• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KEPALA SP

Dalam dokumen PTPN XIII - Home (Halaman 109-111)

Menjabat sebagap Kepala SPI sejak 16 September 2014 hingga sekarang.

Lahir di Tanjung Pinang, 06 Oktober 1960, meraih gelar S1 dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Solo tahun 1984. Memulai karir sebagai karyawan di PTP VII Tahun 1985 sebagai Asisten Tanaman di Pasir Mandoge mulai tahun 1986 – 1990, Asisten Tanaman di Gunung Emas PTPN VII mulai tahun 1990 – 1996. Tahun 1997 bergabung dengan PTPN XIII sebagai Asisten Tanaman PTPN XIII di Gunung Emas sampai tahun 1998, Asisten Kepala Tanaman mulai 1998-2000 di Parindu, Asisten Kepala Tanaman tahun 2000-2003 di Longkali, Asisten Kepala Tanaman tahun 2004 di Tabara, Manajer Pelaihari sejak tahun 2005 – 2007, Manajer Tabara Inti tahun 2009 – 2014.

PROFIL AUDITOR SPI

Jumlah Auditor Bagian SPI yang dimiliki PTPN XIII per 31 Desember 2015 sebanyak 16 orang. Latar belakang auditor adalah berpendidikan Strata 1 bdang Pertanian, Ekonomi dan Teknik dan kesemuanya telah memiliki sertifikasi sebagai auditor sesuai standar minimal yang dibutuhkan oleh Perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, auditor dibantu oleh 6 (enam) pembantu auditir, dengan latar belakang pendidikan S1 sebanyak 3 orang dan SMU sebanyak 3 orang. Komposisi personil SPI sebagai berikut:

No Nama jabatan Jumlah karyawan

1 Kepala Bagian SPI 1

2 Senior Auditor (Golongan III C ke atas) 6

3 Junior Auditor (Golongan IIA dan IIIB) 3

4 Pembantu Auditor 5

5 Sekretaris 1

Jumlah 16

PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI AUDITOR

PTPN XIII memiliki program untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi Auditor Internal melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan. Diharapkan setiap auditor internal SPI dapat memperoleh gelar profesi yaitu Profesional Internal Auditor (PIA) setealh mengikuti beberapa tahapan pelatihan pengembangan profesi yang diselenggarakan oleh PPAK-STAN sebagai berikut:

a. Dasar-dasar Audit b. Diklat Audit Kinerja c. Diklat Audit Operasional

d. Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit e. Diklat Audit Kecurangan

f. Diklat Pengelolaan Tugas-tugas Audit

Selain pelatihan penjejangan tersebut, auditor internal SPI dapat mengikuti diklat lanjutan PIA dan diklat khusus yaitu Audit Forensik dasar, Audit Forensik lanjutan, Manajemen risiko, Risk Based Audit, Penulisan laporan hasil audt yang efektif, Audit sampling, EDP audit, Self assessment internal control, Diklat khusus bagi Kepala SPI. Selain paltihan di atas, kepada setiap auditor internal SPI diwajibkan sebagai penyaji pada forum pelatihan di kantor sendiri yang tema makalahnya dapat dipilih sesuai dengan proses bisnsi perusahaan.

No Pelatihan Kabag SPI Senior Auditor Junior Auditor Jumlah

1 Dasar-Dasar Audit - 5 4 9

2 Audit Operasional - 1 - 1

3 Komunikasi & Psikologi Audit - - - -

4 Audit Kecurangan - - 2 2

5 Profesional Internal Auditor (Sertifikasi) - - - -

Jumlah - 6 6 12

Pada tahun 2015 tidak ada kegiatan seminar atau workshop yang diikuti personil Bagian Satuan Pengawas Intern dikarenakan keterbatasan anggaran.

PIAGAM AUDIT INTERNAL

Internal Audit Charter adalah piagam yang digunakan sebagai acuan kerja maupun komitmen manajemen untuk melindungi Internal Auditor SPI dalam pelaksanaan tugas di lingkungan PTPN XIII. Piagam Audit Internal ditetapkan Direksi dengan mempertimbangkan saran Dewan Komisaris, ketentuan yangberlaku serta mengacu pada Standar Profesional Audit Intern.

