M ANAJEM EN SYI’AR
E. Strategi Implementas
III. ALUR SYI’AR
1. Pengumpulan masukan
Pengumpulan masukan di sini lebih dit ujukan pada pengumpulan t ent ang kecenderungan perilaku objek dakw ah, kebut uhannya, sert a bent uk-bent uk dakw ah yang mungkin mengena unt uk mereka. Termasuk yang t idak kalah pent ing adalah pengumpulan masukan dari t okoh yang berpengalaman at au berpengaruh besar pada kegiat an syi’ar yang kit a lakukan sepert i alumni, pembina LDK, dan pihak kampus. Bent uk
INTERM EZO
Planning- Pengumpulan masukan:
M encoba melihat dari sisi lain Pengumpulan masukan pada dasarnya salah sat u usaha kit a melebarkan sudut pandang kit a t erhadap sesuatu sehingga kit a bisa melihat suat u permasalahan dari berbagai sisi.
Dan tempat yang cocok untuk memperoleh masukan selain dari objek dakw ah it u sendiri ialah dari orang-orang yang sudah berpengalaman at au minimal pengamat di bidang t ersebut. Biasanya mereka memiliki pandangan visioner dan st rategis yang seringkali t ak t erpikirkan oleh kit a yang umumnya hanya berkut at di lingkungan bangku kuliah saja. Berbeda dengan mereka yang bisa jadi memiliki jam t erbang dan ranah kerja/ lingkungan pergaulan yang lebih luas, sepert i pembina LDK, alumni, dan pihak kampus.
Tidak perlu dilakukan dalam susana yang begit u formal, bahkan obrolan sant ai pun bisa jadi suatu t ransfer ilmu dan pengalaman yang begit u luar biasa mencerahkan. Bahkan t idak jarang, kit a bisa jauh lebih banyak t erbantu t erlebih jika yang kit a ajak memiliki visi yang sama dengan kit a. Pun kalau t ak ada hasil yang kit a peroleh dari diskusi t ersebut , minimal kit a dapat pahala silat urahim kan? Not hing t o lose.
Pengumpulan ide ini memang baiknya dilakukan di aw al sekali sebelum melakukan sesuat u, karena ide baik yang muncul di t engah just ru seringkali malah membuat segala seesuat unya lebih berant akan.
249
pelaksanaannya dilakukan melalui penyebaran angket (polling) at au w aw ancara. Berikut nya t ent ang teknis penyusunan dan penyeberan angket (polling) yang relevan:
Penent uan aspek-aspek yang ingin diket ahui dari reponden.
Pembakuan aspek-aspek t ersebut dalam bent uk pert anyaan yang relevan unt uk diajukan.Sebaiknya pert anyaan yang diajukan disajikan dalam bahasa yang mudah dimengert i oleh responden dan t idak menimbulkan pengert ian ganda.
Penent uan met ode pert anyaan yang akan disampaikan dapat berupa pilihan ganda at au pert anyaan dengan jaw aban bebas.Pert anyaan dalam bent uk pilihan ganda biasanya lebih mudah disimpulkan secara kuant it at if dan prosesnya bisa dilakukan secara lebih cepat . Sement ara it u, pert anyaan dengan jaw aban bebas memungkinkan munculnya berbagai alt ernat if jaw aban yang beragam, namun responden bisa menyat akan secara t epat pendapat nya. Selain it u, kedua model pert anyaan t ersebut dapat pula dikombinasikan, yakni model pilihan ganda dengan menggunakan jaw aban bebas pada pilihan yang t erakhir jika memang t idak ada pilihan sebelumnya yang cukup mew akili.
Penyusunan urut an pert anyaan sesuai dengan kondisi psikologis responden yang mungkin t erjadi.Lebih efekt if jika pert anyaan yang diajukan t idak dijaw ab semua secara berurut an, t et api ada urut an berdasarkan jenis jaw aban responden (misalnya jika pert anyaan no. 4 dijaw ab ya maka responden langsung menjaw ab pert anyaan no. 6, jika t idak maka ke pert anyaan no. 5).
