BAB II SEJARAH PERGURUAN KRISTEN METHODIST INDONESIA
2.3. Berdirinya Perguruan Kristen Methodist di Lubuk Pakam…
2.3.3. Sumber Dana
Sumber dana untuk pembangunan gedung sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam berasal dari beberapa pihak yang terlibat untuk membantu dan mengembangkan sekolah. Berdasarkan hasil wawancara yang penulis dengan beberapa informan diketahui telah dilakukannya rapat Majelis tertanggal 27 September 1967, membicarakan tentang pencarian dana sebesar Rp. 170.000.000 untuk membeli tanah bagi pertapakkan gedung gereja yang terletak dijalan Cik Ditiro Lubuk Pakam. Tidak memakan waktu terlalu lama pembangunan gedung gereja sudah dapat dimulai, tetapi dana yang diperoleh tidak memadai dan boleh dikatakan
11 Jakub Bariman, Sejarah Singkat PKMI ( Lubuk Pakam : Sakura) 1991 ) hlm. 18
teramat jarang sehingga pelaksanaan pembangunan terbengkalai lebih kurang 6 bulan.12
Majelis kembali mengadakan rapat mengenai kelanjutan pembangunan. Sidang memutuskan untuk mengumpulkan dana pembangunan dengan mengadakan kunjungan ke gereja - gereja di lingkungan Methodist. Untuk mengatasi kendala tersebut diusahakan jalan keluar dengan memohon bantuan ke luar negeri melalui kantor pusat gereja Methodist di Korea. Permohonan tersebut ditanggapi dengan baik oleh pihak kantor pusat gereja Methodist tetapi realisasinya membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan pihak pembangunan tidak dapat membangun tanpa uang dana. Kebijaksanaan lain adalah dengan memohon pinjaman sukarela dan tanpa bunga dari anggota jemaat. Ada diantara jemaat gereja telah meminjamkan uangnya untuk proses pembangunan sekolah tersebut. Setelah itu Pendeta Jakub Bariman melakukan peminjaman dana dari bank Bali sebesar Rp.75.000.000 dengan jaminan rumah dan tanahnya dengan tempo pengembalian dana tersebut selama 6 tahun lamanya.13 Dana tersebut dikembalikan 30% hasil uang sekolah dan pembangunan sebagai sumbangan wajib dari orang tua. Uang sekolah tersebut dibayar tiap bulannya dan sedangkan uang pembangunan dibayar sekali selama masa pendidikan di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam. 30% untuk gaji guru dan pegawai sekolah, 30% untuk perawatan atau pengembangan sarana dan prasarana sekolah dan 10% untuk membeli hadiah bagi siswa – siswi yang berprestasi.
12 Wawancar, Yousdy Salim di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tanggal 9 Agustus 2020
13 Jakub Bariman, Sejarah Singkat PKMI ( Lubuk Pakam : Sakura) 1991 ) hlm. 17
BAB III
PERKEMBANGAN PERGURUAN KRISTEN METHODIST INDONESIA DI LUBUK PAKAM (1969-1997)
3.1.Perkembangan Fisik
Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam ini, penulis mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan fisik Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam. Data – data tersebut penulis dapatkan langsung dari pihak sekolah, yang tentunya ke absahan dan validitas data tersebut bisa di dapatkan. Perkembangan fisik dalam sekolah ini, memberikan perkembangan yang positif terhadap prestasi dan kemajuan suatu sekolah. Seiring berkembangnya sekolah ini dari tahun ketahun dapat meningkatkan minat belajar siswa - siswi dengan baik dan tentunya nyaman diantaranya yaitu :
3.1.1 Bangunan
Bangunan gedung sekolah mempunyai fungsi yang sangat penting dalam pengembangan dan pertumbuhan pendidikan suatu wilayah dan upaya mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan serta peningkatan kualitas dan pengembangan sumber daya manusia, dimana bangunan gedung sekolah digunakan sebagai prasarana pendidikan.
