• Tidak ada hasil yang ditemukan

106689940 Ilmu Sosial Dasar docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "106689940 Ilmu Sosial Dasar docx"

Copied!
225
0
0

Teks penuh

(1)

Drs. H. Abu Ahmadi, dkk

ILMU

SOSIAL DASAR

Untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)

(2)

KATA PENGANTAR

Buku ini disusun dengan berpedoman pada Silabus Perkuliahan fimu Sosial Dasar, yang merupakan hash rumusan Konsorsium antar Bidang fimu Alamiah Dasar, fimu Budaya Dasar, dan ilmu Sosial Dasar. Isi buku ml disesuaikan dengan mateii fimu Sosial Dasar yang diberikan pada penatarandosen-dosen fimu Sosial Dasar se wilayah Indonesia Tengah dan Timur padabulan Agustus 1982, hasil lokakaiya penyusunan bahan minimal Ilmu Sosial Dasar yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang, bulan Januari 1985, dan penataranpenataran dosen Ilmu Sosial Dasar Universitas Padjajaran, Bandung, tahun 1980.

Adapun tujuan Ilmu Sosial Dasar ialah agar tercapai wawasan komprehensif dan pendekatan integral dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah kehidupan, baik pada tingkat individual maupun sosial. Oleh karena itu tujuan Ilmu Sosial Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran agar daya tangkap, persepsi dan penalaran yang berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam. Secara lebth terinci ISD adalah untuk membantu mahasiswa mengembangkan:

Minat dan kebiasaan memperhatikan dan memahami peristiwa peristiwa atau gejala-gej ala sosial yang teijadi di seJcitarnya;

Kesadaran kritis akan adanya sebab-sebab dan akibat-akibat berbagai peristiwa yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari,

Kerelaan memikirkan dan mempertanyakan kembali pengetahuannya tentang kenyata.an-kenyataan sosial; Kemampuan menyesuaikan din dengan lingkungan sosial yang harus dibenarkan, dan sebaliknya, mengubah keadaan-keadaan

sosial yang tidak dapat dibenarkan dengan penuh tanggungjawab. Dengan demikian diharapkan dapat memperluas cakrawala perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak hanya terbatas pada bidang keahlian yang dipilihnya, tetapi membantu para mahasiswa menemukan dirinya sendin dalam arus perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang sedangberlangsung. Kepadapenerbit PT Bina Aksara yang telah bersedia menerbitkan buku mi kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga buku mi ada manfaatnya bagi para mahasiswa yang sedang mempelajari Ilmu Sosial Dasar, dan bagi masyarakat umum yang meminatinya.

(3)

KATA PENGANTAR Edisi Revisi

Setelah rnempertimbangkan saran-saran dan para pembaca untuk Iebih dipadatkan lagi materinya, maka penyusun perlu mengadakan revisi. Revisi mi meliputi pencantumanfool-nole (catatan kaki) pada halaman-halaman yang dipandang perlu. Di samping itu juga perubahan materi disesuaikan dengan sub-bab agar lebih tepat dan lebih berbobot. Sebingga secara keseluruhan buku menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan harapan pembaca serta sesuai pula dengan silabi. Namun demikian penulis tetap menyadari adanya kekurangan dan kekhilafan dalam buku mi mengingat terbatasnya kemampuan sebagal seorang makhluk. I(arena itu penulis tetap menerima saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi sempurnanya buku pada terbitan yang akan datang. Atas saran-saran tersebut disampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Cetakan pertama diterbitkan oleh PT Bina Aksara. Untuk cetakan kedua dan seterusnya hak penerbitannya kami limpahkan kepada PT Rineka Cipta Semoga buku mi benar-benar akan bermanfaat bagi para mahasiswa serta masyarakat pada umumnya.

(4)

DAFTAR ISI

KataPengantar

BAB I : PENGERTIANILMUSOSIALDASAR

Sekilas tentang fimu-Ilmu Sosial, fimu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar

Latar-Belakang Dmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar sebagai Komponen MKDU Ruang Lmgkup Pembahasan

Masalah-Masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar

Rangkuman Latihan

BAB II : PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN Pertambahan Penduduk dan Migrasi

Pembagian Kerja dalam Masyarakat Perkembangan Kebudayaan

Pranata-Pranata dan Institusionalisasi Rangkuman

BAB III : INDIVIDU, KELUA RCA, DAN MASYARAKAT Pertumbuhan Individu

Fungsi-Fungsi Keluarga

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Hubungan antara Individu Keluarga dan Masyarakat

(5)

Pemuda dan Identitas Perguruan dan Pendidikan

Peranan Pemuda dalam Masyarakat

BAB V : WARGANEGARA DAN NEGARA Hukum, Negara, dan Pemerintah

Warganegara dan Negara

Individu, Tindakan Politik dan Sistem Politik

BAB VII : PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT Pelapisan Sosial

Kesamaan Derajat Elite dan Massa Pembagian Pendapatan

BAB VII : MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat Perkotaan Aspek-Aspek Positifdan Negatif MasyarakatPedesaan

Urbanisasi dan Urbanisme

BAB VIII : PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

Perbeda.an Kepentingan

Prasangka, Diskriminasi, dan Ethnosentrisme

Pertentangan-Pertentangan Sosial/Ketegangan-Ketegangan dalam Masyarakat Golongan-Golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial

(6)

BAB IX : ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISK1NAN Sistem Ekonomi Produksi, Distribusi dan Konsumsi

Kernakmuran dan Kemiskinan

Ilmu Pengetahuan dan Daya Kemampuan Masyarakat Teknologi dan Kemiskinan

(7)

BAB I

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR

1. SEKILAS TENTANG ILMU-ILMU SOSIAL, ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL DASAR.

a. Ilmu-ilmu Sosial.

Telah kita ketahui, bahwa sumber dan semua ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Balk ilmu-ilmu alain maupun ilmu-ilmu sosial ditifik dan pengembangannya bermula dan ilmu filsafat. Dan filsafat itu kemudian lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu:

1. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: fisika, kimia, astronomi, biologi, botani dan lainain. 2. Social Sciences, (Ilniu-ilmu Sosial), terdiri dan: sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi,

geografi dan lain-lain.

3. Humanities (fimu-ilmu Budaya) meliputi: bahasa, agama, kesusasteraan, kesenian dan lain-lain.

Ilmu-ilmu Sosial berkembang terus sesuai dengan kebutuhan manusia dalam era pembangunan, khususnya di Indonesia. Wujud dan kenyataan-kenyataan adanya perkembangan Ilmuilmu Sosial di Indonesia, setelah bangsa Indonesia mendapat kemerdekaan adalah sebagai berikut:

1. Pertaina-tama didirikan di Yogyakarta suatu akademi ilmu politik. Sponsor-sponsor yang mendirikan akademi mi terdin dan tenaga-tenaga akademis pembina ilmu politik di Negara Belanda.

2. Selang waktu berikutnya, didirikan pula Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada pada tanggal 17 Februari 1946, yang diresmikan pembukaannya pada tanggal 3 Maret 1946, mempunyai 2 fakultas, ialah Fakultas Sastra dan Fakultas Sosial. Balai Perguruan Tinggi itu adalah perguruan tinggi swasta yang dikelola oleh yayasan.

3. Didirikan Akademi Kepolisian.

(8)

Dewasa mi di Indonesia terdapat 40 universitas dan institut negeri yang semuanya menyelenggarakan pengajaran dalam bidang ilmu sosial.

b. Ilmu Pengetahuan Sosial.

Dalam dunia pengajaran, ilmu-ilmu sosial telah mengalami perkembangan sehingga timbullah paham studi-sosial (social studies), atau di Indonesia disebut Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Paham studi sosial berkembang dan berpengaruh terhadap program kurikulum pada sekolah-sekolah di Amerika Serikat sejak tahun l940-an sampai sekarang.

Paham studi sosial dipergunakan bagi keperluan pendidik. an dan pengajaran, dan bukan merupakan satu disiplin ilmu yang mandiri.

Social studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanalcan untuk tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah (elementary and secondary school)

Dengan begitu, tandaslah sudah bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ialah ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atai bagi kelompok belajar lainnya. yang sederajat. Materi dan berbagai disiplin ilmu sosial seperti Geografi, Sejarah, Sosiologi, Antropologi, Psikologi Sosial, Ekonorni, Ilrnu Politik, Ilmu Hukum dan ilmu-ilmu sosial lainnya, dijadikan bahan baku bagi pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.

Ihnu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bidang studi yang merupakan paduan (fusi) dan sejumlah mata pelajaran sosial.

Dan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan, bahwa ilmu-ilmu sosial merupakan dasar dan IPS. Akan tetapi perlu dicamkan bahwa tidak semua ilmu-ilmu sosial secara otomatis dapat menjadi bahanlpokok bahasan dalam IPS. Tingkat usia, jenjang pendidikan dan perkembangan pengetahuan anak didik, sangat menentukan materi-materi ilmu-ilmu sosial rnana yang tepat menjadi bahan/pokok bahasan dalam IFS. Di Indonesia IPS menjadi salah satu mata pelajaran dalam pembaruan kurikulum SD, SMTP dan SMTA dalam kurun waktu 1975 — 1976, dan masih berlangsung hingga sekarang mi.

c. Ilmu Sosial Dasar.

Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi.

(9)

yang bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah Ilmuilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaiigus sebagai sarana jalan keluar untuk mencani pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Seperangkat konsep-konsep dasar atau pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial secara interdisiplin atau multi disiplin dipergunakan sebagai alat bagi pendekatan dan pemecahan problemaproblema yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.

ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial kepada para mahasiswa, yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan rnemben alternatif pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masy arakat.

Berdasarkan pengetahuan yang di dapat melalui ISD, diharapkan para mahasiswa akan mampu mengorientasikan diri berkat penghayatan akan arah perkembangan dalam masyarakat. Setelah mengorientasikan din secara mantap, paling tidak ia harus mampu mengetahui ke arah inana peniecahan jalan keluar suatu permasalahan itu hams ditempuh. Masalah-masalah sosial yang berkenibang sedemikian kompleks, balk yang bersifat lokal, regional, nasional maupun intemasianal seperti pengangguran, urbanisasi, penyelundupan dan kriminalitas, kenakalan remaja dan

penyalahgunaan narkotika. Pertentar.gan ras dan pergolakan politik merupakan masalahmasalah sosial yang harus diihat serta ditanggulangi dengan segala aspek pengetahuan yang tezjalin satu sama lam.

Akan tetapi dengan dilaksanakannya ISD sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di setiap perguruan tinggi negeri khususnya, tidak bérarti pengantar-pengantar ilmu sosial harus hilang dari kurikulum perguruan tinggi. Pengantar-pengantar ilmu-ilmu sosial masih harus dipertahankan, sebab ia mempunyai misi memberikan pengetahuan teoritis ilmiah pada ilmu tertentu yang bersifat sub ject-oriented.

Melalui penelaahan dan pendalaman subject-oriented tersebut, berarti proses pendalaman bidang-bidang ilmu menuju ke arah spesialisasi keahlian telah herlangsung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara ilmu-ilmu sosial dan ilmuilmu sosial dasar (ISD) tidak terdapat perbedaan yang prinsipil sepanjang yang menyangkut konsep-konsep dasar atau pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial. Perbedaan itu terjadi pada pendekatan bidang studinya saja, di mana ilmu-ilmu sosial dasar bersumber pada konsep-konsep dasar ilmu-ilmu sosial yang terintegrasi. ISD

dipergunakan untuk mencari pemecahan masalah-masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner maupun multidisipliner ilmu-ilmu sosial. Di lain pihak,

(10)

2. LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR

Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai banyaknya kritik-kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendekiawan terutarna sarjana pendidikan, sosial dan

kehudayaan. Mereka rnenganggap sistern pendidikan yang tengah berlangsung saat mi, berhau kolonial dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan dan “politik balas budi” (etische politiek) yang dianjurkan oleh Conrad Theodore Van Deventer, bertujuan menghasilkn tenaga-tenaga trampil untuk menjadi “tukang-tukang” yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, pedagang, teknik, dan keahlian lain dalarn tujuan eksploitasi kekayaan negara. I)

Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dharapkan memiiki tiga jenis kemampuan yang meliputi personal, akadernik dan profesional.

Kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian. Dengan kern ampuan mi para tenaga ahli diharapkan memiiki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerrniñkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan (Pancasila), serta merniiki pandangan luas dan kpekaan terhadap berbagai rnasalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Kernampuan akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis, kritis,sistematis dan analitis, mernpunyai kemampuan

konsepsional untuk mengiden tifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mamPu menawarkan alternatif pemecahannya.

Kemampuan profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan mi para tenaga ahli diharapkan memiiki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

(11)

Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya sehingga manusia bukan merupakan beban pembangunan, tetapi menjadikan manusia modal atau asset (terpenting) bagi pembangunan. Dalam masalah kependudukan pemikiran mi menjadi jelas:

bagaimana menjadikan jumlah penduduk yang besar sebagai modal pembangunan dan bukan hanya beban pembangunan.

Dalam jangka panjang, yang ingin dicapai bukan hanya kualitas teknis yang sangat diperlukan untuk mendukung proses lepas-landas, melainkan juga kualitas lain yang memungkinkan seseorang berkembang menjadi manusia utuh, yaitu manusia yang memiiki sikap hidup yang selaras, serasi dan Seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani.’

Namun upaya-upaya pembangunan yang dilaksanakan pada saat ini –khususnya pada negara-negara sedang berkembang – menghadapi tantangan yang berat. Studi-studi yang cermat membuktikan betapa upaya pembangunan di abadabad lalu relatif lebih mudah dibandingkan dengan abad 20, terutama pada akhir – akhirini.

Pertama, bobot penduduk yang mereka hadapi tidaklah seberat yang dihadapi oleh negara-negara sedang

berkembang saat mi, terutama Indonesia. Perkembangan penduduk yang tinggi, sementara kemampuan mereka untuk menghadapinya tetap tidak tinggi, telah menimbulkan berbagai masalah di bidang sosial dan ekonomi.

Kedua, sebagai pioneers, negara-negara Barat tidak menghadapi masalah pemilihan teknologi, apalagi

pendidikan teknologi seperti yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang saat mi. Dalam kondisi di mana kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi sudah Sedemikian majunya, membawa pengaruh yang besar terhadap intensitas kontak budaya dengan kebudayaan dan luar. Di sini terjadi perobahan orientasi budaya yang kadang-kadang menimbulkan dampak terhadap tata nilai masyarakat yang Sedang menumbuhkan identitasnya sendiri sebagai bana.

Ketiga, hampir semua pioneers itu ditandai oleh sifat homogenitas daripada keadaan sosial dan kulturalnya,

(12)

3. ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MKDU

Mata Kuliah Dasar Umum di perguruan tinggi di Indonesia dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian. Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman -pedoman untuk bertindak sebagai warga negara yang terpelajar, yang meliputi mata kuliah : 1) Agama

2) Pancasila

3) Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa 4) Kewiraan.

Keempat mata kuliah kelompok pertama terse but merupakan mata kuliah intra kurikuler yang diwajibkan kepada semua mahasiswa, yang dinilai dan ikut menentukan kenaikan tingkat, jenjang pendidikan dan ujian-ujian.

Kelompok kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa, berkenaan dengan lingkungan alamiah, lingkungan sosial dan lingkungan budaya, yang meliputi mata kuliah:

Ilmu Alamiah Dasar (TAD) Ilmu Sosial Dasar (ISD) Ilmu Budaya Dasar (IBD).

Ketiga mata kuliah dasar tersebut di atas diberikan kepada semua mahasiswa dengan ketentuan bahwa mahasiswa bidang pengetahuan keahlian yang berada dalam ruang lingkup salah satu mata kuliah dásar tersebut, tidak diwajibkan mengikuti mata kuliah yang bersangkutan.

Secara spesifik program Mata Kuliah Dasar Umum, bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

a. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan merniliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain;

b. Memiiki wawasan Sejarah Perjuangan Bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta Tanah Air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, mempertinggi kebanggaan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.

(13)

d. Memiiki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-€ama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamiah serta secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.

e. Memiiki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan balk sosial, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.’

Menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tndharma perguruan tinggi, demikian pula untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan negara, maka diselenggarakan program-program pendidikan umum.

Tujuan dan pendidikan umum di perguruan tinggi adalah:

1. Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakatdan bana serta agama.

2. Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan sosial yang timbul dalam masyarakat.

3. Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran dan ahli-ahli berbagai ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi.

Jadi pendidikan umum yang menitik-beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepnibadian mahasiswa, pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah-mata kuliah bantu yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya. Demikian pula berbeda dengan pendidikan keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang/disiplin ilrnunya. 1)

Sebagai mata kuliah dasar urnurn, limu Sosial Dasar bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar rnemperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dan setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tin gkah laku manusia dalarn menghadapi manusia-manusia lain serta sikap dan tingkah laku nianusia terhadap manusia yang bersangkutan.

Tegasnya Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah -masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dan berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti geografi sosial, sosiologi, antropologi sosial, ilmu politik, ekonomi, psikologi sosial dan sejarah).

(14)

gejala-gejala sosial agar daya tangkap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, Sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.2

4. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

Berpangkal pada tujuan di atas, maka ada 2 rnasalah yang dapat dipakai sebgai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang Iingkup pembahasan mata kuliah ilmu Sosial Dasar, yaitu:

1. Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial, sehingga biasanya suatu masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang-bidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda, sebagai pendekatan tersendin, maupun gabungan (antar bidang).

2. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendini, tetapi juga adanya amat banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubungan-hubungan

setiakawan dan kerjasama dalam masyarakat itu.

Berdasarkan ruang lingkup kajian sebagaimana tersebut di atas, kiranya masih memerlukan penjabaran Iebih lanjut untuk bisa dioperasionalkan, yaitu ke dalam beberapa pokok bahasan dan sub-pokok bahasan.’

Berdasarkan Konsonsium Antar Bidang, maka perkuliahan Ilmu Sosial Dasan dibagi ke dalam 8 (delapan) Pokok Bahasan (masing-masing dengan sub Pokok Bahasan), sehingga dan perkuliahan tersebut kepada mahasiswa diharapkan :2

1. Mempelajani dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan

2. Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah mdividu, keluarga dan masyarakat.

