• Tidak ada hasil yang ditemukan

GURU DAN KARYAWAN

1. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah

Dalam pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah di MI Ma’arif NU Mangunsari sudah menjalankan tugas seorang kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MI Ma’arif Mangunsari sesuatu tugas pokoknya sebagai seorang pemimpin yaitu terkait dengan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin dalam

76

meningkatkan kualitas pendidikan, sebagiamana tercantum pada pembahasan yang sudah ditulis bab II tentang peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MI Ma’arif NU Mangunsari, maka teori tersebut sangat relevan apabila diaplikasikan pada setiap satuan pendidikan dan dari siti pula peneliti dapat mengetahui sisi-sisi yang dapat dibenahi. Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan pendidikan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh ibu Susriana Wahyu Ika Lestari, M.Pd.I Selaku kepala sekolah di MI Ma;arif Mangunsari :

“ Dalam menjalankan tugas kepemimpinannya kepala sekolah membuat program tersendiri, ada dua program yang dibuat oleh kepala sekolah bersama teamnya, yang pertama program jangka pendek, program dibuat dengan 4 bulan sekali. Program kedua yaitu program jangka panjang yaitu program yang dirancang 1 tahun sekali / program yang dirancang setiap tahunnya yang telah dibuat dengan anggota teamnya yaitu melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan pengurus yayasan serta warga sekolah dan staff karyawan di MI Ma’arif Mangunsari guna membahas tentang program atau rancangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan disekolah ini”.(W/SWIL/KS/ 20-03-18)

Dalam mengimplementasikan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tentunya harus dibuat rancangan terlebih dahulu dan ditetapka program-program yang ada di sekolah MI Ma’arif NU Mangunsari. Sekolah ini merupakan MI dubawah naungan Kementrian Agama, sehingga untuk tidak lepas dari aturan-aturan yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah beserta jajarananya.

Kepala sekolah menumbuhkan semangat kerja ,tanggung jawab dan membangun ide-ide kreatif dengan cara berikut yang di sampaikan oleh ibu kepala sekolah Susriana Wahyu Ika Lestari yaitu

“Semangat kerja guru sebenarnya itu muncul dari hati guru itu sendiri, dan keinginan guru setiap individu itu sendiri yang memberikan semangat dan motivasi dalam diri, apabila mereka sadar dengan tanggung jawabnya menjadi seorang pendidik, kepala sekolah hanya memberikan dorongan dari belakang / menyuport/ memberikan dukungan agar mereka berkerja dengan semangatdan sesuai tugas yang diberikan dari kepala sekolah . Kepala sekolah memberikan reward kepada guru tetapi bukan finansial yaitu non materiil agar guru lebih

77

semangat lagi dalam memberikan pelayanan kepada siswa disekolah maupun masyarakat yang membutuhkan. Kepala sekolah selalu memberikan pujian kepada guru yang memiliki prestasi dalam melaksanakan tugasnya, dan akan memberikan suport kepada guru yang yang belum mencapai hasil yang baik dalam melaksanakan tugasnya”. (W/ SWIL / 20-03-18)

Menumbuhkan semangat kerja guru, kepala sekolah sebagai seorang pemimpin yaitu kepala sekolah menanamkan pada diri guru bahwa tugas yang harus dilaksanakan bukan suatu paksaan tetapi kewajiban seorang pendidikan, maka harus melaksanakan tugasnya dengan baik. Kepala sekolah juga akan memberikan apresiasi kepada guru apabila melaksanakan tugasnya dengan baik, meskipun dalam memberikan apresiasi bukan berupa materiil tetapi itu juga bisa membuat semangat kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas yang diamanahkan dari kepala sekolah. Kepala sekolah tidak akan memaksa apabila guru keberatan dalam tugasnya, dalam membagian tugasnya kepala sekolah memberikan tugas sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh setiap guru.

Pemaparan diatas bahwasanya kepala sekolah selalu memberikan motivasi agar guru menjalankan tugasnya sesuai dengan tugas yang harus dilaksanakan, kepala sekolah juga tidak akan memberikan tugas yang tidak sesuai potensi yang dimiliki oleh seorang guru. Kepala sekolah memberikan pujian kepada guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan maksimal. Memberikan dukungan kepada guru yang lainnya agar lebih semangat lagi.

