Penentuan Alternatif Strategi Peningkatan Kinerja Rantai Pasok

Dalam dokumen Analisis Strategi Pengembangansupply Chain Komoditas Karet Di Pt. Perkebunan Nusantara Iii Kebun Membang Muda (Halaman 56-67)

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2. Strategi Pengembangan di PT. Perkebunan III Kebun Membang Muda

5.2.4 Penentuan Alternatif Strategi Peningkatan Kinerja Rantai Pasok

Strategi peningkatan kinerja rantai pasok karet dilakukan dengan membuat matriks SWOT. Matriks SWOT dibangun berdasarkan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT peningkatan diperoleh 4 (empat) alternatif strategi, yaitu: strategi S-O, strategi W-O, strategi S-T, strategi W-T seperti disajikan pada Tabel 17 berikut ini:

Tabel 19. Penentuan Strategi Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Karet Internal Eksternal Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1. Kualitas Produk 2. Produk Jadi 3. Penguasaan terhadap budidaya karet 4. Peningkatan Kinerja Pelayanan 5. Kebijakan Harga 6. Program pengembangan 7. Sarana Pendukung dan Infrastruktur 8. Luas Lahan 9. Permodalan 10. Serangan HPT 11. Lama Usaha 1. Variasi Produk 2. Pelatihan 3. Penerapan Teknik dan Budidaya

Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O

1. Kemitraan 2. Ketersediaan Pasokan 3. Persaingan 4. Permintaan Produk 1. Dengan menggunakan

kualitas produk yang

dimiliki oleh perusahaan, perusahaan harus 1. Memanfaatkan permintaan produk dengan menghasilkan variasi produk yang

lebih meningkatkan jalinan kemitraan dan lebih meningkatkan volume ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan produk (S1, O2). 2. Dengan menggunakan

produk jadi yang dihasilkan dengan tepat waktu dan tepat jumlah, perusahaan mampu menghadapi persaingan yang tinggi (S2,O3). 3. Dengan memiliki penguasaan

budidaya karet yang baik, perusahaan harus lebih dalam menghasilkan ketersediaan pasokan yang memiliki kualitas yang diinginkan konsumen (S3, O2). 4. Dengan memiliki kinerja pelayanan yang meningkat, maka perusahaan harus lebih menjalin kemitraan dengan berbagai jenis perusahaan (S4, O1). 5. Dengan berjalannya kebijakan harga yang dibuat, perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya dan akan lebih mampu memenuhi produk yang diminta oleh konsumen (S5, O3, O4). 6. Dengan adanya program (W1,O1). 2. Mengandalkan persaingan antara berbagai perusahaan untuk menerapkan teknik dan budidaya karet

secara benar (W2,O4).

3. Menggunakan

penerapan teknik dan budidaya yang mengikuti

globalisasi agar mampu bersaing dengan perusahaan besar dan dapat memenuhi

permintaan produk (W3,O3,O4).

pengembangan,

perusahaan harus mampu menjalankan program yang sudah direncanakan dengan baik sehingga dapat terus bersaing ditengah persaingan yang tinggi (S6, O3).

7. Dengan sarana pendukung dan infrastruktur yang memadai, perusahaan dapat lebih menghasilkan ketersediaan pasokan untuk dapat bersaing ditengah persaingan yang tinggi (S7, O2, O3)

8. Dengan

memanfaatkan luas lahan yang dimiliki, perusahan diharapkan mampu dalam memproduksi produk untuk menjalin kemitraan dengan perushaan lainnya agar memperoleh profit yang sesuai dengan kebijakan perusahaan (S8, O1). 9. Dengan mengandalkan permodalan yang dimiliki, perusahaan akan lebih dalam memproduksi produk-produk yang akan dipasarkan, untuk lebih meningkatkan kemitraan dengan berbagai jenih perusahaan lainnya (S9, O2, O1).

