BAB V PENUTUP
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan yang telah dipaparkan, teknik mind mapping efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Pada penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan adalah dua kelas. Dalam penelitian selanjutnya, lebih baik peneliti lain menambah jumlah sampel agar hasil semakin kuat. Sampel dapat menggunakan empat kelas, enam kelas, bahkan dapat menggunakan sekolah yang berbeda. Semakin banyak sampel yang digunakan semakin kuat hasil penelitian. Selain itu, Pembelajaran dengan teknik mind mapping membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dalam
melaksanakan penelitian selanjutnya sebaiknya peneliti lain mencari waktu yang tepat agar siswa benar-benar terlatih dan terbiasa membuat mind mapping, sehingga tulisan yang dihasilkan dapat maksimal. Dengan hasil tulisan siswa yang maksimal, dapat diambil kesimpulan bahwa teknik mind mapping benar-benar efektif dalam pembelajaran menulis puisi.
Pada penelitian ini, peneliti hanya melihat keefektifan teknik mind mapping dari hasil belajar siswa tanpa melakukan penilaian proses belajar siswa. Apabila peneliti lain hendak melakukan penelitian, sebaiknya peneliti lain juga menilai proses belajar siswa untuk mendukung hasil penelitian. Proses belajar siswa dapat dinilai melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Oleh karena itu, dengan adanya penilaian proses belajar, dapat diketahui bahwa teknik mind mapping tidak hanya efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar, namun juga efektif meningkatkan proses atau keaktifan siswa selama pembelajaran.
Saran yang terakhir adalah sekolah juga dapat memberikan fasilitas yang mendukung teknik mind mapping untuk pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Fasilitas itu seperti persediaan buku tentang mind mapping di perpustakaan sehingga memudahkan guru atau siswa mencari referensi.
114
Daftar Pustaka
Amri, Sofan. 2013. Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Abdulah, Ridwan. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Buzan, Tony. 2007. Buku Pintar Mind Map Agar Anak Pintar di Sekolah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
___________. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Emzir. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ginting, Monto Kanegi. (2012). ”Efektivitas Model Mind Map dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Artikel Oleh Siswa Kelompok XI SMA Swasta Rakyat Sei Gelugur Tahun Pembelajaran 2012/2013.
Hamdayana, Jumanta. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Indrawan, Rully dan Yaniawati, Poppy. 2014. Metodologi Penelitian. Bandung: Refika Aditama.
Iskandarwassid dan Sunendar, Dadang. 2014. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Jabrohim, dkk. 2001. Cara Menulis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kustandi, Cecep, dkk. 2011. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Imaddudin, Muhamad Chomsi dan Utomo, Unggul Haryanto Nur. (2012). “Efektivitas Metode Mind Mapping untuk Meningkatkan Prestasi belajar Fisika pada Siswa Kelompok VII”.Humanitas, Vol. IX No.1 Januari 2012.
Rohmadi, Muhammad dan Subiyantoro, Slamet. (Ed). 2011. Model-model Pembelajaran Sastra dan Seni. Surakarta: Yuma Pustaka
Nurhadi. 2015. Teknik Membaca. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurgiyantoro, B. 2012. Penelitian Pengembangan Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
______________. 2010. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Panuju, Redi. 2008. Menulislah dengan Marah: Kiat Sukses Menulis Opini di Media Massa. Bandung: Nusa Media.
Priyatni, Endah Tri. 2010. Membaca Sastra dengan Ancangan Literasi Kritis. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius. Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran (Mengembangkan
Profesionalisme Guru). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Royan, Frans M. 2009. Cara Mudah Menulis Buku. Sidoarjo:
Masmedia buana Pustaka.
Samosir, S. A. (2013). “Pengaruh Penggunaan Model Peta Pikiran (Mind Map)Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Oleh Siswa Kelompok XI SMK Negeri 1 Sidikalang Kab. Dairi Tahun Pembelajaran 2013/2014”.
Sani, Ridwan Abulah. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Suprihartiningrum, Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran.
Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya
Tarigan, Henry Guntur. 1985. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
___________________. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. Waluyo, Herman J. 2003. Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
______________. 1987. Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
Wainright, Gordon. 2007. Speed Reading Better Recalling. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wicaksono, Andri. 2014. Menulis Kreatif Sastra. Yogyakarta: Garudhawaca.
Windura, Susanto. 2016. Mind Map Langkah Demi Langkah. Jakarta: Gramedia.
Yaumi, Muhammad. 2013. Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Yunus, Syariudin. 2015. Kompetensi Menulis Kreatif. Bogor: Gahalia Indonesia.
117 K IS K IS I S OAL ma Sekola h : S MA St ell a Duc e 2 Yo g y ak arta ta Pela jar an/S emeste r : B aha sa Indone sia Kompe tensi Da sa r Ma ter i P okok Indikato r Indikato r soa l R ana h B erpikir S oa l Nomor Jum lah S oa l B entuk S oa l 8.2 Me nuli s pui si de nga n mempe rha ti ka n ba it , ira ma, da n rima Me nuli s puisi 1. Me nga na li sis puisi be rda sa rk an ira ma, da n rima . 2. Me mbuat ke ra n g ka ga g as an mind mapping se ba g ai das ar menulis pui si . 3. Me nuli s pui si de nga n mempe rha ti ka n unsur -unsur puisi 1. Disa ji ka n se bua h puis i ke mudi an, si swa menga na li sis be rda sa rka n ira ma da n rima . 2. Disa ji ka n se bua h ide ata u g aga sa n de n ga n tema “Ala m”, siswa membu at mind mapping se ba g ai da sa r menulis pui si. 3. S iswa menulis pui si be rda ssrksn k era n g k a g aga sa n y an g sud ah dibu at da lam be ntuk mind mapp ing de nga n mempe rh ati ka n unsur -unsur puisi . C4 C6 C6 1 2 3 1 1 1 Ur aian Ur aian Ur aian
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (R P P)
Nama Sekolah : SMA Stella Duce 2 yogyakarta Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / semester : X/gasal Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Materi : Menulis Puisi
Standar Kompetensi :
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi. Kompetensi Dasar :
8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
A. Indikator
1. Menganalisis puisi baru berdasarkan unsur-unsur puisi untuk menemukan irama dan rima.
2. Membuat kerangka gagasan dalam bentuk mind mapping dengan tema “Alam” sebagai dasar menulis puisi.
3. Menulis puisi dengan memperhatikan unsur-unsur puisi.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca contoh puisi, siswa dapat menganalisis puisi baru berdasarkan unsur-unsur puisi untuk menemukan terutama irama dan rima.
2. Melalui kerangka gagasan yang dibuat dalam bentuk mind mapping, siswa dapat menulis puisi.
3. Melalui proses mengamati dan mencoba, siswa dapat menulis puisi dengan memperhatikan unsur-unsur puisi.
1. Strategi : induktif model Taba
2. Metode : diskusi, ceramah dan tanya jawab 3. Teknik : mind mapping
D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian mind mapping 2. Unsur-unsur puisi
a. Unsur fisik puisi 1. diksi 2. bahasa figuratif 3. kata konkret 4. pengimajian 5. versifikasi 6. tipografi b. Unsur batin puisi
1. tema
2. perasaan (feeling) 3. nada dan suasana 3. Langkah-langkah menulis puisi
1. tahap prakasa 2. tahap pelanjutan 3. tahap pengakhiran
No Kegiatan Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Apersepsi
1. Apersepsi: ucapan salam dan kabar, pemberian motivasi untuk lebih siap mengikuti pembelajaran
2. Pemberian motivasi tentang manfaat menulis puisi
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 4. Guru memberikan pengantar tentang
pentingnya alam bagi manusia.
10 menit
2 Kegiatan Inti
Eksplorasi
1. Guru menjelaskan secara singkat mengenai puisi.
2. Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai langkah-langkah menulis puisi. Elaborasi
1. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, satu kelompok terdiri dari 5 orang. 2. Siswa menyimak gambar dengan tema
“alam” yang ditampilkan guru.
