• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perlawanan yang Paling Ampuh

Dalam dokumen TA K K E N A L MENYERAH (Halaman 153-169)

145

Metode utama untuk mela- wan Iblis adalah tunduk ke- pada Allah. Ini berarti hidup dalam kepercayaan dan ketaatan yang konsisten kepada-Nya. Dengan ber- buat demikian, kita dapat menerapkan jalan-Nya, pola pikir-Nya, dan prinsip- Nya ke dalam area yang bengkok dan menyimpang dalam dunia di sekitar kita. Ketaatan mutlak adalah metode utama untuk menghancurkan benteng dan musuh dan sarana kita untuk bangkit menuju taraf otoritas dan pemerintahan yang baru.

PENGUAT

k 2. Menaati Allah mencakup taat kepada orang yang ditempatkannya di atas kita di rumah, di tempat kerjad, dan di pelayanan. Dalam situasi apa kita tidak perlu menaati mereka yang memegang otoritas atas kita? Perhatikan perintah Yesus dan perkataan para rasul dalam ayat ini:

Lalu Ia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

—Markus 16:15

Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

—Matius 28:19-20

Setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar.”

—Kisah Para Rasul 4:18-20

_________________________________________ _________________________________________ _________________________________________

3. Adakah sesuatu yang Allah minta untuk Anda lakukan, namun belum Anda lakukan? Adakah sesuatu yang diminta-Nya untuk tidak Anda lakukan, namun malah Anda lakukan? Rendahkan diri Anda di hadapan Dia dan mintalah Dia menunjukkan kepada Anda perintah yang belum Anda taati. Tulislah apa yang diungkapkan-Nya, dan mintalah kepada- Nya anugerah yang lebih besar untuk bertindak dan menjalankannya. _________________________________________ _________________________________________ _________________________________________ _________________________________________ _________________________________________

4. Ketika kita lahir ke dalam kerajaan Allah, kita tidak lahir sebagai manusia rohani yang sudah dewasa, melainkan sebagai bayi rohani. Kita kemudian bertumbuh secara rohani di dalam anugerah Allah dengan tinggal di dalam Kristus. Pertumbuhan fisik buah dari waktu dan pertumbuhan intelektual buah dari pembelajaran, ada pun pertumbuhan rohani adalah buah dari penderitaan dan ketaatan. “Allah itu Allah. Karena Dia Allah,

Dia layak kupercaya dan kutaati. Aku tidak akan menemukan kelegaan di mana pun selain di dalam kehendak-Nya yang kudus, kehendak yang jauh melampaui apa yang mampu saya pikirkan tentang apa maksud-Nya.”

—Elisabeth Elliot2

Mengatur

Langkah

pertumbuhan rohani bukan terjadi ketika matahari bersinar cerah dalam hidup kita, ketika setiap orang menyanjung kita dan memperlakukan kita dengan ramah, dan segala sesuatu berjalan dengan lancar. Tidak, kita bertumbuh secara rohani ketika deraan masalah bertubi-tubi menimpa kita, namun kita terus memilih untuk menaati Allah di tengah itu semua.

PENGUAT

U T A M A

1 PETRUS 4:1-2

Karena Kristus telah menanggung sakit dan penderitaan, Saudara harus bersikap sama seperti Dia. Saudara juga harus siap menanggung penderitaan. Sebab ingatlah, apabila badan Saudara menderita, dosa kehilangan kuasanya. Jadi, sisa hidup Saudara tidak akan Saudara pakai untuk mengejar keinginan- keinginan yang jahat, melainkan Saudara akan berhasrat melakukan kehendak Allah.

—FAYH

Karena Kristus sudah menderita secara jasmani, kalian juga harus memperkuat diri dengan pendirian yang seperti itu. Sebab orang yang menderita secara badani, tidak lagi berbuat dosa. Sebab itu, hendaklah kalian hidup selanjutnya di dunia ini menurut kemauan Allah, dan bukan menurut keinginan manusia.

