• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Pemeliharaan dan program Higiene dan Sanitasi 1. Evaluasi

I. Penyimpanan 1. Evaluasi

a. Penyimpanan Bahan dan Produk Akhir

Penyimpanan bahan baku di UKM “Wahyu” belum terdapat tempat penyimpanan khusus, bahan baku pisang disimpan di dekat bagian ruang pengupasan dan berada dilantai. Bahan seperti minyak disimpan pada meja, garam disimpan pada toples, dan bawang putih disimpan pada plastik. Sedangkan untuk penyimpanan produk akhir diletakkan dekat ruang pengemasan. Pada UKM “Wahyu” dilakukan sistem First in First Out (FIFO) yang berarti bahan yang lebih dahulu masuk akan digunakan terlebih dahulu dalam proses produksi, serta produk akhir yang dihasilkan lebih dahulu akan didistribusikan lebih awal. Penyimpanan bahan dan produk akhir di UKM “Wahyu” dapat dilihat pada Gambar 4.32. Berdasarkan kondisi aktual tersebut, penyimpanan bahan dan produk akhir UKM “Wahyu” belum sesuai dengan konsep CPPB karena tempat penyimpanan bahan baku dan produk akhir belum memiliki tempat yang khusus.

Gambar 4.32 Penyimpanan Bahan dan Produk Akhir UKM “Wahyu”

(a) (b)

Keterangan:

(a) Penyimpanan bahan baku (b) Penyimpanan produk akhir b. Penyimpanan Bahan Berbahaya

Penyimpanan bahan berbahaya di UKM “Wahyu” diletakkan di luar ruangan produksi. Bahan berbahaya ini meliputi sabun atau deterjen. Bahan pencuci peralatan diletakkan di dekat tempat pencucian yang berada di luar ruangan produksi dan juga berada di kamar mandi sehingga tidak memungkinkan untuk mencemari produk pangan.

Berdasarkan kondisi aktual tersebut, penyimpanan bahan berbahaya UKM “Wahyu” sudah sesuai dengan konsep CPPB karena sudah disimpan dan diletakkan berjauhan dengan produk pangan.

c. Penyimpanan Wadah dan Pengemas

Penyimpanan wadah pengemasan di UKM “Wahyu” diletakkan dalam wadah plastik supaya mudah dalam pengambilan dan tertata rapi.

Wadah pengemasan ini terletak di bagian ruang pengemasan produk supaya mempermudah karyawan dalam melakukan pengemasan produk. Setelah selesai dilakukan proses pengemasan, wadah pengemasan akan disimpan di ruangan pengemasan produk akhir.

Berdasarkan kondisi aktual tersebut, penyimpanan wadah dan pengemas UKM “Wahyu” sudah sesuai dengan konsep CPPB karena wadah dan pengemas sudah disimpan secara rapi, teratur, dan bersih.

d. Penyimpanan Label

Penyimpanan label pangan di UKM “Wahyu” ditumpuk dan diletakkan dalam wadah plastik dan disimpan pada tempat yang bersih dan rapi agar terhindar dari debu kotoran dan cemaran yang lain.

Penyimpanan label ini diletakkan diruang pengemasan. Label pangan yang digunakan di UKM “Wahyu” yaitu stiker yang meliputi produk pangan, nama UKM, komposisi, kode produksi, berat bersih, nomor P-IRT, tanggal kadaluwarsa, dan nama pemilik produk. Berdasarkan kondisi aktual tersebut, penyimpanan label UKM “Wahyu” sudah

sesuai dengan konsep CPPB karena wadah dan pengemas sudah disimpan secara rapi, teratur, dan bersih.

e. Penyimpanan Peralatan Produksi

Penyimpanan peralatan produksi di UKM “Wahyu” disimpan pada rak kayu yang berada diruang produksi, untuk peralatan wajan akan disimpan pada gantungan paku yang berada di tembok dan diposisikan terbalik supaya terhindar dari debu dan air bekas cucian dapat mengalir ke bawah sehingga tidak menimbulkan genangan air pada alat. Penyimpanan alat di UKM “Wahyu” dapat dilihat pada Gambar 4.33. Berdasarkan kondisi aktual tersebut, penyimpanan wadah dan pengemas UKM “Wahyu” sudah sesuai dengan konsep CPPB karena peralatan produksi yang telah dibersihan akan diletakkan pada rak kayu, dan juga wajan akan digantung pada paku yang berada di tembok.

