PERKEMBANGAN KARYA KONGREGASI ADM DI INDONESIA
B. Perkembangan Jumlah Anggota Tahun 1988 – 2002 1.Tahap dan Pembinaan dalam Kongregasi
2. Perkembangan Jumlah Suster-Suster Amalkasih Darah Mulia
Para suster datang pertama kali di Indonesia, dimulai dengan 6 orang suster
dari Eropa sebagai perintis; Sr. Amanda, Sr. Teresa, Sr. Egidia, Sr. Romana dan Sr.
Salome. Pada tahun 1937, datang Sr. Cleopha dan Sr. Alena, meskipun sebelumnya
telah datang Sr. Yulita pada tahun 1935, namun kembali lagi ke Nederland pada
tahun 1938 karena sakit. Pada tahun 1938, datang dua orang suster lagi; Sr. Celine
dan Sr. Philothea, sehingga jumlah mereka pada tahun 1938 berjumlah 10 suster.
Pada tahun 1967, kongregasi memiliki 19 orang postulan yang sudah tinggal di
Novisiat. Lambat laun jumlah anggota kongregasi bertambah, baik yang berasal dari
pulau Jawa maupun luar Jawa (Sumba) untuk tahun 1987-1990: jumlah calon yang
masuk biara 33 calon, meninggalkan kongregasi pada tahun 1987: 4 orang novis119
Pada tahun 1988, ada 9 anggota, 8 postulan dan 1 novis, pada tahun 1989 ada
seorang postulan. Jumlah yang meninggalkan kongregasi 14 orang, berarti pada
119
tahun 1987-1990 kongregasi memiliki calon anggota 19 orang. Terdiri dari 4
postulan, 9 Novis, dan 6 Novis II. Dari data selama tiga tahun tersebut, tahun
1987-1990, penambahan suster setiap tahunnya rata-rata 3, jumlah suster pada tahun
tersebut 98 suster. Tahun 1993, jumlah suster dalam kongregasi 116 suster, terdiri 68
suster kaul kekal, 24 suster kaul sementara, 10 Novis tahun II, 7 Novis tahun I dan 7
postulan.120 Selama tiga tahun terdapat penambahan suster sebanyak 75, terdiri 4
suster kaul kekal, 19 orang suster kaul sementara, 11 suster Novis tahun II, 17 suster
Novis tahun I dan 24 postulan (lihat tabel pada lampiran hlm 203 )
Secara ringkas :
Jumlah suster pada tahun 1993 : 116 suster Masuk kongregasi tahun 1993 –1996 : 75 suster
191 suster
Keluar kongregasi tahun 1993 – 1996 : 69 suster Jumlah suster pada tahun 1996 : 122 suster 121
Untuk data perkembangan selama 10 tahun, dari tahun 1993 – 2003, dalam
hal ini yang akan dilihat adalah jumlah postulan yang masuk (lihat tabel pada
lampiran). Jumlah anggota baru (postulan) yang masuk dibandingkan dengan yang
keluar adalah 8 orang untuk selama 10 tahun, sedangkan untuk selama 3 tahun,
kurang lebih penambahan berjumlah 2-3 suster. Berarti selama 10 tahun,
penambahan jumlah anggota kongregasi tetap sama yaitu kurang lebih 2-3 calon.
Penambahan jumlah ini sudah dibandingkan dengan jumlah anggota yang keluar.
120
Laporan Pertanggungjawaban Provinsi Rukun Hidup & Rukun Karya Suster-Suster ADM thn 1996.
121
Lampiran Laporan pertanggungjawaban Provinsi Rukun Hidup Suster-Suster ADM periode 1993-1996, hlm. 16 dan 27
Meskipun kongregasi hanya mengalami sedikit perkembangan dalam hal
jumlah anggota, namun kongregasi tetap mempertahankan kualitas/mutu seleksi awal
ketika calon akan masuk kongregasi, supaya seperti yang dikatakan oleh Rm. F.
Mardi Prasetya, SJ dalam bukunya Psikologi hidup rohani, “Masa depan tarekat
tergantung pada kualitas anggota-anggotanya”. Maka Tim Pembina dalam hal ini
yang ditunjuk oleh kongregasi selalu memperbaharui tes seleksi calon ini. Berikut
disampaikan kriteria untuk seleksi calon:
1. Perlunya mengenal panggilan
Seleksi sebagai suatu proses discerment, dimana kehendak Allah atas diri
calon ditemukan melalui proses pembedaan roh, merupakan sesuatu yang penting
pada setiap tahap pembinaan. Hal ini sekaligus juga membantu calon agar ia
menemukan dirinya, entah ia dipanggil dalam kongregasi ADM entah tidak.
