JumlahMigrai dalam 1 tahun X 1000 Jumlah penduduk
INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISAS
4. PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT
Peranan pemuda di dalam masyarakat dapat kita bedakan atas dua hal, yaitu
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan din dengan tuntutan lingkungan. Berdasarkan peran yang pertama dibedakan atas:
Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi mendukung tradisi dan yang oleh sebab itu dengan sendininya berusaha mentaati tradisi yang berlaku, kebudayaan yang berlaku dalam tingkah laku perbuatan masing-masing. Dalam hubungannya dengan persoalan mi menjadi kewajiban bagi pemuda untuk melestarikan kebudayaan bangsa.
Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan din, baik dengan orang-orang atau golongan yang berusaha mengubah tradisi, dengan demikian akan teijadi perubahan dalam tradisi dalam masyarakat.
Kedua jenis peranan pemuda di atas bisa mengakibatkan sumbangan pada usaha pembangunan maupun merupakan hambatan terhadap usaha pembangunar. Pemuda yang berusaha untuk menjadi pendukung tradisi, pendukung kebudayaan bisa merupakan bantuan dalam usaha-usaha pembangunan, tapi juga bisa menjadi
penghambatlpenentang pembangunan. Begitu juga pemuda yang berusaha mengubah tradisi belurn tentu mengur tungkan pembangunan.
b. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan din dengan lingkungannya. Berdasarkan peran pemuda yang kedua dibedakan atas
1) Jenis pemuda urakan
Yaitu jenis pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan-perubahan d.alam masyarakat, tidak ingin untuk mengadakan-perubahan dalam kebudayaan, akan tetapi ingin kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak din sendiri.
Kebudayaan seniman dan sastrawan tergolong dalam jenis mi Misalnya Chairil Anwar dan sebagainya. 2) Jenis pemuda nakal
Pemuda-pemuda inipun tidak ingin, tidak berniat dan tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat ataupun kebudayaan, melainkan berusaha memperoleh manfaat dan masyarakat dengan melakukan tindakan yang meeka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat.
3) Jenis pemuda radikal
Pemuda-pemuda radikal berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. Mereka tidak puas, tak bisa menenima kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi dan oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun dalam tindakan rencana jangka panjang asal saja keadaan berubah sekarang juga.
a. Asas pembinaan dan pengembangan generasi muda: Asas edukatip
(a) Pembinaan dan pengembangan oleh unsur di luargenerasi muda, didasarkan pada asas Ing ngarso sung tulodo
Ing madya mangun karso Tut wuri handayani
(b) Pembinaan dan pengembangan oleh sesama generasi muda, didasarkan pada asas Silih asih
Silih asah Silih asuh
Asas swakrasa
Berdasarkan atas asas mi pembinaan dan pengembangan generasi muda harus dapat menumbuhkan, membantu dan mengembangkan kemauan dan kemampuan generasi muda untuk membina dan mengembangkan dirinya sendiri dan lingkungannya.
4) Asas keselarasan dan terpadu
Pembinaan dan pengembangan secara swakarsa itu dilaksanakan selaras dan terpadu dengan berbagai aspek kmampuan manusia yang seutuhnya dan sekaligus dengan berbagai bidang pembangunafl lainnya.
5) Asas pendayagunaafl dan fungsionalisaSi Mengingat banyaknya dan beranekaragafllnya organisasi pemuda yang ada dewasa mi, maka perlu diadakan penataan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna bagi pelaksanaan program-program generasi muda dalam prinsipnya dalam pembangunan nasional.
b. Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditujukan pada pembangunan yang memiliki kesek’rasan dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya, yakni
Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai kerohanian yang luhur dan falsafali hidup
Pancasila.Pembinaan dan pengembangan generasi muda menu- rut sumbu orientasi ke atas ialah pengembangan insan ber-Ke Tuhanan Yang Maha Esa, yang bertakwa kepada-Nya dalam segala aspek kehidupannya, berbudi pekerti luhur dan hermoral Pancasila.
2) Orientasi ke dalam terhadap dirinya sendiri
Pembinaan dan pengembangan generasi muda menu- rut sumbu orientasi ke dalam ialah pengembangan sebagai insan biologis, insan intelek serta insan kerja guna mengembangkan bakat-bakat dan kern ampuan jasmaniah dan rohaniah agar dapat memberikan prestasi yang semaksimal mungkin dengan rnengembangkan faktorfaktor kemainpuan dalam dirinya.