Pada tahun 1969 tempat pelaksanaan proses belajar mengajar pada awalnya berlangsung di ruang tamu pastori gereja Methodist Indonesia untuk kelas I Sekolah Dasar. Kemudian selang beberapa bulan kemudian pihak sekolah membuka penerimaan murid-murid pindahan dari sekolah lain. Untuk itu ruang belajar dipindahkan ke gedung gereja Methodist. Ruang gereja dipakai untuk belajar mengajar kelas I dan II sekolah dasar.
Pada tahun 1970 dibelakang gedung gereja Methodist dibangun dua buah lokal berdinding tepas dan beratap nipah. Kedua lokal tersebut diperuntukan kegiatan belajar siswa kelas I dan II sekolah dasar. Pada tahun 1971 dibangun lagi dua lokal dibelakang pastori untuk menampung para siswa kelas III dan kelas IV sekolah dasar.
Pada pertengahan tahun 1971 dibangun lagi dua lokal tepat dibelakang gereja Methodist. Dengan demikian lokal yang ada dapat menampung untuk sementara seluruh siswa pada waktu itu. Semua bangunan yang dibangun selama tiga periode ini semuanya terbuat berdinding tepas dan beratapkan nipah. Kemudian pada tahun 1974 bangunan tersebut diganti atapnya dengan seng.
Pada tahun 1975 mengingat semakin bertambah jumlah murid maka dibangun lagi sebuah gedung permanen beratap seng dan berdindingkan beton. Gedung ini memiliki empat lokal untuk ruangan teori. Dengan adanya gedung ini kelas SMP dapat belajar dengan tenang dan nyaman. Pada tahun 1978 perguruan Methodist Indonesia di Lubuk Pakam ini membangun gedung permanen berlantai dua dibagian selatan. Gedung ini memiliki tiga ruangan teori dan satu ruangan administrasi. Di gedung inilah dimulai proses belajar mengajar tingkat SMA tahun ajaran 1978/1979 dengan jumlah siswa 20 orang.
Pada tahun 1979 Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam ini mengadakan renovasi pada gedung permanen yang dibangun tahun 1975 dengan menambah satu tingkat sehingga gedung ini terdapat enam ruangan teori satu ruangan keterampilan, satu ruangan perpustakaan, satu ruang untuk kegiatan OSIS dan dilantai dasar terdapat enam ruangan teori, satu ruanga koperasi dan satu ruangan labolatorium. Pada tahun 1980 - 1982 pada tahun ajaran ini jumlah murid SMP 322 orang dan SMA 231 orang. Mengingat jumlah tersebut yang akan semakin bertambah pada tahun ajaran berikut, maka dibangun lagi sebuah gedung bertingkat tiga
dibagian utara. Masing-masing terdiri dari tiga ruang kelas. Gedung sekolah ini mulai dipergunakan pada tahun ajaran 1982/1983.14
Berikut ini adalah bangunan – bangunan sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam untuk proses belajar mengajar siswa - siswi berdasarkan kegunaannya:
1. Ruang Belajar
Ruang belajar adalah suatu ruangan tempat kegiatan belajar mengajar dilangsungkan. Ruang belajar terdiri dari beberapa jenis sesuai fungsinya yaitu : Ruang kelas atau ruang Tatap Muka, ruang ini berfungsi sebagai ruangan tempat siswa menerima pelajaran melalui proses interaktif antara peserta didik dengan pendidik, ruang belajar terdiri dari berbagai ukuran, dan fungsi.Sistem kelas terbagi 2 jenis yaitu kelas berpindah (moving class) dan kelas tetap. Ruang Praktik / Laboratorium ruang yang berfungsi sebagai ruang tempat peserta didik menggali ilmu pengetahuan dan meningkatkan keahlian melalui praktik, latihan, penelitian, percobaan. Ruang ini mempunyai kekhususan dan diberi nama sesuai kekhususannya tersebut, diantaranya: Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Laboratorium bahasa, Laboratorium komputer, Ruang keterampilan.
2. Ruang kantor
Ruang kantor adalah suatu tempat dimana tenaga kependidikan melakukan proses administrasi sekolah tersebut, pada institusi yang lebih besar ruang kantor merupakan sebuah gedung yang terpisah.