—BIS IBRANI 5:8

Walaupun Yesus Anak Allah, Ia harus belajar dari pengalaman, apakah makna ketaatan apabila ketaatan itu berarti penderitaan.

—FAYH

Yesus adalah Anak Allah, tetapi meskipun begitu, Ia belajar menjadi taat melalui penderitaan-Nya.

—BIS Bagaimana ayat-ayat ini menjelaskan dan menegaskan prinsip bertumbuh secara rohani?

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi

dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

—1 Korintus 13:11

5. Bacalah dengan saksama 1 Korintus 2:15-16, 3:1-3; Efesus 4:13-15; Ibrani 5:12- 14; 2 Tesalonika 1:3-4 dan Yakobus 3:2. Apakah karakteristik orang Kristen yang duniawi dan belum dewasa dan orang percaya yang rohani dan sudah dewasa? Manakah yang lebih dekat dengan karakteristik Anda, dan bukti apakah dalam hidup Anda yang meneguhkannya?

Orang Kristen yang duniawi dan belum dewasa:

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Orang percaya yang rohani dan sudah dewasa:

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Bacaan ekstra untuk pemimpin kelompok: Renungkan perkataan Yesus kepada Petrus dalam Yohanes 21:18.

Karakteristik saya lebih dekat dengan ______________________. Bukti yang meneguhkannya:

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Profil Tokoh

YUSUF

Masa Hidup: 110 tahun—1915 SM sampai 1805 SM3

Pekerjaan: Gembala, budak, pengawas penjara, orang kedua atas seluruh Mesir

Tempat Pelayanan: Tanah Kanaan dan Mesir

Kerabat: Orangtua: Yakub dan Rakhel; Kakek: Ishak; sebelas saudara laki-laki (lihat nama-nama dalam uraian di bawah), satu saudara perempuan (Dina); Istri: Asnat; Anak: Efraim dan Manasye.

Kata-Kata yang Menggambarkan Yusuf: Setia, tak kenal kompromi, pengampun, penuh kemurahan, peka, bijaksana, tak kenal menyerah

Nama Yusuf berarti “kiranya Allah menambahkan.” Namanya kemudian diubah oleh Firaun menjadi Zafnat-Paaneah, yang berarti “yang mengungkapkan rahasia.”4 Ia anak kesebelas Yakub dan memiliki sebelas saudara, masing-masing kepala suku bangsa Israel. Mereka, sesuai dengan urutan kelahiran: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, dan Benyamin. Yusuf sangat dikasihi Yakub, melebihi saudaranya yang lain, terutama karena ia anak sulung istri kesayangan Yakub, Rakhel. Yusuf sangat dipuja oleh ayahnya sampai anak-anaknya, Efraim dan Manasye, diadopsi oleh Yakub, sehingga keturunan Yusuf mendapatkan dua bagian dalam warisan Israel (lihat Kejadian 48:1-6).

Iman dan ketaatan Yusuf yang tak menyerah di tengah kesukaran mempersiapkannya untuk menjadi salah satu penguasa paling kuat di muka bumi saat kelaparan besar melanda. Ia membuka jalan bagi ayahnya, Yakub, dan semua suku Israel, bukan hanya agar terpelihara, namun juga berlipat ganda secara hebat. Pemeliharaan dan perlindungan yang terjadi di Mesir, meskipun akhirnya menjadi perhambaan seperti yang telah dinubuatkan (lihat Kejadian 15:13), mempersiapkan jalan menuju fase besar berikutnya dalam sejarah Israel: keluaran.

Yusuf memerintah di Mesir selama hampir 80 tahun (lihat Kejadian 41:46, 50:26). Bacalah kisahnya secara lengkap di Kejadian 30-50. Apakah yang dapat Anda pelajari dari kehidupannya dan Anda terapkan dalam kehidupan Anda sendiri?

6. Yusuf sangat disayangi oleh ayahnya dan diberi mimpi oleh Allah bahwa ia akan memerintah di dalam hidup ini. Akibatnya, saudaranya membencinya dan menjualnya menjadi budak. Ia menghabiskan bertahun-tahun untuk melayani Potifar dan kemudian dipenjarakan karena kejahatan yang tidak

dilakukannya. Dalam hal apa Anda dapat turut merasakan perlakuan yang tidak adil terhadap Yusuf ini?

