4
Apabila kamu perhatikan kegiatan orang-orang di sekitarmu, kamu akan melihat pegawai pergi ke kantor, karyawan pergi ke pabrik, pedagang mengurusi dagangannya di pasar, dan sebagainya. Hal itu menunjukkan manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus), sekaligus sebagai makhluk sosial (homo socius). Jadi, apa yang dimaksud manusia sebagai homo economicus dan homo socius? Apa pula motif dan prinsip yang mendasari tindakan ekonomi manusia? Simak pembahasan dalam bab ini secara saksama, sehingga kamu dapat memahami usaha-usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kata Kunci
Makhluk Ekonomi (Homo Economicus) Motif Prinsip ekonomi Tindakan Ekonomi Kebutuhan Manusia Non-ekonomi Ekonomi Makhluk Sosial (Homo Socius) ¾ makhluk ekonomi ¾ makhluk sosial ¾ tindakan ekonomi ¾ prinsip ekonomi ¾ motif ekonomiA. Manusia sebagai Makhluk Sosial dan
Ekonomi yang Bermoral
Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Meskipun begitu, dalam kehidupannya manusia selalu membutuhkan bantuan manusia lain. Sepanjang hidupnya, semenjak lahir sampai meninggal, manusia akan selalu tergantung pada manusia lain. Dalam usaha memenuhi kebutuhannya, manusia selalu berhubungan dengan manusia lain. Tiap-tiap orang mempunyai arti dan peranan dalam kehidupan ekonomi. Hal itu menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dan makhluk ekonomi. Berikut ini akan dibahas manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup.
1. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Hampir dalam segala hal kamu memerlukan orang lain. Ketika ingin bermain saat istirahat sekolah, kamu butuh teman. Bahkan ketika hanya ingin jajan di kantin, kamu juga sering harus mengajak temanmu. Demikian juga ketika kamu belajar bersama atau kerja kelompok.
Istilah ekonomi pertama kali dikemukakan oleh seorang filsuf Yunani yang bernama Xenophon. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Nomos.
Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti aturan atau tatalaksana. Ekonomi berarti aturan atau tatalaksana rumah tangga.
Wawasan Sosial
Gambar 4.1 Seringkali dalam bekerja akan lebih bersemangat bila dilakukan secara bergotong royong.
Sumber:Dokumen Penerbit.
Sepanjang hidupnya manusia tidak pernah lepas dari kebutuhan. Seiring kehidupannya yang terus berjalan, kebutuhan manusia pun semakin bertambah. Dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup manusia dihadapkan pada dua sifat, yaitu sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial yang dalam segala tindakannya selalu didasarkan pada motif dan prinsip tertentu.
Itu semua membuktikan bahwa dalam lingkup kecil yaitu kehidupan sekolah saja, kamu membutuhkan orang lain (teman-temanmu). Bagaimana dengan lingkup yang lebih luas? Dari
mana pakaian yang kamu kenakan? Dibuat orang lain, bukan? Dari mana buku pelajaran yang kamu gunakan untuk belajar? Juga dari orang lain. Karena pada dasarnya selalu membutuhkan dan bahkan tidak bisa terlepas dari orang lain, manusia disebut makhluk sosial (homo socius).
Kamu mungkin pernah mendengar istilah manusia sebagai zoon politicon. Istilah itu berarti bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat. Hidup bermasyarakat berarti hidup bersama orang lain dengan bersama-sama menaati dan mematuhi tata aturan dan hukum yang ada. Tata aturan dan hukum diperlukan agar masing-masing orang dijamin hak dan kewajibannya.
2. Manusia sebagai Makhluk Ekonomi
Seberapa sering kamu mendengar istilah homo economicus? Atau, barangkali istilah ini asing bagimu? Ilustrasi berikut ini akan menjelaskan maksud istilah tersebut.
Suatu saat ibu hanya memberimu uang jajan sebesar Rp3.000,00, dan dengan uang itu kamu hanya dapat membeli bakso. Namun ketika uang jajanmu ditambah menjadi Rp5.000,00, kamu tidak hanya puas dengan jajan bakso, tetapi juga ingin minum teh botol. Begitu juga ketika uang jajanmu dinaikkan lagi menjadi Rp10.000,00, selain jajan bakso dan teh botol, mungkin pada saat yang sama kamu juga ingin membeli roti. Artinya, keinginanmu terus bertambah seiring dengan ditambahnya jumlah uang jajan. Makin uang jajan ditambah, makin banyak pula keinginanmu akan jajanan.
Tugas Mandiri
Berikan penjelasan secara singkat mengenai pengertian dari zoon
politicon!
Contoh lainnya, Pak Jamal memiliki sebuah mobil pick up yang sehari-hari digunakan untuk kegiatan bisnisnya, yaitu angkutan tanaman hias. Tetapi, karena dirasa daya angkut mobil tersebut Gambar 4.2 Manusia sebagai makhluk ekonomi tercermin dalam aktivitas industri rumah tangga di atas. Kegiatan tersebut dilakukan agar manusia memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
kecil, Pak Jamal berencana membeli mobil big up. Bahkan,
beberapa bulan kemudian ia sudah berencana membeli truk dengan harapan lebih banyak tanaman hias yang dapat diangkut. Itulah maksud istilah homo economicus.
Istilah homo economicus dikemukakan oleh Adam Smith. Ia berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang senantiasa merasa tidak puas dengan apa yang telah diperolehnya dan terus-menerus berusaha memenuhi keinginannya tersebut. Sebagai makhluk ekonomi, manusia akan cenderung rasional dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, ia akan selalu membandingkan antara pengorbanan dan hasil yang akan diperolehnya. Sekalipun sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, ia juga tetap harus menyeimbangkan perannya sebagai makhluk sosial (homo socius). Keseimbangan peran tersebut penting agar tidak terjadi ketidakharmonisan dalam bermasyarakat akibat manusia terlalu mementingkan diri sendiri (sebagai makhluk ekonomi), atau tidak terpenuhinya kebutuhan hidup akibat terlalu berorientasi sosial.
3. Perilaku Manusia dalam Pemanfaatan Sumber Daya
untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, baik yang berupa sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sumber daya-sumber daya tersebut dapat berupa sawah, kebun, tenaga, uang, atau pikiran. Manusia harus memanfaatkan tenaga dan pikirannya secara optimal untuk menghasilkan alat pemuas kebutuhan.
Sebagai makhluk individu dan makhluk ekonomi, manusia juga dituntut untuk mengubah dan menambah jumlah serta nilai guna suatu barang.
Gambar 4.3 Bentuk kerja sama di atas menunjukkan sikap saling menghormati sebagai wujud keselarasan hubungan manusia sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial.
Sumber:Dokumen Penerbit.
Ia adalah pelopor atau Bapak Ilmu Ekonomi dengan bukunya “An In-quiry into the Nature and Cause
of the Wealth of Nation” yang
diterbitkan pada tahun 1776.