Gambar 4.33 Penyimpanan Peralatan Produksi UKM “Wahyu”

Keterangan:

(a) Penyimpanan wajan (b) Penyimpanan peralatan

(a) (b)

2. Konsep CPPB

a. Penyimpanan Bahan dan Produk Akhir

Menurut BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 penyimpanan bahan yang digunakan dalam proses produksi (bahan baku, bahan penolong, BTP) dan produk akhir dilakukan dengan baik sehingga tidak mengakibatkan penurunan mutu dan keamanan pangan.

Penyimpanan bahan dan produk akhir harus disimpan terpisah dalam ruangan yang bersih, penerangannya cukup, suhu penyimpanan sesuai dengan jenis produk, bebas dari hama. Bahan baku tidak boleh disimpan dan bersentuhan secara langsung dengan lantai, menempel ke dinding maupun langit-langit. Penyimpanan bahan dan produk akhir harus diberi tanda dan menggunakan sistem First In First Out (FIFO) dan sistem First Expired First Out (FEFO) yaitu bahan yang lebih dahulu masuk dan/atau memiliki tanggal kadaluwarsa lebih awal harus digunakan terlebih dahulu dan produk akhir yang lebih dahulu diproduksi harus digunakan/diedarkan terlebih dahulu. Bahan baku yang mudah menyerap air harus disimpan di tempat kering, misalnya garam, gula, dan rempah-rempah bubuk. Berdasarkan hasil evaluasi penyimpanan bahan dan produk akhir pada UKM “Wahyu” yang belum sesuai dengan konsep CPPB, sehingga diperlukan perbaikan yaitu pengadaan ruangan penyimpanan bahan baku serta peletakan bahan baku pisang berada diatas bangku kayu sehingga tidak menyentuh lantai.

b. Penyimpanan Bahan Berbahaya

Menurut BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 penyimpanan bahan berbahaya seperti sabun pembersih, bahan sanitasi, racun serangga, umpan tikus, dan lain-lain harus disimpan dalam ruang tersendiri dan diawasi dengan tujuan agar tidak mencemari pangan.

Berdasarkan hasil evaluasi penyimpanan bahan berbahaya pada UKM

“Wahyu” yang sudah sesuai dengan konsep CPPB, perlu dilakukan pengawasan yang lebih baik lagi dalam penyimpanan agar tidak

mencemari pangan serta disiplin dalam mengembalikan ke tempat penyimpannya.

c. Penyimpanan Wadah dan Pengemas

Menurut BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 penyimpanan wadah dan pengemas harus rapih, di tempat bersih dan terlindung agar saat digunakan tidak mencemari produk pangan. Bahan pengemas harus disimpan terpisah dari bahan baku dan produk akhir.

Berdasarkan hasil evaluasi penyimpanan wadah dan pengemas pada UKM “Wahyu” yang sudah sesuai dengan konsep CPPB, perlu dilakukan penjagaan penyimpanan wadah dan pengemas agar selalu dalam keadaan yang baik serta selalu mengembalikan ke tempat semula sesudah melakukan proses pengemasan.

d. Penyimpanan Label

Menurut BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 label pangan seharusnya disimpan secara rapih dan teratur agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya dan tidak mencemari produk pangan. Label pangan harus disimpan di tempat yang bersih dan jauh dari pencemaran. Berdasarkan hasil evaluasi penyimpanan label pada UKM “Wahyu” yang sudah sesuai dengan konsep CPPB, perlu dilakukan penjagaan penyimpanan label agar selalu dalam keadaan yang baik serta selalu mengembalikan ke tempat semula sesudah melakukan proses pengemasan.

e. Penyimpanan Peralatan Produksi

Menurut BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 penyimpanan peralatan produksi yang telah dibersihkan tetapi belum digunakan harus di tempat bersih dan dalam kondisi baik, sebaiknya permukaan peralatan menghadap ke bawah, supaya terlindung dari debu, kotoran atau pencemaran lainnya. Berdasarkan hasil evaluasi penyimpanan peralatan produksi pada UKM “Wahyu” yang sudah sesuai dengan konsep CPPB, perlu dilakukan pemindahan tempat penyimpanan wajan karena dinding belum dilapisi semen dan dicat.