• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa antara yang Menggunakan Media

HEAD TOGETHER ) TERHADAP PROGRAM BELAJAR BERCERITA PADA ANAK USIA DIN

HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa antara yang Menggunakan Media

Pembelajaran CNC dan yang Tidak Menggunakan Media Pembelajaran CNC

Hasil uji hipotesis dengan uji Tdapat dilihat pada Tabel 1. Output Model Summary

sebagai berikut:

Tabel 1. Output Model Summary Independent Samples Test Levene's

Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig . t df Si g. (2- tai led ) Mean Differen ce Std . Err or Dif fer enc e 95% Confidence Interval of the Difference Low er Upp er N IL A I M A H A SI S W A E qu al va ri an ce s as su m ed 2.11 8 .15 4 6.68 4 36 .00 0 20.789 3.1 10 14.4 82 27.0 97 E qu al va ri an ce s no t as su m ed 6.68 4 27.1 92 .00 0 20.789 3.1 10 14.4 10 27.1 69 Group Statistics

GROUP N Mean Std. Deviation

Std. Error Mean NILAI MAHA SISWA EKSPERIM EN 19 74.53 6.293 1.444 KONTROL 19 53.74 12.009 2.755

Untuk uji-t dua sampel independen,

dilakukan uji hipotesis Levene‘s Test untuk

mengetahui apakah asumsi kedua varian sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesis: H0 : = terhadap H1 :

≠ di mana = variance group 1 dan

= variance group 2. Dari hasil Levene‘s

Test didapat p-value = 0,154 lebih besar dari

α = 0,05 sehingga H0 : = tidak dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua

varians sama besar (equal variances

assumed) terpenuhi. Karena hasil Levene‘s Test di atas menyatakan bahwa asumsi kedua variance sama besar (equal variances assumed) terpenuhi; maka kita menggunakan hasil uji-t dua sampel independen dengan

asumsi kedua variance sama (equal

variances assumed) untuk hipotesis H0 : µ1 <

µ2 terhadap H1 : µ1 > µ2 yang memberikan

nilai t = 6,684 dengan derajat kebebasan n1 + n2 – 2 = 19+19-2 = 36 dan p-value (2- tailed) = 0,000. Karena kita melakukan uji hipotesis satu sisi (one tailed) H1 : µ1 > µ2 ,

maka nilai p-value (2-tailed) harus dibagi dua menjadi 0,000/2 = 0,000. Karena p-

value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 maka

H0 : µ1 < µ2 ditolak. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa rata-rata nilai mahasiswa kelas eksperimen lebih baik atau lebih besar

nilainya dibandingkan rata-rata nilai

mahasiswa kelas kontrol.

Adanya perbedaan nilai tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran turut berperan dalam meningkatkan kualitas

hasil belajar mahasiswa. Proses

pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan dikarenakan banyak faktor yang

berpengaruh, salah satunya adalah

2011). Sementara, Qiyun & Sum (2003)

mengatakan bahwa ―…media is that they are the means or equip-ment that transmit information from the sender to the receiver. In the context of education, me-dia is usually defined as instructional facilities that carry messages to learners‖. Dapat diartikan bahwa media merupakan sarana yang memberikan pesan kepada peserta didik atau menghubungkan informasi dari guru kepada siswa. Lebih lanjut disampaikan bahwa media dalam bentuk presentasi, meliputi: tulisan, gambar, suara, animasi dan video. Dengan demikian, penggunaan media tentu

berkontribusi positif terhadap proses

pembelajaran dan hasil pembelajaran

khususnya hasil belajar.

Selanjutnya adapun manfaat dari media pembelajaran, Kemp & Dayton (1985) menyebutkan manfaat daripada media pembelajaran yaitu: (1) penyampaian pengajaran bisa lebih standar; (2) pengajaran lebih menarik; (3) proses belajar menjadi lebih interaktif; (4) waktu penyampaian materi lebih singkat; (5) kualitas pengajaran menjadi meningkat; (6) pengajaran dapat dilakukan kapan dan dimana diinginkan serta dibutuhkan; (7) sikap positif siswa terhadap apa yang dipelajari dapat diting- katkan; serta (8) dapat mengubah peran positif guru. Selain itu juga dikatakan untuk memotivasi serta membangkitkan kemauan bertindak.

Sesuai dengan temuan Smith and

Ragan dkk (dalam Balazinski &

Przybylo,2005) yaitu pembelajaran dengan multimedia lebih efektif dan lebih efisien

dari pembelajaran konvensional.

Ditambahkan pula oleh Aksoy (2012) menyatakan bahwa metode animasi lebih

efektif daripada metode pengajaran secara tradisional dalam menaikkan hasil belajar siswa. Sementara itu, Mayer & Moreno (2002) mengemukakan bahwa animasi dapat

menaikkan pemahaman siswa ketika

digunakan secara konsisten sesuai teori kognitif pada pembelajaran multimedia.

Pendapat tersebut memperkuat asumsi

bahwa proses pembelajaran dengan

menggunakan media khususnya media

animasi, dimana dapat memberikan

kemudahan pema-haman siswa, sehingga mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa.

