BAB IV Data dan Informas
PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN
2. RDTR RDTR Kecamatan Cangkringan
Rencana tata ruang wilayah Kecamatan Cangkringan sangat diperlukan agar pembangunan yang direncanakan sesuai dengan potensi dan keterbatasan dari wilayah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perkembangan wilayah dapat menguntungkan masyarakat serta berintegrasi dan saling menguntungkan dengan daerah sekitarnya, mengingat Kecamatan Cangkringan sebagian berada di dalam area kawasan resapan air sehingga menuntut penataan yang bersifat lebih terhadap konservasi, sebagian merupakan area kawasan budidaya seperti pertanian, permukiman, dan komersial. Hal tersebut menuntut konsekuensi bahwa rencana pembangunan daerah yang berwujud rencana pengembangan tata ruang dan pengembangan sektoral harus dapat berdampingan dan sejalan dengan perumusan kebijaksanaan, strategi, program dan kegiatan pembangunan.
Penyusunan rencana tata ruang adalah bagian dari kegiatan penataan ruang. Dalam UU No.26/2007 tentang penataan ruang, penataan ruang terdiri dari 3 kegiatan, yaitu perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sleman, Cangkringan berfungsi sebagai:
1) Secara pola ruang merupakan bagian dari pengelolaan kawasan budidaya, sebagai bagian wilayah yang dialokasikan untuk mewadahi fungsi pertambangan, militer, industri, perdagangan, pariwisata, permukiman dan pertanian dan Kebijaksanaan pengembangan kota-kota, menurut tata jenjang pusat-pusat pelayanan pada konstelasi tingkat kabupaten, kota- kota di wilayah Kabupaten Sleman;
2) Secara struktur berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL) dengan fungsi:
a. Pemerintahan kecamatan b. Pendidikan
c. Sosial
d. Permukiman
Secara umum, kegiatan ekonomi di daerah ini sudah terfasilitasi oleh keberadaan sarana yang tersedia termasuk sarana yang berada di daerah sekitar wilayah penelitian. Sebagai contoh, meskipun di daerah ini tidak terdapat bank besar, namun sarana pendukung kegiatan finansial dari masyarakat pada daerah penelitian ini tetap terfasilitasi dari keberadaan kantor perbankan yang ada di daerah sekitar. Demikian, dengan sarana yang lain.
Keberadaan wilayah Kecamatan Cangkringan diprediksikan akan mempengaruhi pola ruang dan pertumbuhan ekonomi. Perkembangan tersebut memerlukan sebuah wadah untuk perencanaan pembangunan dan antisipasi serta perlindungan potensi-potensi yang ada terhadap perkembangan. Untuk itulah disusun Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Cangkringan yang merupakan suatu arahan pembangunan yang diwujudkan dalam berbagai rencana program, dengan mempertimbangkan sektor unggulan dengan tanpa meninggalkan sektor pertanian dan kelestarian lingkungan hidup.
Dalam usaha mewujudkan ruang wilayah yang nyaman produktif dan berkelanjutan guna terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan; keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; dan terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang, UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang mengamatkan 3 kegiatan guna mewujudkan tujuan penyelenggaraan penataan ruang, yaitu perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang.
Kegiatan Revisi Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Cangkringan merupakan salah satu bentuk perencanaan tata ruang yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan spasial guna mengembangkan potensi wilayah dengan mempertimbangkan keselarasan/kelestarian lingkungan dan fungsi ruang wilayah
3. RDTR RDTR Kecamatan Depok
Penyelenggaraan penataan ruang merupakan proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang yang bertujuan untuk terlaksananya perencanaan tata ruang secara terpadu dan menyeluruh, terwujudnya tertib pemanfaatan ruang, penyelenggaraan, pengendalian, serta pemanfaatan ruang dengan baik.
Konteks penyelenggaraan penataan ruang berkaitan dengan penyelenggaraan pembangunan di daerah yang pada hakikatnya merupakan refleksi dinamika masyarakat, sehingga penataan ruang harus mampu dan tanggap terhadap setiap gejolak dan perubahan yang terjadi dengan adanya aktivitas pembangunan.
