BAB III PERKEMBANGAN PERGURUAN KRISTEN METHODIST
3.2. Perkembangan Managemen
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Maka dari itu Perguruan Methodist Lubuk Pakam mengkoordinasikan pendidikan untuk meningkatkan minat belajar siswa – siswi dengan lebih baik lagi setiap tahunnya.
16 Wawancara, Arifin di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tanggal 10 Agustus 2020
Dalam managemen berorientasi pada siswa, pengelolaan sekolah diarahkan untuk menjawab kebutuhan pasar, kebutuhan pengguna jasa pendidikan yang dihasilkan oleh sekolah. Oleh karena itu masyarakat pengguna jasa sekolah sangat bervariasi, sedangkan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional, maka proses belajar di sekolah harus dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Penegelolaan sekolah secara efektif sekolah sebagai lembaga pendidikan, pengelolaannya dapat dilakukan secara efektif dengan menggunakan asumsi dasar keberhasilan sekolah yang efektif.
Beberapa pengelolaan managemen di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk pakam yang efektif antara lain :
a. Adanya standar harapan yang tinggi
Para pengelola di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam termasuk guru perlu selalu memiliki standar harapan yang tinggi terhadap prestasi belajar anak. Prinsip ini mendasari pendidik dengan sikap berfikir positif bahwa setiap anak berpeluang untuk berprestasi tinggi. Dengan menaruh harapan positif maka guru dan pengelola sekolah akan selalu berusaha memberikan bimbingan dan motivasi terhadap siswa - siswi. Berbeda dengan sikap yang negatif dimana beranggapan bahwa siswa - siswi itu malas, bodoh, dan lain – lain sehingga semakin mempertebal semangan guru untuk tidak berusaha seoptimal mungkin dalam mendidik anak.
b. Menciptakan keamanan dan keteraturan lingkungan lingkungan belajar
Agar pelaksanaan pendidkan di sekolah berjalan tertib perlu diciptakan suasana sekolah yang aman dan teratur. Suasana aman dapat ditandai dengan siswa merasa betah di sekolah, bebas tanpa tekanan. Secara fisik aman dari gangguan dari orang – orang berniat jahat. Suasana sekolah merangsang siswa – siswi, guru dan staf pegawai untuk berprestasi, dan bagi mereka yang berprestasi diberikan penghargaan.
Di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam perlu tertib dan teratur,
perlu ada peraturan yang mengatur hubungan antara siswa - siswi dengan guru dan pegawai lainnya, hubungan antara guru dengan kepala sekolah, hubungan antara guru dan orang tua bahkan hubungan antar siswa dengan siswa. Dengan demikian diharapkan akan tumbuh kedisiplinan dan menegakkannya baik dalam belajar mengajar maupun dalam tugas – tugas lainnya.
c. Merumuskan tujuan yang jelas
Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam juga menjabarkan tujuan kelembagaannya secara jelas (Visi dan Misi). Seperangkat tujuan tersebut agar dijabarkan kedalam program sehingga fokus pencapaiannya jelas. Dengan penuangan tujuan secara transparan dapat diupayakan perbaikan terhadap tujuan – tujuan yang belum dapat dicapai dan peningkatan program terhadap tujuan yang sudah berhasil.
d. Kepemimpinan yang kuat dan dinamis
Keberhasilan Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam sangat ditunjang oleh hadirnya kepemimpinan yang kuat. Ciri – ciri kepemimpinan ini antara lain :
1. Memiliki Visi 2. Disiplin 3. Konsisten
4. Teladan bagi yang lain 5. Support (memberi dorongan)
6. Penghargaan terhadap yang berprestasi (staf, guru dan siswa) e. Memonitor kemajuan siswa
Secara terus menerus Kepala Sekolah bersama guru perlu melakukan evaluasi dan pemantauan atas kemajuan dan prestasi belajar siswa - siswi. Di samping itu evaluasi dan pemantauan secara keseluruhan dilaksanakan oleh pengelola (Kepala sekolah) terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada guru dan kepada Kepala Sekolah atas amanah kepemimpinan serta manajemen secara keseluruhan dengan mengingat besar kecilnya sasaran.
f. Pengembangan guru dan staf
Peningkatan mutu guru dan staf terus menerus diupayakan karena kesadaran adanya tuntutan dunia luar (pasar) dan perkembangan aspirasi masyarakat, serta pengamatan lingkungan dan pendidikan yang baik. Dalam kaitan itu pengembangan mutu guru dan staf disamping melalui pelatihan, penataran, juga diupayakan dengan kunjungan studi banding, maupun seminar.
Dalam perkembangannya, manajemen pendidikan memerlukan Good Management Practice untuk pengelolaannya. Banyak penyelenggaraan pendidikan
yang beranggapan bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang penting.
Pada awalnya managemen pendidikan di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Lubuk Pakam yaitu :
1. Belum tersedianya dokumen kurikulum belum lengkap baik berupa silabus, RPP, maupun perangkat evaluasi/ penilaian seiring bergantinya tahun dokumen kurikulum sekolah mulai lengkap.
2. Masih kurang optimalnya fungsi dan peran Tim Pengembangan sekolah dikarenakan minimnya tingkat pengembangan sekolah dan seiring bergantinya tahun pengembangan sekolah mulai optimal dalam fungsi dan perannya.
3. Masih adanya beberapa guru yang kurang mampu memanfaatkan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif dan semakin berkembangnya teknologi maka metode pembelajaran mampu dimanfaatkan oleh guru – guru.
4. Masih kurangnya optimal SDM guru maupun tenaga pelaksana Tatausaha dalam bekerja dikarenakan masih kurangnya tenaga pengajar dan pegawai didalam sekolah tetapi seiring berkembangnya sekolah tersebut guru – guru dan pegawai mulai bertambah.
5. Masih terdapatnya sebagian kecil guru yang berkualifikasi pendidikan DIII pada awal pembentukan sekolah dan setelah berkembangnya sekolah maka sekolah menetapkan guru berkualifikasi pendidikannya minimal jenjang S1.
6. Masih menyatunya gedung laboratorium Fisika dan Biologi dengan Laboratorium Kimia (Lab. IPA).
7. Terbatasnya dana untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah.
8. Masih lemahnya sistem pengelolaan informasi kepada masyarakat karena pada awalnya sekolah hanya baru menerima beberapa siswa - siswi mulai dari beberapa jemaat gereja Methodist Lubuk Pakam saja barulah setelah berkembangnya Perguruan Methodist Lubuk Pakam ini barulah ada beberapa siswa-siswi di luar dari gereja Methodist Lubuk Pakam mendaftar ke sekolah tersebut bahkan ada siswa – siswi yang pindahan dari sekolah lain.
9. Masih terbatasnya ketersediaan dana untuk pengembangan sekolah karna dana masih sangat minim untuk mengembangkan sekolah maka daripada itu pihak yang terlibat dalam proses pembangunan sekolah mencari dana kembali untuk mengembangkan Perguruan Methodist tersebut lebih baik lagi maka setelah terkumpulnya dana Perguruan Kristen Methodist Indonesia Lubuk Pakam dapat digunakan dengan baik dan nyaman.17
17 Wawancara, Sangap Ginting di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tanggal 9 Agustus 2020