3. Mengkaji masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadani identitasnya sebagai pemuda dan mahasiswa.

4. Mempelajari hubungan antara warga negara dan negara.

5. Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.

6. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. 7. Mempelajari dan menyadari adanya pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya integrasi

rnasyarakat.

(15)

5. MASALAH - MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR.

Masalah – masalah sosial yang dihadapi oleh setiap masyarakat manusia tidaklah sama antara yang satu dengan lainnya. Perbedaan – perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya, dan keadaan lingkungan alamnya di mana masyarakat itu hidup. Masalahmasalah tersebut dapat terwujud sebagai : masalah sosial, masalah moral, rnasalah politik, masalah ekonomi, masalah agama, ataupun masalah-masalah lainnya.

Yang membedakan masalah-masalah sosial dan masalahmasalah lainnya adalah bahwa masalah-masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta selalu ada kaitannya dçngan hubunganhubungan manusia dan dengan konteks-konteks normatif di mana hubungan-hubungan manusia itu terwujud (Nisbet, 1961).

Pengertian masalah sosial ada dua pengertian

1. Menurut umum atau warga masyarakat bahwa segala Sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.

2. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang her.. dasarkan atas studi mereka mempunyai sif at yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masvarakat secara keseluruhan. Contoh : masalah pedagang kaki lima di kota-kota besar di Indonesia.

Menurut definisi umum, pedagang kaki lima bukan masalah sosial, karena di satu pihak para pedagang kaki lima terse- but dapat memperoleh nafkah untuk dapat melangsungkan kehidupannya, dan di lain pihak para pembeli yaitu para warga masyarakat dengan mudah memperoleh pelayanan dan dengan harga yang pantas untuk taraf ekonomi mereka dan para pedagang kaki lima. Sebaliknya para ahli perencanaan kota, ahli sosiologi dan ahli antropologi akan menyatakan bahwa pedagang kaki lima di kota-kota menjadi sumber utama dan suatu kondisi di mana kejahatan dengan mudah dapat terjadi.

(16)

sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan yang karenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbalki.

Berdasarkan pengertian di atas, maka masalah-masaláh sosial liii pengertiannya terutama ditekankan pada adanya kondisi atau sesuatu keadaan tertentu dalam kehidupan sosial warga masyarakat yang bersangkutan. Kondisi atau keadaan sosial tertentu, sebenarnya merupakan proses hasil dan prôses kehidupan manusia yang berusaha untuk menienuhi kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya (manusia harus makan, minum, buang air, bernafas, mengadakan hubungan kelamin, dan sebagainya), kebutuhan-kebutuhan sosial (berhubungan dengan orang lain, membutuhkan bantuan orang lain untuk memecahkan berbagai masalah, dan sebagainya), dan kebutuhan-kebutuhan kejiwaan (untuk dapat merasakan aman dan tenteram, mernbutuhkan cinta kasih dan sayang, dan sebagainya).

Dalam usaha-usaha untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia menggunakan kebudayaan sebagai model- model petunjuk di dalam menggunakan lingkungan alamnya dan sosialnya di masyarakat.

Perwujudan mi adalah suatu kondisi atau keadaan di mana manusia itu hidup di dalam masyarakat. Kondisi-kondisi itu bukan sesuatu yang tetap tetapi Selalu dalam proses perubahan.

Suatu kondisi yang tidak disukai oleh para warga masyarakat pada hakikatnya tidak biasa berlaku atau cocok dengan kebudayaan mereka. Sedangkan ukuran-ukuran yang dipakai oleh para warga masyarakat yang bersangkutan untuk menilai dan mewujudkan tingkah laku mereka adalah model-model dan kebudayaan yang telah mereka punyai, yaitu yang ada dalam kepala mereka masing-masing yang belum tntu telah berubah sesuai dengan perubahan kondisi yang mereka hadapi dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari. Dengan demikian terdapat suatu ketidakcocokan antara pengetahuan kebuday a- an dan kenyataan-kenyataan obyektif yang ada dalam kondisikondisi di mana mereka hidup. Dengan kata lain, ada perIedaan antara kerangka untuk interpretasi subyektif dan para warga dengan

kenyataan-kenyataan obyektif dalam mana mereka itu hidup.

(17)

a. Masalah-masalah sosial dan Ahli Ilmu Sosial

Masalah-masalah sosial telah menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia, karena dianggap sebagai mengganggu kesejahteraan hidup mereka. Sehingga merangsang para warga masyarakat untuk

mengidentifikasikan, menganalisa, memahami dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya. Di masa lampau, pada waktu belum ada ahli ilmu-ilmu sosial, para warga masyarakat yang biasanya peka terhadap adanya masalah-rnasalah sosial adalah para ahli filsafat, pemuka agama, ahli politik dan kenegaraan.

Di samping hal di atas, berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong dalam ilmu-ilmu sosial, seperti antropologi, sosiologi, politik, psikologi sosial, komunikasi, menjadikan masalah-masalah sosial sebagai ruang lingkup studi mereka masingmasing. Walaupun demikian, pusat studi-studi dan disiplin-disiplin ilmu-ilmu sosial tersebut bukanlah pada masalah-masalah sosial itu sendiri, tetapi pada usaha untuk memahami hakikat manusia menurut perspektif masing-masing. Sedangkan masalah-masalah sosial diihat sebagai hasil atau akibat dan adanya proses perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan adalah proses-proses yang secana tetap dan terus-menerus dialami oleh setiap masyarakat manusia, cepat atau lambat, berlangsung dengan tenang ataupun berlangsung dengan kekacauan.

Sejumlah ahli ilmu-ilmu sosial seperti Merton dan Nisbet (1961), Denzin (1973), Gerson (1969) dan Brodley (1976), merasakan bahwa dengan menggunakan pendekatan masalahmasalah sosial sebagai kerangkanya maka hakikat masyarakat dan kebudayaan manusia akan lebih dapat dipahami. Begitu juga, menurut mereka, berbagai pemikiran yang secara masuk akal dapat dipertanggungjawabkan yang berkenaan dengan usaha-usah a untuk memperbaiki masalah-masalah sosial tersebut akan lebih dapat dikembangkan.2

b. Masalah-rrzasatah Sosial dun [imu Sosial Dasar

(18)

menggunakan kacamata subyektif, maka masalah-masalah yang dibahas tersebut akan clikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan, dan yang dibandingkan dengan kacamata pengkaji atau masing-masing mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif in akan mewujudkan adanya kepekaan mengenai masalah-masalah sosial yang disetai dengan penuh rasa tanggung jawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.

RANGKUMAN:

1. Sumber dan semua ilmu pengetahuan adalah phiosophia (filsafat), apakah itu ilmu-ilmu sosial alainiah (natural sciences), ilmu-ilmu sosial (social sciences) atau ilmu-ilmu budaya (humanities).

2. Social Studies atau fimu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah paham studi sosial; ia bukan merupakan satu disiplin ilmu pengetahuan. Materi IPS adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran pada tingkat sekolah dasar dan menengah.

3. Basic Social Sciences atau ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah gabungan dan bermacam-macam disiplin ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus Sebagai sarana untuk mencari jalan ke luar dalam pemecahan masalah yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu-ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) tidak terdapat perbedaan yang prinsipil. Kalau IPS

diprogramkan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran pada tingkat Sekolah Dasar dan Menengah;ISD diprogramkan sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di Perguruan Tinggi.

4. Pengantar-pengantar Ilmu Sosial mengemban tugas untuk memberi bekal pengetahuan teoritis ilmiah pada bidang ilmu tertentu yang bersifat subject oriented. Melalui penelaahan dan pendalaman subject-oriented tersebut, berarti proses pendalaman bidang-bidang ilmu menuju spesialisasi! keahlian telah berlangsung. 5. Mata Kuliah Dasar Umum di perguruan tin ggi di Indonesia, dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian.

Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga negara yang terpelajar, yang meliputi mata kuliah

Agama Pancasila

Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa Kewiraan.

(19)

pendidikan dan ujian-ujian. Kelompok kedua dtharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya, yang meliputi mata kuliah: 5) Ilmu Alamiah Dasar (lAD)

6) Ilmu Sosial Dasar (ISD) 7) Ilmu Budaya Dasar (IBD).

6. Tujuan ilmu Sosial Dasar ialah membantu perkembangan wawasan pernikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dan setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.

(20)

BAB II

PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

1. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN MIGRASI a. Penduduk dunia dun masalahnya

Pada awal zaman modern sampai kira-kira tahun 1650, penduduk dunia telah mencapai 500 jutajiwajumlahnya(lihat tabel 1). Sejak zaman inilah penduduk dunia terus meningkat dengan cepat. Hal itu dimungkinkan oleh adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk salah satu di antaranya ilmu kedokteran juga berkembang. Berkat kemajuan ilmu kedokteran, pemeliharaan kesehatan penduduk termasuk usaha-usaha imunitas menjadi lebih terjam m. Oleh karena itu tingkat kematian bayi-bayi yang lahir menjadi lebih rendah, sampai ia tumbuh subur dan akhirnya bersuami/heristeri dan mempunyai anak dan cucu.

