TINJAUAN PUSTAKA
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu dapat dijelaskan melalui tabel II.1. Terdapat beberapa penelitian terhadap minat beli yang telah dilakukan berbagai peneliti sebelumnya. Penelitian penelitian tersebut menjadi acuan bagi peneliti saat ini untuk menguji kembali berbagai macam variabel yang berpengaruh terhadap intention to buy.
commit to user Tabel II.1
Keragaman Penelitian
Peneliti/ Judul Variabel Objek Studi Alat analisis Hasil
Siti nor bayaah dan Nurita juhdi (2008) Independen: § Perception towards § Awareness on government action and support § Beliefs about
product safety for use § Belief about product friendliness to the environment § Availability of info on product location § Availability of product info Dependen: § Intention to Buy Konsumen yang berbelanja produk makanan organik di malaysia Multiple regression analysis
Hasil dari pengamatan ini adalah bahwa Perception
towards, Beliefs about product safety for use, Belief about product friendliness to the environment, Availability of product info
berpengaruh signifikan terhadap Intention to Buy sedangkan Awareness on
government action and support dan Availability of info on product location tidak ada
hubungan signifikan dengan Intention to Buy
commit to user Angela paladino dan Serena Ng (2009) Independen: § Environmental Concern § Altruism § Risk Aversion § Price consciousness § Involvement § Perceived brand Parity § Perceived brand Trust § Objective Knowledge § Subjective Knowledge § Knowledge of Action Dependen: § Intention to Buy Mediating: § Subjective Norms (Friends) § Subjective Norms (Experts) § Attitudes towards § Perceived behavioral control Mahasiswa kelas sarjana di Universitas Victoria Australia yang berminat menggunakan handphone ramah lingkungan Multiple regression analysis
Hasil dari pengamatan ini adalah semua variabel amatan Environmental
Concern,Altruism, Risk Aversion,Price
consciousness,Involveme nt,Perceived brand Parity, Perceived brand Trust, Objective Knowledge,Subjective Knowledge, dan Knowledge of Action
berpengaruh signifikan terhadap Intention to Buy sedangkan untuk variabel mediasi tidak ditemukan efeknya
Studi ini Independen:
§ Consumer values § Attitude toward § Subjective norm § Perceived behavioral control § Past expriences Moderating: § Perceived behavioral control Dependen: § Intention to Buy Mahasiswi UNS yang berminat menggunakan produk kosmetik
Larissa skin care
Multiple regression analysis dan Hierarchical multiple regression
Semua variabel amatan yaitu Consumer value,
Attitude toward, Subjective norm, Perceived behavioral control,
dan Past expriences berpengaruh signifikan terhadap Intention to Buy
commit to user C. Kerangka Teoritis
Dari tinjauan pustaka dan beberapa dasar teori yang ada serta pemahaman terhadap penelitian sebelumnya, maka model yang dihipotesiskan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
D.
Gambar II. 1. Model Penelitian
Sumber : Diadopsi dari model Kim dan Chung (2011) Consumer Values - Health consciousness - Environmental consciousness - Appearance consciousness Attitude Toward H1 – H3 H4 Intention to Buy Perceived Behavioral Control H8 H6 H5 Subjective Norm Past Expriences H7
commit to user
Gambar II.1 menjelaskan 5 variabel yang menjadi amatan studi yaitu consumer values yang terdiri dari dari health conciusness, enviromental conciusness, dan apperance conciusness, selain itu ada variabel attitude toward, subjective norm, perceived behavioral control, dan past expriences sebagai variabel independen dan intention to buy sebagai variabel dependen.
D. Hipotesis
1. Hubungan antara Consumer Values yang terdiri dari dari
Health Conciusness, Enviromental Conciusness, dan Apperance Conciusness dengan Attitude Toward.
Didalam suatu produk konsumen selalu akan menilai apakah produk itu layak digunakan atau tidak. Penilaian suatu produk oleh konsumen itu antara lain terdiri dari kualitas produk, fitur produk, dan jaminan dari suatu produk tersebut apabila terjadi suatu kerusakan. Dari penilaian suatu produk tersebut tentunya akan mempengaruhi sikap terhadap perilaku apakah produk tersebut akan selanjutnya dikonsumsi atau tidak.
Hasil penelitian Kim dan Chung (2011) mengemukakan adanya hubungan positif antara consumer values yang terdiri dari dari health conciusness, enviromental conciusness, dan apperance conciusness dengan attitude toward. Dalam health conciusness (Becker et al., 1977) orang akan cenderung lebih memperhatikan kesadaran kesehatan dalam
commit to user
menggunakan suatu produk sehingga akan mempengaruhi sikap dalam berperilaku.
Dalam enviromental conciusness (Chase, 1991) orang akan lebih cenderung sadar untuk mengubah perilaku pembelian dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Apalagi berkaitan dengan adanya isu – isu kerusakan lingkungan saat ini dari zat berbahaya, maka industri perawatan pribadi telah mengembangkan produk organik diproduksi tanpa menggunakan pestisida, bahan kimia sintetik, dan zat berbahaya lain (Prothero dan McDonagh, 1992).
Sedangkan dalam apperance conciusness (Lee dan Lee, 1997) orang yamg cenderung sadar akan penampilannya maka akan tertarik menggunakan suatu produk yang dapat meningkatkan penampilan mereka sehingga akan mempengaruhi dalam sikap berperilaku. Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah:
H1: Health conciusnes berpengaruh positif terhadap Attitude toward. H2: Enviromental conciusness berpengaruh positif terhadap Attitude
toward.