10. Serangan hama dan penyakit tumbuhan

yang terkendali, perusahaan akan mampu memenuhi produk-produk yang diminta konsumen kepada perusahaan dan akan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan perusahaan (S10, O4, O3) 11. Dengan lamanya perusahaan berdiri, perusahaan membuat kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kemitraan dan persaingan, yang nantinya akan lebih memberikan manfaat untuk perkembangan perusahaan (S11, O1, O2).

Ancaman (T) Strategi S-T Strategi W-T

1. Harga

2. Jarak Pabrik ke Gudang (Jarak Aliran Barang)

1. Dengan kualitas yang baik, perusahaan akan membuat kebijakan mengenai

harga yang disesuaikan dengan

harga pasar dengan memperhatikan profit yang diinginkan perusahaan (S1, T1). 2. Dengan

menggunakan

ketepatan jumlah dan waktu produk yang dihasilkan, jarak pabrik ke gudang tidak menjadi hal yang terlalu untuk dikhawatirkan (S2, T2).

3. Dengan menguasai budidaya karet yang

1. Perusahaan lebih memperbanyak

variasi produk yang dapat dihasilkan sehingga dangan harga yang cenderung fluktuatif perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari berbagai produk yang dihasilkan (W1, T1). 2. Perusahaan membuat program-program pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan.

baik, perusahaan mampu

memproduksi produk yang disesuaikan dengan waktu produk tiba di gudang yang dipertimbangkan dari jarak pabrik ke gudang (jarak aliran barang) (S3, T2). 4. Dengan kinerja pelayanan yang mengalami peningkatan yang dimiliki, perusahaan melakukan upaya dalam memproduksi produk yang dihasilkan yang memiliki kualitas dan berdasarkan waktu yang telah ditentukan untuk sampai ke tangan konsumen, sehingga harga yang fluktuatif tidak akan menjadi masalah bagi perusahaan (S4, T1).

5. Dengan memanfaatkan

kebijakan harga yang

berjalan sesuai dengan yang diinginkan, harga yang berfluktuatif akan bisa diatasi perusahaan dengan kebijakan harga yang

dibuat oleh perusahaan (S5, T1). 6. Dengan meengandalkan program-program pengembangan yang akan mempengaruhi produk yang dihasilkan berdasarkan kualitas dan ketepatan waktu,

Dengan semakin baiknya kinerja karyawan atau pekerja perushaan maka kemitraan dengan perusahaan lainnya akan tetap terjaga, sehingga perusahaan tidak perlu khawatir dengan harga yang cenderung fluktuatif dan tinggi karena perusahaan telah memiliki kemitraan dengan perusahaan pembeli (W2, T1). 3. Perusahaan menerapkan teknologi yang lebih dalam mengelola produk jadi agar produk jadi yang akan dikirim ke konsumen tetap terjaga kualitasnya meskipun dengan jarak pengiriman yang jauh (W3, T2).

maka jarak pabrik ke gudang yang menjadi ancaman mampu ditutupi (S6, T2).

7. Dengan lahan yang luas yang dimilki, volume produk yang dihasilkan akan mengalami

peningkatan,

sehingga dengan harga yang fluktuatif yang menjadi ancaman, perusahaan masih memperoleh profit yang sesuai dengan kebijakan perusahaan (S8, T1). 8. Dengan lahan yang

luas yang dimilki, volume produk yang dihasilkan akan mengalami

peningkatan,

sehingga dengan harga yang fluktuatif

yang menjadi ancaman, perusahaan

masih memperoleh profit yang sesuai dengan kebijakan perusahaan (S8, T1). 9. Dengan mengandalkan permodalan yang kuat, perusahaan melakukan upaya dengan menghasilkan produk yang berkualitas yang akan

memerlukan biaya tinggi untuk mengatasi permasalahan harga yang bergejolak (S9, T1). 10.Dengan serangan hama, penyakit tumbuhan yang terkendali, maka

produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang bagus sehingga permintaan produk tetap terjaga kestabilannya

sehingga harga yang menjadi ancaman dapat diminimalisir dampak negatifnya (S10, T1).

