• Tidak ada hasil yang ditemukan

GLOBALISASI, GLOKALISASI DAN KONSUMERISME

9.1 Pengertian Globalisasi

9.1 Pengertian Globalisasi

Globalisasi yaitu kondisi dunia yang mengglobal, dimana terjadi peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia diseluruh dunia (melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer dan bentuk-bentuk interaksi yang lain) sehingga menembus batas-batas antarnegara (Borderless World). Globalisasi merupakan sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial-budaya menjadi kurang penting, yang terjelma di dalam kesadaran orang (Malcolm Waters).

Globalisasi yaknijaringan kerja global yang secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan dan persatuan dunia(Emmanuel Ritcher). Globalisasi memiliki Dimensi Ideologi dan Teknologi. Dimensi Ideologi, yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan Dimensi Teknologi merupakan teknologi informasi yang telah menyatukan dunia (Thomas L. Friedman). The American Heritage Dictionary : the act of process or policy making something worldwide in scope or application (Globalisasi sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu yang mendunia (universal) baik dalam lingkungannya atau aplikasinya.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Globalisasi merupakan sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture). Globalisasi menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat dan individu sebagai anggota masyarakat. Globalisasi menyangkut kesadaran baru mengenai dunia sebagai satu kesatuan.Globalisasi sebagai fenomena yang menjadikan dunia mengecil di lihat dari segi interaksi antarmanusia karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Globalisasi sebagai suatu proses mendunia yang ditandai dengan semakin hilangnya batas-batas dunia (a borderlles world: one world, different but neverdivide), tidak lepas dari perkembangan pemikiran manusia. Perubahan duniadan kebudayaannya, lebih banyak disebabkan oleh pemikiran dari gerakan demonstrasi (Barbara Ward dalam Warsono, 2007:36). Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, yaitu negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara (Abeng, 2010:81). Globalisasi perekonomian

mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat.

Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif. Sebaliknya, juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar  domestik. Industrialisasi menimbulkan kolonialisasi, nasionalisme, dan globalisasi. Perjalanan antarwilayah di belahan dunia dapat ditempuh dengan teknologi pesawat terbang dalam waktu yang sangat cepat.

Akibatnya hampir seluruh wilayah di belahan dunia ini terjangkau dalam waktu yang singkat. Terlihat wisatawan lalu lalang di kawasan wisata Ubud di bawah ini.

  Gambar  : Wisatawan lalu lalang didepan puri Ubud (Dok:  Pribadi ) 

Globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Berbagai ciri globalisasi kebudayaan dapat diamati dengan berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional, berkembangnya turisme dan pariwisata serta semakin banyak orang melakukan imigrasi dari suatu negara ke negara lain. Gaung globalisasi telah membuat masyarakat dunia, bahkan masyarakat Bali bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan.

Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.

Terkait dengan itu kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, serta hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional (Koentjaraningrat, 1996:63). Sehubungan dengan itu, baik nilai-nilai maupun persepsi, berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikirannya.

Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.

Bagi masyarakat Bali aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memeroleh akses komunikasi dan berita. Namun, hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.

Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai elemen kebudayaan, budaya Barat dianggap sebagai budaya pusat yang ditiru oleh masyarakat Timur, khususnya di negara-negara berkembang. Di sisi lain, masyarakat Barat, juga selalu berusaha melakukan penetrasi budayanya kepada masyarakat di negara lain, seperti Mcdonalisasi. Masyarakat Bali tidak kuasa menahan arus globalisasi saat ini dengan berbagai gebrakan bersifat memikat para konsumen, baik barang maupun jasa, dikemas sangat elegant yang dipropagandakan media pemikat calon konsumennya. Dampak globalisasi ekonomi

terhadap masyarakat, semakin terbukanya pasar ekspor seharusnya kualitas produk ditingkatkan dalam persaingan global. Secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinvasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk dalam negeri yang andal dan berkualitas.

Globalisasi ekonomi dari segi permodalan dan ketersediaan akses dana akan semakin mudah memeroleh investasi dari luar negeri. Investasi secara langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. Globalisasi ekonomi semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan dan alih teknologi juga bisa terbuka sangat lebar. Meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi penyumbang devisa dan ajang promosi produk dalam negeri. Perkembangan globalisasi yang terus berlangsung menimbulkan kontak budaya antarnegara. Globalisasi ekonomi mengakibatkan produk luar negeri seperti Mc Donald's, CocaCola, dan Pizza Hut membanjiri Bali. Hal ini dapat menghilangkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat terhadap bangsa.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa globalisasi merupakan suatu fenomena dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses global. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang dijawab dan dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Dalam globalisasi tersebut terkandung suatu pengertian akan hilangnya satu situasi, yaitu berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Globalisasi ekonomi dari segi permodalan dan ketersediaan akses dana akan semakin mudah memeroleh investasi dari luar negeri. Globalisasi ekonomi mengakibatkan produk luar negeri seperti Mc Donald's, CocaCola, dan Pizza Hut, Hoka-Hoka Bento.

Terbukanya satu negara dengan negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, melainkan juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya, dan lain-lain.

Konsep akan globalisasi mengacu pada penyempitan dunia secara intensif dan

peningkatan kesadaran akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman tentang koneksi tersebut.Megatrends (1982), oleh John Naisbitt dan Patricia Aburdance : meramalkan bahwa negara-negara industri akan mengalami 10 macam perubahan yaitu :

 Masyarakat industri ke masyarakat informasi.

 Teknologi paksa (tenaga) ke High Technology

 Ekonomi nasional ekonomi dunia (global ekonomi)

 Jangka pendek ke jangka panjang

 Sentralisasi ke desentralisasi

 Bantuan lembaga (institusional) ke bantuan diri sendiri

 Demokrasi representatif ke demokrasi partisipatif

 Sistem hierarki ke jaringan kerja sama (network)

 Perubahan dari wilayah utara ke selatan

 Memilih salah satu ke banyak pilihan.

Megatrends (1990), oleh John Naisbitt dan PatriciaAburdance, kembali mengemukakan pendapatnya bahwa ada 10 macam perubahan di era global :

 Abad biologi

 Bangunnya sosialisme pasar bebas

 Cara hidup global dan nasionalisme budaya

 Dasarwarsa kepemimpinan wanita

 Kebangkitan agama dan milenium baru

 Kebangkitan (renaisans) dalam kesenian

 Kemenangan (kejayaan) individu

 Pertumbuhan ekonomi dunia (boom ekonomi global)

 Berkembangnya wilayah Pasifik

 Privatisasi atau swatanisasi atas negara kesejahteraan

Disamping itu Alvin Toffler dalam bukunya “The Third Wave“: peradaban manusia sampai saat ini telah mengalami 3 gelombang perubahan antara lain :

1. Teknologi Pertanian (8000 SM-1500 M

 Gelombang I (the first wave) : revolusi hijau

 Teknologi masih terbatas pada pengelolaan lahan-lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan manusia sendiri.

2. Teknologi Industri (1500 M-1970 M)

 Gel II : revolusi industri di negara2 Barat (zaman Renaissance atau abad pertengahan). Ini ditandai adanya revolusi industri di Inggris.

 Mulai ditemukan teknologi mesin dengan tenaga di luar manusia. Contoh : mesin uap, mesin pemintal dan lain lain.

3. Informasi (1970 – sekarang)

 Gelombang III : berkembang pesatnya teknologi informasi memudahkan manusia berkomunikasi di berbagai bidang.

 Ditemukannya perangkat TIK (Telepon, Telegraf,TV,HP, Komputer, Internet dan lain lain. Melahirkan masyarakat Dunia : The global village (desa global).