procurement , kebijakan e-performance (SAKIP)
G. Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal yang dilaksanakan di Aceh adalah pendidikan PAUD dan pendidikan kesetaraan. Berdasarkan data tahun 2012, jumlah peserta didik PAUD usia 0-4 tahun tercatat sebanyak 24.529 orang, dengan rincian Kelompok Bermain sebanyak 18.858 orang, Taman Penitipan Anak (TPA) sebanyak 1.365 orang, Satuan PAUD Sejenis (SPS) sebanyak 3.235 orang. Jumlah ini belum termasuk peserta didik pada POS-PAUD dan Taman Pendidikan Al-quran. Data peserta didik menurut kelembagaan dan jenis kelamin
adalah sebagaimana di sajikan pada Tabel 2.51.
Tabel 2.51
Data Peserta Didik PAUD menurut Kelembagaan dan Jenis Kelamin Di Aceh Tahun 2012
No Kelembagaan Laki-laki % Perempuan % Jumlah
1 Kelompok Bermain 9.311 77.43 9.547 76.35 18.858
2 TPA 119 0.99 1.246 9.96 1.365
3 SPS 1.524 12.67 1.711 13.68 3.235
Jumlah 12.025 49.02 12.504 50.98 24.529
Sumber : Pendidikan Luar Biasa & Luar Sekolah Dinas Pendidikan Aceh tahun 2011
Selanjutnya peserta didik pendidikan kesetaraan sebanyak 15.676 orang, terdiri dari Paket A sebanyak 3.546 orang, Paket B sebanyak 10.992 orang dan Paket C sebanyak 1.138 orang. Perincian menurut Jenjang dan Jenis Kelamin adalah sebagaimana di sajikan
pada Tabel 2.52.
Tabel 2.52
Data Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan menurut Jenjang Di Aceh Tahun 2011/2012
No Jenjang Laki-laki % Perempuan % Jumlah
1 Paket A 1.742 22.36 1.804 22.88 3.546
2 Paket B 5.473 70.24 5.519 70.00 10.992
3 Paket C 577 7.41 561 7.12 1.138
Jumlah 7.792 49.71 7.884 50.29 15.676
97 BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Pelayanan Umum
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD dan pendidikan kesetaraan Pemerintah Aceh telah mengembangkan perpustakaan, tercatat 39 buah TBM yang aktif dan 2 buah TBM mobil. Namun budaya baca dan pembinaan perpustakaan belum menunjukkan hasil yang optimal karena terbatasnya jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada, lemahnya kemampuan personil, dan terbatasnya jumlah buku. Demikian juga hampir semua kabupaten/kota di Aceh telah membentuk lembaga perpustakaan dan kearsipan, namun belum tersedianya gedung yang memadai. Jumlah gedung pelayanan perpustakaan untuk
mendukung pendidikan PAUD dan pendidikan kesetaraan dapat dilahat pada Tabel 2.53.
Tabel 2.53
Jumlah Gedung Pelayanan Perpustakaan Umum dan Gampong Tahun 2009-2011
No Jenis Perpustakaan Jumlah Perpustakaan
Sudah Memiliki Gedung Sendiri
2009 2010 2011 2009 2010 2011
1 Perpustakaan Umum 14 19 19 3 8 9
2 Perpustakaan Gampong 779 807 876 - 25 38
Sumber : Badan Arpus Aceh, 2012
Sesuai dengan surat Gubernur Aceh No.413.4/24658/2011 tanggal 13 Oktober 2011 Aceh memiliki 6.451 gampong. Jumlah perpustakaan gampong yang sudah terbentuk sebanyak 876 perpustakan dan sebanyak 38 unit (4%) sudah memiliki gedung sendiri, sedangkan yang lainnya masih menumpang pada gedung/rumah masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh ke depan harus mengupayakan: 1) penyediaan sarana gedung perpustakaan gampong sebanyak 838 unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dan 2) melengkapi buku-buku perpustakaan.