11. Dengan jangka

waktu yang lama yang dimilki, perusahaaan akan mampu membuat upaya yang tepat berdasarkan

pengalaman perusahaannya

dalam menghadapi persaingan sehingga harga yang menjadi ancaman dapat diatasi (S11, T1).

Tabel 17 menggambarkan strategi peningkatan produksi karet yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Strategi S-O

Adapun strategi yang dijelaskan untuk meningkatkan produksi karet dengan memanfaatkan kekuatan dan peluangyang ada adalah sebagai berikut:

1) Dengan menggunakan kualitas produk yang dimiliki oleh perusahaan, perusahaan harus lebih meningkatkan jalinan kemitraan dan lebih meningkatkan volume ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan produk (S1, O2).

2) Dengan menggunakan produk jadi yang dihasilkan dengan tepat waktu dan tepat jumlah, perusahaan mampu menghadapi persaingan yang tinggi (S2,O3).

3) Dengan memiliki penguasaan budidaya karet yang baik, perusahaan harus lebih dalam menghasilkan ketersediaan pasokan yang memiliki kualitas yang diinginkan konsumen (S3, O2).

4) Dengan memiliki kinerja pelayanan yang meningkat, maka perusahaan harus lebih menjalin kemitraan dengan berbagai jenis perusahaan (S4, O1).

5) Dengan berjalannya kebijakan harga yang dibuat, perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya dan akan lebih mampu memenuhi produk yang diminta oleh konsumen (S5, O3, O4).

6) Dengan adanya program pengembangan, perusahaan harus mampu menjalankan program yang sudah direncanakan dengan baik sehingga dapat terus bersaing ditengah persaingan yang tinggi (S6, O3).

7) Dengan sarana pendukung dan infrastruktur yang memadai, perusahaan dapat lebih menghasilkan ketersediaan pasokan untuk dapat bersaing ditengah persaingan yang tinggi (S7, O2, O3)

8) Dengan memanfaatkan luas lahan yang dimiliki, perusahan diharapkan mampu dalam memproduksi produk untuk menjalin kemitraan dengan perushaan lainnya agar memperoleh profit yang sesuai dengan kebijakan perusahaan (S8, O1).

9) Dengan mengandalkan permodalan yang dimiliki, perusahaan akan lebih dalam memproduksi produk-produk yang akan dipasarkan, untuk lebih meningkatkan kemitraan dengan berbagai jenih perusahaan lainnya (S9, O2, O1).

10)Serangan hama dan penyakit tumbuhan yang terkendali, perusahaan akan mampu memenuhi produk-produk yang diminta konsumen kepada perusahaan dan akan

berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan perusahaan (S10, O4, O3).

11)Dengan lamanya perusahaan berdiri, perusahaan membuat kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kemitraan dan persaingan, yang nantinya akan lebih memberikan manfaat untuk perkembangan perusahaan (S11, O1, O2).

Strategi W-O

Dengan lebih meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang yang ada, maka strategi yang dapat dilaksanakan oleh Perusahaan dalam meningkatkan kinerja rantai pasok adalah:

1) Memanfaatkan permintaan produk dengan menghasilkan variasi produk yang lebih banyak (W1,O1).

2) Mengandalkan persaingan antara berbagai perusahaan untuk menerapkan teknik dan budidaya karet secara benar (W2,O4).

3) Menggunakan penerapan teknik dan budidaya yang mengikuti globalisasi agar mampu bersaing dengan perusahaan besar dan dapat memenuhi permintaan produk (W3,O3,O4).

Strategi S-T

Adapun strategi peningkatan kinerja rantai pasok dengan melihat kekuatan dan ancaman adalah sebagai berikut:

1) Dengan kualitas yang baik, perusahaan akan membuat kebijakan mengenai harga yang disesuaikan dengan harga pasar dengan memperhatikan profit yang diinginkan perusahaan (S1, T1).

