• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan

4.3.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggung

Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS diperoleh variabel ukuran perusahaan memiliki nilai thitung sebesar 2,120 dengan nilai signifikansi sebesar 0,036, sedangkan nilai ttabel sebesar 1,97897, sehingga thitung > ttabel (2,120 > 1,97897) dan nilai signifikansinya 0,036 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap tanggung jawab sosial perusahaan diterima. Adanya pengaruh yang signifikan dan positif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi ukuran perusahaan maka akan semakin tinggi pula pengungkapan

tanggung jawab sosial perusahaan. Sebaliknya, semakin rendah ukuran perusahaan maka akan semakin rendah pula pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Ukuran perusahaan merupakan suatu skala yang berfungsi untuk mengklasifikasikan besar kecilnya entitas bisnis. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan nilai total aset yang diproksikan dengan logaritma natural total aset sebagai alat untuk menilai ukuran perusahaan. Pada umumnya perusahaan besar lebih banyak mendapatkan sorotan dari publik dan masyarakat, sehingga pengungkapan tanggung jawab sosial akan menjadi sangat penting bagi perusahaan karena dengan melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial akan meningkatkan image perusahaan. Hipotesis ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan manufaktur diterima dimana selama periode pengamatan tahun 2016-2018 total aset dari perusahaan manufaktur meningkat diiringi dengan peningkatan tanggung jawab sosial perusahaan.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sembiring (2005), Zulfaida dan Zulaikha (2012), Sari (2012), Felicia dan Rasmini (2015), dan Indraswari dan Astika (2015) yang menemukan adanya hubungan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Lovink dan Etna (2013) dan Karina dan Yuyetta (2013) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

72 4.3.2 Pengaruh Dewan Komisaris Terhadap Pengungkapan Tanggung

Jawab Sosial Perusahaan

Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS diperoleh variabel dewan komisaris memiliki nilai thitung sebesar 0,054 dengan nilai signifikansi sebesar 0,957, sedangkan nilai ttabel sebesar 1,97897, sehingga thitung < ttabel (0,054 < 1,97897) dan nilai signifikansinya 0,957 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa dewan komisaris secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Tidak adanya pengaruh yang signifikan ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya total dewan komisaris tidak berdampak tajam pada pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan dewan komisaris berpengaruh positif terhadap tanggung jawab sosial perusahaan ditolak.

Dewan komisaris adalah wakil shareholder dalam perusahaan yang berbadan hukum perseroan terbatas yang berfungsi melakukan pengawasan dan pemberian nasihat kepada manajemen (direksi) untuk kepentingan perseroan dan sesuai dengan maksud serta tujuan perseroan. Komposisi individu yang bekerja sebagai anggota dewan komisaris merupakan hal penting dalam memonitor aktivitas manajemen secara efektif. Semakin besar jumlah anggota dewan komisaris, maka akan semakin mudah untuk mengendalikan CEO dan monitoring yang dilakukan akan semakin efektif. Dalam penelitian ini dewan komisaris diukur dari banyaknya jumlah anggota dewan komisaris dalam sebuah perusahaan.

Hipotesis dewan komisaris berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan manufaktur ditolak dimana selama periode pengamatan tahun 2016-2018 jumlah dewan komisaris dari perusahaan manufaktur rata-rata sama setiap tahunnya dan tidak berpengaruh terhadap peningkatan tanggung jawab sosial perusahaan.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulfaida dan Zulaikha (2012) dan Dewi (2015) yang menyatakan dewan komisaris tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2005) yang menyatakan dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

4.3.3 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah Profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS diperoleh variabel profitabilitas memiliki nilai thitung sebesar 5,105 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, sedangkan nilai ttabel

sebesar 1,97897, sehingga thitung > ttabel (5,105 > 1,97897) dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Adanya pengaruh profitabilitas yang signifikan dan positif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi profitabilitas maka akan semakin tinggi pula pengungkapan

74 tanggung jawab sosial perusahaan. Sebaliknya, semakin rendah profitabilitas maka akan semakin rendah pula pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. nilai t hitung ukuran perusahaan sebesar 5,105 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 artinya profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan Profitabilitas berpengaruh positif terhadap tanggung jawab sosial perusahaan diterima.

