• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertimbangan Hakim

Dalam dokumen TESIS OLEH MUJITA SEKEDANG (Halaman 127-135)

C. Peran Hakim Selaku Fasilitator Dalam Proses Diversi di

4. Pertimbangan Hakim

Menimbang, bahwa para anak telah didakwa oleh penuntut umum dengan dakwaan berbentuk Subsidairitas, maka hakim tunggal anak terlebih dahulu mempertimbangkan dakwaan primair sebagaimana diatur dalam Pasal 365 ayat (2) ke-2e Kitab Undang-undang Hukum Pidana, yang unsure-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Pencurian;

2. Yang didahului, diserta atau diikuti dengan kekrasan atau ancaman kekerasan terhadap oran dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya;

3. Dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut majelis hakim mempertimbangkan sebagai berikut :

Ad. 1. Pencurian;

Menimbang, bahwa “pencurian” dimaksud adalah sebagaiamana diatur Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana;

Menimbang, bahwa Pasal 362 KUHP, unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

a. Barangsiapa;

b. Mengambil sesuatu barang;

c. Yang mana sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain;

d. Dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak;

Menimbang, bahwa tentang unsur “Barangsiapa” adalah menunjuk kepada subjek hukum, yaitu orang/pelaku yang diajukan ke muka persidangan dikarenakan adanya suatu dakwaan terhadap dirinya;

Menimbang, bahwa pada awalnya persidangan perkara ini dimulai, Penuntut Umum menghadapkan para anak yang ternyata para anak menerangkan masing-masing identitas dirinya sama dengan apa yang dimaksudkan penuntut umum didalam surat dakwaannya bahwa ianya para anak bernama Benny krisman Gea dan Andyka Syahputra;

Menimbang, bahwa di persidangan juga, saksi korban Sri Handayani, meskipun tidak mengetahui nama para anak pada saat para anak melakuakan perbuatan yang didakwakan kepadanya, menunjuk dengan jelas bahwa para anak yang dihadapkan ke persidangan ini adalah benar pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha mio, warna merah putih, nomor polisi BK 5792 ADO, dan kemudian memepet saksi korban Sri Handayani dari belakang, dari arah sebalah kiri, lalu kemudaian mengambil domppet berisikan uang tunai sejumlah Rp. 340.000,00 (tiga ratus empat puluh ribu rupiah), milik saksi korban Sri Handayani, yang terseletak di tempat baran di depan sepeda motor yang dikendarainya;

Menimbang, bahwa oleh karena para anak telah menerangkan ianya masing-masing bernama Benny Krisman Gea dan Andyka Syahputra, dan kepada para anak

telah pula didakwa melakukan suatu perbuatan yang dapat dipidana, maka Hakim tunggal anak berpendapat bahwa unsur ini telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa selanjutnya tentang unsur “Mengambil” sesuatu barang”

bermakna bahwa pada saat barang itu akan diambil, barang itu belum berada dalam kekuasaan para anak;

Menimbang, bahwa di persidangan, baik saksi korban Sri Handayani maupun para anak menerangkan bahwa benar dompet berisikan uang tunai sejumlah Rp.

340.000.00 (tiga ratus empat puluh ribu rupiah), milik saksi korban Sri Handayani tersebut terletak di tempat barang depan sepeda motor yang dikendarai saksi korban Sri Handayani, lalu anak Benny Krisman Gea mengambil dompet tersebut dengan cara meaihnya dengan menggunakan tangan kanannya, yang setelah berhasil diraih, maka anak Andyka Syahputra seketika itu pula melajukan kecepatan sepeda motornya, sehingga hakim tunggal anak berpendapat bahwa unsure inipun telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa selanjutnya tentang unsure “Yang sama sekali atau sebagian termasuk kepuyaan orang lain”, oleh karena faktanya baik saksi korban Sri Handayani maupun para anak memberikan bahwa dompet berisi uang tunai sejumlah Rp. 430.000.00 (tiga ratus emapt puluh ribu rupiah) tersebut seluruhnya adalah milik saksi korban Sri Handayani, maka hakim tunggal anak berpendapat bahwa unsure inipun telah terpenuhi;

Menimnag, bahwa selanjutnya tentang unsur “Dengan maksud akan memiliki baran itu dengan melawan hak”, bermakna bahwa pada saat barang itu diambil oleh para anak, saksi korban Sri Handayani tidak memberikan izinnya;

Menimbang, bahwa oleh karena pada faktanya ketika setelah para anak berhasil meraih dompet berisi uang tunai sejumlah Rp. 430.000.00 (empat ratus tuga puluh ribu rupiah). Para anak melarikan diri, sedangkan saksi korban Sri Handayani berteriak “jambret… jambret… maling… maling”, maka jelas dan teranglah bahwa para anak mengambil dompet berisi uang tunai sejumlah Rp. 340.000.00 (tiga ratus empat puluh ribu rupiah) yang dimaksudkan akan digunakan untuk membayar biaya modifikasi sepeda motor anak Benny Krisman Gea, bertentangan dengan kehendak saksi korban Sri Handayani, dan oleh karenanya unsure inipun terpenuhi;

Ad.2. yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang dengan maksud menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau bagi kawannya yang turut melakukan kejahatan itu akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya;