Akan tetapi pada galibnya tidak semua negara di dunia mengalarni pertumbuhan penduduk yang demikian pesat. Negara-negara Eropa Barat pada abad 20 mi cenderung mengalami kondisi stasioner, bahkan Jerman Barat

(21)

berusia muda sebagai generasi penerus. Kemungkinan menambah penduduk berusia rnu da sebagai generasi penerus bagi negara-negara Eropa Barat khususnya, secara legal dilakukan melalui adopsi anak/bayi. Kita sering mendengar praktek adopsi yang tidak wajar bagi bayi-bayi Asia, tidak terkecuali bayi-bayi dan Indonesia.

TABEL I

PERKIRAAN DAN PROYEKSI PENDUDUK DUNIA

T A H U N JUMLAH JIWA

8.000 — 7.000 SM 10 juta

1. 250 juta

1650 500 juta

1800 900 juta

1850 1.000 juta

1900 1.500 juta

1930 2.000 juta

1950 2.500 juta

1960 3.000 juta

1970 3.600 juta

(22)

1990 5.700 juta

2000 6.500 juta

Sumber: Buku Paket Latihan Pendidikan Kependudukan, DGI—BKKBN Jakarta 1982.

Peluang untuk mengadopsi anak-anak/bayi Asia disalahgunakan oleh sindikat-sindikat gelap, laksana zaman perbudakan, anak-anak/bayi itu diperjualbelikan.

b. Pendidikan dan Keseha tan di negara-negara berkembang

1) Pendidikan

Penduduk pedesaan, terutama anak-anak usia sekolah di negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin sebagaian besar tidak rnemperoleh kesempatan rnencmpuh jenjang pendidikan di sekolah, akibat dan kondisi kcrniskinannya.

Suatu hasil survei UNICEF mernbukt,ikan bahwa 58% anak-anak pedesaan miskin di Delhi India, tidak hersekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekoIah, dan 31% terikat dalam kerja rumah tangga, termasuk merawat adik yang masib kecil. Hasil survei yang sama di karnpung miskin di kota Madras India, mengungkapkan bahwa 45% dan orang tua penghuni kampung miskin, menyatakan anakanaknya tidak bersekolah karena alasan tidak mampu membayar uang sekolah; dan 20% lainnya karena anakanak mereka hams menolong menyelesaikan pekerjaan di rumah.

Di samping unsur tekanan ekonomi, penduduk pedesaan miskin paling sening kekurangan bangunan sekolah dan guru yang memenuhi syarat. Bahkan yang lebih tragis, desa itu tidak memiliki sekolah dasar.

Di negara-negara berkembang terdapat variasi sanak-anak usia sekolah yang mendapat kesempatan dalam

pendidikan formal. Di Honduras (Amerika Latin), 72% dan anak-anak usia 7 sampai 14 tahun dapat bersekolah. Di Karachi (Pakistan) 50% anak usia sekolah berumur antara 5 - 10 tahun terdaftar pada sekolah dasar, persentase mi segera menurun menjadi 33% bagi kampung-kampung miskin.

(23)

usia sekolah berasal dari kelompok ayah sebagai staf menengah; 43% berasal dan anak-anak pedagang; 27% lainnya berasal dan anak-anak petani.

2) Kesehatan

Penduduk usia muda pada negara-negara berkembang, amat sering kedapatan menderita kurang vitamin A, kasus-kasus- pendenita kekurangan vitamin A yang menonjol, misalnya terjadi pada anak-anak di negara-negara Asia Selatan, Asia Tenggara, seperti Birma, Srilangka, India bagian selatan, Indonesia dan Malaysia. Penderita kebutaan dan anemia pada tipe dan tingkatan tertentu.

Penyakit-peny akit menular seperti tuberkulosis, bany ak menyerang penduduk di daerah pemukiman kampung-kampung miskin di perkotaan, antara lain di Kalkua (India) dan di Ibadan di Nigeria bagian barat (Afrika Barat). Parasit-parasit usus penyebab penyakit cacingan (Askaris) banyak diderita oleh anak-anak di perkampungan iniskin di Lagos (ibukota Nigeria). Lap oran-laporan UNICEF j uga men gungkapkan bahwa penyakit polioyelitis banyak diderita oleh anak-anak di Srilangka dan Kenya (Afnika Timur). Sebanyak 58% dan anakanak cacat di Kenya sebagai akibat polioyelitis, dimungkinkan oleh fasiitas injeksi yang tidak memadai.

Bersumber dan pada konsultan kesehatan dari World Health Organization (WHO) di Zimbabwe (Desember 1983) ditemukan kurang lebih sejuta penderita penyakit lepra atau kusta di seluruh wilayah Zimbabwe. Penyakit itu menyerang penduduk pada usia produktif, antara 8 sampai 40 tahun. Terdapat indikasi-indikasi bahwa penyakit mi telah merambat pada anak-anak usia 7 tahun. Keistimewaafl penyakit mi penularannya tidak diketahui pasti. Baru ada tanda-tanda bisul kecil atau koreng, biasanya pada kaki, pada saat itulah disadari oleh seseorang bahwa ia telah terjangkit penyakit lepra atau kusta.

(24)

kelahiran. Resiko dan melakukan tabu dan pantangan seperti itu para ibu hamil harus menanggung kekurangan protein hewani, dan boleh jadi akan melahirkan bayi-bayi cacat dan lahir, atau lahir dengan ketahanan tubuh yang rapuh. Laporan UNICEF tahun 1983 mengungkapkan bahwa hanya 1% saja dan anak-anak di dunia yang tegas-tegas menderita kurang gizi. Akan tetapi lebih dan 25% anak-anak di negaranegara berkembang menderita kekurangan gizi yang tidak ketahuan, justru terhadap mereka yang menderita kurang gizi tidak ketahuan itu, sebagai penyebab mengapa mereka tidak dapat tertolong.

3) Perhatian para negarawan dan ilmuwan terhadap masalah pen duduk dunia

Para negarawan dan ilmuwan sungguh-sungguh menyadani dan telah memperhitungkan betapa besar bencana yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk dunia. Berdasarkan estimasi perkembangan penduduk dunia yang sangat mencemaskan itu lahirlah Kelompok Roma (Club of Rome). Sidang pertama kalinya diselenggarakan di Accademia dei Lincei di Rorna, pada tahun 1968, sidang kedua diselenggarakan di Wina, pada tahun 1969, atas undangan Kanselir Austria, Sejalan dengan itu pada tahun 1969, Sekretaris Jenderal PBB (pada waktu itu U Than) menyatakan bahwa bagi anggota PBB “barangkali hanya tinggal sepuluh tahun lagi untuk menekan pertikaianpertikaian lama mereka, serta melancarkan suatu kerjasama semesta untuk mengekang perlombaan senjata, memperbaiki alam lingkungan manusia, memadamkan eksplosi penduduk, dan membeni daya gerak yang diperlukan bagi usaha-usaha pembangunan.” Sidang-sidang berikutnya: tahun 1970 di Swiss, tahun 1971 di Jouy, dekat Paris, Perancis dan bulan Oktober 1973 diselenggarakan di Tokyo Jepang.

Kelompok Roma melakukan studi internasional selama 18 bulan dengan biaya dan Yayasan Volkswagen di Jerman. Tim Studi inteinasional itu beranggotakan 17 orang, diketuai oleh Dr. Dennis L. Meadow dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). The Limits to Growth (Batas-batas Akhir Pertumbuhan Dunia) merupakan gerakan tahap pertama dan proyek internasional itu.

Metode kerjanya menggunakan jasa komputer, yang lebih dikenal dengan Model Dunia Promotif, adalah suatu model menurut Dynamica System yang merupakan metode baru untuk memahami kelakuan dinamis dan sistem-sistem yang kompleks. Pengetahuan bahwa struktur setiap sistem-sistem banyaknya hubungan yang bersif at berputar, kait-mengkait.

(25)

(1) penduduk yang makin bertambah (2) makin pesat industrialisasi (3) produk pertanian

(4) makin habis sumber-sumber alam yang tak tergantikan.

(5) dan makin rusak alam lingkungan, serta mempelajari berbagai pengaruh timbal balik terhadap sistem dunia dalam jangka panjang.

Dan studi tersebut dapat ditanik kesimpulan bahwa apabila kondisi-kondisi yang berlaku sekarang mi dibiarkan kadaluwarsa, maka dalam waktu 100 tahun saja, daya tahan dan keseimbangan bumi kita akan mencapai batas kemampuan terakhir. ml berarti akan lumpuhlah sistem-sistem pendukung dan pembangkit tatanan kehidupan di muka bumi mi.

4) Interaksi eksponensial dan lima variabel yang dominan.

Kelima vaniabel yang dominan membuktikan saling mempengaruhi satu sama lain. Penduduk bertambah, kebutuhan sandang pangan dan papan/penumahan harus bertambah. Peningkatan produksi pangan akan berkait dengan

penyediaan lahan dan tata air/irigasi teknis yang mamadai, di samping modal yang cukup.

Bumi kita mempunyai kira-kira 3,2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian. Separuh dan luas tanah itu yang paling subur dan paling rnudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. Semakin bertamhah manusia, cenderung makin berkurang Ia- han pertanian dan pemukiman, akan semakin terasa pula “Ia- par lahan” baik untuk perumahan maupun untuk kegiatan pertanian.

Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat, akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul Secara tiba-tiba, melainkan diawali dengan berbagai gejala Sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dan cadangan ta. nah yang masih ada.

Krisis berikutnya segera menyusul. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa, begitu muncul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. Harga-harga pangan akan melambung tinggi, sehingga pada saatnya terjadi bahaya kelaparan.

(26)

saat. Pada sisi lain, penduduk perkotaan juga diancam oleb membengkaknya polutan (Zat-zat pencemar yang menimbulkan polusi) sampah, limbah industri dan limbah rumah tangga.

Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dan sampah-sampah organik. Beberapa contoh akibat sernakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk, kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. Hal mi berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut, tidak terkecuali ikan.

Pada dimensi lain, akibat bertambahnya penduduk dunia yang diiringi dengan peningkatan taraf hidup, memungkinkan segera meningkat pula kebutuhan akan sumber-sumber alam berupa: hutan, air, mineral/barang tambang dan bahanitu yang paling subur dan paling rnudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. Semakin bertamhah manusia, cenderung makin berkurang Ia- han pertanian dan pemukiman, akan semakin terasa pula “Ia- par lahan” baik untuk perumahan maupun untuk kegiatan pertanian. Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat, akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul Secara tiba-tiba, melainkan diawali dengan berbagai gejala Sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dan cadangan ta. nah yang masih ada.

Krisis berikutnya segera menyusul. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa, begitu muncul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. Harga-harga pangan akan melambung tinggi, sehingga pada saatnya terjadi bahaya kelaparan.

Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dan knalpot-knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk-produk korban dioksida setiap saat. Pada sisi lain, penduduk perkotaan juga diancam oleb membengkaknya polutan (Zat-zat pencemar yang menimbulkan polusi) sampah, limbah industri dan limbah rumah tangga.

Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dan sampah-sampah organik. Beberapa contoh akibat sernakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk, kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. Hal mi berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut, tidak terkecuali ikan.

(27)

akan sumber-sumber alam, pada tahun 1950 penduduk Amerika Serikat mengkonsumsi 7 bilyun kaki kubik gas alani. Pada tahun 1971 mereka melahap gas alam sebanyak 23 bilyun kaki kubik.

Berapa banyak konsumsi BBM oleh umat manusia di dunia pada tahun 1983? Berapa banyak pula konsumsi barang tambang dan bahan galian untuk memenuhi kebutuhan industn setiap tahun? Tidak dapat disangkal lagi, memang cabangcabang kehidupan di bumi mi akan mempunyai batas akhir. Apalagi bila umat manusia lupa akan sifat-sifat alami. Alpa untuk melestarikan lingkungannya, terutama hutan, air dan tanah.

Andaikata kelima variabel pokok berkembang seterusnya dengan ukuran seperti selama 70 tahun terakhir, apakah yang akan terjadi pada sistem dunia kita bila mencapai batas-batas maksimumnya? Karena persediaan sumber-sumber alam yang tak tergantikan sudah semakin habis, maka daya pikul dunia akan dilampaui, dan terjadiiah keruntuhan kehidupan di dunia.

c. Ucaha mengatasi masalah penduduk dunia.

Kenaikan pesat jumlah penduduk dunia, terutama di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin, mendorong

usahausaha bersama negara-negara di dunia untuk .segera menentukan langkah-langkah kongkret dalam

penanggulangan problem- problem penduduk dunia.

Untuk mencapai suatu ekosistem penduduk dunia yang stabil, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Penduduk djstabilisasi/diseimhaflgkan

2. Konsumsi sumber alam dan pembangkitan polusi narus dikurangi sampai seperempat dan tingkat konsumsi tahun 1970-an.

3. Penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan lebih diutamakan.Ada 4 macam teknik pelayanan kesehatan, yaitu

1. Mengikuti pertumbuhan anak 2. Penggunaan air susu ibu 3. Imunisasi

4. Pengobatan Oral Rehydration Therapy (ORT).

5. Penekanan lebih besar diberikan kepada produksi bahan pangan, sehingga akan cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan setiap orang.

Prioritas besar diberikan kepada usaha-usaha penyuburan clan perlindungan tanah untuk mencegah erosi.

d. Macalah penduduk di Indonesia

(28)

Masalah penduduk timbul sebagai akibat dan perubahan penduduk, antara lain

Pertanibahan atau pengurangan penduduk. Keduanya dapat mengakibatkan perubahan bahan dalam humas welfare dan struktur penduduk.

Kerapatan/kepadatan, dan penyeharan penduduk, yang akan dapat mempengaruhi tata ekonomi, tata pergaulan, tata politik dan budaya masyarakatnya.

Pertumbuhan penduduk satu belun: merupakan masalah penduduk yang vital. Sebenarnya perwmbuhan penduduk saja tidak akan menimbulkan masalah penduduk, bilamana mi cia- pat ditimbangi penambahan kebutuhan hidup dan penyebarannya yang merata. Justru dengan kasus pada negara-negara tertentu. Seperti di Jerman, Prancis, setelah Perang Dunia II kurangnya penduduk merupakan masalah sebab menimbulkan gejala semakin kurangnya tenaga kerja (man power). Tetapi untuk negara-negara sedang berkembang dan terbelakang, jumlah penduduk yang besar menjadi masalah.

Beberapa masalah penduduk yang erat hubungannya dengan manusia dan lingkungan alam. Untuk mi dapat anda pelajari beberapa masalah kependudukan yang disebahkan karena :

1) Rapat Penduduk (Population Density)

Pengertian untuk mengenal rapat penduduk ialah Perbandingan antara

jumlah orang dengan tanah yang didiami/diOlah dalam satuan luas.

Untuk daerah rural (desa) satuan luas mi dinyatakan dalam satuan kilometer persegi atau hektare. Sedangkan untuk daerah urban (kota), di mana orang sudah banyak yang hidup dalam gedung bertingkat, satuan luas dinyatakan dalam meter persegi.

Kegunaan mengetahui angka kerapatan penduduk adalahsebagai berikut : Untuk mengetahui ada tidaknya gejala overpopulation.

Untuk mengetahui pusat-pusat aglomenraSi penduduk.

Untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pUSat kegiatan ekonomi maupun budaya.

(29)

Tersebarnya penduduk dalam beberapa wilayah sangat tergantUng dan faktor-faktOr: lokasi, iklim, sumber alam kemudian transportasi dan sebagainya.

Di Indonesia penyebarafl penduduk tidak merata dan penyebaran yang tidak merata mi meninibulkan masalah kelebihan, kekurangan penduduic untuk beberapa daerah tertentu. Untuk mi dapat anda lihat tabel sebagai berikut : Tabel 4 : Jumlah Penduduk, luas tanah dan kepadatan Penduduk Indonesia menurut Sensus Penduduk 1971.

No. D a e r a h Jumlah Penduduk Luas tanah Kepadatan (x 1000)

1. Jawa&Madura 76.103 134.703 565

2. Sumatera 20.813 541.174 38

3. Kalimantan 5.152 550.843 9 4. Sulawesi 8.535 227.654 37 5. Pulau-pulau lain 8.008 572.708 14

Tabel 5: Kepadatan Penduduk Jawa, Luar Jawa dan Indonesia tahun 1973 dan 1978.

Luas Penduduk Penduduk Kepadatan Penduduk Kepadatan Penduduk (1000 km2) 1973 (Juta) 1978 (Juta) 1973 per km2 per km2

(30)

Luar Jawa

1.892 46 53 24 28

Indonesia

2.027 126 142 62 70

3) Kelebihan Penduduk dan Kekurangan Penduduk (Over Polupation dan Under Population).

Akibat langsung dengan adanya kelebihan penduduk ialah timbulnya pengangguran. Di daerah pedesaan di mana unsur gotong royong masih sangat kuat, maka adanya pengangguran tidak nampak, sehingga sering disebut pengangguran tidak kentara (disyuised unemployment).

Akihat tidak langsung dan hal mi adalah timbulnya kriminalitas.

Sedang akibat dan under population ialah kurangnya tenaga kerja di sektor-sektor yang sangat memerlukan tenaga manusia misalnya pada saat akan diadakan ekstensifikasi pertanian dan sebagainya.

Masalah Penduduk yang dihadapi oleh Negara yang sedang

berkembang

.

a) Masalah Kelebihan Penduduk.

Dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak mempersoalkan masalah kelebihan penduduk daripada kekurangan penduduk. Hal mi disebabkan karena pada umumnya negra – Negara sedang berkembang dijatuhi dengan akibat yang lang- sung maupun tidak langsung dengan adanya pertambahan penduduk yang cepat. Untuk ini ada dua macam kelebihan penduduk yang anda perlu ketahui, yaitu.

Kelebihan penduduk yang absolut.

Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu, telah tidak dapat memberikan kebutuhan hidup kepada manusia yang berdomisili di wilayah tersebut.

(31)

Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan keniajuan ekonomi dan perkembangan sosial.

Penggunaan angka kerapatan penduduk sebagai ukuran ada tidaknya kelebihan penduduk. Sering kita menggunakan angka kerapatan penduduk sebagai ukuran untuk mengetahui ada tidaknya kelebihan penduduk. Hal yang demikiar itu adalah tidak benar.