14 Jakub Bariman, Sejarah Singkat PKMI ( Lubuk Pakam : Sakura) 1991 ) hlm. 21
3. Perpustakaan
Sebagai satu institusi yang bergerak dalam bidang keilmuan, maka keberadaan perpustakaan sangat penting. Untuk meminjam buku, murid terlebih dahulu harus mempunyai kartu peminjaman agar dapat meminjam sebuah buku.
4. Halaman / Lapangan
Merupakan area umum yang mempunyai berbagai fungsi, di antaranya untuk tempat upacara, tempat olahraga, tempat kegiatan luar ruangan seperti pertandingan basket, futsal maupun catur, tempat latihan dan tempat bermain/beristirahat
5. Kantin
Kantin merupakan bangunan dimana siswa – siswi beristirahat pada saat jam instirahat di sekolah.
3.1.2 Fasilitas
Fasilitas merupakan salah satu penentu dari perkembangan sekolah. Fasilitas yang baik tidak terlepas dari faktor siswa – siswi, guru, pegawai, kurikulum serta komponen lain yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Berdasarkan dari hasil observasi yang penulis lakukan di lokasi Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam, penulis mendapatkan berbagai informasi yang berdasarkan serta berkaitan dengan fasilitas di sekolah tersebut. Data – data tersebut penulis dapatkan langsung dari pihak sekolah, yang tentunya ke absahan dan validitas data tersebut bisa di dapatkan. Fasilitas dalam sekolah ini, memberikan trend positif terhadap prestasi dan kemajuan suatu sekolah setiap perkembangannya dari tahun ke tahun.
Minat dan bakat siswa - siswi pun harus di genjot dengan cara - cara yang inovatif dan kreatif melalui fasilitas yang layak untuk di gunakan. Fasilitas belajar merupakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kelancaran proses belajar baik di rumah maupun di sekolah. Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam ini mempunyai komitmen dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah
yang salah satunya adalah memberikan fasilitas yang baik dan layak untuk di pergunakan dari tahun ketahunnya. Sehingga siswa - siswi di sekolah tersebut menjadi bersemangat dan termotivasi dalam mengikuti proses belajar-mengajar yang tidak membosankan dan merasa nyaman di setiap aktivitas sekolah yang tentunya dibarengi dengan potensi guru yang memadai dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar tersebut.
Dalam Keputusan Menteri P dan K No. 079/1975, fasilitas belajar terdiri dari 3 kelompok besar yang akan berguna pada peraturan mengenai fasilitas belajar pada suatu sekolah yaitu:
1. Bangunan dan Perabot Sekolah
Bangunan di sekolah pada dasarnya harus sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan harus layak untuk di tempati siswa – siswi pada proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bangunan sekolah terdiri atas berbagai macam ruangan.
2.Alat Pelajaran
Alat pelajar yang dimaksudkan disini adalah alat peraga dan buku – buku barang ajar. Alat peraga berfungsi untuk memperlancar dan memperjelas komunikasi dalam proses belajar mengajar antara guru dan siswa. Jika alat pelajaran yang dimiliki siswa – siswi tidak ada ataupun habis siswa – siswi yang berada di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam bisa membelinya di koperasi yang berada dilantai 1 gedung sekolah.
3. Media Pendidikan
Media pendidikan adalah suatu bagian integral dari proses pendidikan di sekolah.
Dan karena itu menjadi suatu bidang yang harus di kuasi oleh setiap guru professional.15
3.1.3 Peralatan
Untuk mengetahui kebutuhan pendidikan pada suatu unit kerja diperlukan data dan informasi peralatan pendidikan, baik yang ada di lapangan maupun didalam ruangan sesuai ketentuan yang berlaku. Perguruan Kristen Methodist di Lubuk Pakam ini lebih mengutamakan peralatan yang lebih baik dan berkualitas serta menjamin untuk ketahanan yang lama. Hal ini akan membantu serta mengembangkan potensi diri siswa - siswi di sekolah dalam mewujudkan tercapainya prestasi yang membanggakan. Peralatan sekolah tidak terlepas dari saran dan kritik orang tua atau wali murid dalam mengembangkan sekolah.