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

7. Ketika melayani Potifar, Yusuf memilih untuk menaati Allah dan menolak godaan istri tuannya. Akibatnya, ia dilemparkan ke dalam penjara. Pernahkah Anda mengalami kejadian di mana Anda menaati Allah dan dihukum? Apakah musuh menyerang Anda dengan pikiran yang menuduh Allah atau merendahkan karakter-Nya? Apakah Anda mempertanyakan keputusan Anda untuk melayani Allah? Renungkanlah kebenaran Firman Allah ini.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

—Yeremia 29:11

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama- sama Engkau.

—Mazmur 139:17-18

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.

—Mazmur 145:17-20

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

—Yesaya 55:8-9

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya.

—Roma 11:33 “Dalam setiap pencobaan, dalam

setiap situasi yang pahit, Anda tidak seorang diri, Anda tidak tanpa daya, Anda bukan korban. Anda memiliki kayu salib, diperlihatkan kepada Anda oleh Allah Kalvari yang Berdaulat. Apapun ujian atau pencobaannya, tidak akan lebih berat dari yang sanggup Anda tanggung. Pasti tertanggungkan. Pasti dapat ditangani. Anda dapat mengetahuinya sama seperti Yusuf, ‘Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar’ (Kejadian 50:20).”

—Kay Arthur5

Mengatur

Langkah

Bagaimana ayat-ayat ini menolong Anda untuk melihat situasi Anda dengan perspektif yang berbeda dan lebih berpengharapan?

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Renungkanlah…

Dr. Victor E. Frankl, penyintas tiga tahun yang muram di Auschwitz dan penjara Nazi lainnya, mencatat tentang kehidupan dalam kamp penjara Hitler:

“Kami yang tinggal di kamp konsentrasi dapat mengingat orang yang berjalan melalui pondok-pondok untuk menghibur orang lain, memberikan potongan terakhir roti mereka. Jumlah mereka hanya sedikit, tapi mereka menjadi bukti yang cukup bahwa segala sesuatu dapat diambil dari manusia kecuali satu hal: kemerdekaan terakhir manusia—untuk memilih sikapnya di tengah keadaan apa pun.”6

8. Ketika Yusuf pertama kali menerima impian dari Allah tentang memerintah di dalam hidup ini, ia memiliki kualitas karakter yang belum dewasa dan kedagingan, yang perlu dimatikan agar rencana Allah dan tumbuh berkembang. Apakah Anda berada di tengah pencobaan dan merasa diri Anda seperti mati secara rohani? Jika ya, apakah aspek karakter Anda yang sedang hendak dimatikan Allah sehingga rencana-Nya dapat hidup? Bagaimana Anda dapat bekerja sama dengan Dia secara lebih baik?

Aspek ketidakdewasaan karakter saya yang perlu dimatikan...

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Saya percaya saya dapat bekerja sama secara lebih baik dengan Allah dengan...

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Renungkanlah...

Jika Yusuf membalas dendam dan membunuh saudara-saudaranya, periksalah siapa yang tidak akan lahir:

Keturunan terkemuka dari Lewi: Harun, Musa, Ezra, dan Yohanes Pembaptis Keturunan terkemuka dari Benyamin: Saul, Ester, dan rasul Paulus Keturunan terkemuka dari Yehuda: Kaleb, Daud, Salomo, dan Yesus Kristus

K A R A K T E R

Kebanyakan kita memahami bahwa karakter adalah “kualitas unik seseorang yang membedakannya dari orang lain—sebagian besar berupa kualitas baik yang dihargai dan dihormati.” Menariknya, makna harfiah kata karakter berasal dari kata bahasa Yunani yang berarti “mengelupas, mengiris, atau mengukir.”7 Agar kita dapat memiliki karakter Kristus, berarti Dia membentuk

kepribadian-Nya di dalam diri kita. Dengan berada di dalam hadirat-Nya dan melewati kesukaran hidup, kita dikelupas, diiris, dan diukir menurut gambar-Nya.