SPI telah menyusun Internal Audit Charter yang disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris PTPN XIII tanggal 1 Januari 2006 yang kemudian direvisi untuk pertama kali pada tanggal 3 Mei 2010. Memperhatikan aturan dalam Pedoman Dasar Kerja, aturan GCG dari Kementerian BUMN selaku Pemegang Saham, dinamika dan proses bisnis perusahaan yang makin besar serta adanya penggantian Direksi dan Dewan Komisaris, maka perusahaan melakuka revisi keduanya terhadap internal audit charter SPI PTPN XIII yang diterbitkan pada Pebruari 2014.

Piagam audit internal PTPN XIII memuat Dasar Hukum, Struktur Organisasi SPI, Visi dan Misi, Sasaran, Strategi dan Kebijakan, Ruang Lingkup, Hubungan Kerja, Stndar dan Pedoman Praktik Audit Internal, Kode Etik, Standar Profesi, Standar Atribut (Tujuan, Kewenangan dan Tanggung Jawab, Independensi, Keahlian dan Kecermatan Profesonal, Program Jaminan dan Peningkatan Kualitas Fungsi Audit Internal). Standar Kinerja (Pengelolaan Fungsi Audit Internal, Lingkup Penugasan, Perencanann Penugasan, Pelaksanaan Penugasan, Komunikasi Hasil Penugasan, Pemantauan Tindak Lanjut, Resolusi Penerimaan Risiko oleh Manajemen).

TUGAS DAN KEWAJIBAN SPI Tugas pokok dan kewajiban SPI meliputi:

a. Membantu Direktur Utama dalam melakukan pengawasan baik secara preventif maupun edukatif dan menjabarkan operasional melalui perencanaan, pelaksanaan maupun pemantauan terhadap kegiatan unit kerja maupun bagian di Kantor Direksi.

b. Memberikan rekomendasi kepada manajemen melalui Direktur Utama mengenai penyempurnaan sistem pengendalian intern, upaya penerapan dan pencapaian strategi bisnis, peningkatan efektivitas manajemen risiko, mendorong pelaksanaan GCG.

c. Membuat laporan tertulis atas setiap pelaksanaan tugasnya yang disampaikan kepada Direktur Utama. d. Senantiasa meningkatkan keahlian dan profesinya untuk memenuhi standar kualifikasi.

e. Memastikan angka-angka dalam laporan keuangan secara tepat dan akurat sesuai ketentuan yang berlaku. Tanggung jawab SPI adalah sebagai berikut:

1. Menyusun Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) yang meliputi jumlah jenis audit, obyek audit, personil waktu pelaksanaan serta anggaran tersedia.

2. Menyusun sasaran mutu Bagian SPI selaras dengan sasaran mutu Perusahaan, menetapkan KPI serta menjabarkannya dalam PKPT serta melaporkan realisasi pencapaiannya.

3. Membantu menciptakan sistem peringatan dini (early warning sistem) bagi manajemen guna mengambil tindakan korektif atas penyimpangan yang mungkin akan terjadi.

4. Sebagai katalisator manajemen perubahan, konsultan GCG serta koordinator pelaksanaan manajemen risiko perusahaan.

WEWENANG

Audito Internal SPI mempunyai wewenang sebagai berikut:

a. Menyusun, merubah, menentukan dan melaksanakan kebijakan audit intern termasuk waktu, prosedur dan lingkup audit.

b. Memasuki seluruh area perusahaan, dengan melakukan peninjauan tempat usaha, daerah lingkungan kerja serta tempat dimana aset perusahaan berada.

c. Meminta keterangan dan penjelasan kepada seluruh jajaran manajemen unit kerja dan karyawan dalam rangka pelaksanaan audit.

d. Mempunyai akses terhadap dokumen, pencatatan, personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas auditnya.

e. Meminta bantuan tenaga auditor lain atau pihak independen dalam hal SDM tidak tersedia di SPI atau karena masalah kemampuan teknis dengan biaya perusahaan.

f. SPI sesuai permintaan pemegang saham dan atau komisaris anak perusahaan PTPN XIII (Persero), dapat melakukan audit operasional dan kinerja pada anak perusahaan.

Dalam dokumen PTPN XIII - Home (Halaman 109-111)