Dari hasil observasi, penulis memperoleh gambaran bahwasanya peralatan di sekolah tersebut masih terjaga dengan baik. Berikut daftar peralatan Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam dari tahun 1969 – 1997 adalah sebagai berikut :
1. Papan Tulis, Penghapus Dan Alat Tulis
Papan tulis yang awalnya menggunakan papan tulis hitam dengan menilis mengunakan kapur dan menghapus mengunakan kain kini seiring bergantinya tahun telah diganti menjadi papan tulis putih dan penghapus tulis papan dengan penghapus yang lebih baik lagi.
15 Wawancara, Sangap Ginting di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tanggal 9 Agustus 2020
2. Meja Dan Kursi Siswa – Siwi Dan Guru.
Meja guru digunakan sebagai tempat pengajaran dan barang guru dalam proses balajar mengajar terhadap siswa - siswi Perguruan Kristen Methodist di Lubuk Pakam. Tentunya meja guru selalu mengalami perbaikan setiap tahunya yang lebih baik dari tahun berdirinya hingga sekarang. Begitu juga dengan keadaan kursi guru di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam yang selalu di perbaiki dari tahun ke tahunnya. Meja dan kursi guru terdapat dari mulai tingkat SD, SMP dan tingkat SMA dengan keterangan hak milik pribadi serta layak untuk digunakan.
3. Lemari, Komputer, Printer, Tempat Sampah, Rak Buku, Kursi Pimpinan, Meja Pimpinan, Kursi dan Meja Tamu.
Barang tersebut di gunakan di dalam ruangan kepala sekolah. Setiap barang – barang yang di gunakan dengan baik oleh siswa/siswi serta milik pribadi sekolah. Hal ini menjadikan pekerjaan kepala sekolah untuk mengurus segala urusan dalam penyajian data sekolah berjalan dengan baik.
4. Kursi Ibadah, Tempat Sampah, Jam Dinding, dan Perlengkapan Ibadah.
Ruang ibadah di dalam sekolah sangat digunakan untuk memberikan kesadaran diri terhadap siswa - siswi dan guru di sekolah. Barang tersebut di gunakan untuk perlengkapan peralatan ruangan ibadah. Sekolah yang di dominasi oleh etnis Tionghoa dan agama Kristen ini tentunya mengutamakan atau memprioritaskan bangunan ibadah berupa gereja. Bangunan gereja adalah bangunan yang di gunakan untuk ibadah bagi umat agama Kristen. Setiap tahunnya mengalami perubahan dalam bentuk bangunan ibadah ini agar layak dan nyaman jika dipergunakan setiap waktunya.
5. Kloset Jongkok, BAK , Gayung dan Westafel.
Barang tersebut di gunakan untuk alat perlengkapan kebersihan di sekolah.
Manfaatnya adalah demi kebersihan dan kenyamanan para siswa,guru, tamu, dan staff
pendidik di sekolah. Dalam data yang telah di lampirkan bahwsanya kepemilikan barang di sekolah adalah hak milik pribadi sekolah dan masih layak untuk di pergunakan.
Adapun penggunaan perlatan sekolah di jaga dengan sebaik mungkin dan secara efisien. Tujuan dari peralatan itu semua, tidak terlepas demi menunjang prestasi pembelajaran bagi anak didik di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tersebut. Ini merupakan wadah bagi anak didik supaya lebih nyaman, konsentrasi, dan menambah semangat dalam proses belajar dan mengajar kedepannya16
3.2. Perkembangan Managemen
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Maka dari itu Perguruan Methodist Lubuk Pakam mengkoordinasikan pendidikan untuk meningkatkan minat belajar siswa – siswi dengan lebih baik lagi setiap tahunnya.
16 Wawancara, Arifin di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tanggal 10 Agustus 2020
Dalam managemen berorientasi pada siswa, pengelolaan sekolah diarahkan untuk menjawab kebutuhan pasar, kebutuhan pengguna jasa pendidikan yang dihasilkan oleh sekolah. Oleh karena itu masyarakat pengguna jasa sekolah sangat bervariasi, sedangkan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional, maka proses belajar di sekolah harus dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Penegelolaan sekolah secara efektif sekolah sebagai lembaga pendidikan, pengelolaannya dapat dilakukan secara efektif dengan menggunakan asumsi dasar keberhasilan sekolah yang efektif.