Di daerah-daerah di mana penduduk masih melaksanakan shifting Cultivation atau sistem ladang; angka rapat penduduk maksimum adalah 50/km2.

ini berarti apabila di daerah yang mempunyai rapat dan penduduk lebih besar dan 501km2, maka gejala kelebihan penduduk akan dialami.Sebaliknya di daerah pertanian yang intensif, kerapatan penduduk 200/km2, mungkin belum menimbulkan masalah penduduk. Di Indonesia beberapa daerah telah mengalami kelebihan penduduk, penduduk relatif, seperti di Jawa dan Madura, dengan angka kepadatan penduduk 447/km2. Sedang di luar Jawa dan Madura beberapa daerah masih kekurangan penduduk seperti Kalimantan 9/km2 , Maluku ± 11/km2 dan sebagainya. (Lihat tabel 4 di muka).

b) Masalah Tingkat Pendidikan Masyarakat yang Relatif Rendah.

Mengingat negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga-tenaga ahli atau terdidik. Akibatnya fasilitas secara kualitatif dalam bidang pendidikan masih terbatas. Oleh karena itu, masyarakat dalam mencapai pendidikan yang tinggipun masih sedikit sekali. Yang hal mi disebabkan antara lain

Kurangnya fasilitas pendidikan dalam segala tingkatan dan di seluruh daerah.

Pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer pada umumnya dan untuk biaya sekolah.

Tingkat Pendidikan yang dapat dicapai oleh masyarakat Indonesia, dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel 6 : Penduduk Indonesia, umur 10 tahun ke atas yang telah dapat mencapai tingkat pendidikannya tahun 1971 (menurut sensus 1971).

No. Tingkat Pendidikan Banyaknya (%)

TidakSekolah 41.01

(32)

Sekolah Dasar 19,38

SLO (Umum + Kejurusan) 4,3

SLA (Umum + Kejurusan) 2,03

SLA (Umum + Kejurusan) 2,03

Universitas 0,14

Sumber Biro Pusat Statistik, Jakarta.

Dan tabel tersebut ternyata banyaknya penduduk yang masih buta huruf maupun putus SD (Drop-out SD) adalah besar prosentasenya. Oleh karenanya masalah Pendidikan menjadi problem Nasional yang cukup gawat, di mana dikatakan bahwa tinggi rendahnya tingkat pendidikan masyarakat menggambarkan tinggi rendahnya kemajuan bangsa.

5) Masalah Pendapatan atau Produksi Perkapita dan Tinggi Pertumbuhan Penduduk.

Tabel 7 : Produksi Perkapita dan tingkat Penduduk di beberapa Negara Asia.Pertambahan

N e g a r a GNP. Perkapita Tingkat Pertumbuhan

(US. Dollar) penduduk (%)

Jepang 1.190 1.1

Malaysia 330 3.5

Korea Selatan 180 2.4

Pilipina 180 3.5

Sriangka 180 2.3

Thailand 150 3.1

Vietnam Selatan 130 2.6

Kmer 120 2.2

Laos 100 2.4

(33)

India 100 2.5

Indonesia 100 2.5

China 90 1.8

Birma 70 2.2

Sumber Majalah Geres — FAO — Riview, Sept. Okt. 1972 Hal 10—11.

Keterangan angka-angka perkiraan.

Dengan adanya berbagai masalah yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang relatif cepat tersebut maka setiap pemerintah/negara mengambil kebijaksanaan kependudukan.

Kebijaksanaan Kependudukan

Maksud diadakannya Kebijaksanaan Kependudukan adalah untuk dapat lebih tercapainya kesejahteraan

penduduk/niasvarakat dalarn arti yang luas, terutama terjadinya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan basil pembarigunan baik melalui pertanian, industn, impor dan ekspor dan sebagainya (pidato kenegaraan Presidn RI 16 Agustus 1969).

Pengertian kebijaksanaan Kependudukan

Pada prinsipnya kebijaksanaan suatu negara yang me nyangkut kernakmuran penduduknya dapat digolongkan dalarn kebijaksanaan kependudukan. Tetapi pada uniurnnya yang dimaksud hanyalah kebinaan yang menyangkut perubahan kuantita dan kualita penduduk pemancaran penduduk, atau jumlah jiwa dan pemukiman dalam hubungannya dengan sumber-sumber yang tersedia setiap orang.

Pelaksanaan Kebijaksanaan Kependudukan:

(34)

Kebijaksanaan kependudukan di negara maju dan di negara-negara berkembang, lihat buku Pendidikan Ke• pendudukan, halaman 267 269.

Dalani usaha mengimbangi pertanibahan penduduk perlu hasil-hasil pertanian dan peternakan dipelihara, dipertahankan dan ditambah (konservasi), yang dapat dilaksanakan dengan:

Preservasi : dalam hal mi diusahakan agar kualitas dan kuantitas hasil bumi diperbaiki untuk rnasamasa yang akan datang.

Restorasi: agar berhasil, hasil bumi dan ternak dapat tetap tinggi perlu dipelihara sumber-sumber biotik dengan mencegah penyakit-penyakit tanaman dan hewan.

Benefisiasi : Sumber-sumber alam tetap dipelihara Kelangsungan fungsinya beserta perkembangannya, agar makin banyak tenaga alam dapat dipergunakan dalam proses pembangunan.

Rekiamasi : Penambahan hasil pertanian dapat dijalankan dengan mengubab tanah-tanah irnproduktif menjadi produktif.

Ucaha-ucaha yang di1akanakan Kebijahsanaan Kependudukan.

(Jsaha Ek stensifikasi dan fntencifihasi Pertanian

Ekstensitikasi Pertanian L untuk menambah basil bumi, areal pertanian harus diperluas dengan jalan rnembuka hutan (forest clearing) atau mengeringkan rawa-rawa.

Intensifikasi pertanian.

Untuk perhaikan-perbaikan dalam bidang bercocok tanarn meliputi pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, pembuatan teras sawah rotasi tanaman dan lain-lain, dapat menambah kualitas dan kuantitas prod uksi pertanian. Intensifikasi mi dilakukan pada daerah-daerah yang sudah tidak memungkinkan terjangkaunya perluasan areal pertanian. Seperti di Indonesia antara lain daerah:Jawa, Madura, Bali.

Transmigrasi:

Pernindahan penduduk daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat dapat mengurangi populations pressure di daerah pengirim, dan dapat menimbulkan daerah-daerah pertanian baru di daerah yang menerima.

(35)

Sedang daerah penerima :

Sumatera : Rimbo Bujang, Sitiung, dan sebagainya. Kalimantan : Barat, dan Timur, dan sebagainya. Sulawesi : Tenggara dan Pulau-pulau lain.

Macam -macam transmigrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah : transmigrasi umum

transmigrasi spontan transmigrasi sektoral transmigrasi ABRI transmigrasi Bedol Desa.

Jndustrialisasi:

Industrialisasi mi diusahakan agar kebutuhan penduduk dapat dilayani secukupnya dengan cepat dan merata tetapi tidak mengurangi kualitas produksi, sehingga dapat mengurangi penderitaan, menaikkan taraf hidup mengurangi masalah-masalah sosial ekonomi. Penyebaran Industrialisasi: pembangunan industri sebaiknya dapat menyebar ke seluruh wilayah Indonesia sehingga dengan desentralisasi industri mi akan mendorong pembangunan di masing-masing daerah.

Keluarga Berencana

Keluarga Berencana telah diprogramkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1968, yang secara efektif baru berjalan mulai tahun 1970.

Sifat Pelaksanaan Program Keluarga Berencana adalah sukarela bagi pengikut/pesertanya. Tidak boleh ada paksaan dan Pemerintah maupun Petugas. Sebab mi diselaraskan dengan Falsafah Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Sarana Program Keluarga Berencana.

Adalah Masyarakat seluruh Indonesia/terutama rnereka pasangan suami isteri/keluarga baik di kotakota rnaupun di desa – desa.

Tujuan Program Keluarga Berencana

(36)

Mengurangi laju pertambahan penduduk, agar dapat seimbang antara pertambahan penduduk dengan produksi nasional.

Usaha Program Keluarga Berencana, meliputi Menjarangkan kelahiran

Pengobatan Kemandulan Nasihat Perkawinan.

Dengan Program Keluarga Berencana tersebut diharapkan agar Keluarga Berencana dapat membudaya bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan mencintai keluarga kecil yang bahagia sejahtera (Small family Size). Yakni jumlah anak sekitar 3 orang. Untuk mi maka perlu meningkatkan Program Keluarga Berencana Secara integral melalui berbagai pendidikan formal maupun non formal, dan organisasi-organisasi baik pemerintah maupun swasta.

(5) Pendidikan Kependudukan:

Peningkatan dan perluasan Pendidikan Kependudukan dapat melalui berbagai lembaga Pendidikan formal maupun non formal (di luar sekolah) dengan menggunakan dan memanfaatkan secara efisien dan efektif semua jenis saluran komunikasi dan mass media yang ada.

Maksud pelaksanaan Pendidikan Kependudukan adalah agar masyarakat ,iapat mengubah cara berpikir dan cara berpikir tradisional statis menuju cara berpikir yang rasional dinamis dan bertanggung jawab terhadap besar kedllnya keluarga dalam memanfaatkan masa produktifnya yakni dengan mencintai keluarga kecil yang berhahagia, sejahtera, tidak mencintai keluarga hesar yang tanpa bahagia.

