• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

SUPLIER PENJUAL

2. Penempatan karyawan disetiap posisi sesuai dengan kemampuan

0,069 3,625 0,250

3. Banyaknya karyawan yang memiliki kinerja baik dan disiplin

0,067 3,500 0,235

4. Pelatihan dan training karyawan 0,061 3,375 0,206 5. Adanya analisa konsumen (nasabah pembiayaan)

seperti pengamatan dan evaluasi kebutuhan dan keinginan konsumen

0,060 3,500 0,210

6. Perusahaan memiliki brand yang sudah cukup terkenal 0,063 3,625 0,228

7. Sistem pelaporan keuangan menggunakan

komputerisasi & akuntansi serta melakukan analisis rasio, dan penilaian terhadap kesehatan bank

0,071 3,875 0,275

8. Tingginya tingkat persediaan dana untuk penyaluran pembiayaan

0,060 3,125 0,188

9. Ketersediaan data nasabah yang lengkap dan mudah diakses

0,067 3,625 0,243

10.Kelengkapan fasilitas teknologi informasi oleh perusahaan (internet, intranet, email)

0,065 3,875 0,252

Kelemahan

2,313

1. Tingkat turnover karyawan 0,051 1,250 0,064

2. Adanya posisi leader yang belum terisi 0,060 1,375 0,083 3. Intensitas kegiatan promosi 0,060 1,125 0,068 4. Lokasi tidak dekat dengan target pasar 0,060 1,375 0,083 5. Tingkat kecepatan & kemudahan proses pembiayaan 0,063 1,250 0,079

6. Belum adanya ketersediaan sistem informasi kepuasan pelanggan/nasabah

0,060 1,250 0,075

0,452

105 Berdasarkan hasil pengolahan matriks IFE pada Tabel 29 yang merupakan hasil akhir analisis keseluruhan terhadap kedua faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan, maka Total bobot skor yang dihasilkan adalah sebesar 2,765. Total skor BSM KCP Tajur yang berada diatas skor rata-rata yaitu 2,5 mengindikasikan bahwa kondisi internal BSM KCP Tajur diatas rata-rata. Hal tersebut menggambarkan bahwa BSM KCP Tajur merupakan organisasi yang kuat secara internal.

Faktor yang sangat berpengaruh pada internal BSM KCP Tajur adalah sistem pelaporan keuangan menggunakan komputerisasi dan akuntansi serta melakukan analisis rasio, dan penilaian terhadap kesehatan bank. Hal ini terlihat dari skor bobotnya yaitu 0,275. Faktor tersebut menjadi kekuatan utama untuk dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Kekuatan selanjutnya dengan skor 0,252 adalah kelengkapan fasilitas teknologi informasi oleh perusahaan (internet, intranet, email), dan kekuatan utama yang terakhir dengan skor 0,250 adalah Penempatan karyawan disetiap posisi sesuai dengan kemampuan. Ketiga faktor kekuatan utama yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor lainnya tersebut berasal dari divisi keuangan dan akuntansi, divisi sistem informasi manajemen dan divisi manajemen dan SDM. Ketiga faktor kekuatan utama tersebut merupakan faktor yang sangat mendukung dalam pengembangan bisnis outlet Warung Mikro BSM KCP Tajur.

Faktor utama yang menjadi kelemahan dari BSM KCP Tajur dengan nilai skor bobot terendah sebesar 0,064 adalah tingkat turnover karyawan. Tingkat turnover karyawan tersebut untuk di BSM Tajur sendiri baik yang keluar atau berhenti maupun yang masuk tidak terlalu tinggi, akan tetapi untuk turnover dimana karyawan dipindahkan dari Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu ke Cabang yang lain cukup tinggi, dan hal tersebut kurang diantisipasi dengan menyiapkan karyawan pengganti, sehingga posisi karyawan yang kosong tersebut sempat kosong beberapa waktu yang mengakibatkan operasional perusahaan menjadi terhambat, salah satu contoh akibatnya yaitu tingkat kecepatan pencairan pembiayaan yang diajukan nasabah menjadi terhambat. Kelemahan lainnya dengan skor 0,068 yaitu intensitas kegiatan promosi yang masih kurang dilakukan, beberapa kegiatan promosi yang dilakukan oleh pihak BSM KCP Tajur belum dilakukan secara intensif dan berkelanjutan serta pelaksanaannya belum optimal. Hal inilah salah satu penyebab masih rendahnya penyaluran pembiayaan produk Warung Mikro BSM KCP Tajur.

Analisis Matriks EFE (External Factor Evaluation)

Identifikasi faktor-faktor eksternal perusahaan meliputi peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Hasil analisis terhadap identifikasi lingkungan eksternal yaitu lingkungan makro dan lingkungan industri diperoleh 15 faktor peluang dan 5 faktor ancaman. Faktor-faktor tersebut kemudian dilakukan pembobotan dan penentuan rating untuk dapat diketahui hasil akhir dari analisis matriks EFE. Berikut ini ditampilkan matriks EFE BSM KCP Tajur pada Tabel 30, sedangkan untuk hasil pembobotan oleh masing-masing responden internal dan eksternal ditampilkan padaLampiran 6.

