• Tidak ada hasil yang ditemukan

&pemelihaaan

13. PrinsiP PengeLOLaan PrOgram Oksigen nasiOnaL aTau PrOPinsi

13.1 Pengalaman negara-negara lain

Membentuk sistem oksigen di rumah sakit dengan sumber daya terbatas adalah suatu hal yang menantang. Bagian ini memaparkan pengalaman studi kasus enam negara dalam meningkatkan sistem oksigen, menyoroti kebutuhan untuk mengevaluasi adaptasi teknologi baru untuk pengaturan khusus:

• Konsentrator oksigen dapat menghemat biaya dan membantu mengatasi keterbatasan pasokan oksigen, terutama dalam pengaturan dengan kebutuhan oksigen yang tinggi.

• Konsentrator oksigen memerlukan sumber daya listrik yang baik sehingga penting untuk memastikan cadangan generator atau oksigen tabung tersedia di daerah dengan sumber listrik yang tidak bisa diandalkan.

• Penerapan teknologi oksigen tepat dan berpotensi secara bermakna meningkatkan kesehatan pasien.

• Pasokan terbatas konsentrator oksigen mendorong peningkatan penggunaan oksigen.

• Jika secara teknis memungkinkan, di fasilitas terpencil tanpa sumber listrik memadai, penggunaan tenaga surya dapat menjadi sarana yang efektif dan dapat diandalkan (lihat Gambar 13.2). Sistem tenaga surya akan memerlukan panel surya, baterai, charge controller dan inverter. Biaya awal yang dibutuhkan memang tinggi, tapi jika dirancang dan dipelihara dengan benar, dapat murah dan efektif.

Gambar 13.2 Konsentrator oksigen dapat dijalankan dengan tenaga surya

Catatan: Sistem tenaga surya akan memerlukan panel solar, 6 – 8 baterai, charge controller, dan inverter.

13.1.1 mesir

Melaksanakan dan mendukung teknologi baru di rumah sakit kabupaten Pada tahun 1993, sebuah proyek diadakan untuk memperkenalkan konsentrator oksigen di Mesir. Hal ini melibatkan instalasi konsentrator oksigen di rumah sakit kabupaten, pelatihan teknisi dalam instalasi dan pemeliharaan, memperbaiki peralatan dan pengaturan sistem pelaporan yang erat untuk evaluasi kinerja dan kegunaan mesin. Sebuah tim dan koordinator umum ditunjuk untuk melaksanakan proyek ini. Satu tahun setelah instalasi, dua dari total 22 konsentrator telah rusak dan keduanya diperbaiki. Pelatihan staf dinilai berhasil dan pelaksanaan program sehari-hari dilakukan oleh tim lokal.86

13.1.2 Papua new guinea

Dampak klinis: deteksi yang lebih baik hipoksemia dan pasokan oksigen ditingkatkan.

Penelitian menunjukkan bahwa hipoksemia merupakan masalah utama kesehatan anak dan bahwa pasokan oksigen merupakan masalah utama di Papua New Guinea. Karena itu, sistem oksigen diperkenalkan di lima rumah sakit pada tahun 2005 dengan menggunakan 6 oksimeter denyut dan 16 konsentrator oksigen. Perawat, dokter dan teknisi telah ditunjukdan dilatih dalam hal pemeliharaan, penggunaan dan perbaikan peralatan. Teknologi, pelatihan dan dukungan yang berkelanjutan membentuk program oksigen di Papua New Guinea.87

Dua setengah tahun berjalannya progam tersebut, terjadi penurunan yang sangat signifikan dalam angka kematian rumah sakit untuk pneumonia. Pada tahun-tahun sebelum sistem itu diperkenalkan, terdapat 356 kematian dari 7161 pasien rawat inap dengan pneumonia (tingkat kematian 4,97%). Dalam dua setengah tahun setelah sistem itu diperkenalkan, terdapat 115 kematian dari 3538 pasien rawat inap (tingkat kematian kasus 3,2%). Risiko anak dengan pneumonia berat di rumah sakit setelah sistem itu diperkenalkan adalah 35%

lebih rendah dari sebelumnya, rasio risiko 0,65 (95% confidence interval, 0,53-0,80), P <0.0001.4 Program ini sekarang telah diperluas ke 17 rumah sakit.