Langkah-langkah kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang dipaparkan oleh ibu Susriana Wahyu Ika Lestari berikut pemaparannya:

“Meningkatkan kualitas pendidikan memang sudah menjdi tugas saya, tetapi kepala sekolah tidak bekerja secara individu melainkan dengan kelompok yang sudah dibagi team yang telah dibuat oleh koordinator, dalam memajukan kualitas maka guru sudah dibagi sesuai dengan tugas yang harus dilaksanakan agar memudahkan dalam melaksanakan tugasnya. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan pedoman yang telah dibuat untuk acuan dalam bekerja dan mendapatkan hasil yang diinginkan. “(W/SWIL/KS/20-03-18)

78

langkah yang diambil kepala sekolah sangat bagus, karena kapala sekolah tidak memberatkan anak buahnya untuk melaksanakan tugasnya apabila guru berat untuk melaksanakan, kepala sekolah menggali potensi yang dimiliki guru, kemudian diberi tugas dengan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh guru tersebut. Selain kepala sekolah tidak memaksakan kehendak, kepala sekolah juga sudah membuat kerja team yang membuat guru mudah dalam melaksanakan tugas yang diberikan dari kepala sekolah.

Dalam meningkatkan kualitas yang baik, kepala sekolah selalu mengawasi kinerja guru dan mengontrol setiap KBM berlangsung, paparan yang disampaikan oleh ibu Susriana Wahyu Ika Lestari, M.Pd.I berikut pemaparannya :

“Setiap hari selalu mengontrol bagaimana kinerja guru, dan akan ada evaluasi yang dilakukan kepala sekolah setiap satu minggu sekali,guna mengevaluasi guru dan mengoreksi bersama apa saja yang belum terlaksana program meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah selalu memberikan pesan/ amanat dalam kegiatan evaluasi agar sekolah yang dia pimpin tidak kalah dengan sekolah yang lainnya. Kepala sekolah menekankan bahwa prestasi yang dimiliki prestasi akademik maupun non akademik bagaimana caranya kita sebagai seorang pendidik harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan itu. Evaluasi dilakukan baik individu maupun secara bersama, kepala sekolah selalu mengontol guru dalam proses pembelajaran tiap hari, tetapi secara formal kepala sekolah melakukan supervisi guru sebanyak 2 kali dalam satu semester. Kepala sekolah tidak hanya mengawasi kinerja guru saja, tetapi pengawasan administrasi guru juga dilakukan tiga bulan sekali guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan adanya pengawasan akademik kepala sekolah dapat memperoleh data-data dan tugas yang dilaksanakan guru sudah sejauh mana, Kepala sekolah selalu mengupayakan administrasi sekolah agar selalu lengkap dan tidak ada yang menjanggal jika ada supervisi dari dinas.” (W/ SWIL /KS/ 20-03-18)

Adanya supervisi yang diadakan kepala sekolah, kepala sekolah bisa menilai sejauh mana tugas yang sudah dilaksanakan oleh guru yang juga berperan dalam meningkatkan kualiatas pendidikan.kepala sekolah di MI Ma’arif Mangunsari juga rutin dalam mengontrol kinerja guru dan juga selalu memberikan evaluasi terhadap individu guru maupun kerja kelompok guru. Evaluasi dilakukan agar kepala sekolah mengerti tugas yang diberikan kepada guru dikerjakan tanpa ada

79

masalah / kejanggalan. Dengan diadakan supervisi untuk guru maka akan membuat guru lebih teliti dan tertib dalam administrasi sekolah.

Berdasarkan pemaparan diatas pentingnya dilakukan evaluasi guru dan supervisi guru untuk mengetahui sejauh mana guru menjalankan tugasnya, apabila guru kesulitan dalam menjalankan tugasnya maka kepala sekolah juga akan memberikan masukan bagaimana mengatasi masalah agar dapat terpecahkan. Dengan adanya evaluasi tersebut setiap guru bisa mengetahui kekurangan masing- masing guru, dengan adanya team yang telah dibuat oleh team koordinator, tugas dilaksanakan bersama tidak dengan individu dikarenakan MI Ma’arif Mangunsari memiliki kelas pararel sejumlah 16 kelas.

Apresiasi kepala sekolah yang diberikan guru untuk melaksanakan tugasnya dengan baik:

“ Apresiasi kepada guru, tetapi kepala sekolah dalam memberikan reward berupa non materiil, dimana reward tersebut dapat menumbuhkan semangat lagi dalam menjalankan tugasnya sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi. Dengan motivasi baru guru juga akan senang melaksanakan tugas yang diberikan dari kepada sekolah sehingga hasilnya cukup baik .” (W/ SWIL / KS/20-03-18)

Dalam menjalankan tugas dan guru telah mencapai tujuan yang diinginkan, kepala memberikan reward berupa pujian agar lebih semangat lagi dalam melaksanakan tugas dan guru yang lain akan ikut termotivasi sehingga banyak guru yang berprestasi dan akan menghasilkan kualitas yang baik dalam pekerjaan yang telah diberikan dari kepala sekolah. Meskipun demikian walaupun kepala sekolah memberikan reward bukan berupa materiil, guru juga akan bangga dengan hasil kerjanya yang telah mencapai tujuan yang diinginkan.