Faktor-faktor yang dimaksud ialah
(a) Dorongan untuk mempertahankan dan memelihara dirinya (b) Dorongan untuk mempertahankan jenis/generasinya (c) Dorongan untuk menyatakan dirinya
Dalam usaha mi mungkin saja individu akan bertentangan dengan lingkungannya (keadaan maupun dorongan- dorongan) sehingga diperlukan kekuatanlkem ampuan untuk mempertahankan kepribadian dirinya (agama, adat dan moral).
3) Orientasi ke luar terhadap lingkungan (budaya, soaial, dan moral) dan masa depannya.Pembinaan dan pengembangan generasi muda sumbu orientasi ke luar dibagi atas
Pengembangan sebagai insan sosial budaya.
Pengembangan sebagai insan sosial politik dan Sebagai insan patriot.
Pengembangan sebagai insan sosial ekonomi, termasuk di sini adalah sebagai insan keija dan insan profesi yang memiliki kemampuan untuk menggali,memanfaatkan, dan mendayagunakan sumber alam serta menjaga kelestanannya.
pengembangan pemuda terhadap masa depannya. Kepekaan terhadap masa depannya akan menumbuhkan kemampuan untuk mawas diri, kreatif, kritis serta menumbuhkan kesadaran bagi kesinambungan nilai-nilai luhur bangsa dan negara.
Tujuan nbinaan dan Pengembangan Generasi Muda/ Pemuda.
Tujuan ycmg hendak dicapai dalam Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda/Pemuda adalah
Mernantapkan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam rangka pembangunan hangsa dan kepribadian bangsa.
Mewujudkan kader-kader penerus perjuangan bangsa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berpegang teguh kepada Pancasila sebagai satu-satunya idiologi dan pandangan hidup bangsa.
Melahirkan kader-kader pembangunan nasional dengan angkatan kerja yang berbudi luhur, dinamis dan kreatif. Mewujudkan warga negara Indonesia di masa depan yang memihki kreatifitas kebudayaan nasional yang maju tetap bercirikan dan bercorak kepribadian Indonesia.
Mewujudkan kader-kader patriot pembela bangsa dan negara yang berkesadaran dan berketahanan nasionai,
pengembangan dan penerus nilai-nilai serta citacita Prokiamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Jalur Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
a. Kelompok Jalur Utama
Kelompok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda lewat jalur utama mi meliputi : Jalur Keluarga
Dalam jalur keluarga mi pe]aksanaan pembinaan dan pengembmgan adalah orang tua serta anggota keluarga terdekat yang merupakan lingkungan pertama dalam rangka pelaksanaan konsepsi pendidikan seumur hidup.
Jalur Gezierasj Muda
Pembinaan dan pengembangan melalui jalur mi termasuk di dalam organisasjorganj85j pemuda yang telah ada selama mi.
Jalur yang dimaksud, adalah Jalur SLTP dan SLTA melaluj OSIS
Jalur kampus/pergui.uan tinggi/akademj melalui SenatMahasiswa dan sebagainya.
Jalur kepemudaan melaluj KNPI, Pramuka, Karang Taruna, Kelompok Pecinta Alam .... dan sehagainya. b. Kelompok Jalur Penunjang
Pembinaan dan Pengembangan Generasj Muda melalui jalur mi meliputi Jalur sekolahlpra sekolah
ini bisa dilakukan melalui organisasi orang tua murid sedangkan untuk jalur pra sekolah bisa dilakukan dengan jalan peningkatan penataan maupun pembakuan mutu dan para pendidiknya serta sarananya.
Jalur masyarakat
Jalur masyarakat mi dibedakan atas
Jalur masyarakat yang nielembaga : lembaga penbadatan, organisasi sosial kemasyai.alcatan dan sebagainya. Jalur masyarakat yang tidak melembaga : pergaulan sehari-hari, tempat rekreasj dan sebagainya.
c. Kelompok Jalur Koordinatif
Yang dimaksud denganjalur koordinatif di sini adalah jalur pemerintah.Sesuai dengan ayat 3 tentang generasi muda dalam GBHN dijelaskan, bahwa
Sistem pengkoordinasian tunggal melalui badan pembina kebijakan yang bernama Badan Koordinasi
Penyelenggaraan Pembinaan Generasi Muda di mana Departmen-departemen Pemerintah yang mempunyai program kepemudaan/generasi muda duduk bersama dalam badan mi dengan maksud agar secara lintas sektoral kebijakan- kebijakan pembinaan dan pengembangan dapat terkoordinir dan terpadu.
