulum plus antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum Cambridge berlaku pada kelas IX. Sama halnya dalam kurikulum 2013 yang diterapkan di kelas VII dan VIII, di kelas IX dalam mata pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Inggris juga bermuatan silabus Cambridge dimana bahasa pengantar maupun materi yang diberikan sesuai dengan silabus Cambridge tentunya dengan mengkombinasikan dengan KTSP.
Dengan menginduk kepada Cambridge, mereka memberikan keleluasaan yang besar kepada sekolah untuk berinovasi dan berkreasi. Pada dasarnya Cambridge memberikan kurikulum yang bisa dimodifikasi. Kurikulumnya tidak harus dari Cambridge. Tapi untuk mata pelajaran Match, English, Sains, mengikuti Cambridge dengan berbahasa Inggris sebagai pengantarnya. Sedangkan untuk bahasa Inggris memiliki native speaker. Jika matematika dan IPA gurunya dilatih untuk punya kemampuan yang setaraf dengan Cambridge baik dalam bahasanya, pedagogik dengan dilatih terlebih dahulu. 27
Sebagaimana dikemukakan sebelumnya penerapan standar internacional
27
Hasil wawancara dengan Novini Vilakusuma, Ketua bidang program bilingual SMP Bakti Mulya 400, (25 November 2014, pukul 13.48), di ruang konseling, Lebak Bulua: Jakarta Selatan
70
dapat mengadopsi kurikulum dari luar negeri yang dianggap memiliki keunggulan. University of Cambridge International Examinations (CIE)
menerbitkan kurikulum pendidikan yang dipakai di banyak negara untuk mengantarkan siswa pada jenjang pendidikan yang berkesinambungan. Kurikulum ini dapat dipertimbangkan untuk digunakan dengan alasan:
1. Memiliki kesesuaian dengan kultur pendidikan di YBKSP Bakti Mulya 400 yang tetap menekankan agama Islam serta memberikan keleluasaan bagi pengelola pendidikan untuk mengembangkan pola pengajarannya sesuai dengan kultur dan kondisi daerah setempat.
2. Dapat dipadukan dengan kurikulum KTSP yang tetap mengajarkan materi ujian nasional terutama pelajaran Bahasa Indonesia
3. Reputasi mutu internasional telah banyak diakui oleh berbagai kalangan akademisi dan telah digunakan di berbagai lembaga pendidikan di dunia.28 Penerapan silabus Cambridge pada level SMP secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 4.5
Struktur Kurikulum Cambridge kelas Internasional
Komponen
KelasdanAlokasiWaktu
VII VIII IX
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama Islam , Fiqih & Al Qur‟an 2 +3*) 2+3*) 2+2*) 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4+2*) 4+2*) 4+2*) 4. Bahasa InggrisX) 4 4 4+1*) 5. MatematikaX) 4+2*) 4+2*) 4+2*)
6. Ilmu Pengetahuan AlamX) 4+2*) 4+2*) 4+2*)
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4+2*) 4+2*) 4+2*)
8. Seni Budaya 2 2 2
28
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS-1), Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 22
71
9. PendidikanJasmani, OlahragadanKesehatan
2 2 2
10.Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi X) 2 2 2 11. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi X) 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2
1. Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta (PLKJ)
1*) 1*) 1*)
2. Pendidikan Tata Boga 2*) 2*) 2*)
3. Ketrampilan Elektronika 2*) 2*) 2*)
4. Bahasa Mandarin 2*) 2*) 2*)
C. Pengembangan Diri 1*)+2**) 1*)+2**) 1*)+ 2**)
Jumlah 32+19*) 32+19*) 32+19*)
Sesuai dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah Menengah Pertama bahwa RSBI melakukan adopsi/adaptasi nasional kurikulum internasional dari negara maju. Cambridge International Examination (CIE) merupakan lembaga pengelola kurikulum dan evaluasi yang telah 150 tahun melangsungkan kegiatan untuk sekolah-sekolah internasional.
Adapun yang membedakan kurikulum Cambridge dengan kurikulum lainnya yaitu meskipun silabus Cambrige untuk SMP umumnya diselesaikan selama 4 tahun, namun dalam penerapannya dapat diatur sesuai kurikulum KTSP. KTSP di SMP Bakti Mulya 400 dapat dipadukan dengan Kurikulum Cambridge dengan memilih bidang studi utama (Matematika, Bhs Inggris, Komputer, Fisika, Biologi dan Kimia) yang sasarannya dua hal mendasar yaitu sukses UAN dan mendapat reputasi/ kualitas internasional. Silabus dari kurikulum Cambridge sangat terbuka untuk dipakai di sekolah dengan model pengelolaan yang sepenuhnya diserahkan kepada sekolah
72
termasuk pengajar dan sarana pembelajaran. Pihak Cambridge akan mengukur hasil yang dicapai.
Dalam hal ini SMP Bakti Mulya 400 diberi tawaran untuk dijadikan center of
Cambrige yang berarti menjadi induk bagi sekolah-sekolah lain yang menggunakan silabus Cambridge. Dengan menerapkan kurikulum Cambridge dapat mengikuti tes yang disetarakan dengan tes standar internasional dan tes tersebut bisa dicicil dengan cara penjajagan check point. Kemudian hasil tes dibandingkan dengan siswa lain dari seluruh dunia. Perbandingan kualitas/ reputasi sekolah perlu pembanding dengan sekolah lain/ lembaga internasional dengan tes akhir bernama IGCSE meliputi 6 bidang utama: Matematika, Bhs Inggris, Komputer, Fisika, Biologi dan Kimia dengan dilakukan ujian dalam 2 tahap yaitu: di kelas 3 SMP dan kelas 1 SMA. Dengan demikian siswa yang memiliki potensi yang baik akan melanjutkan ke jenjang SMA yang memiliki Kurikulum Cambridge.
Berbicara mengenai strategi pendekatan pembelajaran di SMP Bakti Mulya 400. Maka pendekatan dalam kegiatan pembelajaran kelas internasional (KI) menggunakan pola „active learning’, di mana siswa diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran (learning facilitators). Selain mengikuti mata pelajaran nasional pada KTSP dan menempuh Ujian Nasional, siswa menempuh mata pelajaran dengan standar internasional ujian Cambridge IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) seperti digambarkan sebagai berikut:29
29
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS-1), Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 21-23
Cambridge IGCSE 2007 2008 2009 2010 IGCSE + KTSP Cambridge Checkpoint Cambridge Checkpoint Cambridge Checkpoint
73
Adapun kurikulum program bilingual berisi muatan pelajaran (isi) dalam kurikulum telah setara atau lebih tinggi dari muatan pelajaran yang sama pada sekolah unggul dari salah negara diantara negara OECD atau dari negara maju lainnya
Pengembangan IKKT Standar Isi yang telah dilakukan:
1) Melakukan kajian terhadap Silabus Cambridge untuk mata pelajaran Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, IT dan Bahasa Inggris.
2) Melakukan adaptasi kurikulum nasional dengan adopsi Silabus Cambridge untuk mata pelajaran Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, IT dan Bahasa Inggris.30
Dari pengembangan standar isi di atas, dijelaskan bahwa SMP Bakti Mulya menerapkan kurikulum plus dengan melakukan adopsi dan adaptasi kurikulum Cambridge dan kurikulum Nasional pada beberapa mata pelajaran utama seperti mata pelajaran Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, IT dan Bahasa Inggris.