H3: Apperance conciusness berpengaruh positif terhadap Attitude toward.
commit to user
2. Hubungan antara Attitude toward dengan Intention to buy Masalah sikap merupakan salah satu masalah yang penting untuk memahami kualitas non fisik manusia, karena sikap merefleksikan apa yang dipikirkan oleh manusia (Sihombing, 2004). Seseorang selalu berhubungan dengan obyek tertentu baik secara fisik maupun non fisik. Dalam memberi tanggapan terhadap obyek tersebut seseorang harus memiliki sikap tertentu pula. Sikap dan kepercayaan merupakan faktor yang ikut mempengaruhi pandangan dan perilaku minat pembelian konsumen.
Hasil penelitian yang dilakukan Angela paladino dan Serena Ng (2009) mengemukanan bahwa Attitude toward berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Kim dan Chung (2011) yang mengatakan Attitude toward berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah:
H4: Attitude toward berpengaruh positif terhadap Intention to buy.
3. Hubungan antara Subjective norm dengan Intention to buy Konsumen berperilaku tidak terlepas dari kegiatan melakukan keputusan untuk berperilaku. Keputusan yang akan diambil seseorang dilakukan dengan pertimbangan sendiri maupun atas dasar pertimbangan orang lain yang dianggap penting. Keputusan yang dipilih bisa gagal untuk dilakukan jika pertimbangan orang lain tidak mendukung,
commit to user
walaupun pertimbangan pribadi menguntungkan. Dengan demikian pertimbangan subyektif pihak lain dapat memberikan dorongan untuk melakukan minat beli suatu produk atau keputusan tidak mempunyai minat beli, hal demikian dinamakan norma subyektif.
Hasil penelitian yang dilakukan Angela paladino dan Serena Ng (2009) mengemukanan bahwa Subjective norm berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Kim dan Chung (2011) yang mengatakan Subjective norm berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Selain itu Subjective norm kuat
hubungannya dengan Intention to buy (Bamberg,
2003; Kalafatis et al, 1999). Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah:
H5 : Subjective norm berpengaruh positif terhadap Intention to buy.
4. Hubungan antara Perceived behavioral control dengan
Intention to buy
Niat berperilaku seseorang juga akan dipengaruhi oleh kontrol keperilakuan yang dirasakan. Kontrol keperilakuan yang dirasakan merupakan kondisi di mana orang percaya bahwa suatu tindakan itu mudah atau sulit dilakukan, mencakup juga pengalaman masa lalu di samping rintangan-rintangan yang ada yang dipertimbangkan oleh orang tersebut (Dharmmesta, 1998).
commit to user
Hasil penelitian yang dilakukan Ajzen, I. (1991) mengemukanan bahwa Perceived behavioral control berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Diperkuat dengan penelitian Angela paladino dan Serena Ng (2009) dan Kim dan Chung (2011) yang mengatakan Perceived behavioral control berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah:
H6 : Perceived behavioral control berpengaruh positif terhadap Intention to buy.
5. Hubungan antara Past expriences dengan Intention to buy Pengalaman masa lalu atau Past expriences mempengaruhi dari minat beli terhadap suatu produk hal ini dapat dilihat apabila produk pernah digunakan pada masa lalu dan produk tersebut memberikan dampak yang baik terhadap konsumen, maka konsumen tidak akan ragu untuk tetap menggunakan produk tersebut. Dari pengalaman masa lalu ini tentunya mempengaruhi dari minat beli terhadap suatu produk.
Hasil penelitian yang dilakukan Conner dan Armitage (1998) mengemukanan bahwa Past expriences berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Kim dan Chung (2011) yang mengatakan Past expriences berpengaruh positif terhadap Intention to buy. Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah:
commit to user
6. Hubungan antara Attitude toward terhadap Intention to buy yang dimoderasi Perceived behavioral control
Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki sikap yang menguntungkan terhadap perilaku tertentu, mungkin orang tersebut tidak memiliki niat untuk mencapai perilaku saat memahami kesulitan untuk melakukannya (Chen, 2007). Hal ini dikarenakan bahwa hubungan antara sikap konsumen dan niat tidak konsisten karena niat pembelian suatu produk mungkin dipengaruhi oleh faktor seperti harga. Apalagi dalam resesi ekonomi saat ini, karena harga lebih tinggi produk hijau dibandingkan dengan produk konvensional, konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga saat membeli produk hijau (Mandese, 1991). Jika konsumen
merasa bahwa mereka tidak mampu
membayar produk organik perawatan pribadi lebih tinggi, mereka mungkin memilih untuk tidak membeli meskipun mereka memiliki sikap positif terhadap produk. Sikap positif terhadap membeli produk organik mungkin tidak selalu menyebabkan niat untuk membeli produk.
Hasil penelitian yang dilakukan Vermeir dan
Verbeke (2006) mengemukanan bahwa Perceived behavioral control memoderasi pengaruh hubungan antara Attitude toward terhadap Intention to buy. Diperkuat juga dengan penelitian yang dilakukan Kim dan Chung (2011) yang mengatakan
commit to user
Perceived behavioral control memoderasi pengaruh hubungan antara Attitude toward terhadap Intention to buy. Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah:
H8 : Pengaruh Attitude toward terhadap Intention to buy yang dimoderasi Perceived behavioral control.
commit to user