Profitabilitas perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio Return On Asset (ROA) yaitu perbandingan antara laba bersih setelah pajak yang diperoleh dalam satu periode dengan total aktiva perusahaan. Semakin tinggi laba bersih dan aset yang ada di perusahaan, maka akan semakin lengkap penyajian, pelaporan dan pengungkapan informasi yang terjadi di perusahaan. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan baik dan target yang dicapai telah berhasil. Perusahaan yang memiliki laba yang tinggi maka memiliki dana yang tinggi pula sehingga akan berpengaruh pada biaya pengelolaan dan pelaporan informasi secara menyeluruh dan terbuka termasuk informasi CSR. Hipotesis profitabilitas berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan manufaktur diterima dimana selama periode pengamatan tahun 2016-2018 laba bersih dari perusahaan manufaktur meningkat diiringi dengan peningkatan tanggung jawab sosial perusahaan.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Linda dan Erline (2012), Sari (2012), Karina dan Yuyetta (2013), Felicia dan Rasmini (2015) dan Indraswari dan Astika (2015) yang menyatakan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2005), Zulfaida dan Zulaikha (2012) dan Dewi (2015) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

4.3.4 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah Leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS diperoleh variabel leverage memiliki nilai thitung sebesar -0,059 dengan nilai signifikansi sebesar 0,953, sedangkan nilai ttabel

sebesar 1,97897, sehingga thitung < ttabel (-0,059 < 1,97897) dan nilai signifikansinya 0,953 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa leverage secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Tidak adanya pengaruh yang signifikan ini mengindikasikan bahwa tinggi rendahnya utang perusahaan dilihat dari rasio leverage tidak berdampak pada nilai pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan Leverage berpengaruh negatif terhadap tanggung jawab sosial perusahaan ditolak.

76 Leverage merupakan alat untuk mengukur seberapa besar perusahaan bergantung kepada kreditur dalam pembiayaan aset perusahaan. Dalam penelitian ini leverage diukur dengan rasio Debt to Equity Ratio (DER) yaitu perbandingan antara total liabilitas dibagi dengan total ekuitas. Perusahaan dengan tingkat leverage tinggi adalah perusahaan yang sangat bergantung pada pinjaman luar untuk membiayai asetnya sehingga perusahaan sebisa mungkin akan melaporkan laba yang tinggi dan mengurangi biaya-biaya termasuk biaya untuk melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial untuk memprioritaskan dana yang tersedia memenuhi kewajiban yang ada. Sedangkan perusahaan dengan tingkat leverage rendah adalah perusahaan yang lebih banyak membiayai sendiri aset perusahaannya sehingga perusahaan memiliki biaya yang cukup untuk melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Hipotesis leverage berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan manufaktur ditolak dimana selama periode pengamatan tahun 2016-2018 rasio leverage dari perusahaan manufaktur rata-rata sama setiap tahunnya dan tidak mempengaruhi nilai pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulfaida dan Zulaikha (2012) dan Karina dan Yuyetta (2013) yang menyatakan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Dewi (2015) dan Felicia dan Rasmini (2015) yang menyatakan leverage berpengaruh positif signifikan dan Sembiring (2005) yang menyatakan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

4.3.5 Pengaruh Tipe Industri Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Hipotesis kelima dalam penelitian ini adalah Tipe Industri berpengaruh positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS diperoleh variabel tipe industri memiliki nilai thitung sebesar 1,499 dengan nilai signifikansi sebesar 0,137, sedangkan nilai ttabel

sebesar 1,97897, sehingga thitung < ttabel (1,499 < 1,97897) dan nilai signifikansinya 0,137 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa tipe industri secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Tidak adanya pengaruh yang signifikan ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya tipe industri tidak berdampak pada nilai pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan Tipe Industri berpengaruh positif terhadap tanggung jawab sosial perusahaan ditolak.

