• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Mandiri Carilah berita, artikel, atau

gambar-gambar dari media massa tentang koalisi yang terjadi di negara kita! Sebutkan pihak-pihak yang terlibat dan tujuan dilakukannya koalisi tersebut!

Gambar 3.16Koalisi antarpartai politik yang ingin mencapai tujuan bersama. Sumber:www.google.com:image

4) Joint venture atau usaha patungan, yaitu kerja sama dalam proyek tertentu, misalnya industri mobil, pengeboran minyak, pertambangan batu bara, perhotelan, dan pembiayaan.

Motivasi seseorang atau suatu kelompok melakukan kerja sama dengan pihak lain, dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini.

1) Orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri yang meliputi arah, tujuan, atau kepentingan-kepentingan lain. Untuk mencapainya setiap anggota kelompok meng-harapkan dan mengandalkan bantuan dari anggota kelompoknya. Misalnya kerja sama untuk menyelesaikan tugas kelompok.

2) Ancaman dari luar (musuh bersama) yang dapat mengancam ikatan kesetiaan atau persaudaraan yang secara tradisional dan institusional telah tertanam di setiap anggota kelompoknya. Misal, adanya semangat membela tanah air dari setiap ancaman dan gangguan dari negara lain. 3) Rintangan dari luar. Untuk mencapai cita-cita

kelompok-nya kadang-kadang muncul kekecewaan atau rasa tidak puas karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Hal inilah yang menimbulkan sifat agresif dan membutuhkan kerja sama di antara anggotanya.

4) Mencari keuntungan pribadi. Dalam kerja sama, seseorang kadang berharap mendapatkan keuntungan yang diinginkan, hal inilah yang mendorong untuk bekerja sama. Motivasi ini biasanya tidak baik sehingga terkadang dapat menimbulkan perpecahan.

5) Menolong orang lain. Kerja sama dilakukan semata-mata hanya untuk meringankan beban penderitaan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Misalnya kerja sama mengumpulkan dana untuk korban bencana alam. b. Akomodasi

Akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada keadaan dan untuk menunjuk pada proses. Sebagai keadaan berarti kenyataan adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan, yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan.

Tujuan akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu sebagai berikut.

1) Mengurangi pertentangan antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. Akomodasi bertujuan menghasilkan kesimpulan Gambar 3.17Pemilihan ketua adalah

bentuk akomodasi. Sumber: Dokumen Penerbit

antara kedua pendapat tersebut untuk menghasilkan pola yang baru.

2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.

3) Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.

4) Untuk mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya melalui perkawinan campuran.

Bentuk-bentuk akomodasi sebagai suatu proses antara lain sebagai berikut.

1) Coercion (paksaan), yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya terjadi karena adanya paksaan.

2) Compromise (kompromi), yaitu suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya karena masing-masing pihak bersedia mengerti satu sama lain.

3) Arbitration (perwasitan), yaitu penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi dari pihak-pihak yang berselisih.

4) Mediation (penyelesaian sengketa dengan menengahi),

yaitu bentuk akomodasi seperti arbitration (perwasitan),

dengan mengundang pihak ketiga yang netral untuk mengusahakan penyelesaian secara damai, tetapi kedudukannya hanya sebagai penasihat.

5) Conciliation (tindakan mendamaikan), yaitu suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan bersama, misalnya DPRD yang berupaya mempertemukan wakil dari perusahaan dengan wakil buruh guna mencapai kesepakatan atau islah dua kubu yang bertikai dari suatu partai dengan perantara seorang mediator.

6) Toleration (toleransi), yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan formal, yang sering timbul tanpa sadar dan tanpa direncanakan.

7) Stalemate (jalan buntu), yaitu suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang bertikai berhenti pada suatu titik tertentu karena tidak ada lagi kemungkinan untuk maju atau mundur.

8) Adjudication (keputusan hakim atau pengadilan), yaitu suatu penyelesaian perkara di pengadilan.

