BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan
4.4.2 Pengaruh Motivasi (X 2 ) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Berdasarkan hasil 10 (sepuluh) item pernyataan kuesioner variabel motivasi terdapat 61% dari 30 responden yang merupakan karyawan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah memberikan pernyataan setuju atas pernyataan yang diberikan penulis. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil pengujian secara parsial (uji-t) menunjukkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh motivasi (X2) terhadap kinerja (Y) karyawan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,678 >0,05. Berdasarkan kriteria hipotesis, jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menujnjukkan pentingnya motivasi dalam kinerja karyawan.
Ketika kepemimpnan tersebut didukung oleh lingkungan kerja yang nyaman untuk bekerja serta adanya interaksi yang baik antara atasan dan bawahan, maka akan semakin memotivasi karyawan dalam bekerja. Sehingga, tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan baik motivasi instrinstik dan motivasi ekstrinstik, miotivasi dapat mendukung karyawan meminimumkan tingkat kesalahan dalam bekerja sehingga kinerja karyawan otomatis akan meningkat. Apabila pemimpin perusahaan atau organisasi tidak mampu memberikan motivasi yang baik terhadap karyawannya, dapat berakibat karyawan tidak memiliki semangat untuk melakukan pekerjaannya dan tujuan peusahaan tidak akan terpenuhi.
Terdapat 2 (dua) indikator dengan respon tertinggi, salah satunya pada indikator hubungan rekan kerja dan atasan dengan pernyataan atasan selalu memberi
pujian apabila menjalankan tugas dengan hasil yang memuaskan. Hal ini sejalan dengan pendapat Herzberg dalam Slamet (2007:137) bahwa motivasi mempersoalkan bagaimana mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Hal ini dapat dikatakan bahwa Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah sudah memotivasi karyawan dalam memberikan motivasi dengan cara atasan selalu memberikan suasana yang harmonis antar pegawai.
Hasil penelitian ini didukung oleh pernyataan Gitosudarmo (Sutrisno, 2009:109) bahwa, motivasi merupakan suatu faktor yang mendorong untuk melakukan suatu aktifitas tertentu, motivasi sering diartikan sebagai faktor pendorong prilaku seseorang. Setiap aktifitas yang dilakukan seseorang pasti memiliki suatu faktor yang mendorong aktifitas tersebut. Oleh karena itu, faktor pendorong dari seseorang untuk melakukan suatu aktifitas tertentu pada umumnya adalah kebutuhan serta keinginan orang tersebut. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan motivasi kerja karyawan akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan terhadap pekerjaannya. Dari defenisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi menjadi bagian yang sangat penting yang mendasari seseorang dalam melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.
4.4.3 Pengaruh kepemimpinan (X1) dan motivasi (X2) terhadap kinerja (Y) karyawan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah
Pada penelitian ini, 37 (tiga puluh tujuh) pernyataan kuesioner dari 3 (tiga) variabel yaitu kepemimpinan (X1), motivasi (X2) dan kinerja (Y) telah dibagikan kepada 30 responden pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah
Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R2) yang bertujuan melihat besarnya hubungan antara ketiga variabel pengaruh variabel bebas yaitu kepemimpinan (X1), dan motivasi (X2) terhadap variaber terkait yaitu kinerja (Y) secara simultan berdasarkan hasil yang di dapat dari nilai R sebesar 0,912, berarti hubungan antara kepemimpinan (X1)dan Motivasi (X2) terhadap kinerja karyawan erat. Kemudian, untuk melihat seberapa besar kepemimpinan (X1) dan motivasi (X2) mempengaruhi kinerja (Y) dapat dinilai dari nilai R Square yang didapat adalah 0,831. Hal ini berarti 83,1% kinerja karyawan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah dapat dipengaruhi variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi (X2). Sedangkan sisanya 16,9 % dipengaruhu oleh variabel lain yang tidak termasuk pada penelitian ini.
Selanjutnya, berdasarkan uji signifikasi simultan (uji-f) yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai fhitung adalah sebesar 66,567 lebih besar dari ftabel = 4,21 dengan hasil signifikasi sebesar 0,000. Jadi, dibandingkan maka fhitung (66,567) > ftabel (4,21) sehingga
disimpulkan variabel independen (kepemimpinan dan motivasi) berpengaruh secara serempak terhadap variabel independen yaitu kinerja karyawan. Taraf signifikasi dibawah 0,05. Maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel bebas (kepemimpinan dan motivasi) mempunyai pengaruh signifikan secara simultan atau bersama sama terhadap variabel terkaitnya (kinerja karyawan).