Beberapa pengelolaan managemen di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk pakam yang efektif antara lain :
a. Adanya standar harapan yang tinggi
Para pengelola di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam termasuk guru perlu selalu memiliki standar harapan yang tinggi terhadap prestasi belajar anak. Prinsip ini mendasari pendidik dengan sikap berfikir positif bahwa setiap anak berpeluang untuk berprestasi tinggi. Dengan menaruh harapan positif maka guru dan pengelola sekolah akan selalu berusaha memberikan bimbingan dan motivasi terhadap siswa - siswi. Berbeda dengan sikap yang negatif dimana beranggapan bahwa siswa - siswi itu malas, bodoh, dan lain – lain sehingga semakin mempertebal semangan guru untuk tidak berusaha seoptimal mungkin dalam mendidik anak.
b. Menciptakan keamanan dan keteraturan lingkungan lingkungan belajar
Agar pelaksanaan pendidkan di sekolah berjalan tertib perlu diciptakan suasana sekolah yang aman dan teratur. Suasana aman dapat ditandai dengan siswa merasa betah di sekolah, bebas tanpa tekanan. Secara fisik aman dari gangguan dari orang – orang berniat jahat. Suasana sekolah merangsang siswa – siswi, guru dan staf pegawai untuk berprestasi, dan bagi mereka yang berprestasi diberikan penghargaan.
Di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam perlu tertib dan teratur,
perlu ada peraturan yang mengatur hubungan antara siswa - siswi dengan guru dan pegawai lainnya, hubungan antara guru dengan kepala sekolah, hubungan antara guru dan orang tua bahkan hubungan antar siswa dengan siswa. Dengan demikian diharapkan akan tumbuh kedisiplinan dan menegakkannya baik dalam belajar mengajar maupun dalam tugas – tugas lainnya.
c. Merumuskan tujuan yang jelas
Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam juga menjabarkan tujuan kelembagaannya secara jelas (Visi dan Misi). Seperangkat tujuan tersebut agar dijabarkan kedalam program sehingga fokus pencapaiannya jelas. Dengan penuangan tujuan secara transparan dapat diupayakan perbaikan terhadap tujuan – tujuan yang belum dapat dicapai dan peningkatan program terhadap tujuan yang sudah berhasil.
d. Kepemimpinan yang kuat dan dinamis
Keberhasilan Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam sangat ditunjang oleh hadirnya kepemimpinan yang kuat. Ciri – ciri kepemimpinan ini antara lain :
1. Memiliki Visi 2. Disiplin 3. Konsisten
4. Teladan bagi yang lain 5. Support (memberi dorongan)
6. Penghargaan terhadap yang berprestasi (staf, guru dan siswa) e. Memonitor kemajuan siswa
Secara terus menerus Kepala Sekolah bersama guru perlu melakukan evaluasi dan pemantauan atas kemajuan dan prestasi belajar siswa - siswi. Di samping itu evaluasi dan pemantauan secara keseluruhan dilaksanakan oleh pengelola (Kepala sekolah) terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada guru dan kepada Kepala Sekolah atas amanah kepemimpinan serta manajemen secara keseluruhan dengan mengingat besar kecilnya sasaran.
f. Pengembangan guru dan staf
Peningkatan mutu guru dan staf terus menerus diupayakan karena kesadaran adanya tuntutan dunia luar (pasar) dan perkembangan aspirasi masyarakat, serta pengamatan lingkungan dan pendidikan yang baik. Dalam kaitan itu pengembangan mutu guru dan staf disamping melalui pelatihan, penataran, juga diupayakan dengan kunjungan studi banding, maupun seminar.
Dalam perkembangannya, manajemen pendidikan memerlukan Good Management Practice untuk pengelolaannya. Banyak penyelenggaraan pendidikan
yang beranggapan bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang penting.
Pada awalnya managemen pendidikan di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Lubuk Pakam yaitu :
1. Belum tersedianya dokumen kurikulum belum lengkap baik berupa silabus, RPP, maupun perangkat evaluasi/ penilaian seiring bergantinya tahun dokumen kurikulum sekolah mulai lengkap.