9. Ingatlah kembali pencobaan yang telah Anda lewati bersama dengan Allah. Kualitas yang belum dewasa atau tidak saleh apakah yang Dia buang dari karakter Anda sebagai buah dari ketaatan Anda melalui penderitaan? Pola pikir dan perilaku apa, yang dulunya merupakan benteng, yang tidak lagi aktif dalam hidup Anda? Bagaimana mengingat apa yang sudah Dia kerjakan ini menguatkan Anda untuk terus berlari?

Mengingat apa yang sudah Allah kerjakan menguatkan saya untuk terus berlari karena...

________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ Pencobaan pada Masa Lalu

Pola Pikir dan Perilaku Tidak Dewasa dan Tidak Saleh yang Dibuang Allah

Bagaimana Allah Membentuk dan Menjadikan Saya Semakin Serupa

dengan Kristus

Kita harus melihat kesukaran melalui perspektif yang benar. Kesukaran bukan berasal dari Allah, namun diizinkan oleh Allah, dan bermanfaat jika ditangani dengan benar. Kesukaran dirancang sebagai sarana untuk membawa Anda ke tempat pemerintahan Anda. Ketaatan Anda kepada Firman Allah di tengah kesukaran akan menyempurnakan, meneguhkan, menguatkan, dan memantapkan Anda untuk memenuhi tujuan hidup Anda.

PENGUAT

10. Apakah Anda siap untuk bertumbuh melampaui situasi Anda saat ini? Kalau begitu, alih-alih bertanya kepada Allah “Mengapa?” ketika masalah bermunculan, mulailah bertanya, “Apakah yang harus kulakukan, Tuhan?” Alih-alih melihat setiap kesusahan sebagai kemunduran, bagaimana Anda dapat memahaminya sebagai suatu langkah maju? Berdoa dan mintalah kepada Tuhan wawasan-Nya. Tulislah apa yang dinyatakan-Nya kepada Anda.

_________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________

Kenali hubungan penting yang telah Anda tinggalkan, mungkin dengan salah satu anggota keluarga. Mungkin Anda membiarkan sakit hati atau pertikaian merusak hubungan Anda. Jangan kenal menyerah dalam upaya Anda menuju perdamaian. Dalam doa, mintalah anugerah untuk mengesampingkan kekedewaan dan luka masa lalu. Kenali hati Allah yang merindukan pemulihan dan upayakan untuk menjangkau orang itu dalam kasih.

“‘Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran’ (Mazmur 25:10). Saya sudah merenungkan ayat ini, dan mendapati roh saya dipuaskan. Segala bukan berarti, ‘segala, kecuali jalan yang kutempuh saat ini’ atau ‘hampir segalanya, kecuali jalan yang sulit dan menyakitkan ini.’ Segala berarti benar-benar segala. Jadi, jalan Anda yang disertai dukacita atau gejolak yang tak terjelaskan, dan jalan saya yang ditebari kerikil tajam—dan kedua jalan kita, dengan kerumitan dan misteri yang tak terjelaskan—semua itu adalah jalan-Nya. Di situ Dia akan menunjukkan diri-Nya penuh dengan kasih setia dan kebenaran. Tidak lebih; tidak kurang.”

—Amy Carmichael8

Mengatur

Langkah M I N G G U A N

Tantangan

Hari 1

APAKAH BENTENG ITU?

Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

—2 Korintus 10:3-4

Kita berada dalam peperangan rohani, dan hanya senjata rohani yang disediakan dan dilengkapi dengan anugerah Allah yang akan sanggup menghancurkan pekerjaan musuh, termasuk benteng-benteng dalam kehidupan kita. Apakah benteng-benteng itu?