Secara umum dapat dikatakan bahwa secara simultan maupun parsial kepemimpinan memiliki pengaruh yang tidak signifikan dan motivasi memiliki pengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Menurut Dale Timpe (1991; hal 31) tingkat prestasi seseorang atau karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Pada akhirnya, variabel kepemimpinan pada penelitian ini sejalan dengan Anoraga (2003;2) bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain, melalui komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang-orang tersebut.
sedangkan DuBrin (2005;3) bahwa, kepemimpinan upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Hal ini membuktikan bawha kepemimpinan memberikan dukukngan terhadap kinerja karyawan. Karena mereka beranggapan bahwa setiap orang pasti memiliki kepemimpinan.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah. Sehingga disimpulkan bahwa semakin baik kepemimpinan yang tercipta semakin meningkat pula kinerja karyawan, dan demikian pula sebaliknya semakin buruk kepemimpinan maka kinerja karyawan juga semakin buruk.
2. Motivasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah. Sehingga disimpulkan bahwa semakin baik motivasi yang tercipta semakin meningkat pula kinerja karyawan, dan demikian pula sebaliknya semakin buruk motivasi maka kinerja karyawan juga semakin buruk.
3. Hasil pengujian secara simultan (uji-f) menunjukkan bahwa Kepemimpinan (X1) dan motivasi (X2) berpengaruh bersama-sama (simultan) secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah, sebesar 83,1% dan sisanya 16,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk pada penelitian ini. Sementara nilai R
sebesar 0,912 menunjuukan bahwa hubungan antar kepemimpinan (X1) dan Motivasi (X2) terhadap kinerja karyawan erat.
5.2 Saran
1. Bagi karyawan, dalam hal kinerja sebaiknya Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah. harus terus meningkatkan kualitas kerjanya dengan baik dengan terus mengasah kemampuan dengan pelatihan dan sebagainya serta menanamkan motivasi yang tinggi dalam diri pegawai tersebut, dengan membentuk sifat seorang pegawai dalam menghadapi situasi (situation) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi
2. Bagi pemimpin, berkaitan dengan motivasi kerja hendaknya para pemimpin yang ada pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Barus Kabupaten Tapanuli-Tengah. agar memberikan motivasi yang lebih tinggi kepada karyawan guna terciptanya kinerja karyawan yang tinggi.
Salah satunya dengan cara pimpinan bisa memberikan bonus / kenaikan gaji bagi karyawan yang berprestasi, adanya dana pensiun setelah masa kerja habis ataupun jaminan tidak akan di PHK. Hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai masukan dan menentukan kebijakan untuk menyusun strategi untuk lebih meningkatkan kinerja karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Veithzal Rivai dan Dedy Mulyadi. 2012. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi Edisi Tiga. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sumber Buku
Anoraga, Pandji.(2003:2) Psikologi Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta
Siagian, Sondang P. 2003. Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.
Wahjosumidjo. 1991. Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta: Balai Pustaka Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
A. Shadare, Oluyesi dan Hamed T, Ayo.2009. Influence of Work Motivation, Leadership Effectiveness and Time Management on Employees Performance in Some Selected Industries in Ibadan, Oyo State, Nigeria.
European Journal of Economics, Finance and Administrative Sciences.
ISSN 1450-2275 Issue 16
Brahmasari, Ida Ayu dan Suprayetno,Agus.2008. “Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia). Dalam Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Universitas 17 Agustus Surabaya, Vol.10, No.2,September 2008:124-135.
Hasibuan, Malayu SP. 2003. Organisasi dan Motivasi, Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta Bumi Aksara.
Handoko T. Hani. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
Mathis, Robert L dan Jackson. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Salemba Empat
Robbins, Stephen, P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta : Erlangga.
Sugiyono. 2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sudarmanto.2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Handoko T. Hani. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
Handoko T. Hani. 001. Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia. Edisi 2. Yogyakarta : BPFE
Sudarmanto.2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: BP UNDIP.