• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas BersamaGambar 2.12 Seorang veteran perang akan mendapatkan status karena telah berjasa

3. Peran Sosial

Setiap orang yang hidup di tengah-tengah masyarakat pasti memiliki peran sosial yang sesuai dengan status sosialnya. a. Definisi Peran Sosial

Peran sosial adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki status sosial tertentu dalam masyarakat. Peran sosial seseorang dalam masyarakat sangat ditentukan oleh status sosial yang dimilikinya. Jika status sosial seseorang tinggi, maka akan semakin tinggi pula peran sosialnya dalam masyarakat, atau sebaliknya. Peran sosial dianggap sangat penting karena mangatur perilaku seseorang dalam masyarakat berdasarkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

b. Macam-Macam Peran Sosial

Peran sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, antara lain sebagai berikut.

1) Cara mendapatkan

Berdasarkan cara mendapatkannya, peran sosial dapat dibedakan sebagai berikut.

a) Peran bawaan

Peran bawaan adalah peran yang didapatkan secara otomatis dan bukan karena usaha atau prestasi yang dilakukannya. Jadi, peran bawaan adalah peran yang melekat pada dirinya. Contohnya peran sebagai orang tua, peran sebagai bapak atau ibu, peran sebagai anak, dan sebagainya. Peran ini ada dengan sendirinya dan tidak dapat dihindari karena merupakan dampak dari status bawaannya.

b) Peran pilihan

Peran pilihan adalah peran dari seseorang yang diperoleh melalui suatu usaha, sehingga setiap orang bebas menentukan perannya sendiri sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya peran sebagai dokter, guru, tentara, atau petani. Peran pilihan ini harus disesuaikan dengan kemampuan, bakat, dan keterampilan yang dimilikinya.

Tugas Mandiri

Apa saja peranmu di keluarga, sekolah, dan di masyarakat?

Gambar 2.13Rumah mewah dapat dijadikan ukuran status seseorang dalam masya-rakat.

Sumber: Bunda, edisi 185 Maret 2004

2) Cara pelaksanaan

Dilihat dari cara pelaksanaannya, peran sosial dapat dibedakan menjadi berikut ini.

a) Peran yang diharapkan

Peran ini merupakan peran yang diharapkan oleh masyarakat untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dan lengkap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contohnya peran seorang polisi, hakim, jaksa, dan pengacara. Peran-peran tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan tidak boleh ditawar-tawar karena terkait dengan hak asasi seseorang.

b) Peran yang disesuaikan

Peran yang disesuaikan adalah suatu peran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu.

Peran ini terjadi bukan karena faktor manusia atau pelakunya saja, tetapi karena adanya kondisi dan situasi yang menyebabkan seseorang melakukan suatu peran.

Contohnya peran seorang pelawak yang memerankan tugasnya sebagai pelawak sewaktu di panggung, tetapi saat berkumpul dengan keluarga tidak akan menyampaikan pesan dengan lawakan.

3) Prioritas pelaksanaan

Berdasarkan prioritas pelaksanaannya, peran sosial dibedakan sebagai berikut.

a) Peran kunci

Peran kunci adalah peran pokok atau inti dari beberapa peran yang dimilikinya. Misalnya Pak Budi selain sebagai kepala keluarga juga menjadi dokter, ketua RT, pengurus masjid, dan ketua koperasi. Dari beberapa peran tersebut peran kunci Pak Budi adalah seorang dokter.

b) Peran tambahan

Peran tambahan adalah peran yang dilakukan seseorang setelah melakukan peran utamanya atau peran kunci. Misalnya Pak Budi yang mendapat peran tambahan selain menjadi dokter.

Beberapa ciri pokok yang dimiliki peran tambahan antara lain tidak dilakukan berdasarkan ijazah dan keahlian tertentu, bukan sebagai sumber penghasilan utama, dan dalam melakukannya tidak men-cemarkan peran kunci.

c. Konflik Peran

Konflik peran (role conflict) timbul apabila keadaan diri seseorang berada dalam tekanan, dalam arti ada pemisahan antara satu peran dengan peran yang lainnya pada waktu

Gambar 2.14 Menjadi tentara adalah peran pilihan yang di-peroleh dengan usaha.