Tipe Industri merupakan pandangan masyarakat tentang karakteristik yang dimiliki perusahaan berkaitan dengan bidang usaha, resiko, karyawan yang dimiliki dan lingkungan perusahaan. Dalam penelitian ini variabel tipe industri diproksikan dengan variabel dummy yang akan digunakan untuk mengklasifikasikan high-profile dan low-high-profile. High-high-profile akan diberi nilai 1 yaitu untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang: perminyakan dan pertambangan, kimia, hutan, kertas, otomotif, agrobisnis, tembakau dan rokok, makanan dan minuman, media dan komunikasi, kesehatan, transportasi, dan pariwisata. Nilai 0 diberikan untuk perusahaan yang low-profile, yang meliputi bidang bangunan, keuangan dan perbankan, suplier peralatan medis, retailer, tekstil dan produk tekstil, produk

78 personal, dan produk rumah tangga. Hipotesis tipe industri berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan manufaktur ditolak dimana selama periode pengamatan tahun 2016-2018 tipe industri dari perusahaan manufaktur tidak mempengaruhi nilai pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulfaida dan Zulaikha (2012) dan Karina dan Yuyetta (2013) yang menyatakan tipe industri tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2005) dan Felicia dan Rasmini (2015) yang menyatakan tipe industri berpengaruh positif signifikan dan Sari (2012) yang menyatakan tipe industri berpengaruh negatif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

4.3.6 Pengaruh Ukuran Perusahaan, Dewan Komisaris, Profitabilitas, Leverage dan Tipe Industri Terhadap Pengungkapan Tanggung

Jawab Sosial Perusahaan

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS dapat dilihat bahwa hasil uji F menunjukkan nilai signifikan 0,000 dan nilai F hitung sebesar 10,336, sedangkan nilai F tabel sebesar 2,29, sehingga F hitung > F tabel (10,336> 2,29) dan signifikansinya 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan, dewan komisaris, profitabilitas, leverage, dan tipe industri secara simultan (bersama-sama) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Dengan demikian hipotesis

yang menyatakan Ukuran Perusahaan, Dewan Komisaris, Profitabilitas, Leverage dan Tipe Industri secara simultan berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan diterima.

80 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Ukuran Perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian secara statistik dengan nilai t-hitung sebesar 2,120 dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 yang nilainya di bawah 0,05.

2. Dewan Komisaris secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian secara statistik dengan nilai t-hitung sebesar 0,054 dengan nilai signifikansi sebesar 0,957 yang nilainya di atas 0,05.

3. Profitabilitas secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian secara statistik dengan nilai t-hitung sebesar 5,105 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang nilainya di bawah 0,05.

4. Leverage secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian secara statistik dengan nilai t-hitung sebesar -0,059 dengan nilai signifikansi sebesar 0,953 yang nilainya di atas 0,05.

5. Tipe Industri secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian secara statistik dengan nilai t-hitung sebesar 1,499 dengan nilai signifikansi sebesar 0,137 yang nilainya di atas 0,05.

6. Ukuran Perusahaan, Dewan Komisaris, Profitabilitas, Leverage dan Tipe Industri secara simultan berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hali ini dibuktikan dari hasil pengujian secara statistik dengan nilai F-hitung sebesar 10,336 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.

5.2 Saran

Sebagai tindak lanjut dari hasil temuan dan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel yang tidak ada dalam penelitian ini, seperti Kepemilikan Saham Publik, Pengungkapan Media, Kinerja Keuangan, dan Pertumbuhan Perusahaan sehingga hasilnya dapat dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya. Penelitian

82 selanjutnya dapat menggunakan proksi lain dalam menilai variabel yang digunakan dalam penelitian selanjutnya. Penelitian selanjutnya diharapkan juga dapat menambahkan sektor lain seperti sektor pertambangan, sektor real estate, atau sektor lainnya yang berbeda dari sektor pengamatan dalam penelitian ini serta penambahan periode tahun penelitian.

2. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,367, sehingga variabel-variabel independen dalam penelitian ini hanya dapat menjelaskan sebesar 36,7 % dan sisanya sebesar 63,3% dapat dijelaskan oleh variabel di luar variabel independen yang ada. Oleh sebab itu peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan variabel-variabel independen lain yang terkait untuk melihat hubungan dengan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaaan.

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih bagi perusahaan terkait faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan , dan dari hasil analisis data laporan keuangan tahunan perusahaan yang dilakukan juga masih terdapat banyak perusahaan yang belum melakukan serta mencantumkan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan serta diharapkan kepada perusahaan yang belum melakukan serta mencantumkan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan agar segera memulai mencantumkan atau memberikan informasi tentang pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan agar informasi tersebut dapat bersifat transparan.

DAFTAR PUSTAKA

Amelia, Zara. “Karyawan Freeport: Kasus Mogok Kerja Pekerja Belum Selesai.”