Tujuan dan Pelaksanaan Program Pendidikan Kependudukan, secara garis besar adalah agar inasyarakat/ anak didik dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk secara cepat, serta tepat, serta segala akibatnya maupun dapat menghubungkan antara pertumbuhan penduduk tersebut dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dalam usaha mencapai kesejahteraan masyarakat. Maka mereka diharapkan dapat menyesuaikannya hal itu dalam kehidupan keluarga masyarakat bangsa dan manusia pada umumnya.

(37)

Migrasi adalah gejala gerak horizontal untuk pindah tern- pat tinggal dan pindahnya tidak terlalu dekat, melainkan, melintasi batas administrasi, pindah ke unit administrasi lain, misalnya kelurahan, kabupaten, kota atau negara. Dengan kata lain, migrasi merupakan perpindahan penduduk dan satu unit geografis ke unit geografis Iainnya. Unit geograf is dapat berarti suatu daerah administratif.

Ross Steele menyatakan bahwa migrasi meliputi perpindahan ke rumah sebelah yang jarak beberapa meter dan rumah lama, tetapi juga mencakup perpindahan ke negara lain yang jaraknya beribu-ribu kilometer (dalam Sunarto, 1985). Selanjutnya PBI3 menyatakan bahwa migrasi ialah suatu perpindahan tempat tinggal dan suatu unit

administratif he unit administratif lainnya (dalam Sunarto, 1985).

Konsep migrasi di atas mengandung pengertian sebagai perubahan tempat tinggal secara permanen, tidak

memberikan batasan pada jarak maupun sifat kepindahan tersebut. Usaha mengernbangkan konsep migrasi ternyata tidak menghasilkan suatu rumusan yang seragam. Satu hal yang tampaknya disepakati bersama adalah migrasi menyangkut perubahan tempat tinggal dan yang biasanya.

Di Indonesia konsep migrasi yang dipergunakan di antaranya yang dikemukakan oleh Biro Pusat Statistik dalam serisus penduduk tahun 1971 dan tahun 1980. Migrasi dalam hal mi diartikan sebagai perpindahan seseorang melewati batas propinsi lain dalam jangka waktu 6 bulan atau lebih. Namun demikian dijelaskan pula bahwa seseorang dikatakan telah melakukan migrasi apabila ia telah melakukan perpindahan kurang dan 6 bulan tetapi telah secara resmi pindah atau sebelumnya telah ada niatan untuk menetap di daerah tujuan.

Teori Migrasi.

Terdapat beberapa teoni secara khusus menjelaskan fenomena migrasi. Dua di antaranya dapat dikemukakan sebagai benikut

1) Teori Gravitasi

Ravenstain pada tahun 1889 telah menguraikan pendapatnya tentang fenomena migrasi yang disusun dalam hukum-hukum migrasi yang terkenal sampai sekarang.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut

Semakin jauh jarak, semakin berkurang volume migran. Teori mi kemudian dikenal dengan nama “distancedecaY theory”.

(38)

Wanita cenderung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya. Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi. Motif utama migrasi adalah ekonomi.

Pendapatan Ravenstein yang hampir satu abad yang lalu ternyata sampai sekarang masih relevan. Ravenstein dengan teon yang dikemukakannya, kemudian mendapatkan julukan “bapak migrasi”. Dan teori yang dikemukakannya kemudian berkembang berhagai teori gravitasi lainnya, dan pada dasarnya teori-teori migrasi yang lainnya merupakan pengembang.. an dan hukum-hukum yang dikemukakannya.

2) Teori Dorong — Tank (Push-Pull Theory)

Teori dorong-tanik dikemukakan pertama kali oleh Everett S. Lee pada tahun 1966. Dalam teorinya Lee

mengemukakan adanya 4 faktor yang berpengaruh terhadap seseorang dalam mengambil keputusan untuk bermigrasi yaitu:

a. Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal b. Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan c. Faktor-faktor rintangan

d. Faktor pribadi.

Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal maupun di daerah tujuan dapat bersifat positif artinya mempunyai daya dorong atau mempunyai sif at negatif artinya mempunyai daya penghambat.

Faktor-faktor yang bisa menjadi daya dorong, seperti : kerusakan sumber daya alam (erosi tanah, banjir, kekeringan, goncangan-goncangan iklim, pertentangan sosial, politik, agama). Adapun faktor-faktor yang mempunyai daya tank ialah penemuan sumber daya, misalnya: pertambangan, pendirian industri-industri, keadaan iklim dan lingkungan yang menyenangkan (kota peristirahatan di daerah pegunungan). Di sam- ping itu ada berbagai variabel yang mengakibatkan mignasi tarik dan migrasi dorong. Perubahan teknologi misalnya, menggalakkan bangkitnya industri di kota-kota besar yang menanik banyak buruh dan tenaga; sebaliknya hasil teknologi baru Seperti mekanisme pertanian, akan menyebabkan banyak pengangguran yang mendorong migrasi ke luar daerah pedesaan.

(39)

sering kambuh penyakit asmanya, 1a pergi pindah ke daerah pantai yang hawanya panas demi kesehatan jasmaninya. Ia merupakan migran fisiososial.

Orang yang dengan kehendak sendiri dan dengan motif tertentu, misalnya ingin mengembangkan bakat dan kemampu annya, pindah ke daerah lain, disebut migran primer. Jika isterinya dan anak-anaknya juga ikut pindah, meskipun mereka mungkin hanya ikut-ikutan disebut migran sekunder.

Selain jenis-jenis migrasi di atas, dikenal pula migrasi internal dan migrasi internasional. Migrasi internal terjadi antara dua unit geograf is da.Iani suatu negara. Jeni-jenis migrasi di atas pada dasarnya termasuk ke dalani migrasi internal. Migrasi nternasional terjadi antana negara-negara.

Dalani migrasi internasional selanjutnya dikenal konsep emigrasi dan imignasi. Ernigrasi adalah migrasi internasional dipandang dan negara asal atau penginim; pelakunya disebut emigran. Imignasi adalah migrasi internasional dipandang dan negara penerima atau negara tujuan; pelakunya disebut imigraSi.

Jelasnya besar kecilnya angka yang disebabkan oleh terjadinya perpindahan penduduk dan suatu negara/daerah ke negara/daerah lain, tiap senibu penduduk pada setiap tahun.

Rumusnya adalah :

JumlahMigrai dalam 1 tahun X 1000

Jumlah penduduk

Contoh:

Misalnya Negara Indonesia tahun 1979, terdapat perpindahan penduduk ke negara Malaysia sebanyak 690.000 orang.

Sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun itu 138.000.000 orang. Maka tingkat Migrasi adalah :

690.000

X 1000 = 5.

138.000.000

Jeni/Macam Migrasi

(40)

Antar negara, disebut emigrasi atau imigrasi. Kalau keluar ke negara lain disebut emigrasi, tetapi kalau masuk atau datang dan negara lain adalah iinigrasi. Untuk ini dapat dicari migrasi Nettonya yakni terjadi Emigrasi atau migrasi bagi negara yang bersangkutan.

Antar daerh (dalam satu negara), untuk mi apabila terjadi antar pulau dan akan bertempat tinggal larna (menetap) disebut : Transmigrasi. Antar daerah (dalam satu pulau dan Desa ke Kota) dise.. but: Urbanisasi.

Hal ini ada kecenderungan akan bertempat tinggal relatif lama.

Tetapi apabila perpindahan tersebut hanya antar daerah kota yang agak berdekatan dan hanya untuk beberapa han karena suatu sebab seperti berdagang, itu disebut Mobiisasi.

Sebab-sebab perpindahan penduduk:

Alasan ekonomi.

Perpindahan suatu bangsa mi disebabkan karena daerah atau negaranya sendiri sudah tidak memberikan

kemungkinan kehidupan yang baik. Oleh karena itu kepergiannya dalam usaha untuk mencani kehidupan yang lebih baik. Dalani hal mi ada yang bersifat sernentara dan ada yang bersifat lama (mungkin menetap) yang mi pada umumnya sebagai penyebab terjadinya transmigrasi dan atau urbanisasi.

Alasan politik.

Pada suatu negara sering terdapat pergolakan politik kenegaraan. sehingga banyak penduduk yang tak setuju dengan pergolakan politik tersebut, maka mereka melakukan perpindahan: ke negara lain.

Misalnya: perpindahan pendud uk (pengungsi) Vietnam pada akhir tahun 1979 – 1980. Alasan agama

Karena alasan kehidupan beragama yang tidak bebas menyebabkan terjadinya gerakan penduduk ke daerah lain untuk mencari kesesuaian dan ketenteraman hidupnya. Dalam hal perpindahan penduduk tersebut pada urnumnya menimbulkan masalah baru yaitu dalam penyesuaian daripada tempat yang baru, baik itu yang bersif at internasional maupun nasional/lokal.Dan uraian-uraiafl di atas dapat dirumuskan pertambahan penduduk sebagai berikut

P = (f — m) + (e — i), yang berarti : P = Pertambahan Penduduk

(41)

m = mortalitas e = emigrasi i = imigrasi.

