PT Reska Multi Usaha (PT RMU) adalah perusahaan yang dibentuk bersama antara KAI dengan Yayasan Pusaka berdasarkan Akta No. 18 tanggal 2 Juli 2003 oleh Notaris Darwin Ginting, S.H., M.H., di Jakarta. Komposisi pemegang saham PT Reska adalah KAI sebesar 95,01% dan Yayasan Pusaka sebesar 4,99%.
Sejarah Singkat Perusahaan
Pada awalnya PT RMU adalah sebuah unit restoran di bawah KaDaop yang mengelola sebagian restoran
kereta api. Kemudian pada tahun 2003 didirikan PT Restoran Kereta Api (PT RESKA) sebagai anak perusahaan KAI dengan Akta Notaris Darwin Ginting,
S.H., M.H. No. 18 tanggal 2 Juli 2003. Selanjutnya,
pada tahun 2009 berubah nama menjadi PT Reska
Multi Usaha (RMU).
Maksud dan Tujuan Pendirian Perusahaan
Sesuai Pasal 3 ayat (1) Anggaran Dasar PT RMU, tujuan perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang Kebijakan dan Program KAI selaku perusahaan induk khususnya di bidang usaha restoran kereta api serta usaha pendukungnya. Bidang usaha PT RMU tidak terbatas pelayanan di atas KA, tetapi meliputi kegiatan usaha di bidang perdagangan, pengangkutan darat dan usaha-usaha di bidang Jasa, termasuk ekspedisi, pengepakan dan pergudangan, jasa pengelolaan parkir, jasa penyelenggaran acara, jasa rumah makan/restoran dan jasaboga, jasa rekruting dan penyaluran tenaga kerja, jasa kebersihan, jasa keamanan (security).
PT RESKA MULTI USAHA
PT Reska Multi Usaha (PT RMU) is a company jointly established by KAI with Yayasan Pusaka based on
Deed No. 18 dated July 2, 2003 by Notary Darwin
Ginting, S.H., M.H. in Jakarta. Shareholders of PT Reska are KAI holding 95.01% and Yayasan Pusaka holding 4.99%.
A Brief History of the Company
At irst PT RMU was a restaurant unit under
KaDaop which managed most of restaurant trains.
Then in 2003 PT Restoran Kereta Api (PT RESKA) was established as a subsidiary of KAI with Deed
of Notary Darwin Ginting, SH, MH No. 18 dated July 2, 2003. Subsequently, in 2009 changed its name to
PT Reska Multi Usaha (RMU).
Corporate Objective
In accordance with Article 3, paragraph (1) of the Articles of Association of PT RMU, the Company’s
objective is to implement and support policies and
programs of KAI as the parent company, particularly
in restaurant train business and the supporting businesses.
The business of PT RMU is not limited to on-train services, but also includes activities in trading, overland transportation and services, such as delivery,
packing and warehousing, parking management,
event organizing, dining/restaurant and catering, staff recruiting and placement, cleaning, security services.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT RMU
hingga tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai
berikut:
Jabatan Nama Name Position
Komisaris Utama Edward Aritonang President Commissioner
Komisaris Joko Margono Commissioner
Komisaris Muhammad Kuncoro Wibowo Commissioner
Komisaris M. Popik Montanasyah Commissioner
Direktur Utama Noor Hamidi S President Director
Direktur Pemasaran Tamsil Nurhamedi Marketing Director
Direktur Operasi Porwanto Handry Nugroho Operation Director
Direktur Keuangan dan SDM Sugiyono Finance and HR Director
Sumber Daya Manusia (SDM)
Jumlah SDM PT RMU Per 31 Desember 2014
sebanyak 2.069 orang, terdiri atas 4 orang anggota Dewan Komisaris, 4 orang anggota Direksi dan
10 orang General Manager. Berdasarkan status pekerja, komposisi SDM adalah sebagai berikut:
Status Pekerja Jumlah Pekerja
Number of Employee Employment Status
Pekerja Umum General Employee
- Pekerja Perbantuan 49 - Seconded Employee
- Pekerja PKWTT 62 - Speciic Period Employment Agreement Employee
- Pekerja PKWT 201 - Period Employment Agreement Employee
Pekerja Operasi Operations Employee
- Pekerja PKWT 958 - Period Employment Agreement Employee
Board of Commissioners and Board of Directors
Board of Commissioners and Board of Directors of PT RMU at December 31, 2014 are as follows:
Human Resources (HR)
The number of HR of PT RMU at December 31, 2014 was 2,069 employees, consisting of 4 Board of Commissioners members, 4 Board of Directors members and 10 General Managers. Based on employment status, HR composition is as follows:
Aspek Operasional
Selama tahun 2014, PT RMU melayani 59 nama KA dengan 89 Kereta Makan (KM), 19 lokasi dapur darat di 6 area dan mengelola lokasi parkir di 84 stasiun.
Aspek Keuangan
A. Laporan Laba Rugi 1. Laba Bersih
Pada tahun 2014 PT RMU membukukan laba bersih sebesar Rp15,08 miliar, naik 80,3% dari
tahun 2013.
2. Pendapatan
Perusahaan mencatat pendapatan sebesar
Rp297,16 miliar, dan meningkat 39,6% dari
realisasi pendapatan tahun 2013 sebesar Rp212,80 miliar, dengan perincian sebagai
berikut:
• Pendapatan dari bisnis Layanan Penumpang
KA (SOT/Sales On Train/PDK/KLB/ SR) mencapai Ro100,23 miliar terutama
disebabkan adanya penambahan KA baru seperti KA Ciremai, Pangrango, Joko Tingkir, Jaya Baya, Kamandaka, Jaya Baya, Raja Basa dan Sriwijaya serta meningkatnya order layanan paket KA Wisata dari PT KA
Pariwisata selama Tahun 2014.
• Pendapatan bisnis Parkir mencapai Rp79,39 miliar, karena belum optimalnya pendapatan parkir dari lahan-lahan parkit yang dikelola.
• Pendapatan bisnis OTC/Cuci Kereta
meningkat signiikan dengan realisasi Rp59,26 miliar karena adanya penambahan pekerjaan dari KAI untuk jasa kebersihan (OTC/Cuci
Kereta/K2 stasiun).
• Pendapatan bisnis Outsourcing mencapai
Rp49,79 miliar karena penghentian
pengelolaan bisnis Outsourcing di bulan
Agustus 2014.
3. Biaya-Biaya
• Beban operasi mencapai Rp264,39 miliar
meningkat 38,6% dari Tahun 2013, terutama disebabkan adanya penambahan KA baru, kenaikan beban sewa KM, kenaikan pembelian seragam dan peralatan kerja OTC, meningkatnya order layanan paket KA
Wisata, penambahan bisnis baru penyedia
jasa tenaga kerja dan kenaikan beban sewa atas pengelolaan perparkiran di wilayah Jabodetabek.
Operational Aspects
During 2014, PT RMU serves 59 train brands with 89 Restaurant Trains (KM), 19 landed kitchens in 6 areas and manages parking lots at 84 stations.
Financial Aspects
A. Income Statements 1. Net Income
In 2014 PT RMU booked a net income of Rp15.08 billion, increased by 80.3% from 2013.
2. Revenue
The Company recorded a revenue of Rp297.16
billion, increased by 39.6% of revenue realization
in 2013 which was Rp212.80 billion, with the following details:
• Revenue from passenger railway services (SOT/ Sales On Train/MDD/KLB/SR) reached Rp100.23 billion primarily due to the addition of new trains,
such as: Ciremai, Pangrango, Joko Tingkir, Jaya Baya, Kamandaka, Jaya Baya, Raja Basa and
Sriwijaya Trains and increased order of Tourism
Train services of PT KA Pariwisata during 2014. • Revenue from parking business reached Rp79.39
billion because parking revenue from managed parking lots was not optimal.
• Revenue from OTC/Train Wash increased
signiicantly with a realization of Rp59.26 billion due to the additional work assigned by KAI for
cleaning (OTC/Train Wash/K2 station) services. • Revenue from outsourcing business reached
Rp49.79 billion due to suspended outsourcing
business management in August 2014.
3. Expenses
• Operating expenses reached Rp264.39 billion
primarily due to the addition of the new trains,
increase in KM rental expense, increase in purchase of OTC uniforms and working
equipment, increase in order of Tourism Train services, the addition of new outsourcing
business and increase in rental expense on parking management in the Greater Jakarta
• Beban usaha tercatat sebesar Rp15,00 miliar meningkat 93,1% dari tahun 2013 terkait adanya kenaikan beban sewa lahan kantor dan pajak penghasilan.
• Beban pajak mencapai Rp5,15 miliar naik 42,6% dari tahun 2013 terkait perhitungan pajak kini (Pph Badan) dan Pajak Tangguhan
atas Pencapaian Laba Perusahaan.
Berikut ringkasan laporan laba rugi komprehensif
PT RMU tahun 2014 dan realisasi tahun 2013 sebagai perbandingannya.
(dalam juta Rupiah) (in million Rupiah)
Laporan Laba Rugi 2013 2014 Δ Income Statement
Pendapatan 212.799,31 297.164,83 39,6% Revenues
Beban Pokok Pendapatan 190.709,34 264.387,05 38,6% Cost of Revenues
Laba Kotor 22.089,97 32.777,77 48,4% Gross Proit
Beban usaha 7.770,07 15.001,48 93,1% Operating expense
Laba (rugi) usaha 14.319,90 17.776,29 24,1% Income from Operations
Pendapatan (beban) lain-lain (2.335,52) 2.467,49 -205,7% Other income (expenses)
Laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan 11.984,38 20.243,78 68,9% Proit (loss) before income tax
Manfaat (beban) pajak penghasilan (3.619,48) (5.159,59) 42,6% Income Tax Beneit (expense)
Laba Bersih Tahun Berjalan 8.364,90 15.084,19 80,3% Net Income for The Year
B. Laporan Posisi Keuangan 1. Aset
• Piutang usaha Per 31 Desember 2014
mencapai Rp15,4 miliar, turun dibandingkan Rp28,2 miliar di tahun 2013 karena membaiknya pencairan piutang atas pekerjaan
Bisnis Outsourcing/OTC/Cuci Kereta dari KAI. • Biaya dibayar dimuka mencapai Rp9 miliar,
meningkat dibandingkan Rp689 juta pada tahun 2013 terkait meningkatnya pembayaran sewa lahan parkir dan kantor kepada KAI. • Aset tetap (net) Per 31 Desember 2014 sebesar
Rp29,2 miliar, meningkat dibandingkan Rp8,4 miliar di tahun 2013 karena adanya penambahan aset dari pembangunan kantor, double decker parkir dan peralatan parkir.
• Operating expenses amounted to Rp15.00 billion, increased by 93.1% from 2013 related to increase in ofice space rental and income tax expenses.
• Tax expense reached Rp5.15 billion, increased by 42.6% from 2013 related to calculation of current income tax (corporate income tax) and Deferred Tax on Corporate Realized Income.
The following is a summary of comprehensive income statements of PT RMU in 2014 and realization in 2013 as a comparison.
B. Statements of Financial Position 1. Assets
• Trade receivables at December 31, 2014
reached Rp15.4 billion, decreased from
Rp28.2 billion in 2013 due to improvement in receivables disbursement on Outsourcing/
OTC/Train Wash Businesses from KAI. • Prepaid expenses reached Rp9 billion, an
increase compared to Rp689 million in 2013
related to increased lease payment of parking lot to and ofice to KAI.
• Fixed assets (net) at December 31, 2014
amounted to Rp29.2 billion, higher than Rp8.4 billion in 2013 due to the addition of
assets from ofice construction, double decker parking and parking equipment.
2. Liabilities
• Trade payables at December 31, 2014 was Rp8.4 billion, increased from Rp136.3 million in 2013 due to an increase in general trading business.
• Payables to related parties reached Rp68.6 billion, increased from Rp10.8 billion in 2013
due to bank loan and payables related to parking lot and ofice rental to KAI.
3. Equity
Equity at December 31, 2014 reached Rp36.7 billion, an increase from Rp24.1 billion at end of 2013 due to retained earnings 2013 and current year income 2014.
The total amount of assets/liabilities and equity in
2014 was Rp126.68 billion or increased by 119.2% from Rp57.80 billion in 2013. The following is a summary of statements of inancial position of
PT RMU in 2014 and realization in 2013 as a comparison.
Business Opportunities
A number of business opportunities will be developed
by PT RMU in the coming year. Several opportunities
are expected, in the short term, can provide additional revenue for the Company’s business signiicantly.
The business opportunities include:
1. Development and management of station parking
lot.
2. Management plan of Restaurant Train.
3. Development of landed restaurant and catering.
2. Liabilitas
• Utang usaha per 31 Desember 2014 tercatat
Rp8,4 miliar, meningkat dibandingkan Rp136,3 juta pada tahun 2013 karena adanya peningkatan aktivitas bisnis general trading. • Utang hubungan istimewa mencapai Rp68,6
miliar, meningkat dibandingkan Rp10,8 miliar pada tahun 2013 terkait hal ini terkait adanya utang bank serta sewa lahan parkir dan kantor kepada KAI.
3. Ekuitas
Ekuitas per 31 Desember 2014 mencapai Rp36,7 miliar, bertambah dibandingkan posisi tahun 2013 sebesar Rp24,1 miliar karena adanya pembentukan cadangan atas laba 2013 dan
pencapaian laba periode berjalan 2014.
Secara total jumlah aset/liabilitas dan ekuitas di tahun 2014 sebesar Rp126,68 miliar atau naik 119,2% dari Rp57,80 miliar di tahun 2013. Berikut ringkasan laporan posisi keuangan PT RMU
tahun 2014 dan realisasi tahun 2013 sebagai perbandingannya.
(dalam juta Rupiah) (in million Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan 2013 2014 Δ Statement of Financial Position
Aset Assets
Aset lancar 49.151,95 73.439,78 49,4% Current Assets
Aset tidak lancar 8.648,48 53.240,54 515,6% Non-current Assets
Jumlah asset 57.800,43 126.680,32 119,2% Total Assets
Liabilitas Liabilities
Liabilitas Lancar 33.355,01 89.199,49 167,4% Current Liabilities
Liabilitas Tidak Lancar 252,93 713,62 182,1% Non-current Liabilities
Jumlah liabilitas 33.607,94 89.913,12 167,5% Total Liabilities
Ekuitas 24.192,48 36.767,20 52,0% Equity
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 57.800,43 126.680,32 119,2% Total Liabilities and Equity
Peluang Usaha
Sejumlah peluang usaha akan dikembangkan
PT RMU pada tahun mendatang. Beberapa peluang
diharapkan dalam lancar dapat memberikan tambahan pemasukan bagi bisnis perusahaan secara signiikan. Peluang bisnis tersebut diantaranya
adalah:
1. Pengembangan dan pengelolaan lahan parkir
stasiun.
2. Rencana pengelolaan kereta makan. 3. Pengembangan restoran darat dan katering.
4. Bisnis general trading dan event organizer dari
perusahaan Induk.
5. Pengembangan usaha menjadi provider dan manajemen parkir di luar lingkungan kereta api.
Strategi Perusahaan
Guna mendukung terwujudnya peluang usaha tersebut, perusahaan sudah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa restoran, perusahaan akan melakukan standarisasi menu, kemasan dan harga, dan mengembangkan sistem e-restorasi.
2. Untuk mengembangkan jasa dapur, perusahaan akan mengembangkan dapur sentral di Yogyakarta.
3. Untuk mengembangkan jasa perparkiran, perusahaan akan memperluas pemasangan platform parkir double decker di stasiun-stasiun
yang saat ini kapasitasnya tidak memenuhi tingkat kebutuhan parkir.