Berikut pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa apabila seorang pemimpin selalu menghargai hasil kerja anak buahnya guru atau staff karyawan, mereka akan bangga dengan hasil yang diraihnya, rewadr diberikan bukan berupa mateiil

80

tetapi juga akan berpengaruh pada hasil kerja seorang guru dalam melaksanakan tugasnya agar mencapai hasil yang maksimal.

Pemberian layanan kepada siswa yang berkebutuhan khusus , antara lain dengan cara berikut pemaparan dari kepala sekolah ibu Susriana Wahyu Ika Lestari yaitu :

“ Dalam memberikan layanan kepada anak yang berkebutuhan khusus, sekolah ini memberikan layanan khusus dan memiliki strategi tersendiri dalam penangannya. Anak berkebutuhan diberikan bimbingan secara khusus dalam proses pembelajaran yang berlangsung, agar tidak ketinggalan materi pada saat KBM berlangsung. Guru juga membedakan dari segi materi yang disampaikan, dengan teman yang lainnya”. (W/ SWIL / KS/ 20-3-18)

Anak yang berkebutuhan khusus memang memerlukan bimbingan yang khusus dan perhatian yang khusus agar siswa tersebut tidak ketinggalan materi yang disampaikan oleh guru, anak yang berkebutuhan khusus harus di bimbing dengan mengarahkan dan mengajarinya dengan sabar dan terampil. Dalam pemberian layanan kepada anak yang berkebutuhan khusus perlu adanya bimbingan khusus dari guru, misal apabila anak tersebut belum bisa dengan materi yang disampaikan dan belum bisa membacanya, itu sebagai tugas guru untuk mengajarinya agar dia paham dan tidak tertinggal dengan teman yang lainnya, dengan diberikan bimbingan khusus anak tersebut akan bisa mengikuti teman- temannya, tetapi dibutuhkan kesabaran dalam membimbingnya.

Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa untuk memberikan layanan kepada anak berkebutuhan khusus perlu bimbingan dan perhatian yang khusus, karena agar tidak tertinggal dengan teman-temannya yang lainnya. Jika anak belum lagi paham dengan penjelasan yang dijelaskan oleh guru, maka guru harus memiliki strategi bagaimana anak tersebut dapat paham dan tidak tertinggal dengan yang lain. Anak berkebutuhan khusus orang tua juga memiliki peran

81

penting dalam mendidiknya dan sabar dalam mengajarinya dan selalu memberikan semangat agar dia lebih semangat lagi dalam belajarnya.

Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan,antara lain sebagai berikut yang dipaparkan oleh kepala sekolah MI Ma’arif Mangunsari :

“ strategi yang dimiliki kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara menyajikan layanan pendidikan dengan baik, agar masyarakat tertarik untuk menyekolahkan putra-putri ke sekolah ini, apabila sekolah ini memiliki layanan pendidikan dengan baik dan memiliki kualitas output yang unggul, dengan sendirinya masyarakat akan memberikan kepercayaan bahwa sekolah tersebut memiliki kualitas yang baik dan anaknya layak untuk di sekolahkan disekolahan yang unggul. Pada saat penerimaan siswa baru di sekolah ini selalu menolak siswa yang kapasitasnya sudah dibatasi dikarenakan kapasitas kelas yang sudah terbatas dan tidak bisa menambah lagi. Outcome yang akan masuk sekolah ini memberikan observasi kepada siswa untuk menggali kemampuan yang dimilikinya dan diberikan seleksi kepada siswa baru.”(W/SWIL/KS/20-03-18)

Setiap sekolah memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik masyarakat agar menyekolahkan anaknya pada sekolah tersebut, tetapi untk menarik daya tarik masyarakat harus dibutuhkan kualitas yang unggul yang dimiliki sekolah tersebut, sehingga orang tua murid memberikan kepercayaan kepada sekolah tersebut. Sekolah harus memiliki model yang berbeda seperti sekolah yang lainnya, karena memiliki kualitas yang lebih unggul, dan prestasi yang diraih cukup banyak dan yang sangat penting output dari sekolah tersebut dapat masuk sekolah kejenjang selanjutnya masuk sekolah yang favorit.