Badan koordinasi mi dibentuk mulai tingkat pusat sampai ke tingkat kecamatan.
Pelaksanaan organisasi pembinaan dan pengembangan generasi muda melalui satuan pengendali pembinaan generasi muda yang dipimpin oleh Menteri Urusan Pemuda. 1
Pengisian masa depan seperti yang dicita-citakan oleh Prokiamasi Kemerdekaan itu dengan sendininya menuntut keterlibatan generasi muda. Sebab, apabila kita ingin membangun han esok yang lebih balk, maka di dalamnya telah tercermin kepentingan yang sekaligus peranan generasi muda. Pembangunan yang tengah dikerjakan saat mi secara keseluruhan tetap merupakan tugas, tanggung jawab dan milik kita bersama.
Untuk menjaga dan memelihara kesinambungan dan kelestarian sejarah bangsa kita, perlu menekankan pentingnya keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan pembangunan.Kesinambungan dan keiestarjan sejarah bangsa kita akan dapat dipelihara, kalau generasi muda tidak duduk sebagai penonton, melajnkan naik ke atas pentas sejarah
bangsanya, ikut aktif mernegang peranan pelaksana pe!nbangunan bangsanya. OIeh karena itu untuk pernberj bentuk dan isi masa depan sejarah bangsanya, maka pupuklah semangat kepeloporan, keberanjan memikul tanggung jawab dan resiko. Wujud nyatanya hams dilakukan dalarn perbuatan dan pengabdian dan sekali-kali bukan dalam arigan- angan dan impian semata.
Dalam hubungannya dengan sosialisa.sj generasi rnuda khu. Susnya mahasiswa telah nielaksanakan proses sosiajjsasj dengan balk dan dapat dijadikari eontoh untuk generasi muda, mahasjswa pada khususnya pada saat mi.
1) Peran pemuda/mahasjc dalarn menegakkan kernerdekaan.
Prokiamasi Kemcrdekaan 17 Agustus 1945 ternyata perlu ditebus dengan pengorbanan yang tinggi. OIeh karena segera setelah prokiamasi Pemuda Indonesia niembentuk organisasj, balk yang bersifat politik maupun militer. 2) Peran rnahasiswa/pern uda dala rn rnempelopoy-z Orde’ Barn
Dekrjt Presiden 5 JuJi 1959 rnenetapkan bahwa Republik Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 sebagai landasan konstjtusjonai Kemudian Presiden Soekarrju mencarnkan Idenya yang kemudian terkenal dengan Demokrasj Terpirnpin, yang bertujuan untuk mengendaijkan kekuatan-kekuatan politik yang saling bertentangan. Keadaan Yang dernikian dimanfaatkan oleh golongan komunis (PKI) untuk lebib memantapkan peranannya dalam dunia politik.
Timbulnya ide NASAKOM, yang berdasarkari atas pengkotakan golongan masyarakat dalam 3 goongan, ialah golongan Nasional, golongan Agama dan goongan Komunis. Kenvataan demikjan juga rnempengaruh i kehi dii pan
peni uda i’m ahasisWa, yang tidak terlepas adanya pengkotakan-pengkotakan tersehut. Dengan pengkotakan tersebut yang terjadi bukannya persatuan dan kesatuan, tetapi justru perpecahari yang dialami. Perpecahan inilah yang selalu dinanti-nantikan oleh golongan Komunis. Sebab golongan Komunis bisa Iebih memantapkan peranannya di bidang politik, keadaan mi berlangsung sampai pada puncaknya adalah meietusnya 0 30 SIPKI pada tahun 1965.
Aksi-aksi pengganyangari terhadap PM timbul secara spontan dan masing-masing golongan, kemudian terorganisasikan dalam Front Pancasila.
Front Pancasila mi mengilhami lahirnya kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang merupakan unsur penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
KAM1 menjadi pelopor pendobrak ke arah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama Orde Baru (ORBA).
