BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
1. Prosedur Penelitian
Penelitian ini bermula dari mencari masalah yang terjadi di sekolah dan menjadikan potensi penelitian. Peneliti melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui adanya potensi dan masalah yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Analisis kebutuhan dilakukan bersama guru kelas IV Jogja Green School pada hari Kamis, 6 Agustus 2020. Wawancara ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengidentifikasi adanya masalah yang terkait dengan media pembelajaran dan modul yang akan dibuat oleh peneliti. Wawancara juga dilakukan untuk mengetahui masalah yang terjadi di kelas IV dan kesulitan apa saja yang dilakukan anak pada saat belajar di sekolah.
Wawancara ini dilakukan secara online karena adanya kondisi pandemi sekarang ini sehingga membuat peneliti untuk tidak melalukan wawancara atau observasi secara langsung. Walaupun begitu peneliti bisa bertanya kepada guru kelas jika ada yang perlu ditanyakan secara online.
33 b. Pengumpulan Data
Pada tahap ini, penelitian melakukan pengumpulan data dengan melakukan pencarian di internet, referensi dan skripsi terdahulu. Dari berbagai sumber tersebut, peneliti memiliki ide untuk mendesain produk media pembelajaran Papan Kosakata.
c. Desain Produk
Penelitian merancang desain media pembelajaran yang sudah dibuat oleh penelitian sebelumnya, lalu dimodifikasi menjadi warna kuning dan merah. Patrycia (2010) mengatakan bahwa warna kuning memberikan kehangatan dan rasa bahagia terhadap peserta didik. Kata lain warna ini juga mengandung makna optimis, semangat dan ceria, dari sisi psikologi keberadaan warna kuning ini juga merangsang aktivitas dan mental.
Dalam psikologi warna merah memberi arti sebuah simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan. Selain itu peneliti menggunakan warna biru, hijau dan merah muda yang merupakan golongan warna dingin yang memiliki sifat dan pengaruh yang tenang untuk berkonsentrasi (Josefin, Damajanti, dan Irianto, 2016: 73).
d. Validasi Desain
Peneliti menggunakan validasi ahli sebagai evaluasi formatif terhadap produk media pembelajaran, modul dan video. Produk yang dikembangkan akan divalilidasi oleh satu validator ahli bahasa Indonesia, satu guru kelas IV SD, dan ahli psikologi. Validasi produk bertujuan untuk mendapat saran dan kritik yang akan membuat produk media pembelajaran ini menjadi layak untuk digunakan. Saran dan kritik ini untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari produk yang dikembangkan.
e. Revisi Produk
Revisi produk dilakukan setelah peneliti memperoleh saran dan kritik yang diperoleh dari validator. Revisi produk dilaksanakan untuk
34
memperbaiki kekurangan dan kesalahan dari produk yang dinilai oleh validator yaitu ahli bahasa Indonesia, ahli psikologi dan guru kelas IV.
f. Uji Coba Produk
Penelitian melakukan uji coba produk, setelah melakukan revisi produk yang dianjurkan oleh validator. Uji coba dilakukan kepada peserta didik kelas IV Jogja Green School. Peneliti melakukan uji coba kepada peserta didik yang belum menguasai kosakata menjadi kalimat.
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui produk tersebut sudah layak digunakan atau belum.
B. Setting Penelitian
Setting dalam penelitian yang dilakukan meliputi lokasi penelitian, subyek penelitian, obyek penelitian, dan waktu penelitian. Peneliti menguraikan sebagai berikut.
1. Lokasi Penelitian
Jogja Green School merupakan sekolah berbasis alam yang mengutamakan pendidikan berbasis alam, dimana anak bisa mengksplorasikan keinginannya untuk belajar dengan peraga yang sesungguhnya. Sekolah Jogja Green School ini merupakan sekolah inklusi di Yogyakarta.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah anak autisme kelas IV SD di sekolah iklusi Yogyakarta. Pertimbangam dalam pemilihan subjek penelitian ini yaitu berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti. Tujuan penelitian memilih anak tersebut sebagai subjek penelitian yaitu untuk mengetahui potensi dan masalah di lapangan. Produk penelitian ini divalidasi oleh ahli psikologi, ahli media dan guru kelas IV.
3. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah produk yang berupa media Papan Kosakata dan modul. Media Papan Kosakata ini digunakan untuk melatih atau membantu peserta didik dalam penguasaan kosakata menjadi suatu kalimat. Modul digunakan sebagai pendukung dan
35
arahan untuk menggunakan media pembelajaran yang diimplementasikan oleh guru kelas dan guru pendamping. Video penggunaan juga dibuat agar guru ataupun orang yang menggunakan media tersebut lebih mudah untuk mengetahui data penggunaanya kapan saja.
4. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sementer ganjil tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan
C. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh informasi atau keterangan mengenai permasalahan berdasarkan kenyataan yang ada.
Teknik pengumpulan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik tes dilakukan dengan memberikan soal evaluasi kepada siswa dan teknik nontes dilakukan dengan menggunakan wawancara, kuesioner dan observasi. Teknik pengumpulan kata pengembangan yang disusun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu bentuk evaluasi jenis nontes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung dengan peserta didik. Sedangkan wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara secara tidak langsung yaitu pewawancara atau guru menanyakan sesuatu kepada peserta didik melalui perantara atau media atau dengan kata lain tidak menemui langsung sumbernya (Rukajat, 2018: 113). Peneliti melakukan wawancara terstruktur dengan berpedoman pada instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis.
2. Kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data untuk memahami individu dengan cara memberikan suatu daftar pertanyaan tentang berbagai aspek kepribadian individu. Kuesioner dapat memperoleh
36
berbagai macam data tentang individu dalam waktu yang relatif singkat.
Karena itu dibandingkan dengan metode pemahaman siswa yang lain, kuesioner mempunyai kenggulan dalam hal dilakukan secara manual, dalam waktu pendek, dan mampu mengungkapkan berbagai aspek kepribadian individu (Rahardjo, 2011: 94).
3. Tes
Tes merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran. Tes adalah salah satu teknik penilaian yang terdiri dari sejumlah pertanyaan atau butir soal yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi melalui jawaban responden atau peserta didik dimana jawaban tersebut dapat dikategorikan benar atau salah. Teknik penilaian dengan cara tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa (Astiti, 2017: 33). Soal evaluasi berjumlah sepuluh soal yang menyerupai menyusun huruf menjadi kata beda.
D. Instrumen Penelitian
Siregar (2019: 16) menjelaskan instrumen penilaian adalah alat yang disusun dan digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah infromasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Peneliti menggunakan instrumen dalam penelitian tersebut yaitu pedoman wawancara, kuesioner, dan tes.
1. Pedoman Wawancara
Wawancara ditunjukan kepada guru kelas IV SD. Kegiatan wawancara yang pertama ditunjukan menggunakan wawancara terstruktur. Pedoman wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV dapat dilihat tabel berikut:
Tabel 3.1 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Guru Kelas IV No Aspek yang diamati
37 2. Pedoman Kuesioner (Angket)
Peneliti menggunakan kuisioner dalam beberapa hal yaitu analisis kebutuhan, validasi produk oleh ahli, dan validasi produk melalui uji coba lapangan.
a. Instrumen Validasi Produk oleh Ahli
Instrumen validasi produk oleh ahli berupa kuesioner yang dilakukan untuk mengetahui kualitas produk yang berupa media pembelajaran dan produk. Kuisioner validasi produk berupa kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban berskala Likert. Rentang skala yang disedikan adalah 1 sampai 4 dengan jawaban skala (1) Kurang Baik, (2) Cukup Baik, (3) Baik, (4) Sangat Baik. Validasi produk dilakukan oleh ahli pembelajaran bahasa dan guru kelas.