9) Rasionalisasi (tindakan seolah-olah rasional), yaitu pemberian keterangan atau alasan yang seolah-olah rasional untuk membenarkan tindakan-tindakan yang mungkin dapat menimbulkan konflik. Misalnya siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah beralasan bahwa tugasnya ketinggalan di rumah.

Gambar 3.18Islah antara dua kubu yang bertikai dengan perantara mediator ada-lah contoh conciliation. Sumber: Solopos, Rabu 28 Desember

Hasil-hasil akomodasi menurut Gillin dan Gillin adalah sebagai berikut.

1) Akomodasi menyebabkan usaha-usaha untuk sebanyak mungkin menghindarkan diri dari benih-benih yang dapat menyebabkan pertentangan baru untuk kepentingan integrasi masyarakat.

2) Akomodasi menekan oposisi, karena akomodasi memungkinkan pihak yang saling bersaing memahami satu sama lain. Misalnya akomodasi antara para produsen yang saling bersaing akan membuat para produsen tidak saling membanting harga untuk menarik konsumen membeli produknya yang kemudian dapat mematikan usaha saingannya.

3) Mengoordinasi berbagai kepribadian yang berbeda. Misalnya dalam persaingan untuk menjadi ketua organisasi, pihak yang kalah tetap diajak untuk mengurus organisasi tersebut.

4) Perubahan dari lembaga-lembaga kemasyarakatan supaya sesuai dengan keadaan yang baru atau keadaan yang berubah.

5) Menyebabkan suatu penetapan yang baru dari kedudukan orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia.

6) Membuka jalan ke arah asimilasi. c. Asimilasi

Asimilasi yaitu suatu proses mengembangkan sikap-sikap yang sama, walaupun kadang-kadang bersifat emosional yang bertujuan untuk mencapai kesatuan atau paling sedikit mencapai suatu integrasi dalam organisasi. Hal ini dimaksudkan agar dua kelompok yang berasimilasi akan menghilangkan perbedaan di antara mereka, atau seseorang yang berasimilasi terhadap suatu kelompok tidak akan membedakan dirinya dengan para anggota kelompok tersebut.

Gambar 3.19Asimilasi terjadi antara penduduk desa dengan pendatang, seperti penduduk perumahan yang berbaur dengan penduduk desa di sekitarnya.

Sumber: Dokumen Penerbit

Diskusikan dengan teman sekelompokmu!

Mengapa diperlukan akomodasi dalam menyelesaikan suatu pertentangan? Kemudian, bentuk akomodasi yang manakah yang paling baik untuk menyelesaikan suatu pertentangan? Jelaskan!

Asimilasi timbul jika ada berikut ini.

1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebuda-yaannya.

2) Orang-perorangan sebagai anggota kelompok-kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama.

3) Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri. Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut.

1) Toleransi terhadap kelompok-kelompok lain yang mempunyai kebudayaan yang berbeda.

2) Kesempatan-kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.

3) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. 4) Sikap terbuka kelompok yang berkuasa di masyarakat. 5) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.

6) Perkawinan campuran (amalgamation). 7) Adanya musuh bersama dari luar.

Selain faktor yang mempermudah, tentu ada pula faktor yang menghambat.

Faktor-faktor penghambat terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut.

1) Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat, biasanya golongan minoritas.

2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.

3) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang sedang dihadapi.

4) Perasaan bahwa kebudayaan suatu kelompok atau golongan lebih tinggi atau lebih superior dari kelompok atau golongan yang lain.

5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi.

6) Perasaan in group, yaitu perasaan terikat pada suatu kelompok atau kebudayaan yang sangat kuat.

7) Adanya gangguan dari kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas.

8) Adanya perbedaan kepentingan yang ditambah pertentangan pribadi.

2. Proses Disosiatif

Interaksi sosial yang bersifat disosiatif dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat atau pandangan dan bersifat oposisi. Proses disosiasif ini sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk suatu tujuan tertentu.