Agar penyelenggaraan pembangunan daerah dapat memberikan manfaat yang besar dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan- kemajuan di berbagai bidang, maka perlu disusun suatu rencana tata ruang yang mampu mengakomodasikan setiap dinamika yang terjadi. Dalam kaitan dengan ini rencana tata ruang bukanlah merupakan produk yang kaku, ketat dan mutlak, melainkan dapat selalu tanggap terhadap setiap perubahan yang terjadi dalam batas-batas tertentu sesuai dengan kondisi daerah yang bersangkutan dan faktor- faktor yang mempengaruhinya.
Dalam Peraturan Daerah No. 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman tahun 2011-2031, Kecamatan Depok termasuk dalam fungsional kawasan perkotaan dan karena letak yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta maka dalam perkembangannya juga dipengaruhi oleh Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Rencana kebijakan yang ada saat ini hanya mewakili beberapa spot kawasan saja. Oleh karena itu, penyusunan RDTRK Kecamatan Depok perlu dilakukan untuk mengakomodasi kebijakan yang ada agar bisa sinergi dengan perkembangan yang terjadi saat ini.
Dalam usaha mewujudkan ruang wilayah yang nyaman produktif dan berkelanjutan guna terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan; keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; dan terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang, UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang mengamatkan 3 kegiatan guna mewujudkan tujuan penyelenggaraan penataan ruang, yaitu perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Depok merupakan salah satu bentuk perencanaan tata ruang yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan spasial guna mengembangkan potensi wilayah dengan mempertimbangkan keselarasan/kelestarian lingkungan dan fungsi ruang wilayah.
4. RDTR Kecamatan Gamping
Penyelenggaraan penataan ruang merupakan proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang yang bertujuan untuk terlaksananya perencanaan tata ruang secara terpadu dan menyeluruh, terwujudnya tertib pemanfaatan ruang, penyelenggaraan, pengendalian, serta pemanfaatan ruang dengan baik.
Konteks penyelenggaraan penataan ruang berkaitan dengan penyelenggaraan pembangunan di daerah yang pada hakikatnya merupakan refleksi dinamika masyarakat, sehingga penataan ruang harus mampu dan tanggap terhadap setiap gejolak dan perubahan yang terjadi dengan adanya aktivitas pembangunan.
Agar penyelenggaraan pembangunan daerah dapat memberikan manfaat yang besar dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan- kemajuan di berbagai bidang, maka perlu disusun suatu rencana tata ruang yang mampu mengakomodasikan setiap dinamika yang terjadi. Dalam kaitan dengan ini rencana tata ruang bukanlah merupakan produk yang kaku, ketat dan mutlak, melainkan dapat selalu tanggap terhadap setiap perubahan yang terjadi dalam batas-batas tertentu sesuai dengan kondisi daerah yang bersangkutan dan faktor- faktor yang mempengaruhinya.
Dalam Peraturan Daerah No. 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman tahun 2011-2031, Kecamatan Gamping termasuk dalam fungsional kawasan perkotaan dan karena letak yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta maka dalam perkembangannya juga dipengaruhi oleh Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Rencana kebijakan yang ada saat ini hanya mewakili beberapa spot kawasan saja. Oleh karena itu, penyusunan RDTRK Kecamatan Gamping perlu dilakukan untuk mengakomodasi kebijakan yang ada agar bisa sinergi dengan perkembangan yang terjadi saat ini.
Dalam usaha mewujudkan ruang wilayah yang nyaman produktif dan berkelanjutan guna terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan; keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; dan terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang, UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang mengamatkan 3 kegiatan guna mewujudkan tujuan penyelenggaraan penataan ruang, yaitu perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Gamping merupakan salah satu bentuk perencanaan tata ruang yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan spasial guna mengembangkan potensi wilayah dengan mempertimbangkan keselarasan/kelestarian lingkungan dan fungsi ruang wilayah.