3). Peran mahasiswa dalam masyarakat.
Barangsiapa menguasai generasi muda, berarti menguasal masa depan suatu bangsa, demikianlah bunyi suatu pepatah. Dengan mengkaji lebih dalam arti apa yang tersirat dalam pepatah itu, berarti bahwa rnasa depan suatu bangsa itu terletak di tangan generasi muda. Generasi mudalah yang harus menggantikan generasi sebelumnya memimpin bangsanya.
Jumlah pemuda yang dapat mengenyam pendidikan Tinggi tidaklah banyak.
Jumlah yang sedikit tersebut, bagi pemuda yang sempat duduk di perguruan tinggi, mempunyai kewajiban untuk menyumbangkan tenaganya kepada masyarakat. Kalau tidak Iebih mendalarn, maka mahasiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai:
Agent of change Agent of development Agent of modernization.
Sebagai Agent of change mahasiswa bertugas untuk mengadakan. perubahan-perubahan dalam masyarakat, ke arah perubahan dalam masyarakat, ke arah perubahan yang lebih balk. Perubahan yang bersifat kemanusiaan, di mana pengetahuan yang diterhna dalam pendidikan dipakai demi pengabdian manusia, agar dapat hidup bermartabat.Hal- hal yang tidak sesuai dan menghambat kemajuan haruslah diganti dengan hal-hal yang baru yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam mengadakan perubahan harus memperlihatkan situasi dan kondisi di mana mereka berada. Perubahan yang membawa kemajuan di negara lain belum bisa cocok untuk dilaksanakan di Indonesia. Sebagai
agent of development, mahasiswa bertugas untuk melancarkan pembangunan di segala bidang yang bersifat fisik maupun bersifat non fisik.Demi suksesnya pembangunan, peranan mahasiswa tidak bisa diabaikan, justru mempunyai peranan yang besar sekali. Mahasiswa diharapkan bertindak sebagai pelopor-pelopor dalam
pembangunan. Pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan lancar bila.manusia-manusianya tidak giat bekerja. Sebagai agent of modernization, mahasiswa dalam fungsi mi bertindak dan bertugas sebagai pelopor dalam pembaruan. Dengan sendirinya macam pembaruan yang bagaimana yang harus dijalankan tidak terlepas dengan lingkungan masyarakat selcitarnya. Tidak semua yang telah hidup yang berurat dan berakar di Indonesia dengan begitu diubah dengan hal-hal yang baru. Belum tentu bahwa hal-hal yang baru itu bisa membawa kebahagiaan kepada bangsa Indonesia, bahkan tidak jarang hal-hal yang baru itu justru menjerumuskan bangsa Indonesia ke jurang kesengsaraan. Mahasiswa sebagai manusia yang mengalami pendidilcan cukup tinggi harus dapat memiih mana yang perlu diubah dan mana yang masih tetap dipertahankan. Untuk suksesnya pembaruan yang hendak dijalankan, mahasiswa tidak boleh meninggalkan masyarakat yang akan diadakan pembaruan.
RANGKUMAN
1. Bila dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya, setiap generasi memiliki ciri-ciri khas corak atau watak pergerakan/perjuangannya. Sehubungan dengan itu, sejak Kebangkitan Nasional, di Indonesia pernah turnbuh dan berkembang tiga generasi yaitu Generasi 20-an,
Generasi 45 dan Generasi 66, dengan masing-masingciri khasnya. 2. Ada dua regenerasi, yaitu
Regenerasi yang berlangsung alamiah. Artinya regenerasi berjalan lumrah seperti yang terjadi pada kelorn pok dunia tumbuhan atau hewan. Proses regenerasi mi berjalan sebagai hiasa-biasa saja, berlangsung secara alami, tidak diekspos atau dipublikasikan.
Regenerasi Berencana, artinya proses regenerasi mi sungguh-sungguh direncanakan, dipersiapkan. Pada masyarakat suku-suku primitif, proses regenerasi dibakukan dalarn lembaga adat yang disebut Inisiasi. Oleh karena itu sislem regenerasi seperti mi lebih tepat disebut sistem Regenerasi Kaderisasi. Pada hakikatnya, sistem regenerasi-kaderisasi adalah proses tempat pada kader pimpinan para suku atau bangsa digemhieng serta dipersiapkan sebagai pimpinan suku atau bangsa pada generasi berikutnya, menggantikan generasi tua. Regenerasi-kaderisasi suatu suku atau bangsa, diperlukan u iltu k mem pertahankan kelangsungan eksistensi
serta keinambungan suatu generasi atau bangsa, di samping diharapkan terjaminnya kelestarian nilainilai budaya nenek moyang yang dimiliki.