Proses disosiatif meliputi competition, contravention, dan konflik. a. Competition atau Persaingan

Persaingan yaitu suatu proses sosial di mana orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian publik. Persaingan dilakukan dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Beberapa bentuk persaingan dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.

1) Persaingan di bidang ekonomi yang timbul karena terbatasnya persediaan dibanding jumlah konsumen. 2) Persaingan di bidang kebudayaan, misalnya di bidang

agama, atau lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan. Misalnya saat ini banyak sekolah swasta yang saling bersaing dengan membuat metode belajar tersendiri seperti full day school, yaitu sekolah di mana kegiatan belajar mengajarnya dilakukan selama sehari penuh. 3) Persaingan untuk mencapai suatu kedudukan atau

peranan tertentu dalam masyarakat. Kedudukan dan peranan yang dikejar, tergantung pada hal yang paling dihargai oleh suatu masyarakat pada suatu masa tertentu. 4) Persaingan karena perbedaan ras. Persaingan ini terjadi karena adanya perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, atau ciri-ciri fisik lainnya. Misalnya adanya politik apartheid

di Afrika Selatan yang menyebabkan pertentangan antara kulit putih dengan kulit hitam.

Persaingan memiliki arti penting dalam proses sosial. Beberapa fungsi persaingan antara lain sebagai berikut. 1) Menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat

kompetitif dari orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia.

2) Sebagai jalan agar kepentingan-kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan sebaik-baiknya oleh mereka yang bersaing. 3) Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar jenis

kelamin dan seleksi sosial, sehingga mendudukkan seseorang pada kedudukan dan peranan yang sesuai kemampuannya.

4) Berfungsi menyaring orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu, misalnya politikus, seniman, dan pemuka agama.

5) Mendorong seseorang untuk memiliki kemampuan tertentu, sehingga ia memiliki kompetensi tersendiri yang berbeda dengan orang lain.

Persaingan yang terjadi di masyarakat tidak selalu membawa dampak negatif seperti pertikaian atau pertentangan yang bersifat disosiatif. Persaingan juga dapat membawa dampak positif atau bersifat asosiatif apabila dilakukan dengan adil dan jujur. Beberapa faktor yang terkait dengan hasil-hasil persaingan adalah sebagai berikut.

1) Kepribadian seseorang

Suatu persaingan apabila dilakukan dengan adil dan jujur akan dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa sosial dalam diri seseorang terhadap lawannya. Persaingan dapat menambah atau memperluas wawasan seseorang dalam hal pengetahuan, kepribadian, dan rasa empati ataupun simpatinya.

2) Solidaritas kelompok

Solidaritas atau rasa kesetiakawanan kelompok akan semakin kukuh dan mantap apabila selama terjadinya persaingan dilakukan secara jujur dan sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan. Persaingan yang jujur dapat menyebabkan individu-individu dalam kelompok saling menyesuaikan diri dalam hubungan sosial dan selalu berusaha menjaga keserasian.

3) Kemajuan masyarakat

Persaingan dapat mendorong seseorang untuk meningkatkan semangat kerjanya sehingga dapat memberikan sumbangan, baik secara materi maupun motif bagi pembangunan masyarakat. Dengan adanya persaingan yang sehat suatu masyarakat akan menjadi lebih maju. 4) Disorganisasi masyarakat

Suatu persaingan dan perubahan sosial yang terjadi terlalu cepat akan dapat menimbulkan perpecahan atau disorganisasi apabila masyarakat belum dapat mengimbangi atau menyesuaikan diri terhadap persaingan tersebut. Hal ini akan dapat berpengaruh terhadap sistem nilai, sistem norma, dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.

Gambar 3.20Pemilihan kepada desa adalah bentuk persaingan antarindividu yang melibatkan kelompok.

Sumber:www.google.com:image

Tugas Mandiri