Menimbang, bahwa oleh karena pula pada faktanya yang terungkap dalam persidangan perkara ini, khususnya dari keterangan saksi korbanSri Handayani sendiri, tidak tampak ada perbuatan yang mendahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap saksi korban Sri Handayani dengan

maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan supaya ada kesempatan bagi para anak akan melarikan diri atau supaya ada kesempatan bagi para anak akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya, maka hakim tunggal anak berpendapat unsure initidak terpenuhi;

Menimbang, bahwa oleh karena salah satu unsur dari pasal yang didakwakan dalam dakwaan primair tersebut tidak terpenuhi, maka terhadap para anak haruslah dinyatakan dakwaan primair tidak terbukti dan oleh karenanya pula para anak harus dibebaskan dari dakwaan primair tersebut;

Menimbang, bahwa oleh karena telah dinyatkan para anak tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan primair dan oeh kaena para anak telah dibebaskan dari dakwaan primair tersebut, maka hakim tunggal anak selanjutnya akan mempertimbangkan dakwaan subsidari;

Menimbang, bahwa dakwaan subsidair sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHP, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Pencurian;

2. Dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut hakim tunggal mempetimbangkan sebagai berikut :

Ad. 1. Pencurian;

Menimbang, bahwa oleh karena diatas telah hakim tunggal anak pertimbangkan tentang unsur pencurian, dan ternyata unsur tersebut terpenuhi, maka untuk tidak mengulangi pertimbangan di dalam mempertimbangkan dakwaan subsidair ini, diambil alih seluruhnya menjadi pertimbangan unsur pencurian Pasal 363 (1) ke-4 KUHP, dan oleh karenanya pula unsur pencurian dalam pasal 363 (1) ke-4e KUHP ini telah terpenuhi;

Ad. 2. Dilakukan oleh dua orang bersama-sama;

Menimbang, bahwa tentang unsur “Dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih, hakim tunggal anak mempetimbangkan sebagai berikut :

Menimbang, bahwa oleh karena juga fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan sebagai terurai diatas, baik saksi korban Sri Handayani mapun para anak menerangkan bahwa perbuatan mengambil dompet berisi uang tunai sejumlah Rp.

340.000.00 (tiga ratus empat puluh ribu rupiah) tersebut dilakukan oleh para anak tersebut, yang pada saat melakukan perbuatan itu dengan berboncengan pada sepeda motor Yamaha mio, warna merah putih, nomor polisi BK 5792 ADO, maka dengan demikian unsure inipun telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa oleh karena keseluruhan unsure dari pasal 363 ayat (1) ke-4 Kitab Undang-undang Hukum Pidana telah terpenuhi, maka para anak haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinka melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan subsidair;

Menimbang, bahwa dalam persidangan, hakim tunggal anak tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjwaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan/atau alasan pemaaf, maka anak harus pempertanggungjawabkan perbuatannya;

Menimbang, bahwa oleh karena para anak mampu betanggungjawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap para anak telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penankapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan dipersidangan ini, berupa 1 (satu) dompet dan uang tunai sejumlah Rp. 340.000.00 (tiga ratus empat puluh ribu rupiah), oleh karena milik saksi korban Sri Handayani, maka dikembalikan kepada saksi korban Sri Handayani, sedangkan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha mio, warna mera putih, nomor polisi BK 5792 ADO, oleh karena milik Andyka Syahputra, maka dikembalikan kepada Andyka Syahputra;

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap diri para anak, maka perlu dipetimbangkan terlebih dahulu keadaan yang meberatkan dan yang meringankanpara anak;

Keadaan yang memberatkan :

- Bahwa perbuatan yang dilakukan oleh para anak pada saat ini tergolong yang meresahkan masyarakat;

Keadaan yang meringankan:

- Bahwa para anak bersikap sopan selama pemeriksaan perkara sehingga persidangan berjalan dengan lancer;

- Bahwa para anak pada akhir pemeriksaan terhadap dirinya menyatakan rasa penyesalan ataas perbuatannya;

Menimbang, bahwa selanjutnya :

- Bahwa penuntut umum memohon agar para anak dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) bulan dikurangi selama para anak ditahan;

- Bahwa terhadap para anak, berlaku ketentuan Pasal 81 undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Perdilan Pidana Anak;

- Bahwa sebagaimana pembimbing kemasyarakatan pada Litmas yang merekomendasikan agar para anak dijatuhi pidana dalam waktu yang tidak terlalu lama;

- Bahwa orangtua masing-masing para anak, juga berharap agar para anak dipidana yang seringan-ringannya, dan kedepan akan lebih membimbing anak agar dapat berbuat yang benar;

- Bahwa pihak keluarga anak telah dapat berdamai dengan saksi korban Sri Handayani;

- Bahwa saat ini sistem pembinaan terhadap anak telah diatur lebih baik;

Bahwa kemudian dengan memperhatikan dan mengutamakan pendekatan keadilan restoratif dan asas kepentingan terbaik bagi anak, dengan tetap memperhatikan keadaan korban maka pidana yang tersebut dalam amar putusan ini adalah yang patut diterima oleh para anak;

Dalam dokumen TESIS OLEH MUJITA SEKEDANG (Halaman 127-135)