• Tidak ada hasil yang ditemukan

Revitalisasi Proses Desentralisasi dan Otonomi Daerah

Dalam dokumen PHP File Tree Demo Bab III (Halaman 171-176)

SUPREMASI HUKUM DAN HAM

3.7. AGENDA REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH MELALUI REFORMASI BIROKRASI DAN PENINGKATAN

3.7.1. Revitalisasi Proses Desentralisasi dan Otonomi Daerah

Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi pada tahun 1998. Kedua Undang- undang tersebut diperbaiki kembali melalui Undang-undang Nomo 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan Undang-undang No. 33 tahun tentang perimbangan keuangan Pusat-Daerah. Kebijakan ini merubah penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, agama, fiskal moneter, dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.

Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan, baik di dalam maupun di luar negeri.

A. SASARAN

Sasaran yang hendak dicapai dalam revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah dalam tiga tahun mendatang adalah:

1. Meningkatnya kerjasama antar pemerintah daerah;

2. Terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel;

3. Meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya aparatur pemerintah daerah yang profesional dan kompeten;

4. Terkelolanya sumber dana dan asset-asset daerah serta pembiayaan pembangunan secara transparan, akuntabel, dan profesional, keseimbangan bagian bagi hasil pemerintah pusat dari PPh badan dan cukai.

B. ARAH KEBIJAKAN

Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat dalam hal pelayanan masyarakat, penyelenggaraan otonomi daerah, dan pemerintahan daerah yang baik dilaksanakan melalui kebijakan:

1. Memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan baik kewenangan mengenai tugas dan tanggung jawab maupun mengenai penggalian sumber dana dan bagian bagi hasil pajak pusat (PPh badan dan cukai) pembiayaan pembangunan yang didukung oleh semangat desentralisasi dan otonomi daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;

2. Mendorong kerjasama antar pemerintah daerah termasuk peran pemerintah provinsi dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat;

3. Menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih proporsional berdasarkan kebutuhan nyata daerah, ramping, hierarki yang pendek,

bersifat jejaring, bersifat fleksibel dan adaptif, diisi banyak jabatan fungsional, dan terdesentralisasi kewenangannya, sehingga mampu memberikan pelayanan masyarakat dengan lebih baik dan efisien, serta berhubungan kerja antar tingkat pemerintah, dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, masyarakat, dan lembaga non pemerintah secara optimal sesuai dengan peran dan fungsinya;

4. Menyiapkan ketersediaan aparatur pemerintah daerah yang berkualitas secara proporsional di seluruh daerah dan wilayah, menata keseimbangan antara jumlah aparatur pemerintah daerah dengan beban kerja di setiap lembaga/satuan kerja perangkat daerah, serta meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah melalui pengelolaan sumberdaya manusia pemerintah daerah berdasarkan standar kompetensi;

5. Meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah, termasuk pengelolaan keuangan dan asset-asset daerah yang didasarkan pada prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, sehingga tersedia sumber dana dan pembiayaan yang memadai bagi kegiatan pelayanan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan di daerah; serta 6. Menata daerah otonom baru, termasuk mengkaji pelaksanaan kebijakan

pembentukan daerah otonom baru di waktu mendatang, sehingga tercapai upaya peningkatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.

C. PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN

Program yang akan ditempuh dalam revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah selama tiga tahun mendatang adalah :

I. PROGRAM UTAMA

a. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

Program ini ditujukan untuk menyusun kelembagaan pemerintah daerah yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan potensi daerah yang perlu dikelola. Program ini diarahkan ke seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Kegiatan Utama:

1). Penataan kelembagaan pemerintahan daerah agar sesuai dengan beban pelayanan kepada masyarakat;

2). Peningkatan kinerja kelembagaan daerah berdasarkan prinsip- prinsip organisasi modern dan berorientasi pelayanan masyarakat; 3). Peningkatan peran lembaga non-pemerintah dan masyarakat dalam

pengambilan keputusan melalui penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance).

4). Pemanfaatan teknologi informasi pada kelembagaan Pemerintah Daerah.

Kegiatan Penunjang:

1). Penyusunan pedoman hubungan pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah agar tercipta pengawasan dan keseimbangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah;

2). Penguatan pelaksanaan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai Kerangka Nasional Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas;

b. Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah

Program ini ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kapasitas keuangan pemerintah daerah dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat, penyelenggaraan otonomi daerah, dan penciptaan pemerintahan daerah yang baik. Program ini diarahkan ke seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Kegiatan Utama:

1). Peningkatan sumber pendapatan dan pembiayaan Daerah; 2). Optimalisasi pengelolaan asset-asset;

Kegiatan Penunjang :

1). Peningkatan kualitas pelayanan, penataan dan pengembangan sistem pengelolaan keuangan Daerah.

II. PROGRAM PENUNJANG

a. Program Peningkatan Kerjasama.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pelaksanaan kerjasama antar pemerintah daerah dan kerjasama dengan Luar Negeri termasuk peningkatan peran pemerintah provinsi. Program ini diarahkan ke seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Kegiatan Utama:

1). Peningkatan peran Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat untuk memfasilitasi dan menyelesaikan perselisihan antar daerah di wilayahnya;

2). Pengoptimalan dan peningkatan efektivitas sistem informasi pemerintahan daerah untuk memperkuat kerjasama Dalam dan Luar Negeri serta dengan Pemerintah Pusat;

3). Fasilitasi kerja sama antar Kabupaten/Kota, Propinsi dengan Kabupaten/Kota, antar Propinsi, Propinsi dengan Badan/Dinas/Instansi Sektoral, serta kerja sama luar negeri.

Kegiatan Penunjang :

1). Penyusunan dan penetapan produk hukum tentang kerjasama antar daerah termasuk kerjasma dengan Luar Negeri;

2). Identifikasi, perencanaan, fasilitasi, dan pelaksanaan kegiatan fungsi strategis yang perlu dikerjasamakan;

3.7.2. Penciptaan Tata Pemerintahan Yang Bersih dan Bertanggung

Dalam dokumen PHP File Tree Demo Bab III (Halaman 171-176)