3. Demi kesinambungan generasi dan kepemimpinan bangsa, Pemerintah Singapura telah menetapkan suatu persyaratan-persyaratan yang ketat dan “berat” untuk memilih calon-calon kader pimpinan bangsanya. Dengan pola pikir dan tujuan yang hampir sama, Indonesia telah memiliki KNPI dan AMPI sebagai wadah- wadah forum komunikasi dan tempat menggembleng, menempa dan mencetak kader-kader dan pimpinan bangsa yang tangguh dan merakyat. Hal semacam mi berlaku tidak Saja berlaku di Singapura dan di Indonesia saja. Sistem mi telah menjadi milik bangsa-bangsa di dunia.
4. Generasi muda Indonesia mulai turut dalam pencaturan aksi-aksi Tritura, dan turut berperan dalam mematangkan situasi lahirnya Supersemar. Namun demikian, setelah era Tritura Supersemar berlaku, sebagian kecil dan mereka cenderung menempatkan din sebagai oposisi “tidak resmi” dan Orde Baru yang justru mereka juga turut memberi andil dalam rnenegakkan Orde Baru. Sikap oposisi yang diperlihatkan oleh sebagian kalangan generasi muda itu, nampaknya berlatar belakang pada kurang diberi kesempatan berperan dalam struktur pemerintahan. Atau ada unsur-unsur lain?
5. Dalam program pengembangan potensi tenaga usia muda di negeri-negeri Barat, antara lain di Amerika Serikat, telah memberi kesempatan luas kepada generasi muda untuk mengembangkan ketrampilan dan potensi dirinya, melaIui lembaga-lembaga negara-matipun swasta dengan fasilitas yang tersedia serba lengkap dan modern.
6. Bangsa Indonesia tidak mau ketinggalan dalam program pembinaan potensi tenaga muda, agar menjadi intelektual yang cakap, tangguh dan berbudi pekerti luhur di kemudian han. Cara yang ditempuh, mulai dan generasi muda yang masih duduk di SLTP/SLTA dipancing dan dirang— sang kreativitasnya dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja secara Nasional. Acara itu diasuh dan dikoordinasi lang- sung oleh LIPI. Ternyata setiap tahun peserta lomba Semakin bertambah jumlahnya, dengan peserta-peserta dan seluruh propins di Republik Indonesia.
7. Bidang-bidang pendidikan yang dapat menopang pembangunan dengan melahirkan tenaga-ntenaga trampil dalam bidangnya masing-masing dapat digolongkan dalam tiga bidang, yaitu: Pendidikan Formal,
Pendidikan non-Formal dan Pendidikan Informal.
8. Dalam proses pemberian/penerusan nilai-nilai masyarakat kepada orang muda, adakalanya orang tua sendini mengalami hambatan, karena mereka sendiri belum pernahmengalaminya, hingga tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya tersebut.
9. Dalarn rangka rnenegakkan kemerdekaan, para pemuda Sebagal pelopor, dan berdiri di garis paling depan dalam melawan penjajah.
10. Dalam perjalanannya, bangsa dan negara Indonesia mengalami bermcam-macam hambatan, gangguan, ancaman, maupun penyelewengan-penyelewengan. Puncak penyelewengan adalah pecahnya peristiwa tragedi nasional, yang kemudian terkenal dengan nama G 30 S/PKI.
11. Menyadari akan tugasnya sebagai generasi penerus, maka para pemuda/mahasiswa tampil ke depan untuk meluruskan kembali cita-cita nasional yang telah diselenggarakan oleh perrierintah Orde Lama serta menggantinya dengan pemerintah Orde Baru yang sesuai dengan Pancasila danUUD 1945.
12. Setelah tegaknya pemerintah Orde Baru para pemuda berperan serta dalam pembangunan di segala bidang, demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan IJUD 1945.
BABV
WARGANEGARA DAN NEGARA