3. Secara kelompok, siswa mengumpulkan semua kata-kata dengan kata kunci-kata kunci berdasarkan gambar yang dilihat dengan menggunakan mind mapping. 4. Secara kelompok, siswa menulis puisi
dengan melihat mind mapping yang sudah
20 menit
dibuat.
5. Siswa mengumpulkan lembar kerja siswa. Konfirmasi
Siswa dan guru menyamakan persepsi mengenai pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik mind mapping.
3 Kegiatan Akhir
1. Siswa bersama guru melakukan refleksi mengenai materi menulis puisi.
2. Guru memberikan penguatan dan motivasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru menutup pelajaran.
10 Menit
F. Media/Alat/ Bahan/ Sumber belajar
1. Media Pembelajaran a. power point b. gambar 2. Alat dan bahan
a. papan tulis b. LCD c. viewer d. laptop 3. Sumber belajar
G. Penilaian
1. Jenis penilaian : kelompok 2. Bentuk tes : uraian
3. Pedoman penilaian : lembar penilaian
Instrumen soal nomor 1a
Aspek Indikator Skor
Irama Penentuan irama sangat tepat sehingga dapat menciptakan bunyi yang indah saat dibaca.
4
Penentuan irama cukup tepat sehingga cukup menciptakan bunyi yang indah saat dibaca.
3
Penentuan irama kurang tepat sehingga bunyi yang dihasilkan saat dibaca kurang pas untuk didengar.
2
Penentuan irama tidak tepat sehingga tidak menimbulkan efek bunyi yang indah saat dibaca.
1
Instrumen soal nomor 1b
Rima Analisis rima pada setiap bait sudah lengkap dan tepat.
4
Analisis rima pada setiap bait lengkap tetapi kurang tepat.
3
Analisis rima pada setiap bait kurang lengkap tetapi tepat.
2
Analisis rima pada setiap bait tidak lengkap dan tidak tepat.
Instrumen Soal Nomor 2
Jumlah skor yang diperoleh siswa
Nilai= x 100
Jumlah skor maksimal
Yogyakarta, 21 September 2017 Mengetahui,
Dosen Pembimbing Peneliti,
Dr. Yuliana Setyaningsih, M. Pd. Paula Ella Kusuma Dewi
No Aspek yang dinilai Rentang Skor Bobot Nilai
(Skor x bobot) 1 2 3 4 1 majas 3 12 2 diksi 2 8 3 verifikasi 2 8 4 Tipografi 2 8 5 Imajinasi 3 12 6 kata nyata 3 12
7 Kesesuaian tema dan isi 4 16
Lampiran
MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Mind Mapping
Buzan (2008:5) mengatakan “Mind map adalah peta rute bagi ingatan yang memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal”. Hal itu berarti mengingat informasi akan jauh lebih mudah daripada menggunakan teknik pencatatan tradisional. Teknik mind mapping menggunakan konsep-konsep atau peta yang nantinya dapat membuat kegiatan awal menulis mengalir secara berurutan dan ketika merasa kebingungan peta pikiran ini akan membantu meluruskan pemikiran sehingga dapat kembali berjalan di jalur yang sama.
B. Langkah-langkah teknik mind mapping
1. Mind mapping dimulai dengan gagasan/ tema/ poin utama diletakan di tengah-tengah halaman kertas kosong. Peletakan tema/ gagasan ditengah untuk memberikan kebebasan pada otak untuk mengeluarkan ide dengan bebas dan alami.
2. Gambar atau foto digunakan sebagai central dari sebuah mind mapping yang akan dibuat.Gambar atau foto mempunyai banyak makna yang membantu otak untuk berimajinasi. Sebuah gambar akan lebih membantu agar tetap fokus dan membantu otak tetap berkonsentrasi.
3. Warna membuat mind mapping menjadi lebih menarik, merangsang otak untuk lebih kreatif, dan mengaktifkan otak. Warna yang digunakan tidak hanya satu warna tetapi bermacam-macam warna agar dapat mensimbolisasikan sesuai yang berbeda pula.
4. Cabang utama dibungkan ke pusat gambar atau gagasan utama dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua tingkat tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak bekerja menurut asosiasi sehingga dapat bekerja dengan baik. Otak senang mengaitkan satu, dua atau lebih sekaligus. Apabila cabang-cabang dihubungkan akan lebih mudah diingat dan dipahami.
5. Garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus akan jadi lebih menarik dipandang mata dan membuat otak tidak bosan.
6. Kata kunci dalam setiap garis melengkung pada mind mapping akan menambah daya dan fleksibilitas pada mind mapping.
7. Gambar dapat digunakan disetiap cabang pada mind mapping. Gambar yang dimaksud seperti gambar central memiliki kekuatan atau makna yang dapat menumbuhkan imajinasi otak.
C. Strategi Induktif Model Taba
Strategi induktif model Taba dicetuskan oleh Hilda Taba. Strategi ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pembentukan konsep, penafsiran data, dan penerapan prinsip. Berikut bentuk stategi model taba dalam penerapan menulis puisi.
Tahap Kegiatan Pembentukan konsep Penafsiran data Penerapan prinsip
a. Siswa mengamati gambar atau foto yang ditampilkan oleh guru.
b. Siswa mengumpulkan kata-kunci sesuai dengan gambar atau foto yang dilihat dalam bentuk mind mapping. c. Guru mengarahkan pembuatan mind
mapping pada siswa dalam
kelompok. Cabang pada mind
mapping sudah menggambarkan
akan menjadi berapa bait dalam sebuah puisi.
1. Siswa menghubungkan kata demi kata yang telah dikumpulkan berdasarkan mind mapping untuk membentuk suatu rangkaian puisi dan puisi harus mencerminkan gambar yang ditampilkan guru.
1. Perwakilan kelompok membacakan hasil penulisan puisi di depan kelas dan siswa lain menanggapinya.
D. Puisi
Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Terdapat unsur batin dan unsur fisik dalam puisi. Unsur fisik yaitu unsur estetik yang membangun struktur dari luar puisi. Unsur-unsur fisik diantaranya adalah diksi, pengimajian, kata
konkret, bahasa figuratif (majas), versifikasi, dan tipografi. sedangkan unsur batin adalah sesuatu ungkapan yang hendak dikemukakan oleh penyair dengan perasaan dan suasana jiwa. Unsur batin diantaranya adalah tema, perasaan, nada dan suasana, dan amanat.
1. Unsur Fisik puisi
a. Diksi (Pemilihan kata)
Diksi meriupakan pemilihan kata. Dalam hal ini hendaknya penyair memilih kata yang tepat yang mengandung kekuatan magis dari kata tersebut.
b. Pengimajian
Pengimajinasian dapat diartikan sebagai kata atau susunan kata- kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
c. Kata Konkret
kata konkret ialah bahwa kata-kata itu dapat menyaran kepada yang menyeluruh. Jika penyair mampu memperkonkret kata-kata , maka pembaca seolah- olah melihat, mendengar, atau merasa apa yang dilukiskan oleh penyair.
d. Bahasa figuratif (majas)
Bahasa figuratif ialah bahasa yang diguanakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, yakni secara tidak langsung mengungkapkan makna. Tujuan digunakannya bahasa figuratif adalah untuk memperkaya makna dalam puisi. Bahasa figuratif mempunyai tujuh macam yaitu, metafora, perbandingan, personifikasi, hiperbola, sinekdoce, ironi, dan pelambangan.
e. Versifikasi (rima, ritma, dan metrum)
Bunyi dalam puisi menghasilkan rima dan ritma. Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Sedangkan ritma adalah pertentangan bunyi: tinggi/ rendah, panjang/ pendek, keras/ lemah, yang mengalun dengan teratur dan berulang-ulang
sehingga membentuk keindahan.Kemudian metrum berupa pengulangan tekanan kata yang tetap. Metrum sifatnya statis. Berhubungan dengan hal itu metrum berupa penandaan suku kata dalam puisi.
f. Tipografi
Tipografi juga disebut juga ukiran bentuk: ialah susunan baris-baris atau bait-bait suatu puisi (Suhariatno 2009:35). Baris puisi tidak bermula dari tepi kiri dan berakhir ke tepi kanan baris. Bentuk susunan sebuah puisi banyak macamnya, tergantung dari gaya penulis. Wicaksono (2014:28) mengatakan maksud dari penyusunan tipografi adalah untuk keindahan indrawi dan untuk mendukung pengedapan makna, rasa, dan suasana puisi.