Berkaitan dengan hasil belajar

sebagai dampak adanya proses

pembelajaran, maka terjadinya perubahan perilaku ataupun peningkatan pemahaman pengetahuan dan pengalaman merupakan

sebuah hasil belajar. Klein (2002)

mengatakan bahwa ―learning can be defined as an experiential process resulting in a relatively permanent change in behavior that canot be explained by temporary states, maturation, on innate response tendencies‖.

Pendapat ini sesuai dengan yang

disampaikan Sugihartono, dkk (2007) bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh penge-tahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar merupakan dampak dari segala proses memperoleh pengetahuan, hasil dari latihan, hasil dari proses perubahan tingkah laku yang dapat diukur baik melalui tes perilaku, tes kemampuan kognitif, maupun tes psikomotorik.

Sementara menurut Djamarah (2008); Sugihartono,dkk. (2007); Arikunto (2008); dan Baharuddin & Esa (2010), hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokkan menjadi dua yakni bersumber dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar siswa (eksternal). Faktor internal terdiri dari faktor jasmaniah dan faktor psikologis yang di dalamnya

termasuk motivasi, sedangkan faktor

eksternal terbagi atas: lingkungan sosial

keluarga, lingkungan sosial sekolah,

lingkungan sosial masyarakat, lingkungan alamiah, serta instrumentasi pembelajaran. Berkaitan dengan faktor instrumentasi yang ikut mempengaruhi hasil belajar peserta didik, maka dalam konteks pembelajaran, media pembelajaran turut mempengaruhi

hasil belajar peserta didik. Media

pembelajaran yang merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menanamkan pengetahuan, sikap maupun keterampilan, berkontribusi terhadap hasil belajar yang akan dicapai.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Hasil dari produk media pembelajaran mesin CNC PU 3A Milling dengan sistem Fanuc

ini mempunyai kelebihan diantaranya dapat membantu pemahaman mahasiswa secara

individual (individual learning),

meningkatkan motivasi dan perhatian

mahasiswa untuk belajar materi mesin CNC PU 3A Milling dengan sistem Fanuc, serta media pembelajaran menggunakan CD sangat fleksibel dapat dipelajari dimana saja

dan kapan saja dengan syarat memiliki

komputer yang terdapat DVD player

sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus; 2) hasil analisis menggunakan uji T menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai p-value 0,000.

DAFTAR RUJUKAN

Aksoy, G. (2012). The Effects of Animation Technique on the 7th Grade Science and Technology Course. Journal of Scientific Research. 3(3): 304-308.

Arikunto, S. 2008. Prosedur

Penelitian.Jakarta: Bumi Aksara

Baharuddin & Esa Nur Wahyuni. (2010).

Teori Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: Ar –Ruzz Media.

Balazinski, M. & Przybylo, A. (2005). Teaching manufacturing processes using computer animation, Journal of Manufacturing Sistem. 2005. 24(3): 237-246.

Djamarah, Syaiful Bahri. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Husamah. (2014). Pembelajaran Bauran

(Blended Learning). Jakarta: Prestasi Pustaka.

Johan, R.C. (2010). Pembelajaran Berbasis

Komputer, (Online),

(http://kurtek.upi.edu/tik/?p=hakikat), diakses 23 Juni 2015.

Kemp, J. E. & Dayton, D. K. (1985).

Planning & producing instructional media (5th ed.). New York: Harper & Row, Publishers.

Klein, S. B. (2002). Learning: principles and applications (4th ed.). New York: McGraw-Hill Higer Education. Kusairi, S. (2011). Implementasi Blended

Learning. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Blended Learning tanggal 13 November 2011 di Universitas Negeri Malang.

Mayer, R. E. & Moreno, R. (2002). Animation as an aid multimedia

learning. educational psychology

review. 14(1): 210-218.

Qiyun, Wang & Sum, Cheung Wing. (2003).

Designing Hypermedia Learning

Environments in Tan Seng Chee & Wong, Angela.F.L. (Eds.). Teaching and learning with technology: an

asia-pasific perspective (pages: 216- 231). Singapore: Prentice Hall.

Permadi, Luchyto Chandra. 2014.

Pengembangan Media Pembelajaran pada CNC PU3A Milling Sistem Fanuc Menggunakan Program Flash Di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: UM.

Ruhimat, Toto dkk. (2011). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Sonhadji, Ahmad. (2012). Manusia,

Teknologi, dan Pendidikan Menuju

Peradaban Baru. Malang:

Universitas Negeri Malang.

Sadiman, Arief. (2010). Media Pendidikan, Pengembangan dan Pemanfatannya. Jakarta: Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi

pendidikan. Yogyakarta : UNY Press.

Sunanuddin, Mukti Nur. (2013).

Pengembangan Media Pembelajaran Matakuliah

CNC Lanjut PU 2A Bubut (Turning) Berbasis Multimedia Interaktif Pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang.

Prosiding Seminar Nasional Tahun 2016

―Pengembangan Profesionalisme Guru Dan Dosen Indonesia‖

Malang, 07 Mei 2016

IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION USING QUESTION