Tempo, TEMPO.CO, 11 Mar. 2018,

bisnis.tempo.co/read/1068714/karyawan-freeport-kasus-mogok-kerja-pekerja-belum-selesai/full. (1 Feb. 2020).

Amran, Azlan dan Susela Devi, (2008). “The Impact of Government and Foreign Affiliate Influence on Corporate Social Reporting in Malaysia” Accounting, Auditing and Accountability Journal, Vol. 23. No. 4, pp. 386- 404.

Andriany, D., Willy Sri Yuliandari, SE., M.M., A., & Djusnimar Zutilisna Drs., Akt., M. (2017). “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage Dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responbility (Studi Pada Perusahan Bumn Di Indonesia Tahun 2014-2015)”

E-Proceeding of Management, 4(3), pp. 2723– 2733.

Anggraini, F. R. R. (2006). “Pengungkapan Informasi Sosial Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Bursa Efek Jakarta.” Simposium Nasional Akuntansi, 9, 23-26.

Anggita Sari, Rizkia. (2012). “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursah Efek Indonesia”. Jurnal, Volume 1, Nomor 1, Board of Director Composition and Financial Statement Fraud”, The Accounting Review, Vol. 71, No. 4, pp. 443-465.

Beasley, Mark S, (2001), “Relationships Between Board Characteristics and Voluntary Improvement in Audit Committee Composition and Experience”

Contemporary Accounting Research, Winter, Vol. 18, No. 4 pp. 545-570.

Belkaoui, A. and Karpik, P.G. (1989), “Determinants Of The Corporate Decision To Disclose Social Information” Accounting, Auditing & Accountability Journal, Vol. 2, No. 1, pp. 36-51.

84 Chariri, Anis (2008), “Kritik Sosial Atas Pemakaian Teori Dalam Penelitian Pengungkapan Sosial dan Lingkungan”, Jurnal Maksi, Vol.8, No.2, pp.151-169.

Coller, P., and A. Gregory, (1999), “Audit Committee Activity and Agency Costs”, Journal of Accounting and Public Policy, Vol 18, No. (4-5), pp. 311-332.

Dewi Yulfaida, Zhulaikha. 2012. “Pengaruh Ukuran, Profitabilitas, Profile, Leverage Dan Ukuran Dewan Komisaris Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia”.

Diponegoro Jurnal Of Accounting, Volume 1, Nomor 1, Hal 1-9. ISSN : 2337-3806.

Daniri, Mas Achmad, (2007). “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sosial (Social Disclosure) dalam Laporan Keuangan”, Jakarta : Ray Indonesia.

Felicia, Mungky dan Ni Ketut Rasmini. (2015). “Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.ISSN : 2302:8556.

Ghozali, I. (2005). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gossling, T dan C.Vocht. (2007). “Social Role Conception and Corporate Social Responsibility Policy Success”. Journal of Business Ethies, 74, pp. 363-372.

Gumelar, Galih. “Masyarakat Adat Tak Mau Cuma Kecipratan CSR Freeport.”

Ekonomi, 4 Sept. 2017, www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170904154339-85-239343/masyarakat-adat-tak-mau-cuma-kecipratan-csr-freeport. (1 Feb.2020).

Guthrie, J. dan Mathews, M.R. (1985). “Corporate Social Accounting in Australia, in Preston, LE”. (Ed.) Research in Corporate Social Perfomance and Policy, Vol. 7. pp. 251-77.

GRI-G4 Pedoman Laporan Keberlanjutan. Version 4.0

GRI. (2013). “Global Reporting Initiative”. http://www.globalreporting.org. (2 Feb.2020).

Hackston, David and Milne, Marcus J., (1996). “ Some Determinants Of Social And Environmental Disclosures In New Zaeland Companies”, Accounting, Auditing and Accountability Journal, Vol. 9, No. 1, pp. 77-108.

Heizer, Jay dan Barry Render (2005). Manajemen Operasi. Edisi 7. Jakarta:

Salemba 4.

Indraswari, Gusti ayu dan Ida Bagus Putra Astika. (2015). “Pengaruh Profitabilitas,Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Saham Publik Pada Pengungkapan CSR.” E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol 9, No.3, pp. 816-828.