B E N T E N G

Kata kerja bahasa Yunani untuk benteng adalah ochuroma, berarti “membentengi, dengan maksud mengamankan sesuatu.” Kata yang sama digunakan untuk “kastil atau kubu.9 Di 2 Korintus 10:4, benteng menandakan

“kastil atau kubu pikiran—argumentasi atau penalaran yang dikembangkan musuh dan dibangun sebagai benteng dalam pikiran kita.”10 Menariknya,

ochuroma adalah kata yang pada masa Perjanjian Baru juga dipakai untuk menggambarkan penjara. Karena itu, benteng berfungsi sebagai kastil dan sekaligus penjara pikiran—mencegah kebenaran masuk dan merintangi kebohongan keluar. Benteng adalah pola pikir yang tertanam begitu kuat dalam pikiran kita sampai memengaruhi dan mengontrol area tertentu dalam kehidupan kita.11

Bacalah kembali dengan cermat definisi benteng. Area apakah dalam kehidupan Anda yang cocok dengan gambaran ini? Dalam hal apa Anda memiliki kecenderungan alamiah untuk percaya, berbicara, dan bertindak selaras dengan musuh?

____________________________________________________________________

Bagaimana benteng ini berfungsi sebagai kubu? Apakah benteng itu memisahkan Anda dari orang atau kesempatan tertentu?

____________________________________________________________________

Bagaimana benteng ini berfungsi seperti penjara? Bagaimana benteng itu menahan Anda dari memenuhi panggilan hidup Anda dan memerintah dalam hidup ini?

____________________________________________________________________

Kesengsaraan (thlipsis) yang Tuhan izinkan muncul dalam hidup kita akan memberikan tekanan yang memadai di tempat yang tepat untuk mengungkapkan benteng yang tidak saleh dalam pemikiran kita. Ketika tekanan itu berlangsung, apa yang ada di dalam diri kita akan keluar. Ketika masalah muncul bertubi-tubi dalam hidup kita, pikiran, tindakan, dan perkataan kita mengungkapkan karakter kita yang tidak selaras dengan sifat Allah. Melalui kesulitan, Allah membentuk kita untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Dia mengungkapkan sesuatu dalam karakter kita yang harus berubah agar kita dapat masuk ke dalam taraf yang lebih tinggi dalam pemerintahannya yang penuh kuasa dan tanpa tandingan. Ini hasil positif dari penderitaan.

Hari 2

BAGAIMANA BENTENG DIBANGUN?

Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

—Efesus 4:27

Bagaimana benteng dibangun? Dengan memberi kesempatan kepada musuh. Kata bahasa Yunani untuk kesempatan itu secara harfiah berarti “tempat, ruang, kedudukan, atau kekosongan.”12 Secara kiasan, kata ini menandakan “kesempatan,

kekuasaan, atau kemungkinan untuk bertindak.”13 Jadi, dengan perintah ini, Allah

menyatakan, “Jangan memberi Iblis kesempatan untuk membentuk karakternya di dalam kehidupanmu. Jangan menyewakan tempat untuknya.”

Setiap kali musuh membawa pikiran yang negatif dan tidak saleh, ia berusaha mendapatkan ruangan dalam pemikiran kita. Keraguan di sini, kecemasan di sana, penuduhan tentang orang ini, kecemburuan tentang orang itu.... Begitu ia dapat menginjakkan kaki, ia akan melangkah semakin jauh dan semakin jauh sampai akhirnya mendirikan benteng. Jika kita menerima dustanya, kita memberinya kesempatan. Ia akan mendirikan kastilnya dalam benak kita dan mulai mendominasi area kehidupan kita.

Pikirkanlah: Pikiran apalah yang berulang-ulang Iblis bawa ke dalam pikiran dan emosi Anda? Bentengnya adalah _____________________. Pemikiran yang dilontarkan Iblis mencakup...

____________________________________________ ____________________________________________

Bentengnya adalah _____________. Pemikiran yang dilontarkan Iblis mencakup...

____________________________________________________________________

Bentengnya adalah _____________. Pemikiran yang dilontarkan Iblis mencakup...