2. Masih kurang optimalnya fungsi dan peran Tim Pengembangan sekolah dikarenakan minimnya tingkat pengembangan sekolah dan seiring bergantinya tahun pengembangan sekolah mulai optimal dalam fungsi dan perannya.
3. Masih adanya beberapa guru yang kurang mampu memanfaatkan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif dan semakin berkembangnya teknologi maka metode pembelajaran mampu dimanfaatkan oleh guru – guru.
4. Masih kurangnya optimal SDM guru maupun tenaga pelaksana Tatausaha dalam bekerja dikarenakan masih kurangnya tenaga pengajar dan pegawai didalam sekolah tetapi seiring berkembangnya sekolah tersebut guru – guru dan pegawai mulai bertambah.
5. Masih terdapatnya sebagian kecil guru yang berkualifikasi pendidikan DIII pada awal pembentukan sekolah dan setelah berkembangnya sekolah maka sekolah menetapkan guru berkualifikasi pendidikannya minimal jenjang S1.
6. Masih menyatunya gedung laboratorium Fisika dan Biologi dengan Laboratorium Kimia (Lab. IPA).
7. Terbatasnya dana untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah.
8. Masih lemahnya sistem pengelolaan informasi kepada masyarakat karena pada awalnya sekolah hanya baru menerima beberapa siswa - siswi mulai dari beberapa jemaat gereja Methodist Lubuk Pakam saja barulah setelah berkembangnya Perguruan Methodist Lubuk Pakam ini barulah ada beberapa siswa-siswi di luar dari gereja Methodist Lubuk Pakam mendaftar ke sekolah tersebut bahkan ada siswa – siswi yang pindahan dari sekolah lain.
9. Masih terbatasnya ketersediaan dana untuk pengembangan sekolah karna dana masih sangat minim untuk mengembangkan sekolah maka daripada itu pihak yang terlibat dalam proses pembangunan sekolah mencari dana kembali untuk mengembangkan Perguruan Methodist tersebut lebih baik lagi maka setelah terkumpulnya dana Perguruan Kristen Methodist Indonesia Lubuk Pakam dapat digunakan dengan baik dan nyaman.17
17 Wawancara, Sangap Ginting di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam tanggal 9 Agustus 2020
3.3. Kurikulum
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang disusun sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kurikulum dilaksanakan untuk mengembangkan berbagai potensi siswa - siswi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional,kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran, akan tetapi memuat pada segala sarana dan prasarana sekolah yaitu seperti bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan perpustakaan, dan pekarangan sekolah untuk menunjang ataupun mendukung proses belajar - mengajar agar bisa berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan. Ada banyak kurikulum pendidikan di Indonesia yang diberlakukan oleh pemerintah yang juga di pergunakan di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam. Dalam sejarah pendidikan, perubahan kurikulum telah terjadi beberapa kali. Kurikulum mengalami perubahan mengikuti perubahan masyarakat yang dipengaruhi oleh situasi politik, ekonomi dan kultur.
Oleh karena itu banyak kurikulum yang mengalami perubahan kurikulum -kurikulum yang digunakan mulai tahun 1969 di Perguruan Kristen Methodist Indonesia di Lubuk Pakam yaitu sebagai berikut:
a. Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan.
Pada masa itu siswa – siswi Methodist Lubuk Pakam hanya berperan sebagai pribadi yang pasif, dengan hanya menghapal teori-teori yang ada, tanpa ada pengaplikasian dari teori tersebut. Aspek afektif dan psikomotorik tidak ditonjolkan pada kurikulum ini. Praktis, kurikulum ini hanya menekankan pembentukkan peserta didik hanya dari
Pada masa itu siswa – siswi Methodist Lubuk Pakam hanya berperan sebagai pribadi yang pasif, dengan hanya menghapal teori-teori yang ada, tanpa ada pengaplikasian dari teori tersebut. Aspek afektif dan psikomotorik tidak ditonjolkan pada kurikulum ini. Praktis, kurikulum ini hanya menekankan pembentukkan peserta didik hanya dari