2.3.1.3. Bidang pendidikan Dayah
A. Rasio Ketersediaan Dayah dan Santri
Pendidikan dayah memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan berakhlakul karimah yang berlandaskan nilai-nilai dinul Islam. Berdasarkan akreditasi dayah pada tahun 2011, jumlah lembaga dayah di Aceh sebanyak 517 dayah yang terdiri dari 411 Dayah Salafiyah (dayah tradisional) dan 106 Dayah Terpadu. Dari jumlah tersebut, dayah yang memiliki klaisifikasi tipe A berjumlah 49 dayah salafiyah dan 52 dayah terpadu. Untuk Tipe B, dayah salafiyah berjumlah 61 dayah dan 28 dayah untuk dayah terpadu. Untuk Tipe C, dayah salafiyah berjumlah 134 dayah dan 18 dayah terpadu. Sedangkan untuk Tipe D, dayah salafiyah berjumlah 155 dayah dan dayah terpadu berjumlah 8 dayah. Rasio ketersediaan dayah yang terakreditasi dengan
BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Pelayanan Umum 98
santri adalah 1:324. Rasio ini lebih rendah dibandingkan dengan rasio ketersediaan sekolah
menengah dan siswa yang memiliki rasio 1 : 302 (Tabel 2.54).
Tabel 2.54
Rekapitulasi Tipe Dayah Aceh Hasil Akreditasi Tahun 2011 dalam Provinsi Aceh
Salafiyah Terpadu Salafiyah Terpadu Salafiyah Terpadu Salafiyah Terpadu
1 Sabang - 1 - - - 2 - - - 3 2 Banda Ace - 1 4 1 - - - - - 6 3 Aceh Besar 1 12 14 11 2 11 2 1 - 54 4 Pidie - 3 - 3 4 24 - 34 - 68 5 Pidie Jaya 1 3 1 - - 7 - 9 - 21 6 Bireuen 2 9 2 17 - 12 - 42 - 84 7 Lhokseumawe - 4 5 2 - 2 - - - 13 8 Aceh Utara 2 5 5 7 3 21 1 12 - 56 9 Aceh Timur - 1 1 2 - 8 - 11 1 24 10 Langsa - - 1 3 - 3 - 4 - 11 11 Aceh Tamiang 1 - 1 - - 1 - 4 2 9 12 Bener Meriah - - 2 - 1 2 3 1 1 10 13 Aceh Tengah - - 3 1 - 5 - 1 1 11 14 Gayo Lues - 1 1 1 2 - - - - 5 15 Aceh Tenggara 1 - 5 - 5 1 5 3 1 21 16 Aceh Jaya - 1 - 1 2 5 - 4 - 13 17 Aceh Barat 1 2 2 2 2 4 - 4 - 17 18 Nagan Raya - - - - 1 1 - 9 - 11 19 Aceh Barat Daya - 1 2 2 - 10 - 4 - 19 20 Aceh Selatan 1 4 2 7 - 14 1 8 - 37 21 Subulussalam 1 - - - 6 - 1 3 1 12 22 Aceh Singkil 1 1 1 1 - 1 4 - 1 10 23 Simeulue - - - - - - 1 1 - 2 12 49 52 61 28 134 18 155 8 517 Jumlah dan Tipe Dayah
No Ma'had Aly dan Tipe A Tipe B Tipe C Tipe D Jumlah
Perbatasan Kabupaten/Kota
JUMLAH
Sumber : Badan Dayah Provinsi Aceh, 2012
B. Rasio Ketersediaan Tengku/Guru dan Santri
Dari hasil kegiatan pemutakhiran data yang dilakukan tahun 2011 menunjukkan bahwa jumlah teungku/Ustadzah sebanyak 17.569 orang. Dengan demikian, rasio ketersediaan Teungku /guru dan santri 1:10. Rasio ini lebih tinggi dibandingkan dengan rasio guru dan siswa 1 : 12 pada sekolah umum tingkat Nasional. Selanjutnya, Kabupaten/Kota dengan jumlah tengku/Ustadz terbanyak adalah kabupaten Aceh Utara dengan Jumlah 3.711 orang. Sedangkan untuk kabupaten/kota dengan Jumlah Teungku/Ustadz terkecil adalah Kabupaten Simeulue dengan jumlah 35 orang. Pada kegiatan pemuktakhiran data tahun 2011, juga didapat jumlah santri dayah di Aceh yaitu sebanyak 167.791 orang. Kabupaten Aceh Utara memiliki jumlah santri tertinggi yaitu 34.860 santri, sedangkan kabupaten/kota yang memiliki jumlah Santri paling sedikit adalah Kota Sabang
dengan santri sebanyak 416 santri (Tabel 2.55). Hal ini menggambarkan bahwa distribusi
99 BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Pelayanan Umum Tabel 2.55
Rekapitulasi Jumlah Dayah Aceh Hasil Pemuktahiran Tahun 2011 Dalam Provinsi Aceh
