Berikut ini adalah proses analisa pemberian BNI KUR di unit bisnis yang berlaku saat ini (Gambar 3) :
1. Sales Agent (SA) akan memasarkan produk dengan cara mengunjungi tempat calon debitur yang usahanya layak untuk diberikan kredit sesuai dengan skim BNI KUR. Bila data debitur telah dinyatakan layak, maka data calon debitur tersebut dikumpulkan sesuai dengan persyaratan minimal yang harus dipenuhi dan dibuatkan Neraca keuangan. Bila data sudah lengkap, SA melakukan pengecekan calon debitur tersebut melalui fasilitas on line SID BI yang menunjukkan status calon debitur apakah telah memiliki fasilitas kredit di tempat lain beserta kolektibilitasnya. Selain itu perlu dilakukan pengecekan pada Daftar Hitam Nasional (DHN).
Jika calon debitur mempunyai riwayat pembayaran dengan koletibilitas
satu maka proses selanjutnya akan dilakukan data entry.
2. Dokumen-dokumen tersebut diberikan kepada Penyelia Kredit Standard
(PKS). PKS kemudian melakukan checking kelengkapan data dan
memeriksa kelayakan dari data-data yang telah dikumpulkan SA. Apabila masih terdapat data yang kurang lengkap maka PKS berhak menugaskan kembali SA untuk melengkapi kekurangannya.
3. Sales Agent membuat Surat Permohonan Penilaian Jaminan kepada
Appraisal Independent (AI)/Analis Kredit Standard (RO/AKS) Silang untuk
dilakukan proses taksasi nilai agunan. Data entry juga menginput data
milik calon debitur ke dalam sistem eLO (Electronic Loan Origination),
serta melakukan verifikasi ulang atas info BI milik calon debitur beserta seluruh pengurusnya melalui fasilitas SID BI dan dimintakan DHN ke PNC Cabang.
4. PKS melakukan validasi terhadap data yang telah diinput oleh Data Entry
pada sistem eLO dan meneruskan hasil validasi tersebut kepada Penyelia
Analis Kredit Standar (PAKS) untuk dilakukan verifikasi dan assignment
ke Analis Kredit Standard (RO/AKS).
5. Analis Kredit Standard (RO/AKS) akan memverifikasi kelengkapan dan
keabsahan data dari tim Sales Agent (SA) dan memeriksa hasil input dari
Data Entry (DE) sesuai dengan persyaratan dalam proses verifikasi data. 6. Penyelia Analis Kredit Standar (PAKS) bersama dengan RO/AKS (Analis
Kredit Standar) melakukan pengecekan atas berkas permohonan milik
calon debitur dengan cara melakukan On The Spot (OTS) untuk
memverifikasi atau memeriksa kebenaran data dan kondisi usahanya. Hasil verifikasi ini harus memuat informasi mengenai aspek umum, aspek manajemen, aspek legalitas, aspek usaha, aspek pemasaran, aspek teknis/produksinya, dan juga aspek keuangan usahanya serta kelayakan jaminan yang diberikan. Hasil dari OTS tersebut dituangkan dalam
Formulir Analisa Keuangan, Formulir Kunjungan Setempat (FKS) dan Call
Memo. Selain itu jaminan yang telah selesai ditaksasi oleh Appraisal
Independent juga dijadikan acuan, apakah jaminan yang menjadi second way out tersebut dapat atau tidak mencakup besarnya maksimum kredit yang diajukan calon debitur.
Gambar 3. Proses penyaluran BNI KUR (BNI, 2010)
7. Analis Kredit Standard (RO/AKS) menyusun Formulir Analisa Keuangan (FAK), melakukan analisa penyusunan proyeksi arus kas dalam skenario yang wajar untuk menentukan kebutuhan modal kerja, menyusun
schedule penarikan atau pelunasan kredit dan jangka waktu kredit, menyusun FKS Formulir Kunjungan Setempat, Berita Acara taksasi Agunan (BATA), dan Plotting jaminan. RO/AKS juga melakukan input
proses Appraisal, proses Analisa Kredit, Call Memo dan Proses scoring
terhadap data-data calon debitur tersebut pada sistem eLO. Sistem eLO
akan secara otomatis menilai (scoring) apakah calon debitur tersebut
dikategorikan layak atau tidak layak dalam pemberian kredit. Selain itu,
Sales Inputter PKS PAKS AKS Wakil Pemimpin
Cari calon debitur dan terima permohonan
kredit
Baik / buruk Info BI Checking
Input Data ELO ke menu Penyelia Kredit Standar
Input data reject
Surat penolakan ke calon debitur Data nasabah
Terima permohonan kredit calon debitur beserta kelengkapan data calon debitur
Terima delegasi dari PAKS
OTS
Buat analisa awal “
- kelayakan usaha - karakter debitur - kemampuan bayar - kecukupan agunan Tambah Data Nasabah Hasil Pre-screening dan validasi buruk baik Penunjukan appraisal
Appraisal (RO Silang) - cetak BATA dan
plotting Periksa hasil taksasi - analisa kredit - scoring data - FRP - call memo Hasil scoring Buat MPK Checklist kepatuhan -Validasi MPK
-pendapat PAKS keputusan kredit
Hasil Cetak SKK Cetak surat penolakan terima tolak pass reject Tidak memenuhi memenuhi
Input data eLo - info nasabah - info BI - laporan keuangan - agunan Persetujuan hasil taksasi Penunjukan AKS
RO/AKS juga mengisi checklist kepatuhan terhadap prosedur pemberian dan analisa kredit di sistem eLO.
8. Jika sistem eLO menilai permohonan calon debitur tersebut dikategorikan
layak maka hasil analisa dan scoring tersebut akan dituangkan kedalam
dalam MPK (Memorandum Pengusulan Kredit). Jika hasil scoring ternyata
reject (ditolak), maka RO/AKS membuat Surat Penolakan yang kemudian disampaikan melalui Sales Agent (SA) kepada calon debitur.
9. Analis Kredit Standard (RO/AKS) akan menyusun semua berkas permohonan kredit, analisa kredit dan dokumen calon debitur sebagai advis untuk dimintakan persetujuan kepada Pejabat Pemutus Kredit (PPK). Bila dalam tahap validasi, verifikasi, analisa serta pengambilan keputusan dimana data-data calon debitur tersebut dinyatakan tidak layak oleh PPK, maka RO/AKS membuat Surat Penolakan yang kemudian disampaikan melalui SA kepada calon debitur.
10. Bila dinyatakan layak, (RO/AKS) membuat dan mencetak Surat Keputusan Kredit (SKK) untuk diminta persetujuannya kepada Wakil Pemimpin SKC dan diteruskan kepada unit ADC untuk dilanjutkan ke tahap pembuatan Perjanjian Kredit (PK), pembukaan rekening pinjaman serta order asuransi jiwa dan kebakaran. Sebelum PK dicetak, calon
debitur harus menyerahkan surat-surat asli (file asli) barang-barang yang
dijadikan jaminan serta menyiapkan biaya provisi dan administrasi.
11. PK ditandatangani oleh calon debitur dihadapan Notaris/PPAT dan pegawai Bank. Bila telah selesai ditandatangani dan syarat-syarat disposisi telah dipenuhi, maka dilakukan pencairan kredit dan penutupan asuransi jiwa dan kebakaran.
12. RO/AKS harus selalu memantau pembayaran angsuran dan pembayaran bunga dari kredit yang diberikan kepada debitur. RO/AKS harus
memelihara tingkat kolektibilitas debitur agar selalu berada di performing
loan (kolektibiliti 1 dan 2). (BNI, 2010)