Sumber: Dokumen Penerbit

Tugas Mandiri

Setiap orang tentu memiliki peran ganda, demikian pula dirimu. Selain seorang pelajar, kamu tentu memiliki peran lain di lingkunganmu. Misalnya anggota organisasi pemuda, anggota tim penelitian, atau anggota grup band. Bagaimana kamu me-nyikapi apabila terjadi konflik peran dalam dirimu?

bersamaan. Semakin banyak kedudukan yang dimiliki, maka akan semakin beragam peran yang harus dimain-kannya. Apabila peran yang dimainkannya terlalu banyak, maka akan menimbulkan konflik peran.

Contohnya seorang polisi yang harus menangkap peng-guna narkoba yang sebenarnya anaknya sendiri yang harus dia jaga dan lindungi.

Tanpa sosialisasi seseorang tidak akan dapat berkembang secara normal dan tidak akan menjadi pribadi yang utuh. Sosialisasi berperan untuk mempelajari pola-pola tindakan dalam masyarakat dan sekaligus sebagai sarana untuk mengembangkan diri atau membentuk kepribadian seseorang.

1. Sosialisasi

Kemampuan seseorang untuk bisa bertahan dalam kehidupan bermasyarakat sangat tergantung pada kemampuan orang tersebut untuk bersosialisasi. Apabila seseorang tidak terbiasa dengan sosialisasi, maka ia tidak akan bisa berinteraksi dengan sesamanya secara normal.

Sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian terdiri dari empat tahapan, yaitu persiapan, peniruan, kesiapan bertindak, dan menerima norma.

a. Tahap Pertama, Persiapan

Pada tahap awal ini anak mulai mengambil berbagai peranan dari orang-orang di sekitarnya terutama anggota ke-luarganya, misalnya ayah, ibu, dan saudara. Pada tahap ini merupakan waktu yang paling baik bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak.

b. Tahap Kedua, Peniruan

Pada tahap ini anak tidak saja hanya mengetahui peranannya sendiri, tetapi sudah mulai mengerti peranan yang harus dijalankan oleh orang lain. Sehingga lambat laun dalam diri anak akan timbul perasaan untuk menghargai peranan orang lain dalam kehidupannya.

c. Tahap Ketiga, Kesiapan Bertindak

Pada tahap ini anak sudah dianggap mampu untuk men-jalankan berbagai peranan dalam kehidupan masyarakat. Misalnya menjadi ketua kelas atau ketua OSIS di sekolah.

D. Sosialisasi dalam Pembentukan

d. Tahap Keempat, Penerimaan Norma

Pada tahap ini anak telah siap menjalankan peranan orang lain dalam kehidupannya. Apabila ia berhasil menjalankan perannya tersebut, maka ia akan mendapatkan penghargaan dan pujian dari masyarakat. Tetapi sebaliknya, apabila ia gagal maka ia akan menerima sanksi dari masyarakat.

2. Kepribadian

Dalam melakukan sosialisasi kita mempelajari berbagai nilai dan norma, serta tata cara hidup di masyarakat yang membantu kita mengenal dan memahami status dan peran kita di masyarakat. Hal itu berpengaruh pada pembentukan kepribadian individu sebagai anggota masyarakat. Nah, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kepribadian?

a. Pengertian Kepribadian

Pernahkah kamu mendengar istilah kepribadian? Tentu kamu pernah mendengar istilah itu, bukan?

Kepribadian merupakan ciri watak seseorang yang tetap dan memiliki suatu identitas sebagai pribadi. Dengan demikian, di dalamnya terdapat unsur psikologis yang meliputi sikap, kebiasaan, bakat, kecakapan, dan ciri-ciri khas lainnya, serta unsur sosiologis yang selalu mendasari tindakan seseorang. Untuk memperluas wawasanmu, berikut ini dapat kamu pahami pengertian kepribadian menurut pendapat para ahli 1) Koentjaraningrat

Kepribadian adalah suatu susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang.

2) Theodore R. Newcomb

Keprbadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. 3) Roucek dan Warren

Kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku seseorang.

Kepribadian seseorang itu terbentuk, hidup, dan berubah sejalan dengan berlangsungnya proses sosialisasi.

b. Unsur-unsur dalam kepribadian

Tidak ada orang di dunia ini yang memiliki kepribadian yang sama persis, meskipun anak kembar sekalipun. Hal itu karena adanya unsur-unsur yang memengaruhi kepribadian seseorang. Unsur-unsur yang dimaksud adalah pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri.

1) Pengetahuan

Pengetahuan manusia bersumber dari pola pikir yang rasional yang berisi pemahaman dan pengalaman mengenai berbagai hal yang diperoleh dari lingkungan di sekitarnya. Semua hal itu direkam dalam otak dan sedikit demi sedikit diungkapkan dalam bentuk perilaku sehari-hari.