106

Tabel 30 Matriks EFE (Eksternal Faktor Evaluation) BSM KCP Tajur Faktor Strategis Eksternal Bobot

Rata-rata Rating Rata-rata Skore Bobot Peluang 1. Pertumbuhan ekonomi 0,053 3,125 0,166 2. Siklus bisnis 0,046 2,875 0,132

3. Kepercayaan pengusaha mikro agribisnis terhadap Lembaga Keuangan Syariah

0,052 3,250 0,169

4. Program sosial pemerintah untuk usaha mikro agribisnis yang bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah (khususnya BSM)

0,047 2,750 0,129

5. Keyakinan/kepercayaan (agama) 0,045 3,000 0,135

6. Kondisi kultural masyarakat Bogor 0,050 3,375 0,169

7. Tingkat Pengetahuan Konsumen 0,050 3,125 0,156

8. Kebijakan pemerintah tentang perbankan syariah 0,066 3,625 0,239

9. Kebijakan pemerintah tentang bantuan modal untuk sektor agribisnis

0,053 3,375 0,179

10. Perkembangan teknologi & kecepatan transfer teknologi

0,048 3,000 0,144

11. Tingkat kepentingan/keperluan pembiayaan syariah 0,047 3,125 0,147

12. Tingkat profitabilitas nasabah 0,052 3,000 0,156

13. Kredibilitas nasabah 0,066 3,500 0,231

14. Banyaknya jumlah nasabah penyimpan dana 0,050 3,250 0,163

15. Diferensiasi jasa penyimpanan dana 0,047 2,875 0,135

Ancaman

1. Tingkat suku bunga 0,052 3,500

2,450

0,182

2. Banyaknya Lembaga Keuangan Syariah yang mulai membidik sektor mikro agribisnis

0,050 3,250 0,163

3. Akses (Lembaga Keuangan syariah & non Lembaga Keuangan Syariah yang membuka divisi syariah) kesaluran distribusi

0,050 3,000 0,150

4. Ancaman produk pengganti dari pesaing bisnis 0,056 2,750 0,154

5. Jumlah kompetitor mempengaruhi permintaan 0,050 2,750 0,138

1 0,787

Total 3,237

Total skor hasil pengolahan matriks EFE pada Tabel 30 diatas adalah sebesar 3,237, hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan BSM KCP Tajur berada diatas rata-rata yaitu 2,5. Berdasarkan matriks EFE, faktor peluang utama bagi BSM KCP Tajur adalah kebijakan pemerintah tentang perbankan syariah dengan perolehan nilai bobot skor tertinggi yaitu 0,239. Hal ini terbukti dimana BSM telah dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik sejak mulai diberlakukannya kebijakan mengenai perbankan syariah salah satunya yaitu dual banking sistem dari BI dimana bank konvensional dapat membuka layanan syariah. Faktor peluang utama selanjutnya yaitu kredibilitas nasabah pembiayaan, hal ini menjadi peluang bagi Warung Mikro BSM KCP Tajur karena banyaknya nasabah yang memiliki kredibilitas tinggi, yaitu memilik tanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya. Kewajiban tersebut maksudnya adalah melakukan pembayaran angsuran pembiayaan secara disiplin. Tentunya hal ini memberikan pengaruh yang baik terhadap kesehatan BSM yang dapat dilihat dari dari NPF (Non Performing Financing) atau persentase keterlambatan yang masih dibawah

107 batas maksimum yaitu dua persen. Faktor yang menjadi ancaman utama adalah tingkat suku bunga dengan bobot skor tertinggi yaitu sebesar 0,182.

Hasil akhir dari analisis keseluruhan faktor eksternal baik peluang maupun ancaman memperoleh bobot skor diatas rata-rata (2,5) yaitu sebesar 3,237. Hal ini menunjukkan bahwa BSM KCP Tajur dapat merespon peluang dan ancaman dengan baik, dengan total bobot skor peluang lebih besar yaitu sebesar 2,450 dibandingkan dengan total bobot skor ancaman yaitu sebesar 0,787. Hal ini memberi pengertian bahwa BSM KCP Tajur telah mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan menghadapi ancaman dari lingkungan eksternal.

Analisis Matriks IE

Matriks IE (Internal-Eksternal) digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan dalam merumuskan strategi yang akan dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Oleh karena itu matriks IE menggunakan hasil analisis dari matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation). Hasil analisis matriks IFE terhadap faktor kunci internal menghasilkan total bobot tertimbang sebesar 2,765. Hal ini menunjukkan bahwa BSM KCP Tajur dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi kelemahan, sehingga perusahaan berada pada posisi internal yang kuat, karena berada diatas skor rata-rata 2,5. Hasil analisis matriks EFE terhadap faktor kunci eksternal menghasilkan total bobot tertimbang sebesar 3,237. Hasil ini menunjukkan bahwa BSM KCP Tajur dapat memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman dengan baik. Hasil total nilai tertimbang yang diperoleh dari kedua matriks tersebut, kemudian dipetakan pada matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan saat ini. Berikut posisi perusahaan berdasarkan matriks IE ditunjukkan pada Gambar 10.

Total IFE 3,237

3,0 2,0 1,0 Kuat Rata-rata Lemah 4,0 Total EFE 2,765 Tinggi 3,0 Menengah 2,0 Rendah 1,0

Gambar 10 Matriks IE BSM KCP Tajur

Berdasarkan hasil analisis matriks IE yang ditunjukkan oleh Gambar 10 diatas, diperoleh hasil bahwa BSM KCP Tajur berada pada sel IV. Sel IV ini adalah kondisi dimana perusahaan berada pada posisi tumbuh dan membangun

I II III

IV V VI

108

(grow and build). Alternatif strategi yang tepat berdasarkan posisi perusahaan tersebut yaitu strategi intensif atau strategi integratif.

Strategi Intensif

Strategi intensif merupakan strategi yang memerlukan usaha-usaha intensif dalam implementasinya untuk dapat meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk-produk yang ada. Strategi intensif yang dapat dilakukan perusahaan meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk.