• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan tentang Penawaran dan Pencatatan

Tabel di bawah ini memperlihatkan kutipan laporan harga tertinggi dan terendah untuk periode tertentu dari saham biasa kami di Bursa Efek Indonesia atau BEI:

Harga per saham

Tertinggi Terendah (dalam Rp.) Tahunan 2009 ... 5.950 4.200 2010 ... 6.300 4.400 2011 ... 6.000 4.700 2012 ... 7.000 3.425 2013 7.200 3.500 Periode Triwulan Triwulan Pertama 2012 ... 5.950 4.975 Triwulan Kedua 2012 ... 5.250 3.425 Triwulan Ketiga 2012 ... 6.400 4.225 Triwulan Keempat 2012 ... 7.000 5.200 Triwulan Pertama 2013 7.200 5.850 Triwulan Kedua 2013 6.850 4.750 Triwulan Ketiga 2013 5.150 4.000 Triwulan Keempat 2013 4.625 3.500 Bulan Oktober 2013 ... 4.625 4.150 November 2013 ... 4.275 3.500 Desember 2013 ... 4.150 3.875 Januari 2014 ... 4.100 3.955 Februari 2014 ... 4.295 3.925 Maret 2014 ... 4.075 3.775 April 2014 (sampai dengan 24 April 2014) ... 3.990 3.810

Tabel di bawah ini memperlihatkan kutipan laporan harga tertinggi dan terendah untuk ADS, untuk periode tertentu, dari ADS di New York Stock Exchange atau NYSE.

Harga per ADS Tertinggi Terendah (dalam US$) Tahunan 2009 ... 30 47/128 16 189/256 2010 ... 35 37/64 24 7/32 2011 ... 34 7/16 25 63/64 2012 ... 35 31/64 27 23/32 2013 (sampai dengan 17 Mei 2013) ... 28 36 47/100 Periode Tahunan Triwulan Pertama 2012 ... 31 47/64 27 23/32 Triwulan Kedua 2012 ... 28 3/8 18 15/32 Triwulan Ketiga 2012 ... 33 23/32 22 17/32 Triwulan Keempat 2012 ... 36 15/32 29 31/32 Triwulan Pertama 2013 29 243/250 36 47/100 Triwulan Kedua 2013 (sampai dengan 17 Mei 2013) 28 34 37/50

Triwulan Ketiga 2013 N/A N/A

Triwulan Keempat 2013 N/A N/A

Bulan

Oktober 2013 ... N/A N/A November 2013 ... N/A N/A Desember 2013 ... N/A N/A Januari 2014 ... N/A N/A Februari 2014 ... N/A N/A Maret 2014 ... N/A N/A April 2014 ... N/A N/A

Pada tanggal 22 April 2013, kami mengumumkan bahwa kami bermaksud untuk menghapuskan pencatatan ADS, sebagaimana dibuktikan dengan ADR, dari Bursa Efek New York dan ADS tidak akan tercatat pada bursa efek nasional lainnya di Amerika Serikat. Pada tanggal 6 Mei 2013, kami mengajukan Form 25 kepada U.S. Securities and Exchange Commisison (“SEC”) dan setelah pengajukan tersebut, penghapusan pencatatan atas ADS kami dari Bursa Efek New Yorj menjadi efektif pada penutupan hari kerja tanggal 17 Mei 2013. Sebagai akibat dari penghapusan pencatatan tersebut menjadi efektif, pengakhiran Perjanjian Penyimpnana menjadi efektif pada tanggal 24 Juli 2013. Setelah penghapusan pencatatan ADS dan pengakhiran program ADS, investor akan terus dapat membeli dan menjual saham kami melalui BEI. Sehubungan dengan penghapusan pencatatan, kami bermaksud untuk mengakhiri pendaftaran ADS kami pada SEC pada tahun 2014 sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan efek yang berlaku di Amerika Serikat.

Selama proses pengakhiran Perjanjian Penyimpanan, pemegang ADR dapat menyerahkan ADR mereka atau ADS yang dibuktikan dengan ADR tersebut kepada Depositary untuk ditukar dengan kepemilikan saham biasa dalam Perusahaan setiap saat sebelum 24 Juli 2014. Sejak 24 Juli 2014, Depositary akan mulai menjual kepemilikan saham yang tersisa. Investor yang tidak menyerahkan ADR mereka dan meminta penyerahan kepemilikan saham sebelum Depositary menjual saham-saham tersebut akan kehilangan hak mereka untuk menerima kepemilikan saham tersebut dan sebagai gantinya mereka memiliki hak, setelah menyerahkan ADR mereka atau ADS yang dibuktikan dengan ADR tersebut, untuk menerima hasil bersih dari penjualan saham-saham tersebut setelah dikurangi penyerahan sebesar sampai dengan US$0,05 per ADS yang diserahkan. Tanggal atau tanggal-tanggal dimana Depositary akan menjual saham Perusahaan yang disimpan yang tersisa belum ditentukan, tetapi tidak akan lebih cepat dari 24 Juli 2014. Penjualan ini sangat mungkin terjadi secara progresidf didorong oleh keadaan pasar yang dalam.

Pada tanggal 17 Mei 2013, harga penjualan terakhir yang dilaporkan atas ADS kami di Bursa Efek New York adalah sebesar US$28,00 (sumber: Bloomberg).

Saham biasa kami tercatat di BEI, yang merupakan bursa perdagangan satu-satunya untuk saham biasa kami.

Pasar Modal Indonesia

Perubahan terhadap Bapepam-LK

Pada tanggal 22 November 2012, dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (“UU OJK”), Pemerintah telah secara efektif membentuk suatu otoritas keuangan terintegrasi dan independen baru yang disebut Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Dengan kewenangan yang diberikan berdasarkan UU OJK, OJK telah mengambil alih pengawasan dan pengaturan pasar modal, asuransi, dana pensiun, dan perusahaan multi keuangan dari Bapepam-LK terhitung sejak 31 Desember 2012 dan akan mengambil alih pengawasan dan pengaturan bank-bank dari Bank Indonesia terhitung sejak tanggal 31 Desember 2013. UU OJK mengatur bahwa seluruh perizinan, persetujuan dan keputusan yang telah ada yang dikeluarkan sebelum pengalihan tugas dan kewenangan dari Bapepam-LK kepada OJK akan tetap terus berlaku, sementara permohonan perizinan dan persetujuan dan keputusan lain yang dibuat atau masih tertunda setelah tanggal 31 Desember 2012 akan diproses oleh OJK. Tinjauan tentang BEI

Pada tanggal 30 November 2007, Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya bergabung menjadi BEI. BEI mulai beroperasi pada tanggal 3 Desember 2007, dan pada tahun 2007, BEI memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp2.539.041 miliar, dimana Rp1.982 miliar di antaranya berasal dari saham, Rp79.065 miliar dan US$105 juta berasal dari obligasi perusahaan dan Rp477 triliun berasal dari obligasi pemerintah. Per tanggal 31 Desember 2013, kapitalisasi pasar BEI terdiri dari, antara lain, Rp4.219.020 miliar berasal dari ekuitas, Rp218.220 miliar dan US$100 juta berasal dari obligasi perusahaan, Rp995.252 miliar dari obligasi pemerintah, Rp2.362 miliar dari efek beragun aset dan Rp4.127 miliar dari waran.

Saat ini, ada dua sesi perdagangan efek harian untuk pasar reguler dan pasar negosiasi dari Senin sampai dengan Kamis, yaitu:

a. Untuk pasar reguler: pukul 9:00 sampai dengan pukul 12:00 siang, dan pukul 13:30 sampai dengan pukul 15:49:59; dan

b. Untuk pasar negosiasi: pukul 9:00 sampai dengan pukul 12:00 siang, dan pukul 13:30 sampai dengan pukul 15:00.

Sementara itu, ada dua sesi perdagangan untuk pasar reguler dan pasar negosiasi di hari Jumat, yaitu:

a. Untuk pasar reguler: dari pukul 9:00 sampai dengan pukul 11:30 dan dari pukul 14:00 sampai dengan pukul 15:49:59; dan

b. Untuk pasar negosiasi: dari pukul 9:00 sampai dengan pukul 11:30 dan dari pukul 14:00 sampai dengan pukul 16:15.

Hanya terdapat satu sesi perdagangan untuk pasar tunai dari hari Senin sampai dengan Kamis, yaitu pukul 9:00 sampai dengan pukul 12:00 siang, dan di hari Jumat, dari pukul 9:00 sampai dengan pukul 11:30.

Perdagangan di BEI berlangsung berdasarkan sistem pasar yang didasarkan pada pesanan (order-driven market system). Para investor harus menghubungi perusahaan pialang atau anggota BEI, yang akan menjalankan pesanan mereka melalui sistem perdagangan BEI. Perdagangan efek di BEI hanya dapat dilakukan oleh anggota BEI yang terdaftar sebagai anggota PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI. Perusahaan pialang juga dapat melakukan transaksi jual beli efek untuk dirinya sendiri. Tidak ada batasan kepemilikan saham oleh investor asing atau institusi asing, baik dalam bentuk penyertaan modal langsung maupun melalui transaksi perdagangan di BEI, kecuali untuk bank, yang hanya dapat dimiliki asing sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya 99,0%.

Perdagangan saham dibedakan menjadi tiga segmen pasar: pasar reguler, pasar negosiasi dan pasar tunai. Pasar reguler adalah mekanisme perdagangan saham dengan menggunakan satuan lot di pasar lelang yang berlangsung terus-menerus selama jam bursa. Sehubungan dengan perdagangan saham, satu lot saham terdiri dari 100 lembar saham. Fraksi harga dibatasi, yaitu sebagai berikut: (i) apabila harga saham berada di bawah Rp500, maka ditetapkan fraksi sebesar Rp1 dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp20; (ii) apabila harga saham sama dengan Rp500 atau lebih, tetapi kurang dari Rp5.000, maka ditetapkan fraksi sebesar Rp5 dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp100; dan (iii) apabila harga saham sama dengan Rp5.000 atau lebih, maka ditetapkan fraksi sebesar Rp25 dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp500. Pesanan-pesanan diproses dengan komputer yang akan melakukan matching antara “penawaran” dan “permintaan” yang ditempatkan sesuai dengan prioritas harga dan prioritas waktu. Prioritas harga memprioritaskan pesanan pembelian dengan harga terendah atau pesanan penjualan dengan harga tertinggi. Apabila pesanan pembelian atau penjualan dilakukan pada harga yang sama, prioritas diberikan pada pesanan pembelian atau penjualan yang dilakukan pertama (prioritas waktu).

Perdagangan efek di pasar negosiasi dapat dilakukan tanpa menggunakan sistem lot saham dan aturan tahapan harga. Anggota BEI dapat mengumumkan pesanan penjualan atau pembelian melalui sistem perdagangan BEI dan dapat mengubah pesanan mereka berdasarkan negosiasi dengan anggota lainnya. Harga akhir terbentuk berdasarkan kesepakatan, tetapi disarankan untuk berpatokan pada harga saham di pasar reguler.

Transaksi-transaksi di pasar reguler dan pasar negosiasi pada BEI harus diselesaikan selambat-lambatnya pada hari bursa ketiga setelah dilakukannya transaksi, sedangkan transaksi di pasar tunai harus diselesaikan pada hari yang sama. Apabila anggota bursa melanggar ketentuan waktu penyelesaian transaksi, maka anggota bursa tersebut diwajibkan untuk membayar 125,0% dari harga tertinggi untuk efek yang sama pada hari perdagangan yang sama.

Direksi BEI dapat membatalkan suatu transaksi apabila terbukti adanya unsur penipuan, manipulasi atau penggunaan informasi orang dalam. Direksi dapat menghentikan perdagangan efek sementara apabila terdapat indikasi adanya transaksi tipuan atau upaya manipulasi harga saham, informasi yang menyesatkan, penggunaan informasi orang dalam, surat berharga palsu atau surat berharga yang diblokir dari perdagangan, atau kejadian-kejadian penting lainnya. Anggota BEI dapat mengenakan biaya untuk jasa-jasanya berdasarkan suatu perjanjian dengan para nasabahnya. Ketika melakukan transaksi saham di BEI, anggota bursa diwajibkan membayar biaya transaksi sebesar 0,018% dari nilai transaksi kumulatif untuk setiap transaksi ditambah 0,01% untuk transaksi di pasar tunai dan reguler yang dijamin oleh KPEI (dengan ketentuan biaya transaksi minimum sebesar Rp20.000.000). Komisi dan biaya transaksi tidak termasuk pajak pertambahan nilai sebesar 10,0% dan pajak transaksi sebesar 0,1% yang dikenakan atas nilai kumulatif dari penjualan saham.

Pasar modal Indonesia umumnya kurang likuid dibandingkan dengan di negara-negara yang memiliki pasar modal yang lebih berkembang. Tidak likuidnya pasar modal ini terutama untuk efek dalam jumlah besar. Selain itu, harga saham di pasar modal Indonesia biasanya lebih bergejolak dibandingkan pasar modal di negara lainnya. Oleh karena itu, kami tidak dapat menjamin bahwa seorang pemegang saham biasa akan dapat melepaskan saham biasanya dengan harga atau pada waktu dimana pemegang saham tersebut dapat melakukannya di pasar yang lebih likuid atau tidak sama sekali. Selain itu, kami tidak dapat menjamin bahwa seorang pemegang saham biasa akan dapat melepaskan saham biasanya dengan atau di atas harga beli dari pemegang saham yang bersangkutan.

Pada tanggal 20 Januari 2014, BEI merubah Peraturan No. I-A tahun 2004 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, yang berlaku efektif pada tanggal 30 Januari 2014. Perubahan tersebut mencakup, antara lain:

(a) kewajiban berkelanjutan untuk perusahaan tercatat untuk mempertahankan paling kurang 50 juta saham tercatat pada BEI dan paling kurang 7,5% dari jumlah modal saham ditempatkan untuk dimiliki oleh masyarakat. Selain itu, perusahaan tercatat juga memiliki kewajiban berkelanjutan untuk mempertahankan paling sedikit 300 pemegang saham yang memiliki rekening efek di anggota BEI. BEI memberikan masa tenggang 24 bulan untuk pemenuhan persyaratan baru ini terhitung sejak 30 Januari 2014;

(b) paling kurang 30% dari dewan komisaris dari perusahaan tercatat diwajibkan terdiri dari komisaris independen;

(c) kekosongan posisi yang terjadi pada komisaris independen perusahaan tercatat harus diisi pada Rapat Umum Pemegang Saham selanjutnya atau paling lambat enam bulan sejak kekosongan posisi tersebut terjadi;

(d) setidaknya satu anggota direksi perusahaan tercatat harus merupakan direktur independen; dan

(e) komisaris independen dan direktur independen dari perusahaan tercatat hanya dapat menjabat untuk paling banyak dua periode berturut-turut.

Butir 10: INFORMASI TAMBAHAN