2) Dengan menggunakan ketepatan jumlah dan waktu produk yang dihasilkan, jarak pabrik ke gudang tidak menjadi hal yang terlalu untuk dikhawatirkan (S2, T2).

3) Dengan menguasai budidaya karet yang baik, perusahaan mampu memproduksi produk yang disesuaikan dengan waktu produk tiba di gudang yang dipertimbangkan dari jarak pabrik ke gudang (jarak aliran barang) (S3, T2).

4) Dengan kinerja pelayanan yang mengalami peningkatan yang dimiliki, perusahaan melakukan upaya dalam memproduksi produk yang dihasilkan yang memiliki kualitas dan berdasarkan waktu yang telah ditentukan untuk sampai ke tangan konsumen, sehingga harga yang fluktuatif tidak akan menjadi masalah bagi perusahaan (S4, T1). 5) Dengan memanfaatkan kebijakan harga yang berjalan sesuai dengan yang diinginkan,

harga yang berfluktuatif akan bisa diatasi perusahaan dengan kebijakan harga yang dibuat oleh perusahaan (S5, T1).

6) Dengan meengandalkan program-program pengembangan yang akan mempengaruhi produk yang dihasilkan berdasarkan kualitas dan ketepatan waktu, maka jarak pabrik ke gudang yang menjadi ancaman mampu ditutupi (S6, T2).

7) Dengan sarana pendukung dan infrastruktur yang memadai, produk yang dihasilkan akan disesuaikan dengan jarak pabrik dengan gudang mengingat salah satu sifat produk pertanian yang mudah rusak (S7, T2).

8) Dengan lahan yang luas yang dimiliki, volume produk yang dihasilkan akan mengalami peningkatan, sehingga dengan harga yang fluktuatif yang menjadi ancaman, perusahaan masih memperoleh profit yang sesuai dengan kebijakan perusahaan (S8, T1).

9) Dengan mengandalkan permodalan yang kuat, perusahaan melakukan upaya dengan menghasilkan produk yang berkualitas yang akan memerlukan biaya tinggi untuk mengatasi permasalahan harga yang bergejolak (S9, T1).

10)Dengan serangan hama, penyakit tumbuhan yang terkendali, maka produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang bagus sehingga permintaan produk tetap

terjaga kestabilannya sehingga harga yang menjadi ancaman dapat diminimalisir dampak negatifnya (S10, T1).

11)Dengan jangka waktu yang lama yang dimiliki, perusahaaan akan mampu membuat upaya yang tepat berdasarkan pengalaman perusahaannya dalam menghadapi persaingan sehingga harga yang menjadi ancaman dapat diatasi (S11, T1).

Strategi W-T

Adapun strategi peningkatan kinerja rantai pasok dengan melihat kelemahan dan ancaman adalah sebagai berikut:

1) Perusahaan lebih memperbanyak variasi produk yang dapat dihasilkan sehingga dangan harga yang cenderung fluktuatif perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari berbagai produk yang dihasilkan (W1, T1).

2) Perusahaan membuat program-program pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan. Dengan semakin baiknya kinerja karyawan atau pekerja perusahaan maka kemitraan dengan perusahaan lainnya akan tetap terjaga, sehingga perusahaan tidak perlu khawatir dengan harga yang cenderung fluktuatif dan tinggi karena perusahaan telah memiliki kemitraan dengan perusahaan pembeli (W2, T1). 3) Perusahaan menerapkan teknologi yang lebih dalam mengelola produk jadi agar

produk jadi yang akan dikirim ke konsumen tetap terjaga kualitasnya meskipun dengan jarak pengiriman yang jauh (W3, T2).

BAB VI

Dalam dokumen Analisis Strategi Pengembangansupply Chain Komoditas Karet Di Pt. Perkebunan Nusantara Iii Kebun Membang Muda (Halaman 56-67)