13.1.3 malawi

Malawi adalah salah satu negara dengan sumber daya yang terbatas yang melaksanakan program oksigen nasional, dimulai pada tahun 2002. Tingkat kematian kasus pneumonia secara konsisten berkurang sejak diperkenalkannya program tersebut. Pada tahun 2007, evaluasi15 rumah sakit yang menggunakan konsentrator oksigen menunjukkan bahwa teknologi ini telah berhasil mengurangi kematian di rumah sakit untuk kasus pneumonia. Banyak unit satu model tertentu, yang diklaim memenuhi standar internasional, tidak bekerja.

Hal ini menekankan bahwa peralatan yang paling murah tidak selalu efektif dalam hal biaya untuk jangka panjang, dan bahwa klaim produsen perlu diuji di lapangan. Salah satu tantangan adalah pertukaran staf yang tinggi, sebagian disebabkan oleh migrasi dan banyak staf yang menderita HIV, sehingga sulit untuk mempertahankan tingkat keterampilan staf yang memadai. Tantangan lain untuk kesuksesan yang optimal adalah biaya penggunaan; membuat perawatan rumah sakit gratis untuk anak-anak di salah satu rumah sakit secara nyata meningkatkan permintaan dan akses, dibandingkan dengan rumah sakit di mana biaya dibebankan pada pasien.88

13.1.4 nigeria

Konsentrator oksigen di unit neonatal

Konsentrator oksigen diperkenalkan ke unit neonatal pada tahun 1993 untuk mengatasi keterbatasan tabung oksigen. Alat ini bekerja selama 18 jam sehari selama 3 tahun tanpa mengalami kerusakan, meskipun suhu udara sehari-hari tinggi (30-32 °C) dan kondisi lingkungan sangat berdebu. Biaya mengobati satu pasien selama satu tahun dengan menggunakan konsentrator 27% lebih murah dibandingkan jika menggunakan tabung. Penghematan biaya yang lebih besar bisa saja dicapai jika flow splitter digunakan pada konsentrator sehingga beberapa pasien dapat ditangani sekaligus. Penggunaan konsentrator ini dibatasi oleh gangguan catu daya. Selama daya tidak ada, generator portabel atau baterai mobil dengan inverter digunakan untuk daya konsentrator.89 13.1.5 nepal

Konsentrator oksigen pada dataran tinggi

Terdapat tuntutan oksigen yan tinggi di rumah sakit Kunde, yang terletak di dekat Gunung Everest, 3900 m di atas permukaan laut. Oksigen diperlukan untuk tindakan persalinan, resusitasi neonatus, prosedur operasi dan pengelolaan penyakit kardiopulmoner dan penyakit ketinggian (misalnya pada paru atau edema serebral). Pada tahun 1997, konsentrator oksigen dipasang, dan terhubung dengan daya yang dipasok oleh sistem listrik tenaga air dengan generator bensin sebagai cadangan. Tambahan dua konsentrator disimpan

sebagai cadangan. Tidak ada kegagalan peralatan yang terjadi selama 3 tahun, dan konsentrator telah menggantikan tabung oksigen serta ruang hiperbarik portabel.90

14.1.6 gambia

Sumbangan dan tenaga surya

Pada tahun 2000, sebuah rumah sakit pendidikan di Gambia menerima sumbangan konsentrator oksigen. Sayangnya, semua peralatan berhenti bekerja.

Masalah utama adalah kurangnya kompatibilitas frekuensi: mesin dibangun untuk digunakan dengan pasokan listrik 110V 60Hz tidak berfungsi dengan pasokan listrik 230V 50Hz lokal. Konsentrator yang ada merupakan konsentrator bekas, dan meskipun mereka telah diservis sebelum disumbangkan. Di Gambia tidak ada yang memiliki keahlian untuk menjaga peralatan, dan donor tidak menilai apakah frekuensi itu kompatibel. Hal ini menekankan perlunya perencanaan yang lebih baik, pengelolaan dan partisipasi lokal terkait sumbangan peralatan di negara-negara berkembang. Penting juga untuk memastikan bahwa peralatan yang baru, disumbangkan atau dibeli, memenuhi standar WHO dan didukung oleh keahlian teknis yang memadai. Setelah pengalaman ini, rumah sakit menyelenggarakan sebuah komite sumbangan untuk mengawasi semua sumbangan, bekerja dengan sebuah organisasi nonpemerintah.85

Di sebuah rumah sakit kabupaten terpencil tanpa pasokan listrik yang memadai di Gambia, konsentrator oksigen berjalan dengan sukses menggunakan tenaga surya. Meskipun biaya awalnya sangat tinggi, biaya operasionalnya minim. Hal ini membutuhkan tingkat yang keahlian teknis yang lebih tinggi, tapi bisa sangat efektif dalam halbiaya.80