2) Perasaan

Perasaan antara orang yang satu dengan orang yang lain tidaklah sama. Oleh karena itu perasaan bersidat subjektif. Contohnya penilaian terhadap jam pelajaran yang kosong. Bagaimanakah perasaan kamu jika ada jam pelajaran yang kosong, merasa senang ataukah merasa rugi?

3) Dorongan naluri

Dorongan naluri dimaksudkan unutk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia, baik yang bersifat rohaniah maupun jasmaniah. Ada beberapa dorongan naluri antara lain untuk mempertahankan hidup, mencari makan, serta bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia.

c. Faktor-faktor yang membentuk kepribadian

Proses pembentukan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan setempat. Kebudayaan setempat yang secara langsung memengaruhi kepribadian seseorang adalah sebagai berikut.

1) Kebudayaan daerah.

2) Agama yang dianut oleh seseorang. 3) Pekerjaan yang digeluti.

4) Cara hidup yang dijalani.

Adapun pembentukan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.

1) Warisan Biologis (Heredity)

Warisan biologis berpengaruh pada perilaku kehidupan manusia, misalnya pada pembentukan sifat kepemimpinan, pengendalian diri, sikap, dan minat. Setiap manusia memiliki sifat biologis yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, walaupun pada dua orang lahir kembar identik. Adanya perbedaan jenis kelamin, kecerdasan, kekuatan jasmani, kecantikan, dan sebagainya akan dapat berpengaruh pada perbedaan kepribadian orang-orang yang memilikinya.

Banyak ilmuwan berpendapat bahwa perkembangan potensi warisan biologis dipengaruhi oleh pengalaman seseorang. Bakat yang dimiliki seseorang memerlukan anjuran, pengarahan, dan latihan untuk mengembangkan diri melalui kehidupan bersama dengan manusia lain. 2) Warisan Lingkungan Alam (Natural Environment)

Perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alam menyebabkan manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alam di mana ia tinggal. Proses penyesuaian diri pada lingkungan alam mampu mengubah pola perilaku masyarakat secara keseluruhan. Contoh:

Nelayan yang hidup di sekitar pantai, logat bicaranya akan lebih keras dibandingkan dengan logat bicara petani

Tugas Mandiri

Apakah kamu mewarisi sifat kepribadian dari kedua orang tuamu? Sifat-sifat apakah yang tampak dalam dirimu dan mirip dengan sifat kedua orang tuamu?

Tugas Mandiri

Bagaimana pengaruh lingkungan alam dataran rendah dan memiliki irigasi yang baik terhadap budaya masyarakatnya?

di pegunungan tinggi. Karena nelayan harus menyamai suara debur ombak untuk dapat berkomunikasi. Suasana ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga orang Eskimo yang hidup di daerah kutub memiliki kemampuan beradaptasi terhadap cuaca dingin.

3) Warisan Sosial (Social Herritage) atau kebudayaan Manusia, alam, dan kebuadayaan mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling memengaruhi. Sementara itu, kebudayaan sangat berpengaruh pada perilaku individu dalam pembentukan kepribadiannya. Manusia sebagai makhluk yang berpikir akan senantiasa menghasilkan kebudayaan sebagai manifestasi kehidupannya. Manusia berusaha untuk mengubah alam sesuai dengan kebudayaannya guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, manusia dapat mengubah pegunungan menjadi lahan pemukiman.

4) Pengalaman hidup dalam kelompok

Sebagai makhluk sosial, manusia senatiasa hidup dalam kelompok-kelompok, seperti keluarga, RT, dan sekolah. Dengan demikian, kehidupannya akan dipengaruhi oleh kelompok tersebut. Hal ini mengingat setiap kelompok pasti memiliki norma, nilai, dan aturan sendiri yang berbeda dengan kelompok lain. Setiap kelompok pasti memengaruhi anggota-anggotanya. Setiap kelompok pasti mewariskan pengalaman khas yang tidak diberikan kelompok lain, sehingga akan muncul kepribadian khas anggota kelompok tersebut.

Kelompok yang menjadi acuan pertama seorang anak adalah keluarga. Pengalaman hidup dalam keluarga sangat menentukan perkembangan kepribadian seorang anak. Seorang anak yang hidup dalam keluarga yang demokratis, akan tumbuh menjadi orang dengan kepribadian baik dan percaya diri.

Gambar 2.15 Manusia membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian.