• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 123-0)

BAB VI ANALISIS TEMATIK

6.4. Simpulan dan Saran

6.4.2. Rekomendasi

1. Dalam pengalokasian belanja daerah, diharapkan pemerintah baik pusat maupun daerah DIY untuk dapat memberikan alokasi yang lebih besar dibidang kesehatan dan ekonomi agar dapat meningkatkan kualitas pembangunan manusia di DIY.

2. Secara umum, peningkatan IPM di DIY bukan merupakan isu, mengingat capaian IPM 2021 sebesar 80,22 sehingga berstatus provinsi dengan pembangunan manusia kategori Sangat Tinggi di Indonesia bersama Provinsi DKI Jakarta. Peningkatan terjadi pada semua komponen termasuk komponen pengeluaran per kapita yang sempat mengalami penurunan pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Secara spasial Capaian IPM Kota Yogyakarta mencapai 87,18 dan tercatat paling tinggi di antara kabupaten/kota di DIY, bahkan di Indonesia. Capaian IPM tertinggi berikutnya adalah

Sleman dan Bantul masing-masing 84,00 dan 80,28. IPM ketiga daerah ini termasuk dalam kategori Sangat Tinggi (IPM=80). Capaian IPM Kulonprogo tercatat 74,71 yang termasuk dalam kategori Tinggi (70=IPM). Isu terkait IPM adalah disparitas/ketimpangan pendapatan. Terkait hal tersebut, diberikan rekomendasi :

- Perlu penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemda dan pemerintah desa untuk memetakan, atau memutakhirkan data kemiskinan secara partisipatif yang mencerminkan aspek pendapatan dan pengeluaran rumah tangga sampai level desa.

- Baik pemerintah pusat maupun daerah perlu meningkatkan efektivitas kebijakan, program, dan anggaran yang berorientasi pada pemerataan akses masyarakat terhadap kesempatan kerja dan kebijakan pengupahan yang layak dan berpihak pada kelompok marjinal, mengingat DIY merupakan daerah dengan UMR yang termasuk rendah.

-

KAJIAN FISKAL REGIONAL

Tahun

D.I.YOGYAKARTA

Kesimpulan

& Rekomendasi

Bab VII

7.1. Kesimpulan

1. Tren pertumbuhan ekonomi positif menciptakan optimisme bagi proses pemulihan ekonomi tingkat regional. Kinerja perekonomian DIY sepanjang tahun 2021 yang diukur dari laju pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tumbuh 5,53 persen (c-to-c), melampaui pertumbuhan ekonomi Nasional 2021 yang sebesar 3,69 persen (c-to-c) dan pulau Jawa (3,66 persen).

2. Tingkat Inflasi di wilayah DIY pada tahun 2021 pada level 2,29 persen, sesuai dengan sasaran inflasi yang ditetapkan pada 31 persen . Secara umum tarikan permintaan pada Desember 2021 mengalami lonjakan, utamanya pada saat hari raya natal dan tahun baru, sehingga mendorong naiknya volatile food di DIY. Dari sisi dorongan penawaran, faktor kenaikan harga energi global mulai berimbas pada harga komoditas dalam negeri .

3. Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, DIY menjadi provinsi dengan angka persentase kemiskinan terbesar. Dengan berbagai skema bantuan Pemerintah yang diberikan untuk masyarakat, laju kemiskinan di Wilayah DIY diharapkan lebih dapat ditekan lagi. Capaian tersebut menempatkan DIY sebagai provinsi dengan tingkat ketimpangan tertinggi di Indonesia.

4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami peningkatan, pada periode Agustus 2021, berada pada angka 4,56 persen, meningkat 0,01 persen poin dibandingkan Agustus 2020 (4,57 persen).

5. Nilai Tukar Petani DIY terus mengalami penurunan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, Di tahun 2021 NTP DIY tercatat sebesar 97,38, Kembali menurun jika dibandingkan rata-rata tahun 2020 dan tahun 2019 yang sebesar 102,57.

6. Membaiknya perekonomian di DIY tahun 2021 mempengaruhi penerimaan perpajakan.

Realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2021 sebesar Rp 7,46 triliun atau 96,07 persen dari target APBN 2021 yang sebesar Rp 7,77 triliun atau tumbuh 2,62 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Penerimaan pajak menjadi kontributor utama sebesar 65,84 persen diikuti PNBP 34,15 persen dan hibah 0,01 persen. PPh masih masih mendominasi penerimaan perpajakan, sedangkan sumber utama PNBP berasal dari Penerimaan BLU.

7. Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana desa telah terealisasi 100,56 persen dari pagu dengan rincian realisasi Dana Alokasi Umum Rp5,19 triliun realisasi Dana Bagi Hasil

Bab VII

Kesimpulan dan Rekomendasi

mencapai Rp381,55 miliar . Realisasi Dana Transfer Khusus terdiri dari DAK Fisik Rp570,30 miliar dan DAK Non Fisik Rp1,93 triliun , dan realisasi Dana Otonomi Khusus Keistimewaan Rp1,320 miliar dan Dana Insentif Daerah Rp326,02 miliar serta Dana desa Rp460,45 miliar.

8. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat tahun 2021 meningkat sebesar Rp 2,06 triliun dan 30.514 debitur dibandingkan dengan tahun 2020. Penyaluran Kredit Ultra Mikro tahun 2021 di wilayah DIY mengalami penurunan sebesar 38,92 persen dibanding penyaluran di tahun 2020. Selain itu adanya kebijakan skema kredit Supermikro yang disalurkan perbankan

9. Terkait kinerja APBD, dalam kurun waktu 3 tahun 2019-2021 Pendapatan Asli Daerah mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2019 mencapai Rp4,74 triliun sementara pada tahun 2020 mengalami penurunan 11,64 persen menjadi Rp 4,19 triliun dan di tahun 2021 mengalami kenaikan 2,5 persen dibanding tahun 2020 menjadi Rp4,30 triliun. Surplus/defisit APBD Pada tahun 2021 surplus APBD sebesar Rp 666,93 miliar naik 19,52 persen dibandingkan tahun 2020. Surplus APBD secara umum disebabkan karena pendapatan daerah lebih besar dari belanja daerah. Hal ini membuktikan semakin menguatkan adanya fenomena dana idle yang terjadi di daerah.

10. Dari hasil perbandingan nilai Pengeluaran Konsumsi Pemerintah dengan PDRB dan perbandingan nilai Investasi pemerintah dengan PDRB, diketahui kontribusi pemerintah terhadap PDRB DIY pada tahun 2021 sebesar 11,64 persen, menurun jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 12,33 persen dan tahun 2019 yang sebesar 12,81 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor swasta mempunyai peran yang cukup besar dalam investasi di DIY.

11. Sektor Informasi dan Komunikasi sebagai sektor unggulan daerah memberikan kontribusi dalam penyediaan lapangan kerja dengan menyerap sebesar 1,35 persen tenaga kerja, dan kontribusi terhadap pendapatan negara, sektor infokom berkontribusi sebesar 2,72 persen. Sedangkan sektor potensial DIY adalah Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum yang memberikan kontribusi sebesar 8,56 persen tenaga kerja, dan memberikan kontribusi sebesar 2,03 persen.

12. Berdasarkan hasil analisa atas harmonisasi belanja kementerian lembaga dengan DAK Fisik, DAN Non Fisik dan Dana Desa dapat ditarik kesimpulan bahwa belanja telah selaras. Salah satu contoh dalam bidang Jalan, dimana belanja KL diperuntukkan pada Jalan dengan status Jalan Nasional / penghubung antar Provinsi dan Proyek Strategis Nasional (PSN) sementara untuk DAK Fisik dan Dana Desa diperuntukkan pada status jalan antar / dalam kabupaten serta jalan permukiman yang ada di desa.

13. Dalam mengukur suatu kesejahteraan masyarakat, terdapat beberapa indikator yang umum digunakan, salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia . Peran pemerintah sebagai penyusun kebijakan sangat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup melalui

keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Dengan menggunakan metode analisis regresi berganda, diperoleh hasil bahwa ; (i) Belanja Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, artinya jika belanja pendidikan ditingkatkan maka akan meningkatkan nilai IPM di DIY, (ii) Belanja Kesehatan berpengaruh positif namun tidak nyata terhadap IPM, artinya besar pengeluaran belanja pemerintah bidang kesehatan ternyata belum berpengaruh secara nyata dalam peningkatkan IPM di DIY.; (iii) Belanja Ekonomi berpengaruh positif namun tidak nyata terhadap IPM, artinya jika belanja pendidkan ditingkatkan maka akan meningkatkan nilai IPM di DIY.

7.2. Rekomendasi

Terkait Analisis Sektor Unggulan dan Potensial :

1. Perlunya peningkatan Belanja yang Fokus pada Sektor Potensial Provinsi DIY yaitu sektor Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum melalui APBN (Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian) dan APBD melalui Dinas Kesehatan, DPKP, Disdikpora, DPUPESDM, Diskop, DP3AP2, Diskominfo, BPBD, Badan Kesbangpol, SatpolPP, Bahubda Biro Tapem, Taman Budaya, Museum Sono Budoyo, Biro Bina Bermas, Dispar.

2. Penerapan standar protokol kesehatan pada semua destinasi wisata secara kolaboratif dan berkelanjutan, mendorong operasionalisasi terbatas sektor pariwisata dengan penerapan protokol kesehatan secara terpadu, Penguatan pasar domestik atau wisatawan lokal dengan tetap penerapan protokol kesehatan secara ketat pada semua destinasi wisata dan komponen pendukungnya, Penerbitan rekomendasi uji coba operasional terhadap destinasi wisata, Menumbuhkan dan merangsang MICE secara bertahap di wilayah DIY, Bekerjasama dengan lintas kewenangan secara kemitraan terkait reservasi online (Visiting Jogja).

3. Melakukan dinamisasi pasar, dan Perbaikan skema pembinaan pada KUMKM agar naik kelas, melalui revitalisasi SiBAKUL-JOGJA, serta melakukan kolaborasi lintas sektoral, lintas kewenangan, dan lintas kepentingan.

Terkait Harmonisasi Belanja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

1. Perlunya keselarasan antara RPJMN dengan implementasi rincian kegiatan yang dapat dikategorikan dalam prioritas nasional

2. Perlunya mitigasi resiko untuk optimalisasi capaian output terkait adanya kegiatan dengan capaian output lebih rendah dibanding capaian realisasi belanjanya serta memperhitungkan kejadian force major untuk kegiatan yang memiliki resiko tinggi Terkait analisis Tematik : Peran Fiskal dalam Peningkatan Kualitas SDM, Analisis Indeks Pembangunan Manusia, atas kondisi tersebut diberikan rekomendasi : 1. Dalam pengalokasian belanja daerah, diharapkan pemerintah baik pusat maupun

daerah DIY untuk dapat memberikan alokasi yang lebih besar dibidang kesehatan dan ekonomi agar dapat meningkatkan kualitas pembangunan manusia di DIY.

2. Secara umum, peningkatan IPM di DIY bukan merupakan isu, mengingat capaian IPM 2021 sebesar 80,22 sehingga berstatus provinsi dengan pembangunan manusia kategori Sangat Tinggi di Indonesia bersama Provinsi DKI Jakarta. Peningkatan terjadi pada semua komponen termasuk komponen pengeluaran per kapita yang sempat mengalami penurunan pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Secara spasial Capaian IPM Kota Yogyakarta mencapai 87,18 dan tercatat paling tinggi di antara kabupaten/kota di DIY, bahkan di Indonesia. Capaian IPM tertinggi berikutnya adalah Sleman dan Bantul masing-masing 84,00 dan 80,28. IPM ketiga daerah ini termasuk dalam kategori Sangat Tinggi (IPM=80). Capaian IPM Kulonprogo tercatat 74,71 yang termasuk dalam kategori Tinggi (70=IPM). Isu terkait IPM adalah disparitas/ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Terkait hal tersebut, diberikan rekomendasi :

- Perlu penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemda dan pemerintah desa untuk memetakan, atau memutakhirkan data kemiskinan secara partisipatif yang mencerminkan aspek pendapatan dan pengeluaran rumah tangga sampai level desa.

- Baik pemerintah pusat maupun daerah perlu meningkatkan efektivitas kebijakan, program, dan anggaran yang berorientasi pada pemerataan akses masyarakat terhadap kesempatan kerja dan kebijakan pengupahan yang layak dan berpihak pada kelompok marjinal, mengingat DIY merupakan daerah dengan UMR yang termasuk rendah.

- Strategi kebijakan pembangunan daerah dantara lain dengan memacu pembangunan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah pinggiran dan berbasis pedesaan antara lain : (i) pengembangan transportasi dan infrastruktur pendukung Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), (ii) Pengembangan Kawasan Selatan sebagai pusat pertumbuhan dan (iii) pengembangan sektor pariwisata di kawasan prioritas yang terintegrasi dengan sektor lainnya

- Pemda diharapkan dapat mengurangi simpanan di perbankan dan menggunakan dana tersebut untuk belanja daerah.

- Perlunya menemukan peluang untuk membuka lapangan usaha baru dalam sektor industri, meningkatkan kerja sama dengan perusahaan pemerintah di wilayah Provinsi DIY, serta membangun perusahaan-perusahaan lokal dengan orientasi ekspor untuk meningkatkan pendapatan daerah serta menekan angka ketimpangan pendapatan.

KAJIAN FISKAL REGIONAL

Tahun

D.I.YOGYAKARTA

Pustaka

Daftar

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY. 2020. Kajian BAPPEDA : “Kebijakan Ekonomi Pemulihan Daerah Terdampak Covid-19”.

Badan Pusat Statistik.2021. Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi September 2021 Berita Resmi Statistik Nomor 58/10/34/Thn.XXIII, 1 Oktober 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi Agustus 2021 Berita Resmi Statistik Nomor 53/09/34/Thn.XXIII, 1 September 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi Juli 2021.

Berita Resmi Statistik Nomor 48/08/34/Thn.XXIII, 02 Agustus 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi Juni 2021 Berita Resmi Statistik Nomor 40/07/34/Thn.XXIII, 1 Juli 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Maret 2020 Berita Resmi Statistik Nomor 22/04/34/Thn.XXII, 01 April 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Juli 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 46/08/34/Thn.XXII, 03 Agustus 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Januari 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 06/02/34/Thn.XXII, 03 Februari 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Februari 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 16/03/34/Thn.XXII, 02 Maret 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Mei 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 34/06/34/Thn.XXII, 02 Juni 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, April 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 27/05/34/Thn.XXII, 04 Mei 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Desember 2020.Berita Resmi Statistik Nomor 02/01/34/Thn.XXIII, 04 Januari 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Juni 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 39/07/34/Thn.XXII, 01 Juli 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Agustus 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 53/09/34/Thn.XXII, 01 September 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, September 2020.Berita Resmi Statistik Nomor 58/10/34/Thn.XXII, 01 Oktober 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, Oktober 2020.

Berita Resmi Statistik Nomor 63/11/34/Thn.XXII, 02 November 2020

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik.2021. Nilai Tukar Petani Daerah Istimewa Yogyakarta, November 2020.Berita Resmi Statistik Nomor 71/12/34/Thn.XXII, 01 Desember 2020

Badan Pusat Statistik.2021. Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi September 2021 Berita Resmi Statistik Nomor 58/10/34/Thn.XXIII, 1 Oktober 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi September 2021 Berita Resmi Statistik Nomor 58/10/34/Thn.XXIII, 1 Oktober 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2021 Berita Resmi Statistik Nomor 83/11/Th. XXIV, 5 November 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan III-2021 Berita Resmi Statistik Nomor 70/11/34/Thn. XXIII, 5 November 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Keadaan Ketenagakerjaan D.I. Yogyakarta Agustus 2021 Berita Resmi Statistik Nomor 71/11/34/Th. XXIII, 5 November 2021

Badan Pusat Statistik.2021. Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2021 Berita Resmi Statistik Nomor .84/11/Th. XXIV, 05 November 2021

Badan Pusat Statistik.2018. Indeks Pembangunan Manusia DIY 2018

Dinas Perijinan dan Penanaman Modal DIY. 2021 . Laporan Akhir Kajian Pengembangan Potensi Investasi Siap Jual di Kawasan Exit Tol di Kabupaten Sleman

Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025

Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2017-2022

Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021.

Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003

Kanwil DJPb Provinsi D.I Yogyakarta. Data Laporan Goverment Financial Statistics (GFS) Audited 2019 & 2020

Badan Pemeriksa Keuangan. 2021. Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020 Nomor: 26f/LHP/XV/05/2021, 31 Mei 2021

Data Pempus SIKRI Tw IV 2021 diakses tanggal 18-01-2022 www.bi.go.id

www.djpk.depkeu.go.id www.bappenas.go.id www.yogyakarta.bps.go.id

https://pa.perbendaharaan.go.id http://jogjaprov.go.id

http://www.slemankab.go.id www.jogjakota.go.id

www.tribunnews.

http://bantulkab.go.id www.gunungkidulkab.go.id www.kulonprogokab.go.id www.kompas.com

https://www.liputan6.com https://economy.okezone.com spanint.kemenkeu.go.id

https://databoks.katadata.co.id/datapublish, diunduh pada tanggal 29 Januari 2022 https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2333221.aspx

diakses tanggal 12 Januari 2021

https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/yogyakarta/inflasi-diy-2021-penuhi-target/ diakses tanggal 17 Januari 2022.

https://www.suara.com/bisnis/2020/07/10/112348/perjalanan-nilai-tukar-rupiah-selama-masa-pandemi-covid-19?page=all

https://www.jawapos.com/ekonomi/finance/31/12/2020/perjalanan-rupiah-pernah-terlempar-ke-level-16-000an-akibat-pandemi/

https://mediaindonesia.com/ekonomi/319039/langkah-strategis-pemerintah-dongkrak-nilai-tukar-petani diakses tanggal 22 Februari 2021

KAJIAN FISKAL REGIONAL

Tahun

D.I.YOGYAKARTA

Pendukung

Lampiran

Februari 14.229,00 13.429,29 0,00 0,00 19.947,66 0,00 15.733,96 10.733,62 3.513,78 1.834,92 11.196,11 11.302,28

Maret 14.572,00 13.166,48 0,00 0,00 20.003,72 0,00 15.447,08 10.818,12 3.508,38 1.874,18 11.079,82 11.543,10

April 14.468,00 13.276,44 0,00 0,00 20.170,56 0,00 15.893,68 10.906,08 3.526,64 1.863,84 11.252,50 11.759,74

Mei 14.310,00 13.025,08 0,00 0,00 20.320,93 0,00 15.934,53 10.814,70 3.461,55 1.843,78 11.060,92 11.842,12

Juni 14.496,00 13.105,51 0,00 0,00 20.061,02 0,00 15.737,72 10.781,31 3.492,60 1.867,24 10.914,77 11.708,74

Juli 14.491,00 13.194,04 0,00 0,00 20.224,38 0,00 15.953,12 10.702,77 3.423,35 1.863,58 10.726,25 11.623,96

Agustus 14.374,00 13.086,91 0,00 0,00 19.783,66 0,00 15.700,72 10.679,46 3.455,72 1.845,85 10.489,43 11.395,74 September 14.307,00 12.851,56 0,00 0,00 19.323,06 0,00 15.397,14 10.540,40 3.419,06 1.838,02 10.372,58 11.276,91 Oktober 14.199,00 12.496,93 0,00 0,00 19.525,06 0,00 15.457,24 10.536,12 3.421,46 1.825,65 10.667,00 11.478,59 November 14.340,00 12.653,32 0,00 0,00 19.126,70 0,00 15.501,87 10.476,72 3.382,48 1.838,50 10.242,35 11.244,42

2020 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Januari 13.662,00 12.524,18 0,00 0,00 17.897,90 0,00 14.085,26 10.034,90 3.343,21 1.758,27 9.179,50 10.347,26 Februari 14.234,00 13.018,71 0,00 0,00 18.343,37 0,00 14.690,13 10.187,16 3.375,00 1.825,64 9.336,08 10.610,52

Maret 16.367,00 15.086,20 0,00 0,00 20.189,54 0,00 17.037,44 11.494,90 3.790,86 2.110,60 10.095,99 11.545,58

April 15.157,00 14.203,26 0,00 0,00 18.876,54 0,00 15.548,86 10.739,38 3.502,92 1.955,66 9.917,99 10.925,15

Mei 14.733,00 13.715,34 0,00 0,00 18.154,75 0,00 15.291,18 10.413,14 3.388,47 1.900,36 9.779,04 10.695,86

Juni 14.302,00 13.280,11 0,00 0,00 17.597,90 0,00 15.034,98 10.265,22 3.340,04 1.845,31 9.838,35 10.470,76

Juli 14.653,00 13.945,29 0,00 0,00 19.021,08 0,00 16.050,20 10.655,58 3.453,88 1.890,70 10.514,26 10.983,44

Agustus 14.554,00 13.801,16 0,00 0,00 19.423,78 0,00 16.096,02 10.717,64 3.493,95 1.877,83 10.725,58 11.127,34 September 14.918,00 14.114,20 0,00 0,00 19.197,24 0,00 16.211,71 10.909,37 3.590,38 1.924,89 10.652,20 11.149,06 Oktober 14.690,00 14.027,22 0,00 0,00 19.151,36 0,00 16.204,30 10.807,44 3.527,86 1.895,47 10.481,32 11.143,14 November 14.128,00 13.600,97 0,00 0,00 18.844,64 0,00 15.637,84 10.564,97 3.472,33 1.822,80 10.448,36 10.879,00 Desember 14.105,00 13.647,14 0,00 0,00 19.085,50 0,00 15.982,10 10.644,08 3.491,78 1.819,34 10.771,29 11.019,10

2019 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Januari 14.072,00 12.926,11 0,00 0,00 18.462,48 0,00 14.169,79 10.446,15 3.439,34 1.793,86 10.210,65 10.708,89 Februari 14.062,00 12.682,75 0,00 0,00 18.710,20 0,00 14.064,84 10.424,79 3.453,77 1.791,49 10.039,57 10.690,69

Maret 14.244,00 12.856,18 0,00 0,00 18.609,09 0,00 14.309,13 10.507,15 3.490,33 1.814,53 10.098,29 10.610,06

April 14.215,00 12.736,89 0,00 0,00 18.394,92 0,00 13.945,88 10.437,25 3.438,15 1.812,13 10.021,58 10.562,50

Mei 14.385,00 13.164,04 0,00 0,00 18.143,08 0,00 14.300,65 10.424,67 3.426,64 1.832,97 9.945,07 10.629,97

Juni 14.141,00 13.139,15 0,00 0,00 17.914,53 0,00 14.493,95 10.445,81 3.412,82 1.809,94 9.904,36 10.797,14

Juli 14.026,00 12.920,65 0,00 0,00 17.044,41 0,00 14.159,81 10.234,24 3.397,37 1.792,33 9.652,00 10.676,32

Agustus 14.237,00 13.364,95 0,00 0,00 17.344,23 0,00 14.417,23 10.247,25 3.369,31 1.814,52 9.558,73 10.706,93 September 14.174,00 13.135,64 0,00 0,00 17.418,45 0,00 14.302,01 10.257,64 3.385,25 1.807,62 9.585,19 10.707,88 Oktober 14.008,00 12.891,00 0,00 0,00 18.103,94 0,00 14.189,63 10.293,57 3.354,00 1.788,00 9.699,84 10.643,16 November 14.102,00 12.877,95 0,00 0,00 18.204,98 0,00 14.120,36 10.324,71 3.381,37 1.801,46 9.542,12 10.614,58 Desember 13.901,00 12.796,65 0,00 0,00 18.249,93 0,00 14.365,73 10.320,74 3.396,70 1.785,20 9.739,04 10.654,15

SUMATERA UTARA 54.620,40 54.979,04 57.569,79 36.853,59 36.175,16 36.666,20 SUMATERA BARAT 44.885,51 43.843,67 45.293,75 31.427,29 30.694,42 31.360,00 RIAU 111.227,01 114.331,74 129.852,59 72.509,14 76.882,94 77.993,33 JAMBI 60.828,86 58.285,73 65.193,22 41.812,35 41.952,77 42.922,34 SUMATERA SELATAN 53.359,10 54.084,41 57.487,44 37.125,75 37.323,24 38.172,58 BENGKULU 36.565,29 36.552,50 39.143,43 23.504,53 23.105,92 23.532,24 LAMPUNG 42.172,32 39.346,53 40.950,42 28.894,50 26.743,75 27.197,46 KEP. BANGKA BELITUNG 52.232,80 52.006,51 58.338,82 37.173,14 36.302,97 37.579,45 KEP. RIAU 119.394,66 123.529,17 130.125,23 81.138,52 85.012,58 85.425,89 DKI JAKARTA 268.052,25 262.702,12 274.709,59 174.812,51 170.099,68 174.962,98 JAWA BARAT 43.309,19 43.288,70 45.299,58 30.413,37 30.180,54 30.907,59 JAWA TENGAH 39.388,15 36.983,99 38.669,11 28.695,92 26.483,64 27.143,42 DI YOGYAKARTA 36.459,73 37.745,22 40.229,83 27.008,68 27.750,38 28.901,58 JAWA TIMUR 59.015,17 56.640,41 60.043,33 41.512,20 39.689,02 40.830,88 BANTEN 52.013,99 52.736,47 55.210,65 35.913,90 37.164,35 38.199,27 BALI 57.755,96 51.940,10 50.381,21 37.297,50 34.221,73 32.977,09 NUSA TENGGARA BARAT 25.716,11 25.183,56 26.002,48 18.219,11 17.583,11 17.706,29 NUSA TENGGARA TIMUR 19.630,02 20.056,71 20.581,13 12.761,98 12.960,95 13.092,38 KALIMANTAN BARAT 42.045,41 39.631,76 42.282,90 27.199,78 24.953,61 25.807,40 KALIMANTAN TENGAH 56.625,38 57.145,08 62.912,85 37.870,47 37.148,73 37.856,42 KALIMANTAN SELATAN 42.823,56 44.084,07 46.712,68 31.611,46 32.210,58 32.846,66 KALIMANTAN TIMUR 180.259,10 161.756,71 182.540,82 134.410,55 125.807,52 127.171,08 KALIMANTAN UTARA 138.751,01 143.657,14 155.080,62 88.299,52 86.823,59 88.510,41 SULAWESI UTARA 52.173,02 50.521,13 54.043,18 35.687,44 33.670,44 34.787,33 SULAWESI TENGAH 61.056,03 66.306,27 81.733,04 42.054,50 45.052,32 49.588,29 SULAWESI SELATAN 57.182,14 55.675,79 59.656,24 37.474,29 36.246,26 37.573,32 SULAWESI TENGGARA 48.514,15 49.745,19 52.293,97 35.309,90 35.709,02 36.581,89 GORONTALO 34.976,65 35.693,17 37.170,45 24.167,56 24.313,24 24.649,65 SULAWESI BARAT 34.111,83 32.809,67 35.036,02 24.163,56 22.652,43 22.879,78 MALUKU 26.097,04 25.093,81 26.072,98 17.556,86 16.687,79 17.019,39 MALUKU UTARA 32.124,96 33.085,43 40.302,32 21.524,99 21.906,60 25.104,43 PAPUA BARAT 87.542,37 73.932,60 73.539,00 64.418,52 54.487,70 52.979,33 PAPUA 56.618,95 46.427,15 54.034,26 40.203,42 32.108,51 36.416,72 INDONESIA 59.317,91 57.269,80 62.236,44 41.021,61 39.778,89 40.775,88

Perbedaan antara jumlah PDRB 34 Provinsi dan PDB Indonesia antara lain disebabkan oleh diskrepansi statistikData 2020: Angka sementaraData 2021: Angka sangat sementara Source Url: https://www.bps.go.id/indicator/52/288/1/-seri-2010-produk-domestik-regional-bruto-per-kapita.html

Access Time: February 12, 2022, 3:04 pm

Indeks Harga Konsumen 106.67 106.82 106.91 106.92 106.99 107.04 107.16 107.21 107.03 107.29 107.77 108.53

-Tingkat Inflasi 0.54 0.14 0.08 0.01 0.07 0.05 0.11 0.05 -0.17 0.24 0.45 0.71

-Tingkat Inflasi Tahun Kalender 0.54 0.68 0.76 0.77 0.84 0.89 1.00 1.05 0.88 1.12 1.57 2.29

-Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun 1.68 1.41 1.43 1.68 1.53 1.50 1.69 1.78 1.58 1.74 2.06 2.29

-Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus SeptemberOktober November Desember Tahunan Indeks Harga Konsumen 105.95 106.06 106.15 106.29 106.63 106.46 106.54 106.57 106.53 106.66 107.05 107.66

-Tingkat Inflasi 0.26 0.10 0.08 0.13 0.32 -0.16 0.08 0.03 -0.04 0.12 0.37 0.57

-Tingkat Inflasi Tahun Kalender 0.26 0.36 0.44 0.58 0.90 0.74 0.81 0.84 0.80 0.93 1.30 1.87

-Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun 1.55 1.38 1.37 1.42 1.68 1.33 1.52 1.59 1.60 1.66 1.75 1.87

-Nasional 2021

Source Url: https://yogyakarta.bps.go.id/indicator/3/262/1/perubahan-indeks-harga-konsumen-nasional-dan-kota-yogyakarta.html Access Time: January 12, 2022, 10:05 am

SUMATERA UTARA 54.620,40 54.979,04 57.569,79 36.853,59 SUMATERA BARAT 44.885,51 43.843,67 45.293,75 31.427,29

RIAU 111.227,01 114.331,74 129.852,59 72.509,14

JAMBI 60.828,86 58.285,73 65.193,22 41.812,35 SUMATERA SELATAN 53.359,10 54.084,41 57.487,44 37.125,75 BENGKULU 36.565,29 36.552,50 39.143,43 23.504,53 LAMPUNG 42.172,32 39.346,53 40.950,42 28.894,50 KEP. BANGKA BELITUNG 52.232,80 52.006,51 58.338,82 37.173,14

KEP. RIAU 119.394,66 123.529,17 130.125,23 81.138,52

DKI JAKARTA 268.052,25 262.702,12 274.709,59 174.812,51

JAWA BARAT 43.309,19 43.288,70 45.299,58 30.413,37 JAWA TENGAH 39.388,15 36.983,99 38.669,11 28.695,92 DI YOGYAKARTA 36.459,73 37.745,22 40.229,83 27.008,68 JAWA TIMUR 59.015,17 56.640,41 60.043,33 41.512,20 BANTEN 52.013,99 52.736,47 55.210,65 35.913,90 BALI 57.755,96 51.940,10 50.381,21 37.297,50 NUSA TENGGARA BARAT 25.716,11 25.183,56 26.002,48 18.219,11 NUSA TENGGARA TIMUR 19.630,02 20.056,71 20.581,13 12.761,98 KALIMANTAN BARAT 42.045,41 39.631,76 42.282,90 27.199,78 KALIMANTAN TENGAH 56.625,38 57.145,08 62.912,85 37.870,47 KALIMANTAN SELATAN 42.823,56 44.084,07 46.712,68 31.611,46 KALIMANTAN TIMUR 180.259,10 161.756,71 182.540,82 134.410,55 KALIMANTAN UTARA 138.751,01 143.657,14 155.080,62 88.299,52 SULAWESI UTARA 52.173,02 50.521,13 54.043,18 35.687,44 SULAWESI TENGAH 61.056,03 66.306,27 81.733,04 42.054,50 SULAWESI SELATAN 57.182,14 55.675,79 59.656,24 37.474,29 SULAWESI TENGGARA 48.514,15 49.745,19 52.293,97 35.309,90 GORONTALO 34.976,65 35.693,17 37.170,45 24.167,56 SULAWESI BARAT 34.111,83 32.809,67 35.036,02 24.163,56 MALUKU 26.097,04 25.093,81 26.072,98 17.556,86 MALUKU UTARA 32.124,96 33.085,43 40.302,32 21.524,99 PAPUA BARAT 87.542,37 73.932,60 73.539,00 64.418,52 PAPUA 56.618,95 46.427,15 54.034,26 40.203,42 INDONESIA 59.317,91 57.269,80 62.236,44 41.021,61

Perbedaan antara jumlah PDRB 34 Provinsi dan PDB Indonesia antara lain disebabkan oleh diskrepansi statistikData 2020: Angka sementaraData 2021: Angka sangat sementara Source Url: https://www.bps.go.id/indicator/52/288/1/-seri-2010-produk-domestik-regional-bruto-per-kapita.html

Access Time: February 12, 2022, 3:04 pm

36.175,16

Perbedaan antara jumlah PDRB 34 Provinsi dan PDB Indonesia antara lain disebabkan oleh diskrepansi statistikData 2020: Angka sementaraData 2021: Angka sangat sementara Source Url: https://www.bps.go.id/indicator/52/288/1/-seri-2010-produk-domestik-regional-bruto-per-kapita.html

Access Time: February 12, 2022, 3:04 pm

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 23.523.537,54 22.625.831,03 23.311.319,67 23.292.853,70 92.753.541,94 14.865.341,26 14.130.382,22 14.554.461,77 14.534.134,58 58.084.319,83

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 22.270.017,65 23.066.450,25 23.491.654,06 23.631.866,72 92.459.988,69 14.507.244,17 14.986.143,42 15.189.126,18 15.062.841,59 59.745.355,36

[Seri 2010] Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Triwulanan (Juta Rupiah)

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

2020 2020

17 Kategori PDRB Lapus

[Seri 2010] Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Triwulanan (Juta Rupiah)

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

2019 2019

17 Kategori PDRB Lapus Harga Berlaku Harga Konstan 2010

2021 2021

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan IIITriwulan IV Tahunan

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 0,59 2,02 -2,51 3,33 - -1,65 5,56 -0,09 3,43 - -1,65 1,86 1,21 1,77 1,01

Pengeluaran Konsumsi LNPRT -5,51 -3,35 -0,19 7,38 - 1,92 4,99 -2,71 -2,12 - 1,92 3,4 1,31 0,39 0,01

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -29 8,31 -0,18 30,58 - -0,57 1,89 -0,45 0,25 - -0,57 0,7 0,3 0,26 0,04

Pembentukan Modal Tetap Bruto -10,16 3,94 2,86 5,58 - 6,04 19,03 8,35 1,41 - 6,04 12,29 10,9 8,20 2,10

Perubahan Inventori 329,38 3,81 -102,42 -931,75 - 16,08 6,09 -8,55 -10,28 - 16,08 10,77 11,06 8,63 0,10

Ekspor Luar Negeri 4,09 -2,39 1,71 24,52 - -2,08 53,06 18,83 28,63 - -2,08 19,12 19,02 21,68 1,01

Impor Luar Negeri 3,99 -0,08 9,15 4,78 - -4,23 5,17 10,29 18,84 - -4,23 0,25 3,58 7,30 0,28

Net Ekspor Antar Daerah -222,32 -126,44 -362,69 -222,87 - -350,12 -61,83 -3,51 4,05 - -350,12 -167,33 -483,84 -148,78 1,55

PDRB 0,54 -1,3 -0,09 3,68 - 5,8 11,87 2,3 2,82 - 5,8 8,73 6,51 5,53 5,53

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan IIITriwulan IV Tahunan

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga -1,24 -4,92 3,17 -0,14 - 2,54 -5,62 -3,93 -3,47 -2,75 2,54 -1,60 -2,39 -2,75 -2,75

Pengeluaran Konsumsi LNPRT -5,87 -6,17 7,70 6,74 - -8,80 -15,71 -2,67 1,53 -6,56 -8,80 -12,28 -9,21 -6,56 -6,56

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -30,66 6,74 1,24 29,68 - 1,33 -0,83 -3,61 -2,06 -0,93 1,33 0,20 -1,14 -0,93 -0,93

Pembentukan Modal Tetap Bruto -25,86 -7,35 12,99 12,81 - -7,23 -19,26 -14,65 -12,42 -13,41 -7,23 -13,43 -13,87 -13,41 -13,41

Perubahan Inventori 337,91 13,58 -102,81 -947,79 - 0,54 7,97 -20,50 18,38 6,24 0,54 4,36 4,85 6,24 6,24

Ekspor Luar Negeri -0,86 -37,55 31,01 15,09 - 5,25 -34,24 -16,18 -6,65 -12,88 5,25 -14,49 -15,07 -12,88 -12,88

Impor Luar Negeri -18,17 -7,58 6,81 -2,77 - 2,01 -5,67 -19,21 -24,86 -14,87 2,01 -1,83 -8,50 -14,87 -14,87

Net Ekspor Antar Daerah -88,22 130,98 -254,34 -213,77 - -18,99 -66,40 -380,22 -62,75 -74,71 -18,99 -59,18 -102,72 -74,71 -74,71

PDRB -5,47 -6,65 9,24 3,18 - -0,16 -6,72 -2,84 -0,68 -2,69 -0,16 -3,44 -3,23 -2,69 -2,69

Triwulan I Triwulan IITriwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan IITriwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan IITriwulan IIITriwulan IV Tahunan

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga -0,12 3,30 1,35 -0,83 - 3,34 3,67 4,50 3,71 3,81 3,34 3,51 3,84 3,81 3,81

Pengeluaran Konsumsi LNPRT 2,39 1,51 -6,72 2,32 - 18,64 18,20 4,18 -0,80 9,58 18,64 18,42 13,46 9,58 9,58

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -28,96 9,07 4,16 28,63 - 3,16 3,22 2,13 3,82 3,12 3,16 3,19 2,81 3,12 3,12

Pembentukan Modal Tetap Bruto -18,56 6,46 6,89 9,96 - 15,00 14,44 10,37 1,91 9,74 15,00 14,71 13,13 9,74 9,74

Perubahan Inventori 385,70 5,77 -103,81 -669,31 - 0,34 3,22 -13,43 11,51 3,04 0,34 1,80 2,16 3,04 3,04

Ekspor Luar Negeri -7,25 -0,05 2,79 3,33 - -1,80 2,80 -0,11 -1,54 -0,22 -1,80 0,45 0,26 -0,22 -0,22

Impor Luar Negeri -29,35 -0,05 24,72 0,01 - -7,01 -4,84 -11,25 -11,92 -9,16 -7,01 -5,94 -8,05 -9,16 -9,16

Net Ekspor Antar Daerah -88,72 456,88 -81,49 567,14 - -38,07 10,54 83,96 -22,41 -9,95 -38,07 -1,25 5,36 -9,95 -9,95

PDRB 0,51 -0,08 4,86 0,80 - 7,51 6,77 6,01 6,16 6,60 7,51 7,14 6,75 6,60 6,60

Sumber : BPS DIY

Komponen Pengeluaran

[Seri 2010] Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran D.I. Yogyakarta (Persen)

Q to Q Y on Y C to C

2019 2019 2019

Komponen Pengeluaran

[Seri 2010] Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran D.I. Yogyakarta (Persen)

Q to Q Y on Y C to C

2020 2020 2020

TANGGAL : 11-02-22

HAL : 1 dari 1

REALISASI NETTO REALISASI DI % REAL.

SAMPAI DENGAN ATAS / BAWAH ANGG TRIWULAN INI ANGGARAN

1 2 3 4 5 6 = 5 - 4 7

A Pendapatan Negara dan Hibah

I. Penerimaan Perpajakan 0 0 4.912.304.136.303 4.912.304.136.303 0,00

1. Pajak Dalam Negeri 0 0 4.903.749.235.769 4.903.749.235.769 0,00

2. Pajak Perdagangan Internasional 0 0 8.554.900.534 8.554.900.534 0,00

II. Penerimaan Negara Bukan Pajak 1.937.576.493.000 2.134.092.556.000 2.548.497.440.582 414.404.884.582 119,42

1. Penerimaan Sumber Daya Alam 0 0 0 0 0,00

2. Bagian Pemerintah atas Laba BUMN 0 0 0 0 0,00

3. Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya 268.932.150.000 223.866.917.000 364.848.860.209 140.981.943.209 162,98 4. Pendapatan BLU 1.668.644.343.000 1.910.225.639.000 2.183.648.580.373 273.422.941.373 114,31

III. Penerimaan Hibah 0 0 0 0 0,00

IV. Suspense Pendapatan 0 0 0 0 0,00

Jumlah Pendapatan Negara dan Hibah (A.I +

A.II+A.III+A.IV) 1.937.576.493.000 2.134.092.556.000 7.460.801.576.885 5.326.709.020.885 349,60

B Belanja Negara

I. Belanja Pemerintah Pusat 12.197.363.802.000 12.199.586.520.000 11.710.240.201.616 (489.346.318.384) 95,99 1. Belanja Pegawai 4.685.717.827.000 4.608.744.875.000 4.575.315.249.245 (33.429.625.755) 99,27 2. Belanja Barang 4.041.806.902.000 4.248.898.190.000 3.894.607.058.426 (354.291.131.574) 91,66 3. Belanja Modal 3.453.746.973.000 3.325.902.580.000 3.224.277.018.945 (101.625.561.055) 96,94

4. Pembayaran Bunga Utang 0 0 0 0 0,00

5. Subsidi 0 0 0 0 0,00

6. Belanja Hibah 0 0 0 0 0,00

7. Bantuan Sosial 16.092.100.000 16.040.875.000 16.040.875.000 0 100,00

8. Belanja Lain-lain 0 0 0 0 0,00

II. Transfer ke Daerah dan Dana Desa 1.787.670.459.000 1.778.222.215.000 1.703.239.344.089 (74.982.870.911) 95,78 1. Dana Perimbangan 643.979.221.000 634.530.977.000 570.301.257.372 (64.229.719.628) 89,88 c. Dana Alokasi Khusus 643.979.221.000 634.530.977.000 570.301.257.372 (64.229.719.628) 89,88 2. Dana Otonomi Khusus, Dana Keistimewaan

DIY dan Dana Insentif Daerah

3. Dana Alokasi Khusus Non Fisik 683.235.400.000 683.235.400.000 672.482.248.717 (10.753.151.283) 98,43

4. Dana Desa 460.455.838.000 460.455.838.000 460.455.838.000 0 100,00

III. Suspen 0 0 0 0 0,00

Jumlah Belanja Negara (B.I + B.II + B.III) 13.985.034.261.000 13.977.808.735.000 13.413.479.545.705 (564.329.189.295) 95,96 C Surplus (Defisit) Anggaran (A - B) (12.047.457.768.000) (11.843.716.179.000) (5.952.677.968.820) 5.891.038.210.180 50,26

D Pembiayaan

I. Pembiayaan Dalam Negeri 0 0 0 0 0,00

1. Rekening Pemerintah 0 0 0 0 0,00

2. Privatisasi dan Penjualan Aset Program

Restrukturisasi 0 0 0 0 0,00

3. Surat Berharga Negara (Neto) 0 0 0 0 0,00

2 52 | BELANJA BARANG 4,248,898,190,000 3,902,611,810,216 91.85% 937,713,792 1,734,393,000 343,614,272,992 3 53 | BELANJA MODAL 3,325,902,580,000 3,224,522,099,905 96.95% 39,115,428 - 101,341,364,667 4 57 | BELANJA BANTUAN SOSIAL 16,040,875,000 16,040,875,000 100.00% - - -5 63 | TRANSFER DANA ALOKASI KHUSUS 634,530,977,000 570,301,257,372 89.88% - - 64,229,719,628 6 65 | DANA PENYESUAIAN 683,235,400,000 672,553,656,000 98.44% - - 10,681,744,000 7 66 | DANA DESA 460,455,838,000 460,455,838,000 100.00% - -

-TINGKAT WILAYAH PROVINSI D.I. YOGYAKARTA PER 31 DESEMBER 2020 DAN 31 DESEMBER 2019

Dalam Rupiah

Uraian 31 Desember 2020

(Audited)

31 Desember 2019 (Audited) A. Pendapatan Provinsi dan Hibah

I. Pendapatan Perpajakan 5.004.840.403.850 5.453.577.601.126

1. Pajak Dalam Negeri 4.996.844.757.768 5.446.794.538.947

2. Pajak Perdagangan Internasional 7.995.646.082 6.783.062.179

II. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2.265.588.911.846 2.140.321.745.173

1. Penerimaan Sumber Daya Alam 0 0

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya 423.470.975.970 543.333.207.395

3. Pendapatan BLU 1.842.117.935.876 1.596.988.537.778

Jumlah Pendapatan (A.I+A.II) 7.270.429.315.696 7.593.899.346.299

B. Belanja dan Transfer

I. Belanja Pemerintah Pusat 10.072.359.715.808 11.299.735.207.479

1. Belanja Pegawai 4.587.729.012.016 4.623.613.001.223

2. Belanja Barang 3.612.633.110.453 4.098.590.449.473

3. Belanja Modal 1.858.199.093.339 2.563.436.756.783

4. Belanja Subsidi 0 0

5. Belanja Hibah 0 0

6. Belanja Bantuan Sosial 13.798.500.000 14.095.000.000

7. Belanja Lain-lain 0

II. Transfer 10.153.053.055.552 10.361.752.764.467

1. Transfer Dana Perimbangan 7.943.184.445.252 8.376.373.952.467

2. Dana Insentif Daerah 445.418.942.000 361.593.687.000

3. Dana Keistimewaan DIY 1.320.000.000.000 1.200.000.000.000

4. Dana Otonomi Khusus 0 0

5. Dana Desa 444.449.668.300 423.785.125.000

Jumlah Belanja & Transfer 20.225.412.771.360 21.661.487.971.946

C. Surplus (Defisit) Anggaran (A - B) (12.954.983.455.664) (14.067.588.625.647)

D. Pembiayaan

I. Pembiayaan Dalam Negeri 0 0

1. Rekening Pemerintah 0 0

2. Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan

Pinjaman 0 0

3. Privatisasi dan penjualan Aset

Program Restrukturisasi 0 0

4. Surat Berharga Negara 0 0

5. Pinjaman Dalam Negeri 0 0

6. Penyertaan Modal Negara /Dana Investasi

Pemerintah 0 0

7. Kewajiban Penjaminan 0 0

8. Cadangan Pembiayaan 0 0

II. Pengeluaran Luar Negeri 0 0

1. Pinjaman Luar Negeri 0 0

2. Penerusan Pinjaman 0 0

3. Pembayaran Pokok Pinjaman Luar Negeri 0 0

Jumlah Pembiayaan (D.I - D.II) 0 0

E. Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran (D+C) (12.954.983.455.664) (14.067.588.625.647)

2019 2020

1 2 3

G PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN 1,187,678,033,469 1,082,188,447,128 C INDUSTRI PENGOLAHAN 393,356,193,039 527,422,068,656 K JASA KEUANGAN DAN ASURANSI 704,929,678,981 629,877,212,964 O ADMINISTRASI PEMERINTAHAN 699,521,653,417 428,159,505,276 F KONSTRUKSI 572,026,131,434 340,061,031,804 P JASA PENDIDIKAN 184,947,976,596 151,070,454,129 H TRANSPORTASI DAN PERGUDANGAN 271,908,744,138 208,376,335,474 S JASA LAINNYA 191,399,517,898 180,070,060,080 J INFORMASI DAN KOMUNIKASI 198,719,893,745 115,351,148,594 Q JASA KESEHATAN DAN SOSIAL 169,615,028,694 134,749,298,146

4,574,102,851,411

3,797,325,562,251 Diluar Sektor Dominan 686,750,741,343 949,404,843,854

3,797,325,562,251 Diluar Sektor Dominan 686,750,741,343 949,404,843,854

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 123-0)