Berikut adalah aspek yang dinilai dalam validasi produk yang disajikan dalam tabel beriku
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Validasi Media Aspek yang dinilai Indikator Penyajian materi pada
media
Penyajian materi sesuai SK, KD
Penyajian materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
Penyajian materi dalam media mudah di pahami Kriteria media
pembelajaran
Diguanakan sebagai alternatif media pembelajaran
Tampilan dalam media menarik
Mudah di operasikan dan dapat digunakan Sederhana dan mudah dibawa kemana-mana Tampilan Media Desain Menarik
Pemilihan warna media Pemilihan ukuran huruf media Ketepatan pemilihan gambar Cetakan gambar jelas
38
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Validasi Modul Panduan
No Aspek yang dinilai Indikator
1 Cover Cover yang menarik
Gambar sudah sesuai dengan media
2 Isi Modul Berisi panduan untuk guru kelas
Modul sebagai pegangan shadow Ketepatan dalam bahasa, kalimat yang jelas
Ukuran huruf yang tepat Kualitas gambar bagus 3 Langkah-Langkah penggunaan Kesesuaian langkah-langkah
kegiatan dengan ilustrasi gambar
Tabel 3.4 Kisi-kisi Validasi Video Penggunaan Media
No Aspek yang dinilai Indikator
1 Menarik Setting video yang menarik Gestur tubuh
2 Kualitas Kualitas video
Keruntutan langkah-langkah kegiatan
Kesesuaian langkah kegiatan dengan tampilan video
Pemilihan backsoud yang menarik
3 Bahasa Kejelasan intonasi
Bahasa yang digunakan sudah kontekstual
3. Tes
Peneliti menggunakan soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan media Papan Kosakata
39
dalam uji lapangan. Peneliti menyusun dan mengembangkan soal dan buku siswa. Soal yang dibuat berjumlah 10 soal tipe jawaban singkat.
Instrumen yang sudah dibuat kemudian diujikan oleh validitasnya.
validasi merupakan kemampuan untuk kemampuan untuk mengatur apa yang akan diukur. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung, melalui ukuran pengganti atau secara tidak langsung melalui konstruk-konstruk pengujian Supriyono (2018: 49). Instrumen tes yang sudah dibuat kemudian diujikan kepada peserta didik kelas IV SD.
Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal Tes No Aspek yang diukur
1-10 Kata benda yang berada di lingkungan sekitar
E. Analisis Data
Sanjaya (dalam Wibowo, 2016: 76) menjelaskan menganalisis data adalah proses mengolah dan menginterprestasi data dengan tujuan untuk menjadikan berbagai informasi sesuai dengan fungsinya hingga memiliki makna dan arti yang jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif untuk mengetahui hasil penelitian. Sugiyono (dalam Wibowo, 2016: 76) menjelaskan teknik kuantitatif merupakan suatu karakteristik dari suatu variabel yang nilai-nilai dinyatakan dalam bentuk angka.
Berikut pembahasan dari masing-masing teknik analisis.
1. Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif didapatkan dari validasi yang dikemukakan oleh ahli bahasa, ahli psikologi dan guru kelas IV dan hasil wawancara dari guru kelas. Hasil validasi berupa komentar dan saran dari ahli bahasa, ahli psikologi dan guru kelas yang dianalisis untuk mengetahui kualitas produk dalam melakukan perbaikan. Selanjutnya hasil wawancara diambil kesimpulan dalam bentuk tabel untuk mengetahui secara umum mengenai proses pembelajaran peserta didik di kelas.
40 2. Analisis Data Kuantitatif
Data kuantitatif didapat dari hasil validasi produk oleh ahli. Validitas produk oleh ahli dilakukan dengan menggunakan skala 1, 2, 3 dan 4.
Setiap skala dilengkapi dengan kriteria yang memudahkan peneliti dalam memberikan penliaian.
Skala kriteria untuk pedoman penilaian pada instrumen non tes yaitu untuk hasil validitas produk ahli adalah sebagai berikut:
Nilai 4 : Instrumen Sangat Baik Nilai 3 : Instrumen Baik
Nilai 2 : Instrumen Kurang Baik Nilai 1 : Instrumen Tidak Baik
Hasil yang diperoleh dari penilaian validator, kemudian dihitung untuk memperoleh rerata penlaian. Rerata penilaian dihitung dengan rumus berikut.
Gambar 3.3 Rumus Rerata Hasil Penilaian Dengan Skala Likert Rerata nilai tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualiatif dengan acuan dari Widoyoko (2014: 144). Berikut adalah tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif menurut Widoyoko yang disajikan dalam tabel berikut.
Tabel. 3.6 Data Konversi Kuantitatif ke Kualitatif
Interval Skor Kategori
3,26 β 4,00 Sangat Baik
2,51 β 3,25 Baik
1,76 β 2,50 Cukup Baik
1,00 β 1,75 Kurang Baik
πππππ πβπππ =
β π πππ π¦πππ ππππππππβ
β π πππ ππ‘ππ
41
Interval skor tersebut juga dapat menunjukkan valid/tidaknya suatu instrumen. Berikut adalah kategori hasil skor validasi intrumen oleh ahli yang dituangkan dalam tabel berikut.
Tabel 3.7 Data Konverensi Kuantitatif ke Kualitatif Interval Skor Kategori Keterangan
3,26 β 4,00 Sangat Baik Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan
2,51 β 3,25 Baik Keseluruhan instrumen sudah layak namun perlu diperbaiki
1,76 β 2,50 Cukup Baik Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan keseluruhan instrumen sudah layak digunakan namun perlu perbaikan, apabila rerata skor yang diperoleh lebih kecil dari 2,50, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.
Analisis data kuantatif yang selanjutnya dilakukan untuk menghitung presentase jawaban kuesioner. Presentase dihitung dengan menggunakan rumus Supraktiknya (2012: 128). Berikut rumus perhitungan presentase jawaban kuesioner yang disajikan pada rumus berikut:
Gambar 3.4 Presentase Jawaban Kuesioner Presentase jawaban = β πππ ππππππ π¦πππ ππππππ€ππ
β π‘ππ‘ππ πππ ππππππ
x100%
Nilai = β π½ππ€ππππ π¦πππ πππππ
β π πππ’ππ’β π‘ππ‘ππ x 100%
42
Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan tes. Tes berupa pretest dan posttest dengan jumlah masing-masing 10 soal. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran βPapan Kosakataβ melalui uji lapangan.
Tipe soal yang digunakan adalah jawab singkat. Skor untuk jawaban yang benar adalah 1 dan skor untuk jawaban yang salah adalah 0. Berikut perhitungan nilai pretest dan posttest dihitung dengan rumus berikut.
Langkah selanjutnya yaitu menghitung rata-rata tes yang diperoleh oleh semua siswa dengan rumus berikut
Gambar 3.5 Rumus Rata-rata Tes
Kemudian membandingkan nilai pretest dan posttest dengan cara menghitung presentase nilai dengan rumus berikut.
Gambar 3.6 Rumus Presentase Penilaian Nilai = β πππππ π πππ’π πππ πππ‘π πππππ
β π πππ’ππ’β πππ πππ‘π πππππ
Presentase = posttestβpretest
pretest x 100%
43 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBASAHAN
A. Hasil Penelitian
1. Potensi dan Masalah
Dalam mengidentifikasi potensi dan masalah yang terkait dengan media pembelajaran Papan Kosakata, peneliti melakukan wawancara secara tidak langsung. Wawancara tersebut dilaksanakan peneliti di sekolah inklusi
a. Wawancara
Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas IV sekolah inklusi, berinisial Pak S. Wawancara dilakukan secara tidak langsung pada bulan Agustus 2020, hal ini ditujukan sebagai pengumpulan data untuk mengetahui analis kebutuhan peserta didik dan perkembangan selama di kelas ketika melaksanakan pembelajaran. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran Papan Kosakata yang dikembangkan dapat membantu peserta didik dalam pembelajaran di kelas.
Wawancara kepada guru kelas IV memiliki tujuan untuk memperoleh (1) kurikulum yang digunakan, (2) Strategi dalam mata Pelajaran, (3) Media Pembelajaran, (4) Strategi dalam penanganan peserta didik autisme, (5) Masalah yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran.. Hasil wawancara disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Hasil Wawancara Guru Kelas IV Aspek yang
44 ramah dan komunikatif.
Apakah kurikulum reguler dengan baik di dalam kelas?
Masih ada, kesulitannya
Seperti apa bahan ajar inklusi yang digunakan untuk
45
supaya siswa dapat memahami.
Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas IV, peneliti menyimpulkan bahwa permasalahan yang ditemukan pada peserta didik berkebutuhan khusus kategori autisme masih belum mampu memahami arti dalam sebuah kalimat atau belum bisa menguasai kosakata sehingga peserta didik tidak dapat menyusun kata benda. Di sekolah guru masih sulit dalam penyampaian materi yang lebih lama sehingga siswa masih ada yang kesulitan dalam memahami materi tersebut.
Dengan adanya masalah tersebut peneliti membuat ide untuk membuat sebuah media pembelajaran yang berupa Papan Kosakata untuk membantu peserta didik agar lebih memahami atau menguasai dalam kosakata yang ia pelajari dalam pelajaran bahasa Indonesia.
2. Pengumpulan Data
Peneliti mengembangkan produk yang telah ada yaitu media papan kosakata. Produk yang telah ada dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan autisme dalam pembelajaran. Proses pengembangan, peneliti mengumpulkan informasi terkait produk yang telah ada melalui studi literatur.
Studi literatur dilakukan oleh peneliti dengan cara memperoleh informasi dari berbagai sumber, google, buku, youtube, jurnal dan skripsi terdahulu terkait produk yang akan dikembangkan. Studi literatur bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih jelas dan terperinci terkait media papan kosakata. Literatur yang digunakan sebagai acuan desain, yaitu:
a. Penelitian yang dilakukan oleh Utami (2013) yang berjudul
βPenguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Melalui Media Papan Selip (Slot Board) Pada siswa kelas II SDN 2 Karang Talun Tahun Ajaran 2013/2014β. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan kosakata bahasa Indonesia melalui media papan selip (slot board) yang dapat dilihat dari penigkatan nilai rata-rata kelas dan
46
presentase ketuntasan pada setiap siklus. (Publikasi, http://eprint.ums.ac.id/279992/10/02._Naskah_Publikasi.pdf )
b. Lahitani, Marina. (2014) yang berjudul. βPengembangann Media Kartu Untuk Papan Kata Untuk Meningkatkan Kosakata Nama Hewan Pelajaran Bahasa Inggris Pada Kelompok B Di TK Pratiwi Surabayaβ.
Dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media kartu untuk papan kata terhadap kemampuan anak dalam khusus tertentu terutama dalam mengembangkan media papan kosakata.
Peneliti mengembangkan media papan kosakata pada materi penguasaan kosakata untuk anak autisme kelas IV sekolah inklusi. Pada media papan kosakata yang sudah ada menggunakan bahan dasar kertas karton, peneliti memodifikasi media menggunakan bahan tripleks dan menggunakan warna primer (kuning dan merah) dengan ukuran 50cm x 60cm, kartu huruf dan kartu bergambar.
3. Desain Produk a) Desain Media
Peneliti membuat tiga komponen dalam media tersebut, yaitu: (1) Papan Kosakata, (2) Kartu Huruf, (3) Kartu Bergambar
1) Papan Kosakata
Mempunyai ukuran 50cm x 60cm berlapis tripleks yang cukup tebal dan kuat, lalu untuk pemilihan warna papan kosakata ada dua warna yaitu warna kuning dan merah. Peneliti menggunakan warna kuning dan warna merah agar peserta didik lebih semangat dan tertarik dengan media tersebut Tujuan membuat papan dengan menggunakan tripleks agar papan menjadi lebih
47
kuat dan tidak mudah rusak, sehingga agar lebih mudah dibawa kemana-mana.
Gambar 4.1 Papan Kosakata 2) Kartu Huruf
Peneliti membuat kartu huruf berbentuk persegi, lalu peneliti membuat kartu huruf dengan ukuran 5cm x 4cm, warna untuk kartu huruf yaitu macam-macam warna yang berbeda yaitu warna merah, kuning, biru, hijau dan merah muda. Jumlah kartu huruf yang dibuat ada 50 kartu huruf dengan menggunakan kertas yang tebal sehingga tidak membuat kartu huruf mudah cepat rusak.
Gambar 4.2 Kartu Huruf
48 3) Kartu Bergambar
Peneliti mencari contoh gambar di internet, tujuannya untuk membuat kartu bergambar tersebut agar peserta didik dapat menyusun kata dengan mudah dengan melihat patokan kartu bergambar yang sudah tersedia di papan kosakata. Kartu bergambar berukuran 7cm x 8cm. Kartu bergambar kemudian di print menggunakan kertas yang berwarna dan di laminating.
Tujuan menggunakan kertas yang berwarna dan melaminating kertas bergambar agar peserta didik lebih menarik melihat warna pada kartu dan agar kualitas kertas pada kartu tidak mudah rusak.