Jogiyanto. (2007). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi 2007, Cetakan Pertama. BPFE, Yogyakarta

Karina, Lovink Angel Dwi dan Nur Afri Yuyetta. (2013).”Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan CSR”. Diponegoro Jurnal Of Accounting.Vol.2 No.2 Hal 1.ISSN : 2337 : 3806.

Kasmir. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Laksmitaningrum, C. F., & Purwanto, A. (2013). Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris dan Struktur Kepemilikan Terhadap Pengungkapan CSR Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011 I (Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).

Lang, M. H., & Lundholm, R. J. (1993). Corporate disclosure policy and analyst behavior. Accounting review, pp. 467-492.

Liputan6.com. “Freeport Dinilai Mencemari Lingkungan.” liputan6.Com, 23 Jan.

2017, www.liputan6.com/news/read/119840/freeport-dinilai-mencemari-lingkungan. (1 Feb. 2020).

Mulyadi. (2002). Auditing: Jilid 1 Edisi Enam. Jakarta: Salemba Empat. Sekaran, Uma, 2006, Metodologi Penelitian Untuk Bisnis, Edisi 4. Salemba Empat, Jakarta.

Munawir, S. (2004). Analisis Laporan Keuangan. Edisi 4. Yogyakarta: Liberty.

Oktaviarni. F, Musni Y, Suprayitno B. (2018). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan (studi empiris perusahaan sektor real estate, property, dan kontruksi bangunan yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2014-2016). Jurnal Akuntansi Universitas Jember, Vol.16. No.2 : 83-97

Oov Auliansyah, et al. “Inilah Latar Belakang Penyebab Terjadi Mogok Kerja Di PT Freeport Indonesia Tahun 2011 Dan 2017.” Konfederasi Serikat Nasional,

86 28 Feb. 2018, ksn.or.id/inilah-latar-belakang-penyebab-terjadi-mogok-kerja-di-pt-freeport-indonesia-tahun-2011-dan-2017/. (1 Feb. 2020).

Pemerintah Provinsi Papua, papua.go.id/view-detail-berita-4390/freeport-dituntut-lunasi-utang-pajak-air-permukaan.html. (6 Agu. 2020).

Purnasiwi, Jayanti. (2011). “Analisis Pengaruh Ukuran, Profitabilitas dan Leverage Terhadap Pengungkapan CSR pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi Universitas Diponegoro.

Puspitaningtyas, Astri. (2011). “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di BEI tahun 208-2009”. Skripsi Universitas Negeri Semarang.

Putra, Eka Nanda. (2011). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, Dipublikasikan.

Putra,W. E., Yuliusman, dan Dedi Setiawan. (2011). Pengaruh Size, Profitabilitas, Leverage,Kepemilikan Dalam Negeri dan Kepemilikan Asing Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Survey Pada Perusahaan Industri Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora, Vol. 13, No.2, pp. 37-48.

Preston, L.E. (1978). “Analyzing Corporate Social Performance: Methods and Results”. Journal of Contemporary Business, 7 (1). pp. 135-149

Rindawati, M. W., & Asyik, N. F. (2015). “Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Kepemilikan Publik Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)”. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 46.

Roberts, R.W. (1992), “Determinants Of Corporate Social Responsibility Disclosure: An Application Of Stakeholder Theory”, Accounting, Organisations and Society, Vol. 17, No. 6, pp. 595-612.

Santioso, Linda dan Erline Chandra. (2012). “Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Leverage, Umur Perusahaan, dan Dewan Komisaris Independen dalam Pengungkapan Corporate Social Responsibility”. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Universitas Tarumanegara.Vol.14, No.1, Hal 17-30.

Sembiring, E.R. (2005). “Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial: Study Empiris Pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta”. Simposium Nasional Akuntansi VIII, Surakarta: IAI.

Sjahrial, Dermawan. (2007). Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Kedua.

Jakarta : Mitra Wacana Media

Soewadji, Jusuf. (2012). Pengantar Metodologi Penelitian. Edisi ke-1. Cetakan I.

Jakarta: Mitra Wacana Media.

Subiantoro, O. H., & Mildawati, T. (2015). “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility”. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 49.

Sufian, M. A., & Zahan, M. (2013). Ownership Structure and Corporate Social Responsibility Disclosure In Bangladesh. International Journal of Economics and Financial Issues, 3(4), pp. 901-909.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

PT Alfabeta.

Sukotjo Hs, SH, Pokok – Pokok Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2007

Sukotjo Hs, SH, Pokok – Pokok Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2007