2. Unsur Batin Puisi a. Tema
Tema merupakan gagasan pokok atau subjek-matter yang dikemukakan oleh penyair. Pokok pikiran atau pokok persoalan itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair, sehingga menjadi landasan utama pengucapannya.
b. Perasaan (feeling)
Perasaan dalam puisi adalah perasaan yang disampaikan penyair melalui puisinya. Puisi mengungkapkan perasaan beraneka ragam. Perasaan itu bisa saja perasaan sedih, kecewa, terharu, benci, rindu, cinta, bahagia ataupun perasaan setia kawan. c. Nada dan Suasana
Nada puisi ialah sikap batin penyair yang hendak diekspresikan penyair kepada pembaca. Suasana merupakan keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca.
E. Langkah-langkah Menulis Puisi
Wicaksono (2014:33) Ada pun tahap-tahap yang dilakukan dalam menulis puisi. Sebagai berikut.
a. Tahap prakarsa
Tahap prakarsa merupakan tahap pencarian ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam hal ini siswa sudah diberikan tema puisi yang akan diberikan oleh guru yang selanjutkan akan dikembangkan oleh siswa.
b. Tahap Pelanjutan
Tahap ini merupakan tahap tindak lanjut dari tahap pencarian ide setelah seseorang mendapat ide-ide dari berbagai sumber dan cara, kemudian dilanjutkan menjadi sebuah puisi. Setelah siswa mendapatkan ide-ide kemudian menulis di kertas yang sudah disediakan.
c. Tahap Pengakhiran
Adapun puisi yang diajarkan siswa adalah puisi transparan yang merupakan bentuk puisi sederhana. Latihan menulis puisi ini tidak hanya mempertajam pengamatan dan meningkatkan kemampuan tetapi, siswa diharapkan memperoleh minat segar dari kedalaman puisi itu sendiri
Tema: Alam
Bencana
Alam telah berbaik hati pada diri. harap-harap pada keserakahan manusia,
guncangan bervolume lembut hingga kencang, adalah hadiah bagi kesombongan Rekahan tanah dan rumah runtuh menjadi himpunan dosa
Pun tak sedikit yang berpulang
Begitupun banjir, bukti ketidakramahan manusia pada alam air di mana-mana, arus utama meraih apapun yang dilewatinya
rasa pilu menghampiri.
Mahluk hidup;hewan, tumbuhan, bahkan si serakah manusia hilang dihempasnya
Tanah tergusur, ikut menyeret pohon-pohon jatuh ke tanah Pun tak menyangka meraib isi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (R P P)
Nama Sekolah : SMA Stella Duce 2 yogyakarta Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / semester : X/gasal Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Materi : Menulis Puisi Standar Kompetensi :
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi. Kompetensi Dasar :
8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
A. INDIKATOR
1. Menganalisis puisi baru berdasarkan unsur-unsur puisi untuk menemukan irama dan rima.
2. Membuat kerangka gagasan dalam bentuk mind mapping dengan tema “Alam” sebagai dasar menulis puisi.
3. Menulis puisi dengan memperhatikan unsur-unsur puisi.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca contoh puisi, siswa dapat menganalisis puisi baru berdasarkan unsur-unsur puisi untuk menemukan terutama irama dan rima.