Menetap Tidak Menetap Menetap Tidak Menetap 1 Sabang 5 209 207 416 29 12 41 2 Banda Aceh 10 1.949 544 2.493 232 71 303 3 Aceh Besar 88 10.651 4.995 15.646 1.602 280 1.882 4 Pidie 73 4.312 11.893 16.205 1.181 603 1.784 5 Pidie Jaya 31 3.784 3.951 7.735 527 217 744 6 Bireuen 83 12.559 9.858 22.417 1.839 405 2.244 7 Lhokseumawe 22 4.493 1.577 6.070 354 99 453 8 Aceh Utara 184 17.012 17.848 34.860 3.209 502 3.711 9 Aceh Timur 99 8.122 10.870 18.992 1.297 312 1.609 10 Langsa 11 2.285 1.063 3.348 166 158 324 11 Aceh Tamiang 27 1.492 2.830 4.322 278 79 357 12 Bener Meriah 9 1.357 494 1.851 135 28 163 13 Aceh Tengah 10 1.127 363 1.490 148 8 156 14 Gayo Lues 19 1.350 612 1.962 178 68 246 15 Aceh Tenggara 20 2.740 515 3.255 391 269 660 16 Aceh Jaya 14 1.503 716 2.219 318 20 338 17 Aceh Barat 25 2.668 1.693 4.361 547 49 596 18 Nagan Raya 10 514 784 1.298 112 16 128 19 Aceh Barat Daya 30 1.590 2.695 4.285 335 134 469 20 Aceh Selatan 56 4.424 5.448 9.872 710 160 870 21 Subulussalam 14 928 1.308 2.236 211 12 223 22 Aceh Singkil 13 1.645 507 2.152 155 78 233 23 Simeulue 3 128 178 306 22 13 35 856 86.842 80.949 167.791 13.976 3.593 17.569 No Kabupaten/Kota Jumlah Dayah
Status Santri Jumlah Santri Status Guru/Teungku Jumlah Guru/Teungku JUMLAH
Sumber : Badan Dayah Provinsi Aceh, 2012
C. Kualifikasi Guru/Tengku
Guru/Teungku yang mengajar di dayah umumnya memiliki kualifikasi pendidikan S1/D-IV dan ada beberapa yang memiliki kualifikasi S2. Kualifikasi Guru/Teungku yang berpendidikan S1/D-IV di Aceh berjumlah 2.346 orang (13,43%) dan pendidikan S2 berjumlah 172 orang (1,00%) dari total Guru/Teungku, dengan perbandingan laki-laki 1.343 orang dan wanita 1.003 orang untuk kualifikasi S1/D-IV dan perbandingan laki-laki 114 orang dan wanita 58 orang untuk kualifikasi S2.
Jumlah Guru/Teungku yang memiliki kualifikasi pendidikan S1/D-IV terbanyak terdapat di Kabupaten Aceh Timur, sedangkan beberapa kabupaten tidak memiliki Guru/Teungku yang berkualifikasi pendidikan S1/D-IV seperti pada Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireun, Kabupaten Aceh Jaya, Kota Langsa dan Kota Sabang. Sementera itu, Guru/Teungku yang berkualifikasi pendidikan S2 terdapat 11 di kabupaten, dengan jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Aceh Barat Daya sebanyak
BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Pelayanan Umum 100
73 orang, sedangkan jumlah yang paling sedikit di Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam yang masing-masing berjumlah 1 orang.
Permasalahan di bidang pendidikan dayah dapat disimpulkan antara lain: 1) Daya tampung dayah yang terakreditasi belum memadai; 2) jumlah dayah yang terakreditasi masih kurang; 3) kualitas Guru/Teungku masih rendah; 4) distribusi Guru/Teungku belum merata. Dengan demikian upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan dayah antara lain: 1) peningkatan daya tampung dayah yang terakreditasi sebanyak 1 (satu) ruangan untuk masing-masing dayah; 2) peningkatan jumlah dayah yang terakreditasi; 3) peningkatan kualitas Guru/Teungku; 4) pendistribusian Guru/Teungku secara merata.
2.3.1.4. Kesehatan
Aspek pelayanan umum bidang kesehatan difokuskan pada aspek fasilitas pelayanan dan tenaga kesehatan yang telah tersedia, kondisi mutu pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat, pembiayaan dan efisiensi pelayanan kesehatan serta aspek pemberdayaan masyarakat.