2. PEMBAGIAN KERIJA DALAM MASYARAKAT

Meskipun teknologi baru di bidang pertanian, seperti:pupuk, bibit unggul, insektisida, dan lain-lain telah memperluas kesempatan kerja kepada masyanakat tetapi belum juga mampu menyerap pertambahan tenaga kerja, akibat

pertumbuhan pendduk melaju dengan cepat. Dengan demikian dapat dimengerti, mengapa anus urbanisasi berjalan terus menerus dan tak mungkin dapat dihindani. Dalam anus urbanisasi yang paling banyak terlibat ialah golongan usia muda, karena secara obyektif mereka mencita-citakan perbaikan hidup di masa mendatang yang panjang dan disertai dengan keberanian mengambil resiko. Menurut catatan sensus 1971, penduduk yang tinggal di desa ada 82,6%, sisanya yakni 17,4% ada di perkotaan. Namun akumulasi modal dalam pembangunan mi bertumpuk di perkotaan; niisalnya sampai Maret 1974, 34% sendiri ada di Jakarta (Said Rush dan Dakljoeni, 1981).

Dengan adanya komunikasi dan transportasi yang lancar menjadikan orang desa peka terhadap perkembangan kota dan mi mendorong urbanisasi. Angka-angka tentang pembagian kerja (mata pencarian) menurut statistik erhihat dalam tabel berikut mi:

Angka-angka di atas akan berubah bersarna lajunya pertam. bahan penduduk dan pembangunan. Demikian pula persaingan ketat akan terjadi dalam upaya memperoleh kesempatan kerja. Bagaimanapun dalam memperoleh kesempatan kerja kita tidak bisa mengelak dan persaingan atau pertentangan-pertentangan, sebab kesempatan kerja yang diperoleh itu merupakan modal hidup untuk masa kini dan akan datang. Setiap orang berusaha mencari suatu pekerjaan pada hakikatnya adalah tintuk memperoleh kelayakaxi hidup di dalam keluarganya. Oleh sebab itu pertumbuhan keseinpatan kerja dalam masyarakat akan senant lasa beruFhh-ubah. Sebagai contoh pertumbuhan kesempatan kerja terlihat dalam tabel di bawah ini

(42)

Di samping itu belum lagi terhitung angka pengangguran. Para pengangguran yang tercatat sekarang mi, di tingkat kota besarnya 6,3% dan di pedesaan 1% (Daidjoeni, 1981).

Konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan akibat bertambahnya jumlah penduduk adalah lahirnya tenaga kerja. Besar kecilnya angkatan kerja sangat tergantung pada tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortahitas). Semakin tinggi tingkat kelahiran dan rendahnya tingkat kematian maka ketersediaan tenaga kerja cenderung

meningkat.

Masalahnya, sejauh mana kesempatan kerja tersedia untuk menampung tenaga kerja yang melimpah. A.pa yang terlihat selama in perluasan kesempatan kerja itu berjalan seret, tidak dapat mengimbangi Iajuriya kenaikan jumlah tenaga kerja sehingga tidak dapat dihindarkan munculnya kaum penganggur, bila yang sifatnya terbuka maupun tersembunyi.

Dan hasil Sensus Penduduk di indonesia tahun 19711 diketahui bahwa besarnya angkatan kerja (labor face) adalah 41,3 juta orang yang terdiri dan 27,6juta laki-laki dan 13,7ju- ta perempuan. Dan angkatan keija mi 37,6 juta sedang bekerja dan 3,6 juta persen dan seluruh angkatan kerja atau 4,5 per- Sen dan seluruh penduduk berumur 10 tahun ke atas (usia minimal golongan bekerja menurut sensus penduduk tahun

1971).

Dalam Repelita Ill angkatan kerja Indonesia diperkirakan meningkat antara 2,5 —- 2,6 persen tiap tahun. Laju pertumbuhan penduduk pada waktu itu sekitar 2,3 — 2,4 persen tiap tahun, berarti berada di bawah angka peningkatan angkatan kerja.

Sensus penduduk tahun 1980 ternyata hasilnya tidak jauh berbeda dan keadaan di atas, bahwa laju pertumbuhan angkatan kerja lebih tinggi dan laju pertumbuhan penduduk.

Dan tabel berikut terlihat bahwa angkatan kerja meningkat dan 41,26 juta pada tahun 1971 menjadi 52,43 juta pada tahun 1980. Berarti selama selang waktu 9 tahun terjadi kenaikan sebesar 27 persen angkatan kerja, atau dihitung menurut angka eksponensial terdapat pertumbuhan sebesar 2,7 persen per tahun, melebihi pertumbuhan penduduk untuk kurun waktu yang sama yaitu 23 persen per tahun.

Tidak tertampungnya angkatan kerja secara penuh dapat terlihat dan besarnya jumlah pengangguran terbuka pada ma sing-masing tahun serisus tersehut, yaitu 2,2 juta tahun 1971 dan 1,7 juta tahun 1980.

(43)

KurangnYa kesempatan kerja tersedia tidak lepas dan struktur perekonomian Indonesia yang untuk sebagian besar masib tergantung pada sektor pertanian. Sektor mi nyatanya tidak dapat tumbuh dengan cukup pesat untuk dapat menyerap angkatan kerja yang besar itu. Akibat timbulnya kekurangan kesempatan kerja secara umum, rendahnya produktivitas serta rendahnya pendapatan masyarakat. Gambaran ml lebih jelas terjadi di pulau Jawa — Madura, di mana pertambahan penduduk memberikan tekanan yang cukup berat terhadap sektor pertanian, sehingga Geertz mensinyalir terjadinya Involusi Pert.anian di wilayah Jawa Madura.1

Untuk memecahkan tantangan tekanan angkatan kerja mi diperlukan usaha-usaha penciptaafl kesempatan kerja yang Sumber : Hananto Sigit, Perkembangan Sektoral dan Cr1 Informal Kesempatan Kerja di Indonesia, Forum Siatistik No. 2 Tahun II Desember 1982, halaman 10 diolah.

KurangnYa kesempatan kerja tersedia tidak lepas dan struktur perekonomian Indonesia yang untuk sebagian besar masib tergantung pada sektor pertanian. Sektor mi nyatanya tidak dapat tumbuh dengan cukup pesat untuk dapat menyerap angkatan kerja yang besar itu. Akibat timbulnya kekurangan kesempatan kerja secara umum, rendahnya produktivitas serta rendahnya pendapatan masyarakat. Gambaran ml lebih jelas terjadi di pulau Jawa — Madura, di mana pertambahan penduduk memberikan tekanan yang cukup berat terhadap sektor pertanian, sehingga Geertz mensinyalir terjadinya Involusi Pert.anian di wilayah Jawa Madura.1

Untuk memecahkan tantangan tekanan angkatan kerja mi diperlukan usaha-usaha penciptaafl kesempatan kerja yang Permasalahan kepend udukan Indonesia selalu dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi dan

penyebarannya tidak merata. Pulau Jawa yang luasnya hampir 7 persen dan luas seluruh daratan Indonesia,

memberikan lebih dan dua pertiga penduduk Indonesia. Hanya 17 persen penduduk tinggal di Sumatera yang luasnya 25 persen dan Luas Indonesia, Sedang Kalimantan dengan luas 28 persen hanya didiami 4 per- sen penduduk Indonesia.’ Pada tahun 1971, Jawa saja menampung penduduk sebesar 76 juta jiwa dengan kepadatan penduduk pedesaan yang lebih dan 500 orang tiap kilo meter per segi. Lebih dan 25 persen dan seluruh kabupaten di Jawa punya kepadatan pedesaan yang melampaui 700 orang tiap kilo meter persegi. Di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kepadatannya hahkan lebih dan seribu.2

Angka-angka di atas cIapat menjelaskan sern pitnva ruang gerak di daerah pedesaan yang dapat menjamin

Gambar

TABEL I
Tabel 4 : Jumlah Penduduk, luas tanah dan kepadatan Penduduk Indonesia menurut Sensus Penduduk 1971.
Tabel 7 : Produksi Perkapita dan tingkat Penduduk di beberapa Negara Asia.Pertambahan

Referensi

Dokumen terkait

memahami dan menghayati berbagai kenyataan yang diwujudkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat ,Mengkaji pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial, Mengkaji

Sosiologi juga memberikan sumbangan dalam menangani pergerakan-pergerakan sosial (social movement), seperti perpindahan penduduk ke suatu tempat yan baru; perubahan

Persoalan putra daerah yang diatasnamakan pembedaan identitas antara penduduk pribumi dan penduduk pendatang rentan untuk memunculkan hegemoni sosial dan juga

adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup.  Serangkaian tindakan berpola

Membahas mengenai kondisi geografi, pemerintahan dan iklim secara umum di Kabupaten Selayar, kondisi demografi, aksesbilitas penduduk, infrastruktur publik masyarakat yang

Indonesia merupakan merupakan negara yang masyarakatnya majemuk, terdiri dari berbagai suku, ras, adat-istiadat, golongan, kelompok dan agama. Kondisi tersebut

Di Malaysia, penduduk pribumi dari keturunan Minang, Jawa, Aceh, Bugis, Mandailing, dll, yang bertutur dalam bahasa Melayu, beragama Islam dan mengikuti adat istiadat

Yaitu pertama, terdapatnya seorang atau beberapa orang asing yang beragama Islam di suatu daerah tertentu, kedua; terdapatnya seorang atau beberapa orang penduduk lokal yang telah