2. Melalui kerangka gagasan yang dibuat dalam bentuk mind mapping, siswa dapat menulis puisi.
3. Melalui proses mengamati dan mencoba, siswa dapat menulis puisi dengan memperhatikan unsur-unsur puisi.
C. MATERI PEMBELAJARAN a. Unsur fisik puisi
1. Diksi 2. bahasa figuratif 3. kata konkret 4. pengimajian 5. versifikasi 6. tipografi
b. Unsur batin puisi 1. tema
2. perasaan (feeling) 3. nada dan suasana
c. Langkah-langkah menulis puisi 1. tahap prakasa
2. tahap pelanjutan 3. tahap pengakhiran
F. METODE PEMBELAJARAN
Metode : ceramah, tanya jawab, dan penugasan
G. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN
No. Kegiatan Alokasi Waktu
I Kegiatan Awal
10 menit Apersepsi
1. Guru melakukan apersepsi dengan beberapa pertanyaan berupa perasaan yang sedang dialami siswa.
2. Guru menjelaskan KD, Indikator, dan skenario pembelajaran
II Kegiatan Inti Eksplorasi
1. Guru bertanya kepada siswa tentang pengertian puisi.
2. Guru menjelaskan tentang materi puisi
Elaborasi
1. Guru memberikan contoh dari puisi.
2. Guru meminta siswa untuk menulis puisi berdasarkan pengalaman, lingkungan sekitar, alam semesta
3. Siswa dibagi secara kelompok yang terdiri dari 5 orang.
4. Perwakilan kelompok mempresentasikan dengan cara membaca puisi hasil karyanya. 5. Siswa lain memberi tanggapan kepada siswa
yang presentasi. Konfirmasi
1. Guru memberikan penguatan kepada siwa dengan memberikan nilai kepada setiap siswa. 2. Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 3. Guru menanyakan hal-hal yang belum jelas.
20 menit
45 menit
10 menit
III Kegiatan Penutup
Guru memberikan kesimpulan terhadap pelajaran yang telah dipelajari.
H. SUMBER DAN MEDIA 1. Referensi
Waluyo, Harman J. 2002. Apresiasi Puisi Panduan untuk Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
2. Media
Laptop, viewer, LCD. 3. Bahan ajar
Materi puisi baru (pengertian puisi, langkah-langkah menulis puisi)
I. PENILAIAN Jenis Tagihan: tugas kelompok Bentuk Instrumen: uraian bebas Format Penilaian
Instrumen soal nomor 1a
Aspek Indikator Skor
Irama Penentuan irama sangat tepat sehingga dapat menciptakan bunyi yang indah saat dibaca.
4
Penentuan irama cukup tepat sehingga cukup menciptakan bunyi yang indah saat dibaca.
3
Penentuan irama kurang tepat sehingga bunyi yang dihasilkan saat dibaca kurang pas untuk didengar.
2
Penentuan irama tidak tepat sehingga tidak menimbulkan efek bunyi yang indah saat dibaca.
Instrumen soal nomor 1b
Rima Analisis rima pada setiap bait sudah lengkap dan tepat.
4
Analisis rima pada setiap bait lengkap tetapi kurang tepat.
3
Analisis rima pada setiap bait kurang lengkap tetapi tepat.
2
Analisis rima pada setiap bait tidak lengkap dan tidak tepat.
1
Instrumen soal nomor 2
No Aspek yang dinilai Rentang Skor Bobot Nilai
(Skor x bobot) 1 2 3 4 1 majas 3 12 2 diksi 2 8 3 verifikasi 2 8 4 Tipografi 2 8 5 Imajinasi 3 12 6 kata nyata 3 12
7 Kesesuaian tema dan isi 4 16
Yogyakarta, Oktober 2017 Guru mata pelajaran,
MATERI PEMBELAJARAN MENULIS PUISI A. Puisi
Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Terdapat unsur batin dan unsur fisik dalam puisi. Unsur fisik yaitu unsur estetik yang membangun struktur dari luar puisi. Unsur-unsur fisik diantaranya adalah diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif (majas), versifikasi, dan tipografi. sedangkan unsur batin adalah sesuatu ungkapan yang hendak dikemukakan oleh penyair dengan perasaan dan suasana jiwa. Unsur batin diantaranya adalah tema, perasaan, nada dan suasana, dan amanat.
a. Unsur Fisik puisi
1. Diksi (Pemilihan kata)
Diksi meriupakan pemilihan kata. Dalam hal ini hendaknya penyair memilih kata yang tepat yang mengandung kekuatan magis dari kata tersebut.
b. Pengimajian
Pengimajinasian dapat diartikan sebagai kata atau susunan kata- kata