Gambar 4.3 Kartu Bergambar b) Desain Modul
Modul media βPapan Kosakataβ adalah modul yang berisi langkah-langkah penggunaan dan petunjuk penggunaan media
βPapan Kosakataβ. Peneliti mendesain cover dan menggunakan aplikasi Canva. Cover dicetak menggunakan ivory 230 gram dan isi dicetak menggunakan HVS dengan ukuran buku A5.
49
Gambar 4.4 Modul dan Video Pembelajaran 4. Validasi Produk
a. Data Hasil Validasi Produk
Validasi produk dilakukan oleh ahli Media, ahli Psikologi, guru kelas IV Jogja Green School validasi dilakukan secara online pada bulan Mei 2021.
Tabel 4.2 Hasil Validasi Media N
o
Penilai Skor Per Item Total Rerata Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Ahli Media 3 3 3 3 3 3 3 3 3 27 3,00 Baik 2 Ahli Psikolog 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 4,00 Sangat
Baik 3 Guru Kelas
IV
4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 4,00 Sangat Baik
50
Tabel 4.3 Hasil Validasi Modul N
Tabel 4.4 Hasil Validasi Video Media N
o
Penilai Skor Per Item Total Rerata Kriteri 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 a Pius Bakti Utama. Hasil rerata validasi media dari ahli media ialah 3,00. Hasil termasuk pada rentag 2,50< Xβ€3,25 dengan kriteria baik dan layak digunakan dengan revisi. Ahli media juga memberikan saran untuk menambahkan gambar pada papan yang menarik dan untuk penulisan kartu huruf agar lebih ditebalkan. Hasil rerata modul ialah 3,12. Hasil ini termasuk pada rentang 2,50<Xβ€ 3,25 dengan memberikan saran agar tulisan modul lebih diperbesar.
Hasil rerata validasi video adalah 3,00. Hasil ini termasuk pada rentang 2,50<Xβ€3,25 dengan memberikan saran agar backsound musik volumennya diperkecil supaya suara lebih jelas. Ahli Psikologi yang memvalidasi adalah alumni mahasiswa sanata dharma. Hasil rerata validasi media adalah 4,00.
Hasil ini termasuk pada rentang 3,26<X β€4,00 dengan kriteria sangat baik dan layak digunakan dengan revisi. Hasil rerata dari validasi modul ialah 4,00.
Hasil ini termasuk pada rentang 3,26<X β€4,00 dengan memberikan komentar
51
bagian panduan pembelajaran sudah tepat dan mudah dipahami. Hasil rerata dari validasi video ialah 3,50. Hasil ini termasuk pada rentang 3,26<X β€4,00 dengan memberikan komentar pengambilan gambar video sudah baik. Guru kelas IV Jogja Green School yang memvalidasi produk. Hasil rerata validasi media dari ahli media ialah 3,26<Xβ€4,00 dengan kriteria sangat baik dan layak digunakan dengan revisi. Hasil rerarta validasi modul ialah 4,00. Hasil ini termasuk pada rentang 3,26<Xβ€4,00 dengan memberikan komentar agar cover modul panduan supaya lebih menarik lagi. Hasil rerata video ialah 2,80. Hasil ini termasuk pada rentang 2,50<X3,25 dengan memberikan komentar volume musik agar terdengar lebih kencang sehingga narasi yang dibacakan kurang maksimal.
5. Revisi Produk
Berdasarkan hasil validasi, penliti melakukan revisi pada produk. Revisi dilakukan sesuai dengan saran dari ahli media, ahli psikologi dan guru kelas.
Peneliti memperoleh saran dari ahli media untuk memperbaiki papan media untuk penebalan pada kartu huruf, sehingga peserta didik dapat lebih jelas dalam menyusun huruf menjadi sebuah kata benda dan memperbaiki cover pada modul panduan supaya lebih menarik lagi.
Revisi modul yaitu memperbaiki font pada huruf untuk memperbesar pada isi modul agar yang membaca agar lebih jelas dalam membaca buku panduan tersebut dan menggati cover pada modul agar modul lebih menarik lagi. Penliti mendapat revisi tersebut dari ahli Media
52
Tabel 4.5 Revisi Produk
Penilai Komentar/Saran Revisi
Ahli Media
Font pada huruf agar diperpebesar pada isi modul
Font pada huruf agar diperpebesar pada isi modul