____________________________________________________________________

Periksalah apa yang terjadi ketika pikiran tersebut muncul. Keadaan apakah yang Anda hadapi? Apakah yang Anda baca, tonton, atau dengarkan? Dengan siapa Anda bergaul? Mintalah dari Allah kepekaan dan rencana untuk menjaga kehidupan Anda pada masa depan.

____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________

Sadarilah bahwa jika Anda tidak menolakn pikiran dari musuh itu, berarti Anda menerimanya begitu saja. Tidak ada wilayah netral. Iblis berusaha untuk membunuh, mencuri, dan menghancurkan. Namun Anda tidak perlu mendengarkan dia. Oleh anugerah Allah, Anda sudah diberi persenjataan-Nya untuk dapat mengalahkan musuh secara efektif! Saat Anda mengenali dan melawannya, Anda akan memenangkan pertempuran!

Ancaman yang sesungguhnya bukanlah keadaan yang buruk itu, melainkan kepercayaan dan pikiran saya yang hendak mereka susupkan selama masa-masa sukar yang kita hadapi. Kita harus tak kenal menyerah dalam kepercayaan kita dan melawan dengan teguk setiap logika atau pemikiran yang berlawanan dengan Firman Allah.

PENGUAT

Hari 3

BAGAIMANA BENTENG DIHANCURKAN?

Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.

—2 Korintus 10:4-5

Setelah Anda mengenali bentengnya, hancurkanlah dengan senjata anugerah. Misalkan Anda mengenali benteng ketakutan dalam hidup Anda. Pertama, bertobatlah karena telah memberi tempat kepada musuh melalui ketakutan. Pertobatan adalah perubahan pikiran secara penuh, suatu penerimaan akan apa yang Allah katakan melampaui pengalaman atau kepercayaan kita sendiri. Ketika kita bertobat, kita mengalami pembaruan pikiran oleh apa yang Allah katakan (Roma 12:2).

Selanjutnya, Anda menghancurkan secara lisan benteng ketakutan itu. Inilah cara Anda melepaskan kuasa lidah, kuasa kehidupan dan kematian yang ada dalam perkataan Anda (Amsal 18:21). Anda dapat berkata, “Di dalam nama Yesus, aku tidak menerima roh yang mendatangkan ketakutan (1 Timotius 1:7). Kau roh ketakutan, keluarlah dari hidupku! Kau tidak memiliki otoritas atasku. Allah sudah memberiku segala otoritas atasmu (Lukas 10:19), dan aku menggunakan otoritas itu saat ini.” Perlawanan seperti ini dapat digunakan terhadap benteng apa pun yang Anda alami, mulai dari ketakutan dan kecemasan sampai kemarahan dan pertikaian.

Surat 2 Korintus mengatakan bahwa kita harus “merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah.” Menurut King James Version, itu termasuk imajinasi. Pola pikir apa dalam hidup Anda yang berusaha untuk meninggikan diri dan menggantikan Firman Allah?

____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________

Ingat, benteng adalah kastil atau penjara pemikiran yang berkubu—dikuatkan— oleh dusta musuh. Berdoa dan mintalah kepada Allah untuk menunjukkan kepada Anda pengaruh, kegiatan, atau hubungan apa pun yang memperkuat benteng musuh dalam diri Anda. Anda perlu menanggalkan beban ini. Tulislah apa yang dinyatakan-Nya.

____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________

Ayat apakah yang secara langsung menghantam benteng yang Anda hadapi? Tulislah, simpanlah dalam hati Anda, dan ucapkanlah untuk membungkam musuh.

____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________

Jika Anda tidak tahu ayat tertentu yang menangkis dusta musuh dalam bidang itu, galilah Firman Allah dan temukan beberapa ayat relevan. Pakailah konkordansi Alkitab atau carilah di internet.

Hari 4

MEMBANGUN BENTENG KEBENARAN

Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.

—Mazmur 119:28-29

Setelah Anda mengenali suatu benteng dan berbicara untuk menghancurkannya, ada satu langkah lagi yang lebih penting. Anda harus mengisi ruang yang

Dalam dokumen TA K K E N A L MENYERAH (Halaman 153-169)