Pembuat an parameter-paramet er penilaian unt uk digunakan pada t ahap analisis set elah polling selesai dilakukan.Selain dengan penyebaran angket , pengumpulan info bisa dilakukan pula melalui w aw ancara ke sejumlah responden. Kelebihan-kelebihan cara ini:
M elalui w aw ancara kit a dapat mengumpulkan info secara lebih det il dan dapat menyelami kondisi psikologis objek dakw ah yang diw aw ancarai. Sebab di sini kit a berhadapan langsung dan dapat berdialog dengan objek dakw ah relat if lebih lama.
Sembari m ew aw ancara, kit a dapat juga memperkenalkan keberadaan LDK dan mensosialisasikan program yang sudah ada.
Kesempat an unt uk melakukan dakw ah fardiyah juga lebih besar.Beberapa hal yang harus diperhat ikan ket ika melakukan w aw ancara:
Persiapkan diri kit a t erlebih dahulu sebelum memulai w aw ancara, dan kembali luruskan niat .250 Risalah M anajemen Dakw ah Kampus
Objek yang akan diw aw ancarai dipilih secara merat a, mulai dari orang yang menget ahui seluk beluk kecenderungan kampus (biasanya ket ua at au pengurus harian Unit Kegiat an M ahasisw a at au BEM ), orang ‘ammah yang masih t ert arik dengan kegiat an kemahasisw aan t ermasuk dakw ah, dan orang yang apat is (acuh t ak acuh) terhadap kegiat an lainnya selain akademis.
Sebelum melakukan w aw ancara, harus sudah dit ent ukan t erlebih dahulu t ujuan w aw ancara yang akan dilakukan, alurnya, dan bent uk-bent uk pert anyaannya.
Waw ancara hendaknya dilakukan dalam suasana yang sant ai, t idak formal. Kalau perlu dilakukan pendekat an t erlebih dahulu dengan memperkenalkan diri dan membuat janji unt uk w aw ancara.
Bersikaplah t erbuka terhadap kritikan dan saran yang disampaikan oleh objek w awancara kit a karena kit a berkew ajiban menjadi pelayan mereka lew at dakw ah kit a.
Jangan lupa unt uk memberikan penjelasan yang sedet il mungkin jika t erdapat kesalahpahaman dengan keberadaan LDK di kampus. 2. Prediksi masa depanSet elah kesimpulan dari hasil pengumpulan masukan info selesai dibuat , dilakukan proses kesimpulan lanjut an berkaitan dengan prediksi masa depan masyarakat kampus. Di sini, selain kesimpulan pengumpulan info, perlu pula dit ambahkan analisis lain sbb.
Kondisi input mahasisw a baru yang masuk t ahun ini (t ahun dimulainya kepengurusan LDK saat ini) dengan mempert imbangkan tren generasi muda (pelajar SM U saat ini), lat ar belakang mereka secara umum, dan ikat an- ikat an yang harus mereka penuhi sebagai mahasisw a baru di kampus (besarnya biaya SPP, bat as masa st udi, dll.).
Kemungkinan/ arah kebijakan kampus ke depan baik t erkait dengan kebijakan t erhadap akademik mahasisw a, kebijakan biaya pendidikan, kebijakan t erhadap kegiat an kemahasisw aan, dsb.
Kemungkinan sit uasi masyarakat , baik masyarakat lokal sekit ar kampus, masyarakat secara nasional, dan bahkan masyarakat int ernasional (misalnya kejadian apa saja yang sedang hangat , hal apa saja yang harus disikapi secara moral dalam kapasit as LDK).
Dan semua kemungkinan baik dan buruk yang mungkin saja akan dihadapi. Hal ini bisa dilakukan dengan met ode manajemen SWOT analysis (St rengt h- Weakness-Opport hnit y-Threat ness).251
Prediksi m asa depan ini kemudian dikerucut kan dalam bent uk kebut uhan- kebut uhan dakw ah yang mungkin diambil oleh LDK. Langkah-langkah di at as perlu dilakukan unt uk mempersiapkan alur kegiat an syi’ar selama set ahun kepengurusan LDK. Namun unt uk kegiat an syi’ar insident al, t idak semua langkah di at as perlu dilakukan.