Syarat dan prasyarat panggilan religius ADM : 122
a. Panggilan yang berasal dari inisiatif Allah dIbuktikan dengan jawaban calon
dan antusiasmenya/semangatnya yang berkorban untuk menjawab panggilan
tersebut.
b. Bebas dari segala paksaan dalam menjawab panggilan ini.
c. Mempunyai benih-benih rohani dan kerasulan dan motivasinya.
122
Laporan Pembinaan Suster-Suster ADM tahun 1999-2002. Untuk syarat masuk dalam kongregasi juga mengalami perkembangan, misalnya kongregasi menerima calon yang pernah masuk dalam tarekat lain, sementara dalam Kapitel 1990 dirumuskan mengenai surat keterangan belum pernah masuk kongregasi lain.
d. Rasa tertarik untuk mengikuti Kristus Penebus yang mencintai Allah Bapa
dan manusia sampai pada salib; mengikuti semangat Caritas Christi
Crucifixa.
e. Pribadi memiliki benih-benih keutamaan ADM.
f. Pribadi cukup ketersediaan untuk berubah.
Seorang pribadi yang berkualitas ADM memiliki :
a. Identitas Diri ADM :
1. Membangun mistik afektif dan mistik penghamban.
2. Menghayati anugerah daya kekuatan cinta Kristus tersalib seperti Ibu
Seraphine.
3. Ekaristi menjadi pusat hidup.
4. Percaya pada penyelenggaraan Ilahi.
5. Menemukan inspirasi dalam kontemplasi serta penyembahan terhadap Kristus
yang menebus dunia dengan Darah-Nya.
6. Menghayati Penghormatan kepada Santa Maria Ibu Penebus, Ibu Duka Cita
yang berdiri di bawah salib sebagai peserta pertama dalam Penebusan.
7. Tabah dan bertahan dalam kesulitan, dan tidak mudah putus asa.
b. Relasi ADM :
1. Menghargai sesama.
2. Terbuka bagi kebutuhan zaman/situasi.
3. Berpihak pada mereka yang darahnya tercurah sia-sia. Masyarakat korban.
4. Sikap gembira, total dan dengan bebas menanggapi cinta Kristus untuk
5. Mengampuni dan memberi kesempatan untuk mulai baru.
6. Hidup dalam kasih persaudaraan yang inklusif.
c. Tindakan ADM :
1. Sederhana dan bersahaja serta jujur.
2. Dalam semangat cinta kasih dan Darah Anak Domba ikut mengambil bagian
dalam pencurahan Darah Kristus untuk memperoleh keselamatan, penebusan,
pembebasan dan pengudusan diri sendiri dan sesama.
3. Siap dan rela sedia : kerja keras dan berjerih lelah.
4. Berani berkorban.
5. Kuat dan berani memberanikan diri dalam cinta kepada Tuhan dan sesama.
2. Syarat-syarat untuk calon :
a. Surat permandian dan penguatan
b. Surat status bebas (keterangan belum menikah)
c. Surat keterangan Pastor Paroki
d. Surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa calon sehat badan dan jiwa.
e. Akte kelahiran/surat kelahiran
f. Rapor-rapor sekolah, STTB dan sertifikat-sertifikat lain yang dimilikinya.
g. Surat keterangan pimpinan tertinggi bagi yang pernah diterima dalam
Lembaga Hidup Bakti atau dalam suatu serikat kerasulan.
h. Riwayat hidup dan data-data pribadi yang ditulis tangan.
Catatan :
1.Walaupun semua dokumen ini dituntut oleh Kitab Hukum Kanonik sebelum
penerimaan ke dalam Novisiat, namun biasanya dokumen-dokumen tersebut
sudah diserahkan sebelum penerimaan ke dalam masa Postulat.
2.Setelah Pemimpin Provinsi dan Dewannya sepakat untuk memberi izin untuk
diterima ke dalam Postulat, disampaikanlah kepada Calon tentang tanggal dan
syarat-syarat untuk masuk.
Demikian, perkembangan jumlah anggota, dalam hal ini yang berkaitan
dengan pembinaan, juga mengalami perkembangan, sesuai dengan tuntutan jaman
yang berubah.