Kepemimpinan kepala sekolah di MI Ma’arif NU Mangunsari menurut penelitian yang dilakukan dengan wawancara tersebut sesuai dengan teori yang telah dikemukakan pada bab II oleh peneliti yaitu tugas dan fungsi kepemimpinan kepala sekolah

82 a. Perencana

1) Perencana

Mencari semua informasi yang tersedia untuk kepentingan sekolah dan peserta didik ;

2) Mendefinisikan tugas yang harus diemban oleh guru dan peserta didik terkait dengan proses pembelajaran

3) Perencanaan maksud atau tujuan yang ingin dicapai oleh guru dan peserta dalam proses pembelajaran

4) Perencanaan yang dapat dilaksanakn dengan baik oleh peserta didiknya sehingga tujuannya dari pembelajaran tercapai efektif. b. Pemrakarsa

1) Memberikan masukan kepada guru lainnya, staff administrasi maupun pegawai lainnya yang ada di sekolah mengnai sasaran dan rencanakan sekolah

2) Menjelaskan mengapa sekolah menetapkan sasaran tujuan yang penting untuk dicapai

3) Membagi tugas kepada guru laiinya, staff administrasi dan pegawai yang ada di sekolah

c. Pengendali

1) Memelihara hubungan antar guru, staff administrasi dan pegawai lainnya yang ada di sekolah

2) Mempengaruhi tempo berbagai program dan kegiatan yang berlangsung di sekolah

3) Memastikan semua tindakan yang diambil dalam upaya mencapai visi sekolah

83

4) Mendorong guru lainnya, staff administrasi, dan pegawai lainnya untuk memberikan saran terkait pengembangan sekolah.

d. Pendukung

1) Memberikan dukungan bagi guru lainnya, staff administrasi dan pegawai lainnya dalam membangun sekolah

2) Memberikan semangat kepada guru lainnya, staff administrasi, pegawai lainnya yang ada di sekolah ini

3) Menyelesaikan perselisishan atau meminta pihak lainnya untuk dapat menyelsaikan segala permasalahan yang ada dan timbul dilingkungan sekolah.

e. Penginformasi

1) Menjelaskan tugas dan rencana sekolah kepada guru lainnya, staff administrasi maupun kepegawaian sekolah

2) Memberi informasi yang tepat bagi yang membutuhkan 3) Menerima informasi dari pihak lain

4) Membuat ringkasan atas usulan dan gagasan berupa informasi yang rasional

f. Pengevaluasi

1) Mengevaluasi kelayakan gagasan

2) Menguji konsekuensi dari solusi yang diusulkan 3) Mengevaluasi kinerja guru

7) Membantu kelompok tertentu mengevaluasi sendiri kinerja mereka berdasarkan standar yang berlaku

84

Mencari semua informasi yang tersedia untuk kepentingan sekolah dan peserta didik ;

f) Mendefinisikan tugas yang harus diemban oleh guru dan peserta didik terkait dengan proses pembelajaran

g) Perencanaan maksud atau tujuan yang ingin dicapai oleh guru dan peserta dalam proses pembelajaran

h) Perencanaan yang dapat dilaksanakn dengan baik oleh peserta didiknya sehingga tujuannya dari pembelajaran tercapai efektif.

8) Pemrakarsa

d) Memberikan masukan kepada guru lainnya, staff administrasi maupun pegawai lainnya yang ada di sekolah mengnai sasaran dan rencanakan sekolah

e) Menjelaskan mengapa sekolah menetapkan sasaran tujuan yang penting untuk dicapai

f) Membagi tugas kepada guru laiinya, staff administrasi dan pegawai yang ada di sekolah

9) Pengendali

e) Memelihara hubungan antar guru, staff administrasi dan pegawai lainnya yang ada di sekolah

f) Mempengaruhi tempo berbagai program dan kegiatan yang berlangsung di sekolah

g) Memastikan semua tindakan yang diambil dalam upaya mencapai visi sekolah

h) Mendorong guru lainnya, staff administrasi, dan pegawai lainnya untuk memberikan saran terkait pengembangan sekolah.

85 10) Pendukung

d) Memberikan dukungan bagi guru lainnya, staff administrasi dan pegawai lainnya dalam membangun sekolah

e) Memberikan semangat kepada guru lainnya, staff administrasi, pegawai lainnya yang ada di sekolah ini

f) Menyelesaikan perselisishan atau meminta pihak lainnya untuk dapat menyelsaikan segala permasalahan yang ada dan timbul dilingkungan sekolah.

11) Penginformasi

e) Menjelaskan tugas dan rencana sekolah kepada guru lainnya, staff administrasi maupun kepegawaian sekolah

f) Memberi informasi yang tepat bagi yang membutuhkan g) Menerima informasi dari pihak lain

h) Membuat ringkasan atas usulan dan gagasan berupa informasi yang rasional

12) Pengevaluasi

e) Mengevaluasi kelayakan gagasan

f) Menguji konsekuensi dari solusi yang diusulkan g) Mengevaluasi kinerja guru

h) Membantu kelompok tertentu mengevaluasi sendiri kinerja mereka berdasarkan standar yang berlaku.

Seorang ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa peranan seorang pemimpin yang baik dapat disimpulkan menjadi 13 macam antara lain :

86

Sebagai pemimpin tidak boleh hanya memaksakan kehendak sendiri terhadap kelompoknya, juga program atau rencana yang telah ditetapkan bersama

b) Sebagai perencanaan (planner)

Sebagai pemimpin yang baik harus pandai membuat dan menyusun perencanaan sehingga segala sesuatu yang diperbuatnya bukan secara ngawur saja, tetapi segala tindakan diperhitungan dan tujuan

c) Sebagai seorang ahli (expert)

Mempunyai keahlian, terutama keahlian yang berhubungan dengan tugas jabatan kepemimpinan yang dipegangnya

d) Mewakili kelompok dalam tindakannya di luar kelompok (external group re presentative)

e) Mengawasi hubungan antaranggota kelompok ( controller of internal relationship)

f) Bertindak sebagai pemberi ganjaran / pujian dan hukuman (purveyor of reward and punishments)

g) Bertindak sebagai wasit dan penengah ( arbitrator and mediator) h) Bagian dari kelompok (exemplar)

i) Lambang kelompok (symbol of the group)

j) Pemegang tanggung jawab anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility)

k) Sebagai pencipta / memiliki cita-cita (ideologis)

l) Bertindak sebagai seorang ayah (father figure) m) Tidak Sebagai kambing hitam (scape goat)

87

Seorang pemimpin haruslah menyadari bahwa dirinya merupakan tempat melemparkan kesalahan / keburukan yang terjadi di dalam kelompoknya. Oleh karena itu dia harus mau dan berani turut bertanggung jawab tentang kesalahan orang / anggota kelompok

Tujuh metode yang mempengaruhi setiap tindakan pemimpin yang sukses, Yaitu :

a) Memberi perintah

Jika kepala sekolah memberi perintah, maka perintah tersebut hendaknya disampaikan dengan santunnamun tegas. Kepala sekolah harus mampu memberikan perintah dengan cara yang tepat.

b) Celaan / pujian

Celaan harus diberikan secara objektif dan tidak bersifat subjektif, jika tidak disertai emosi yang negatif (benci, dendam, curiga). Celaan sebaiknya berupa teguran serta dilakukan dengan rahasia, tidak secara terbuka di muka umum, sehingga harga diri yang ditegur akan terjaga.

c) Memupuk tingkah laku pribadi yang benar

Kepala sekolah bersifat objektif dan jujur, ia juga harus menjauhkan diri dari rasa pilih kasih, karena hal tersebut bisa menurunkan moral pemimpin dan kepala sekolah juga harus memberikan teladan kepada bawahan atau anak buah.

d) Peka terhadap saran dan nasihat

Seorang pemimpin harus memiliki sifat luwes, terbuka, seta peka terhadap saran-saran eksternal yang bersifat posistif. Seorang pemimpin juga harus bisa menghargai pendapat orang lain

88

Tim kerja merupakan kunci untuk menuju orasional yang sukses. Diawali mulai unit yang terkecil hingga yang terbesar harus menjadi satu kesatuan sehingga memiliki satu visi dan misi untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh sekolah.

f) Mengembangkam rasa tanggung jawab

Penyampaian kekuasaan yang disertai dengan pertanggung jawaban akan mengembangkan rasa kepercayaan serta rasa hormat antara guru, staff administrasi serta kepegawaian

g) Membuat keputusan yang bernilai dan tepat pada waktunya

Guru perlu memiliki kemampuan cepat dalam meramal berbagai situasi yang dihadapi . pemimpin harus dapat dipikir logis pada keadaan yang sangat gawat dan memutuskan dengan cepat suatu tindakan yang diperlukan untuk mengambil kesempatan yang ada pada waktunya.